
halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻
...****************...
Dim tersenyum. “Kamu makelar berkomisi?” tanyanya.
“Ini hadiah untukmu.” Lindsey memberikan sebuah kotak yang berisi jam tangan berlapis emas 24K yang harganya setara dengan 1 mobil sedan.
Dim membuka kotak tersebut. Betapa indah dan berkilau jam itu.
“Bersulang?” Lindsey mengangkat gelasnya.
“Bersulang.”
Cling!
Keesokan harinya, Lindsey dan Dim bertemu dengan Kapten yang berperan menjadi pegawai dari bank XYZ. Kapten datang dengan berpakaian rapi menggunakan setelan jas yang terlihat mengepas di tubuhnya, kacamata, dan rambut klimisnya. Tidak lupa membawa sebuah tas kerja untuk melengkapi penampilan formalnya.
“Salam kenal. Aku Joni dari bank XYZ.” ucap Kapten.
“Joni? Itu memang nama yang cocok untuk Kapten!” ucap Piter melalui earbuds.
“Salam kenal. Aku Dimas dari F&G. Tampaknya kamu suka berolahraga, ya.” balas Dimas karena melihat tubuh Kapten yang kekar di balik balutan jas.
“Begitulah. Aku bernapas saja selalu berubah menjadi otot.” ucap Kapten.
“HAHHAHHAH..!” Piter dan Luven tertawa kencang dari earbuds.
“Begitu, ya? Eh, Silahkan duduk.” balas Dimas.
Kapten duduk di hadapan Lindsey dan Dimas.
“Kamu pasti sudah mendengar persyaratannya. Lalu apa bersedia buat rekening utama di bank kami?” tanya Kapten.
Lindsey mendekatkan tubuhnya hingga menempel rapat dengan Dimas. Karena Lindsey berperan sebagai pelobi, maka gerak-geriknya memberi isyarat bahwa Lindsey dan Dimas sangat dekat. Sehingga hal itu memudahkan Dimas untuk membuka rekening utama di bank XYZ.
“Kita langsung ke bank saja. Ini sudah jelas akan menguntungkan kedua belah pihak. Kita mulai saja.” ucap Dimas. Ketiganya bangkit berdiri.
“Berarti tugasku di sini sudah beres. Selanjutnya, urusan kalian berdua.” ucap Lindsey.
Dimas dan Kapten pergi keluar dari kafe. Dimas memberi senyum kepada Lindsey sebelum pergi.
Setelah Dimas dan Kapten pergi, Lindsey pun bergegas keluar lewat pintu belakang kafe dan mengemudikan mobilnya menuju bank ABC. Sementara itu Kapten dan Dimas pergi ke bank XYZ. Sesampainya di bank XYZ, Dimas disambut dengan senyuman oleh pegawai di sana yang merupakan orang bayaran bahkan Dimas juga dibukakan pintu. Begitu juga dengan Lindsey di bank ABC.
Kapten membawa Dimas ke sebuah ruang kepala cabang dan Katie yang berperan sebagai kepala cabang sudah bersiap di dalam sana. Kapten mengetuk pintu ruang kepala cabang dan membukakan pintu untuk Dimas.
“Selamat siang. Senang bertemu dengan anda.” sapa Katie dengan ramah dan menampilkan senyum paling manisnya.
“Aku juga.” balas Dimas.
“Silahkan duduk.” ucap Katie.
__ADS_1
Katie dan Dimas duduk di atas sofa.
“Anda ingin membuka rekening utama di bank kami?” tanya Katie.
“Bunganya tinggi, kan?” balas Dimas
“Tentu saja. Akan kami beri paket terbaik. Bagaimana dengan dokumen persyaratannya?” ucap Katie.
Dimas membuka resleting tasnya dan mengeluarkan sebuah map tebal yang berisi dokumen-dokumen persyaratan untuk membuka rekening di bank dengan kriteria nasabah VIP.
Di sisi lain, di bank ABC, Lindsey ingin membuka rekening utamanya namun berakting kalau dokumen persyaratannya ketinggalan dan meminta sopir untuk mengantarkannya.
“Gawat! Ada apa denganku? Aduh!” akting Lindsey di depan kepala cabang bank ABC.
...****************...
“Pak Joni!” panggil Katie dari dalam ruangannya dan menyerahkan map tebal itu.
Kapten masuk ke dalam dan menerima map tebalnya. Setelah menutup pintu ruang dengan rapat, Kapten segera berlari menuju ke mobilnya ingin mengantarkan map tebal itu ke bank ABC.
Namun nasib buruk terjadi, Kapten terjebak macet total di jalan hingga tidak bisa bergerak. Tidak ada pilihan lain, Kapten turun dari mobil dan berlari meski mendapat banyak klakson dari pengemudi lain di belakangnya.
“Tampaknya dia agak lama, ya.. Hehehe..” ucap kepala cabang di bank ABC.
“Maaf. Kurasa jalanan macet.” balas Lindsey.
Lindsey mengeluarkan ponsel dari tasnya dan menelepon Kapten karena saking lama menunggu. Juga dengan Dimas di bank XYZ yang mulai melirik jam dinding sambil menyeruput teh.
“Halo? Dimana kamu pak Joni?” tanya Lindsey di telepon.
