
“Satu, dua, tiga, empat, lima.. 15 batang berarti 15 kilo! Pantas saja rasanya seperti mengangkat sekarung beras!” sambung Piter.
“Beras di rumah 25 kilo, sih, Piter.” sahut Lindsey.
“15 kilo, tahu! Kapten mulai bulan ini membeli yang 15 kilo karena harganya sudah naik!” balas Piter.
“Oh iyakah, Kapt?” tanya Lindsey.
“Iya, benar. Toh, kamu sudah jarang pulang ke rumah markas.” jawab Kapten.
“Kenapa kita jadi mempeributkan masalah rumah tangga?” balas Piter.
“Iya. Tetap saja ini semua kalau dijumlahkan masih kurang dari 285 juta dolar amerika.” balas Kapten.
“Kira-kira dimana ya sisanya? Aku hampir frustasi..” ucap Lindsey.
“Hmm, bukankah kita sudah menunjukkan perkembangan? Kita bahkan bisa menemukan ini. Kita juga sudah menemukan semua rekening Jarvis dari bank yang berbeda-beda. Sedikit lagi kita bisa menemukan sisanya dan bisa menguasai seluruh hartanya.” ucap Piter.
“Ya, tapi yang akan kita ambil sekarang adalah sertifikat JM Buildings saja.” balas Kapten.
Kapten mengambil sertifikat JM Buildings namun Lindsey menahan tangan Kapten.
“Kapten tahu kan kalau aku bisa habis jika Jarvis mengetahui soal ini?” ucap Lindsey.
“Tenang. Jarvis tidak akan tahu soal ini. Kamu akan aman.” balas Kapten.
“Bukan begitu. Aku sudah mempertaruhkan nyawaku untuk mendapat kepercayaan dari klien si*lan itu, aku juga ingin adanya balasan. Aku tidak melakukan ini tanpa pamrih.” ucap Lindsey.
“Baiklah. Apa yang kamu inginkan sebagai balasannya?” tanya Kapten.
“Katakan pada pamannya Jarvis untuk tidak ikut campur dengan misi kita dan menambah waktunya menjadi 120 hari, atau.. atau aku akan jujur kepada Jarvis tentang semua ini. Jarvis mungkin akan memaafkan aku karena belum ada yang aku curi darinya.” jawab Lindsey.
“Baiklah. Akan aku katakan itu padanya.” balas Kapten.
...****************...
“Hey, Kat. Kamu sudah turun? Dimana, Lindsey? Dia tidak bersamamu?” tanya Jarvis.
“Hmm, itu, dia sedang ke toilet untuk merapikan make up-nya.” jawab Katie.
“Dia sudah turun?” tanya Jarvis.
“Hmm, belum. Eh—maksudku, dia hanya bilang ingin ke toilet tapi tidak tahu toilet di lantai berapa..” jawab Katie.
“Baiklah, aku akan mengeceknya ke atas.” balas Jarvis.
“Eh tidak perlu! Nanti Lindsey akan kembali ke aula kok!” Katie mencegat Jarvis.
“Dia belum mengenal gedung ini. Bisa saja dia tersesat. Aku akan mencarinya.” ucap Jarvis.
__ADS_1
...****************...
“Mayday! Mayday! Gawat darurat! Jarvis kembali ke atas! Mayday! Apa kalian mendengarku?” ucap Katie melalui earbuds.
Piter dan Kapten mendengarnya dengan jelas, kedua mata merek membulat sebelum akhirnya menutup kotak safety box dan berusaha mendorongnya kembali ke kolong ranjang.
“Ada apa?” tanya Lindsey yang tidak tahu apa-apa karena tidak memakai earbuds.
“Jarvis mau naik ke sini!” ucap Piter.
Lindsey bangkit berdiri. Dia melihat ke arah luar kamar. “Mustahil kalau kita keluar lewat ruangan Jarvis. Bagaimana kalau kita berpapasan dengan Jarvis?” ucap Lindsey.
“Tung-gu. Arggg.. safety box ini.. berat sekali!” ucap Piter.
Urat Piter dan Kapten pun nampak ketika berusaha mendorong safety box.
“Harusnya kita ambil saja beberapa emasnya. Supaya lebih ringan.” ucap Kapten.
Setelah safety box masuk ke kolong ranjang seperti keadaan semula, Kapten menutup rapat rak buku dari dalam.
“Kapt, Lindsey, lewat sini!” ucap Piter yang melihat ada jalan di balik sebuah tirai. Lindsey dan Kapten mengikuti Piter masuk ke balik tirai kemudian berjalan lurus mengikuti jalan. Ada sebuah lift di ujung sana yang hanya bertujuan ke lantai paling bawah pintu belakang JM Buildings.
Sesampainya di lantai paling bawah, Kapten dan Piter bergegas keluar dari pintu belakang menuju mobil van yang mereka parkir di sana.
“Kalian pulang duluan saja. Aku dan Katie nanti menyusul.” ucap Lindsey.
“Baiklah. Cepat sana kembali ke aula.” balas Kapten.
Dari pintu belakang, Lindsey berjalan mengikuti jalan menuju ke aula. Sebenarnya dia tidak tahu jalan menuju ke aula, dia hanya berjalan mengikuti jalan yang ada saja. Namun tiba-tiba ada seseorang menyekapnya dari belakang. Tanpa sempat berteriak untuk meminta tolong, pandangan Lindsey semakin lama menjadi buram, hingga akhirnya gelap gulita. Lindsey sudah tidak sadarkan diri.
...****************...
Jarvis mencari Lindsey hingga ke ruangannya tetapi tidak ada. Toilet di lantai paling atas juga tidak ada. Jarvis bergegas kembali ke aula dan mencari keberadaan Lindsey, namun batang hidungnya saja tidak kelihatan.
“Dimana Lindsey? Apa dia sudah kembali?” tanya Jarvis kepada Katie.
“Belum. Lindsey belum kembali. Sebentar aku coba hubungi dia.” jawab Katie.
“Bukankah tadi dia bersamamu?” tanya Carlos.
“Tadi aku membawanya ke ruanganku. Tapi aku turun duluan karena Lindsey ingin menemani Katie. Lalu Katie bilang mereka berpisah karena Lindsey ingin ke toilet. Aku sudah mencarinya di toilet tapi tidak ada.” ucap Jarvis.
“Aneh. Nomornya berada di luar jangkauan. Memangnya dia berada dimana?!” ucap Katie.
“Apa?!” balas Jarvis.
“Sebentar aku coba hubungi lagi.” ucap Katie.
Nomor yang anda hubungi, sedang berada di luar jangkauan. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.
__ADS_1
“Masih sama.” ucap Katie yang mulai panik.
“Kerahkan semua security untuk mencari Lindsey di seluruh tempat.” Jarvis memberi perintah kepada Carlos.
Jarvis bergegas ke ruang kontrol keamanan untuk mengecek CCTV.
“Loh?! Kenapa tidak ada rekaman dalam 1 jam terakhir?!” Jarvis mulai menampakkan emosinya.
“Maaf pak, tadi CCTV sempat mati total selama 1 jam dan baru hidup kembali. Jadi tidak ada rekaman saat CCTV mati.” ucap salah satu petugas keamanan.
CCTV sempat mati total itu karena ulah Piter. Dan ketika mereka dalam perjalanan kembali ke rumah markas, Piter kembali menyalakan semua CCTV.
“Apa?! Semuanya mati total? Tidak ada yang hidup satupun?” tanya Jarvis.
“Iya, pak.”
Bughh! Sebuah tonjokan melayang ke hidung salah satu petugas yang tidak bersalah itu.
“Kenapa kalian membiarkan CCTV mati?! Selama 1 jam?!” bentak Jarvis.
“Jarvis, sudah Jarvis.” Carlos menahan tubuh Jarvis.
“Semua petugas security sedang mencari Lindsey. Palingan Lindsey hanya tersesat saja.” sambung Carlos.
...****************...
“Halo, Kapt. Kalian sudah berhasil kabur?” tanya Katie melalui earbuds setelah kepergian Jarvis dan Carlos.
“Sudah, dong. Sertifikat juga sudah di tangan kita.” jawab Piter.
“Kalian bersama Lindsey? Katakan padanya, Jarvis cemas mencari dia.” ucap Katie.
“Hah? Lindsey belum sampai di aula?” tanya Piter.
“Kita sudah berpisah sejak 20 menit yang lalu. Kita sedang di jalan menuju rumah markas.” sahut Kapten.
“Hah? Lindsey belum sampai di aula. Ponselnya juga tidak dapat dihubungi. Berada di luar jangkauan. Jarvis sudah mencari ke ruangannya tapi tidak ada.” balas Katie.
“Apa?!” Kapten menepikan mobil van.
“Sudah dulu, ya! Aku ingin mencari Lindsey. Nanti kalau sudah ketemu akan aku kabari.” ucap Katie.
...****************...
“Apa?! Lindsey tidak ada di seluruh gedung ini?! Kalian yakin sudah mencarinya dengan benar?!” Jarvis membentak security yang berkumpul setelah mencari Lindsey.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru. Episode terbaru akan segera diupdate hari ini.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih