Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Pak Kanebo Kering


__ADS_3

halo semuanya.. hari ini aku akan up banyak .. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya likenya masih dikit nihh 😭😭☺️☺️☺️ terima kasihh 🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Apa ada pekerja di rumah om yang om curigai? Melihat tempat ditemukannya kotak ada di kamar, sepertinya ini ulah orang di dalam rumah.” ucap Lindsey.


“Tidak ada yang mencurigakan sampai saat ini. Namun om sudah menyuruh semua pekerja untuk pulang dan tante pergi ke rumah orangtuanya.” balas Roland.


“Apakah ada lawan om atau seseorang yang sedang berseteru dengan om?” tanya Lindsey.


“Kami semua di luar tampak senyum ramah dan saling menyapa tapi tidak tahu di dalam hatinya” jawab Roland.


“Baiklah. Setelah ini aku akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk om.” ucap Lindsey.


“Tetapi interogasinya belum selesai. Jaksa Rivan masih ingin mengajukan beberapa pertanyaan lagi.” balas Luven.


“Aku akan bicara dengannya.” balas Lindsey lalu keluar dari ruang interogasi.


“Jaksa Rivan, anda sangat gigih sekali, ya. Setelah menangkap seorang pengedar, belum 24 jam anda sudah menggeledah rumah seorang anggota dewan.” ucap Lindsey menyindir Rivan.


“Kamu jangan bicara seperti itu. Aku jadi tidak bertemu denganmu karena sudah menangkap calon mertuamu.” balas Rivan.


“Eh?”


“Rumornya sudah menyebar di satu gedung ini saat kamu dan pacarmu berlarian datang ke sini. Ahh, romantis sekali..” bisik Rivan di telinga Lindsey.


“Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku meminta penangguhan penahanan. Aku yang akan menjadi penjaminnya.” balas Lindsey.


“Hm, baiklah. Aku akan mengurusnya.” ucap Rivan.


“Baiklah. Segera percepat proses kasus ini. Aku tidak sabar berhadapan denganmu di persidangan nanti.” balas Lindsey.


“Wah.. pengacara di GDP makanan sehari-harinya apa, sih? Kok bisa memiliki tingkat kepercayaannya tinggi sekali?” ledek Rivan.


“Jangan lupa, tingkat kemenangan kami juga tinggi. Tinggiiiiii sekali dan sulit dilampaui para jaksa. Kabari aku kapan sidang perdananya.” ucap Lindsey lalu pergi dari gedung kejaksaan.


...****************...


“Maaf, waktu kunjungan baru dibuka jam 09.00. Silahkan kembali lagi nanti.” ucap seorang petugas.


Lindsey mendatangi sebuah rutan (rumah tahanan) tempat Ferdi ditahan. Saat itu masih jam 5 pagi, langit masih gelap karena matahari belum terbit.


Namun kunjungan Lindsey ditolak karena waktu kunjungan belum dibuka.


Lindsey pun pulang dengan pasrah.


...****************...


Jam 05.20


Lindsey tiba di apartemennya setelah sekitar 2 jam dia pergi ke kejaksaan. Jam tidurnya terpotong, dengan terpaksa juga dia meninggalkan Jarvia tidur sendirian di apartemen.


Lindsey dengan berhati-hati memasuki kamar, menaruh tasnya di atas laci, mendekati Jarvis dan duduk di sisi ranjang. Perlahan dia mengusap pelipis Jarvis sebelum dikecupnya lembut kening laki-laki yang dengan gemasnya tidur di atas ranjang.


“Kamu baru pulang?” tanya Jarvis yang terbangun.


“Aku membangunkanmu?” balas Lindsey dan memberikan senyum yang hangat.


“Tidurku memang tidak pulas daritadi. Sudah 6 kali aku terbangun.” ucap Jarvis.


“Kalau begitu, tidurlah lagi. Masih ada waktu.” balas Lindsey.

__ADS_1


“Kamu tidak akan pergi lagi?” tanya Jarvis.


Lindsey mengangguk.


“Apakah semua berjalan dengan lancar?” tanya Jarvis.


Lindsey mengangguk lagi. “Tentu saja. Kekasihmu kan hebat.” bisik Lindsey di telinga Jarvis.


“Hm, sepertinya tidak. Wajahmu malah mengatakan sebaliknya.” ucap Jarvis.


Lindsey masuk ke dalam selimut, bergabung dengan Jarvis yang sedang tiduran di ranjang. “Kalau begitu peluk aku selama kamu tidur.” ucap Lindsey.


Jarvis membuka lengannya lebar-lebar lalu Lindsey masuk memeluk tubuh Jarvis. Jarvis membalas mendekap tubuh Lindsey dan memberikan dadanya untuk kepala Lindsey.


“Ahh, nyamannya..” ucap Lindsey.


“Bangunkan aku kalau sudah jam 8..” pinta Lindsey.


“Iya..”