“Kamu hampir tiba? Baiklah, aku tunggu.” balas Lindsey.
Beberapa menit kemudian, seorang pegawai wanita membuka ruang kepala cabang bank ABC dan Kapten masuk dengan membawa sebuah map tebal di belakangnya.
“Ah, terima kasih!” ucap Lindsey. Lindsey menyerahkan map tebal yang berisi dokumen persyaratan itu kepada kepala cabang dan Lindsey mendapatkan buku rekening sebagai gantinya.
Lindsey menyerahkan buku rekening itu ke Kapten yang berperan sebagai sopir dan memegangi tas mewah Lindsey.
...****************...
Bank XYZ ternyata adalah gedung biasa yang disewa Kapten untuk melancarkan misi mereka dan mereka berempat menyulapnya menjadi sebuah bank. Tiba-tiba perekat di sebuah poster yang mereka tutupi di dinding itu lepas, poster pun turun dan memperlihatkan tulisan: DISEWAKAN. HUB: 08XXXXXXXXX di dinding itu.
Katie melihatnya dari dalam dan matanya pun membulat, sambil mengawasi Dimas yang semoga saja tidak menengok ke arah belakang. Namun karena sudah lama menunggu, Dimas pun celingak-celinguk menatap sekitar ruangan. Badannya pun berbalik dan menengok ke belakang, mendapati seseorang di balik pintu yaitu Kapten. Berkat dada Kapten yang bidang dan berisi, poster yang jatuh itu gagal dilihat oleh Dimas.
”Maaf agak lama.” Kapten tiba di ruang kepala cabang dan memberikan buku rekening itu kepada Dimas.
“Baiklah.” ucap Dimas lalu menyimpan buku rekening itu dan keluar dari bank.
Kapten membukakan pintu mobil taksi untuk Dimas.
“Hati-hati di jalan.” Katie membungkukkan tubuhnya hingga taksi pergi dari halaman.
__ADS_1
Kapten mengendurkan dasi yang dikenakannya dan melepas kacamatanya. Dia merasa sulit bernapas saking engapnya berlarian kesana kemari. Katie mengacungkan jempol pada Kapten sebagai tanda misi berhasil dan kerja keras Kapten yang akhirnya turun bergabung bekerja di lapangan bersama Lindsey dan Katie. Karena biasanya Kapten hanya memberi arahan saja lewat earbuds. Berbeda dengan kali ini, bahkan Kapten yang paling banyak berkeringat.
“Lekas tutup bank. Gawat apabila ada yang masuk.” ucap Katie.
Katie, Kapten, Luven dan Piter sedang menyantap makanan di meja makan. Lindsey baru saja tiba di rumah markas dan bergabung dengan mereka di meja makan.
“Kerja bagus semuanya.” ucap Piter.
“Maaf karena aku hanya bisa membantu menempel poster, menata meja dan kursi di gedung sewaan itu.” tambah Piter.
“Awasi Dimas, jangan sampai dia datang ke bank.” ucap Katie kepada Lindsey.
“Zaman sekarang orang jarang datang ke bank.” balas Lindsey.
“Setelah uang masuk, akan aku akhiri semuanya.” balas Kapten.
Tririring.. Ponsel Lindsey berdering.
Dimas is calling..
“Ah, manusia ini masih tidak lupa.” ucap Lindsey seraya melihat layar ponselnya.
“Kita makan bersama lain kali saja.” tambah Lindsey lalu bangkit dari meja makan dan keluar dari rumah.
Lindsey menemui Dimas di sebuah bar.
“Hari ini berjalan lancar.” ucap Dimas dan memajukan tubuhnya mendekati Lindsey.
Lindsey mengangkat gelasnya yang berisi bir dan meminumnya.
“Pak Dim, menurutmu ada berapa banyak pria yang aku temui selama berbisnis? Sangat banyak. Jika aku tidur dengan semua pria itu maka aku akan seperti pel*cur.” ucap Lindsey.
“Itu benar.” balas Dimas.
“Aku ingin menjadi wanita baik-baik. Jadi, mari kita berbisnis saja. Sebagai gantinya, akan aku naikkan komisimu 10%.” ucap Lindsey lalu menepuk punggung tangan Dimas dan pergi meninggalkan table.
Keesokan harinya.
“Uang sudah masuk. Tarik semuanya dan alihkan ke rekeningku.” ucap Lindsey di telepon bersama Piter.
...****************...
3 HARI PASCA OPERASI JARVIS
...THE DAY...
Dokter mengizinkan Jarvis untuk pulang karena kondisi Jarvis yang semakin membaik, tidak menunjukkan efek samping apapun, dan luka operasinya pun segera memulih. Betapa senangnya Jarvis hari itu. Sesuai dengan rencana mereka, setelah Jarvis diperbolehkan pulang, mereka akan pergi refreshing.
Jarvis memanggil sopir pengganti untuk mengantarkan mereka yang tujuannya masih tidak diketahui oleh Lindsey. Sepertinya Jarvis sudah mempersiapkan semuanya, dan Lindsey membiarkan dirinya mengikuti rencana liburan singkat yang sudah Jarvis persiapkan.
Bersambung...
__ADS_1
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih