Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Menemui Jarvis


__ADS_3

halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻


sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻


...****************...


“Daddy mana?” sahut Noah yang turun dari gendongan Katie dan menghampiri Lindsey.


“Daddy mana, mommy?” tanya Noah kemudian.


Lindsey terdiam sejenak. “Da—daddy sedang pergi sebentar..” jawabnya kemudian.


“Daddy pergi kemana?” Noah mulai menangis. Semakin lama, tangisannya semakin kencang.


Lindsey menggendong Noah, berusaha menenangkan anaknya yang sedang menangis itu.


“Daddy pergi sebentar doang, Noah. Daddy pergi dengan temannya. Nanti Daddy kembali lagi, kok..” Lindsey membawa Noah ke kamar.


“Tapi kok Daddy tidak bilang sama aku?” tanya Noah.


“Iya tadi Daddy buru-buru perginya. Noah jangan menangis lagi ya..” jawab Lindsey.


“Telepon Daddy, Mommy! Aku mau menelepon Daddy!” ucap Noah sambil menangis.


Lindsey menggaruk kepalanya.


“Mommy, telepon Daddy! Telepon Daddy!” pinta Noah lagi.


“Iya, iya. Kita telepon Daddy, ya...” Lindsey mengambil ponselnya dan menelepon ke ponsel Kapten yang tertinggal di bawah.


“Tuh, Daddy sedang asyik bermain sama temannya. Makanya Daddy tidak mengangkat. Sudah, ya.. Noah jangan menangis lagi.. kan ada Mommy di sini..” Lindsey berusaha menenangkan Noah.


“Harusnya Daddy bilang dulu sama Noah..” ucap Noah yang mulai tenang.


“Iya... Daddy salah. Nanti Daddy minta maaf sama Noah kalau sudah pulang..” balas Lindsey.


“Mommy, besok kita jadi kembali ke rumah kita, ’kan?” tanya Noah.


“Jadi, Sayang..” jawab Lindsey.


“Daddy ikut bersama kita, ’kan?” tanya Noah.


“Daddy.. tentu saja Daddy harus ikut.” jawab Lindsey.


“Aku tidak sabar bermain di pantai bersama Daddy.” ucap Noah.


“Memangnya Noah tidak capek bermain setiap hari sama Daddy?” tanya Lindsey.


“Tidak. Karena setelah bermain, Daddy selalu menggendongku dan menerbangkanku seperti pesawat.” jawab Noah.


“Okay.. nanti main lagi ya sama Daddy.. sekarang Daddy main dengan temannya dulu.” ucap Lindsey.


“Apakah Daddy akan lama bermainnya?” tanya Noah.


“Mungkin setelah Noah tertidur pulas, Daddy akan pulang.” jawab Lindsey.

__ADS_1


“Kalau begitu, aku harus tertidur pulas.” ucap Noah.


“Okay.. Mommy temani.” balas Lindsey.


Butuh waktu 1 jam sampai Noah benar-benar tertidur pulas. Lindsey akhirnya keluar dari kamar dengan ekstra berhati-hati dan turun ke ruang tengah.


“Aku sudah menelepon beberapa pengacara kenalanku.” ucap Luven.


“Tidak. Sepertinya aku tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. Piter, boleh minta tolong carikan keberadaan Jarvis sekarang?” balas Lindsey.


“Kamu akan menemui dia?” tanya Piter.


“Aku mohon. Lakukan saja.” jawab Lindsey.


“Baiklah.” ucap Piter lalu menyalakan laptopnya.


“Lindsey, kalau kamu menemui dia, sama saja kamu masuk ke dalam kandang singa. Kamu tahu bahwa inilah keinginan Jarvis.” sahut Luven.


“Aku tahu. Karena itu aku ingin menemui dia. Masalahnya adalah aku, bukan Kapten.” balas Lindsey.


“Tapi Kapten pasti tidak ingin kamu menemui dia. Ayolah, Lindsey.” ucap Luven.


“Bagaimana, Piter? Kamu sudah menemukan keberadaannya?” tanya Lindsey dengan mengabaikan Luven.


“Sebentar. ****. Dia memperkuat sistem keamanan CCTV di gedung JM Buildings.” ucap Piter.


Lindsey memejamkan matanya karena merasa putus asa.


“Tapi aku ini adalah Piter. Bukan Piter kalau tidak bisa menembus sistem keamanan yang sekuat apapun itu.” ucap Piter.


“Pikirkan lagi, Lindsey. Aku tahu kamu orangnya nekat dan pemberani, tapi dengan menemui Jarvis—” Kalimat Luven terpotong.


“Bagaimana, Piter?” tanya Lindsey.


Lagi-lagi Lindsey mengabaikan Luven.


“Tunggu. Sebagian lantai lampunya sudah mati. Di parkiran terdapat mobilnya, mari kita lihat di lantai teratas JM Buildings. Lampunya masih menyala.” ucap Piter.


“Baiklah. Aku titip Noah. Kalau dia terbangun dan mencariku, katakan saja aku ingin menjemput Daddy-nya.” ucap Lindsey lalu mengambil kunci mobil dan pergi.


“Lindsey!” Luven berteriak.


“Percaya padaku, Jarvis tidak akan melakukan apa-apa terhadap Lindsey.” ucap Katie.


Lindsey melajukan mobilnya, menyetir dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang sudah sepi di tengah malamnya kota menuju ke JM Buildings.


Sesampainya di JM Buildings, Lindsey segera beralih ke lift menuju lantai teratas dengan akses kartu salah seorang security di sana. Meski jantungnya berdetak tidak karuan, pikirannya kemana-mana, memikirkan Kapten yang berada dalam masalah, Lindsey tetap memberanikan diri untuk mendatangi Jarvis.


Ting..! Lift yang ditumpangi Lindsey sampai di tujuannya. Yaitu lantai teratas. Ruangan Jarvis berada.


Lindsey berjalan menuju ruangan Jarvis, menaiki tangga satu persatu dan pintu ruangan Jarvis terbelah menjadi dua dengan sendirinya. Dia langsung berhadapan dengan Jarvis dan Carlos.


“Kamu boleh keluar sekarang.” Jarvis memerintahkan Carlos untuk meninggalkan mereka berdua di dalam.


Carlos pun meninggalkan ruangan, berjalan melewati Lindsey dengan memberi tatapan yang sinis.

__ADS_1


Hingga akhirnya, pintu ruangan Jarvis pun tertutup. Menyisakan Jarvis dan Lindsey di dalamnya.


“Akhirnya kamu datang sendiri menemuiku, Lindsey..” ucap Jarvis.


“Sudah aku bilang, masalah kita tidak selesai begitu saja.” sambung Jarvis kemudian.


“Masalahmu hanya kepadaku saja. Jangan libatkan Fabio.” ucap Lindsey.


“Wah, mengharukan sekali. Pasangan ini saling melindungi satu sama lain. Membuatku ingin menangis.” balas Jarvis.


“Katakan, apa yang kamu mau dariku, Jarvis?” tanya Lindsey.


“Hm, banyak.” jawab Jarvis.


“Bagaimana kalau kita mulai dari yang tersulit terlebih dahulu?” ucap Jarvis kemudian.


“Katakan.” balas Lindsey.


“Mengembalikan 5 tahun yang sudah berlalu.” ucap Jarvis.


Lindsey terdiam. Kemudian dia tersenyum.


“Itu bukan hal yang sulit. Tapi itu tidak mungkin.” balas Lindsey.


“Apakah seluruh hartaku sudah habis? Makanya kalian semua kembali? Apakah kalian sedang mencari mangsa baru?” tanya Jarvis kemudian.


“Em. Hartamu memang sudah habis dari lama. Tepat 7 hari setelah kita memilikinya. Tapi kamu jangan salah sangka. Kita semua kembali bukan karena ingin mencari mangsa.” jawab Lindsey.


“Saat aku mengkambinghitamkan seseorang dengan menggunakan rekening lamanya, orang itu menuntut permintaan maaf dariku...” ucap Jarvis.


Jarvis mengatakan kejadian 5 tahun yang lalu. Saat Lindsey harus berurusan dengan polisi karena rekening lamanya yang digunakan menjadi wadah pencucian uang oleh Jarvis.


“... Lalu bagaimana denganmu yang sudah merampas semua hartaku? Bukankah saat ini harusnya kamu berlutut dan memohon ampun dariku?” ucap Jarvis kemudian.


“Itu yang kamu mau?” tanya Lindsey.


“Sangat mudah.” ucap Lindsey kemudian.


Lindsey kemudian mengambil sikap berlutut, dia melipat kakinya dan berlutut di hadapan Jarvis yang duduk di meja kerjanya.


“Maafkan aku. Bebaskan Fabio.” ucap Lindsey kemudian.


“Baiklah. Sebagai gantinya, kamu dan anakmu harus tinggal di mansion ini bersamaku. Selamanya.” balas Jarvis.


“Jangan gila kamu, Jarvis! Jadi Noah akan berpisah dengan ayahnya? Tega sekali kamu!” Lindsey bangkit berdiri.


“Selama aku tidak bahagia, aku juga tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia.” balas Jarvis.


“Baiklah. Aku akan mencari cara sendiri untuk membebaskan ayahnya Noah. Tapi sebelum itu, apa kamu tahu kemana semua hartamu hasil curian kita? Kita sudah membagikan rata kepada karyawanmu yang cacat sebagai kompensasi, bahkan sampai ada yang meninggal juga. Bagaimana nasibmu jika aku mengungkapkan itu semua di pengadilan?” balas Lindsey.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2