Tidak ada yang benar-benar Lindsey butuhkan saat ini selain dekapan hangat. Jarvis mungkin tidak tahu kalau asal muasal Lindsey bukanlah asli pengacara. Dan belakangan ini Lindsey diharuskan menjadi pengacara sesungguhnya.


Lindsey terkejut memasuki dunia barunya. Belum selesai beradaptasi, kini Lindsey harus menjadi pengacara yang sesungguhnya, dengan bolak-balik menemui klien, menemukan cara untuk menyelesaikan masalahnya yang tidak pernah Lindsey lakukan sebelumnya.


Di dalam hidupnya dia hanya tahu berakting, memainkan peran sesuai skenario yang dibuat anak gengnya. Namun kini dia tersadar, memasuki firma hukum GDP dan berakting menjadi pengacara di sana adalah keputusan yang terburuk.


Karena dia tidak bisa berakting di dalam lembaga hukum terbesar nomor satu. Dia (harus) menjadi pengacara yang sesungguhnya.


Mundur pun sudah terlambat. Banyak klien yang sudah mempercayainya untuk menjadi pengacara mereka. Dan Lindsey memiliki tanggung jawab yang besar di dalam dirinya. Saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah menghadapinya.


Anggap saja dekapan hangat dari Jarvis saat ini adalah untuk mengisi bahan bakar Lindsey sebelum dia berperang. Untuk itu Lindsey harus mengisi bahan bakarnya hingga full.


Jam 06.30.


Dia harus menghadiri rapat pagi ini. Meski hati dan tubuhnya masih ingin bersama Lindsey, Jarvis tetap tidak bisa melewatkan rapat pagi ini.


Sebelum berangkat, Jarvis membuatkan segelas susu dan roti panggang dengan isi daun selada, tomat yang sudah dipotong, telur dan smoked beef (daging sapi asap yang diiris tipis) untuk mengganjal perutnya dan Lindsey sebelum bekerja. Tidak lupa saos sambal berbentuk love di atasnya dengan ide kreatif Jarvis sendiri yang membuktikan bahwa roti panggang itu dibuat dengan penuh kasih dan setulus hati.


Setelah itu Jarvis menutupnya dengan tudung saji lalu kembali ke kamar dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Lindsey. Kemudian dikecupnya lembut dahi Lindsey. Setelah memastikan tubuh Lindsey tetap hangat, Jarvis pergi dari apartemen untuk berangkat kerja.


...****************...


Jam 07.59


Tririring... Jarvis is calling...


Tririring...


Tririring...


Suara dering ponsel Lindsey mengganggu ketenangan pemiliknya yang sedang tidur nyenyak sambil memeluk guling. Lindsey pun sempat terkejut saat terbangun melihat gulinglah yang dia peluk, bukannya Jarvis. Maklum, nyawanya belum terkumpul penuh.


Jarvis berhasil membangunkan Lindsey tepat di jam 8 sesuai permintaan Lindsey.


“Jarvis, kamu dimana?” tanya Lindsey saat menjawab panggilan dari Jarvis.


“Kamu sudah bangun? Maaf aku berangkat lebih dulu.” jawab Jarvis.


“Oh, ya, tidak apa-apa, kok. Lagi pula waktunya pas.” balas Lindsey seraya berjalan ke luar dari kamar dengan membawa tas dan blazernya.


“Aku sudah buatkan sarapan untukmu di meja. Jangan lupa dimakan, ya. Jangan biarkan perutmu kosong sebelum bekerja.” ucap Jarvis.

__ADS_1


Lindsey berjalan menuju meja makan dan mendapati segelas susu dan roti lapis di atas piring.


“Terima kasih, ya, Jarvis. Kamu sudah sarapan?” balas Lindsey.


“Sudah, kok. Aku buat dua tadi. Satunya aku makan di jalan.” ucap Jarvis.


“Oh, baguslah..” balas Lindsey.


“Ya, sudah. Aku mau rapat dulu. Sampai bertemu nanti.” ucap Jarvis.


“Baiklah.” balas Lindsey.


“Lindsey.” panggil Jarvis sebelum mengakhiri panggilannya.


“Ya?”


“Semangat!”


“...”


“...”


“...”


“Apakah aku seperti kanebo kering saat mengucapkannya tadi..? Aku belum pernah mengatakan itu kepada siapapun..” ucap Jarvis.


Kanebo kering ini bahkan mengenal diriku lebih baik dari aku mengenal diriku sendiri. batin Lindsey.


“Tidak. Aku terdiam karena aku baru saja mendapatkan apa yang ternyata aku sedang butuhkan.” balas Lindsey.


“...”


“Terima kasih, ya, Jarvis. Aku akan segera menemuimu.” ucap Lindsey.


“Santai saja. Aku selalu menunggumu kapanpun itu.” balas Jarvis.





Dan Pak Kanebo Kering telah membuat jantungku berdebar.


/







/


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.

__ADS_1


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2