Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Tanda Tangan


__ADS_3

✨ Happy Eid Mubarak! ✨


Meskipun jarak memisahkan raga kita, namun jarak tak bisa menghalangi jiwa kita untuk saling mengasihi dan memaafkan. Selamat hari kemenangan! Selamat Hari Raya Idul Fitri, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya semuanya. Selamat berlebaran!


...****************...


Yang berhasil mencuri perhatian Lindsey bahwa setiap tingkatan pengacara, memiliki ruangan yang ukurannya berbeda. Dan begitu tiba di lantai 16, lantai yang khusus berisi pengacara tingkat dua, Lindsey melihat ruangan yang akan dia tempati cukup besar dengan desain yang modern. Namun cukup padat karena ruangannya banyak. Menurut pengamatan Lindsey, dari ujung ke ujung, mungkin terdapat 15-18 ruangan.


Banyak ruangan yang sudah terisi di lantai tersebut, Lindsey mencari-cari dimana tempat yang akan menjadi ruangannya. Ada 2 ruangan yang masih kosong. Dahi Lindsey mengkerut. Itu artinya ada 1 orang lagi selain aku yang menjadi pengacara tingkat 2. Siapa orangnya? batin Lindsey.


Mereka semua diboyong untuk berkeliling lagi. Dan tiba di lantai 18 yaitu ruangan khusus pengacara tingkat 1. Ruangan di sana terlihat lebih mewah dan modern. Ukurannya dua kali lebih besar dari ruangan yang ada di lantai 16. Di lantai 18 juga tidak memiliki banyak ruangan seperti di lantai 16. Mungkin jumlah ruangannya hanya setengah dari lantai 16. Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa menempati ruangan di lantai itu.


Setelah selesai berkeliling, mereka dibawa oleh orang dari personalia. Begitu juga dengan Lindsey yang terpisah menyendiri dari kelompok. Lindsey berada di sebuah ruangan bersama seorang dari personalia.


“Saudari Lindsey, sekali lagi saya ucapkan selamat atas bergabungnya anda di firma hukum kami. Berikut kontrak kerja yang harus ditandatangani. Silahkan dibaca terlebih dahulu.” Seseorang yang bersama Lindsey sekarang itu menyodorkan sebuah clipboard dengan cover. Lindsey membuka cover tersebut. Matanya mulai menelaah kalimat demi kalimat yang tertulis di atas kertas putih itu.


Tangannya perlahan membalik kertas ke halaman selanjutnya. Hingga sampai pada kewajiban yang harus dipenuhi dari GDP Law Firm untuk Lindsey.


Jika dalam tahap masa pelatihan dan percobaan selama 60 hari, pihak B (Lindsey) memenuhi syarat penilaian pihak A (GDP Law Firm), maka pihak B wajib memberikan:


1. Satu unit mobil yang hanya diperbolehkan digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan;


2. Satu unit apartemen kelas menengah ke atas yang disediakan dari pihak A;


3. Penerimaan gaji pokok sebagai pengacara tingkat 2 yaitu sebesar 80% atas pembayaran klien yang tidak termasuk dengan komisi, uang makan, lembur, transportasi, tunjangan dan biaya lainnya.


4. Yang diatur oleh pemerintah mengenai jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, asuransi jiwa, jaminan hari tua, iuran pensiun, jaminan kematian.


Namun apabila pihak B gagal memenuhi syarat penilaian, maka pihak A berhak menarik kembali semua hak yang didapatkan pihak B, dan menurunkan pihak B ke satu atau lebih tingkatan dalam status pekerjaan. Dan apabila pihak B berhasil memenuhi syarat penilaian, dan memperoleh hasil maksimal yang menguntungkan pihak A, maka pihak A wajib menaikkan ke satu atau lebih tingkatan dalam status pekerjaan.


Wow..hhmm.. pengacara tingkat 2 saja sudah mendapatkan mobil dan apartemen. Bagaimana tingkat 1? Mobil+sopir? Apartemen kelas atas? Cukup, Lindsey. Kesampingkan terlebih dahulu jiwa materialistismu. Kamu dalam masa percobaan 60 hari. batin Lindsey.


“Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan.” ucap sang HRD.


“Untuk masa pelatihan dan percobaan ini, kurang lebihnya seperti apa ya?” tanya Lindsey.


“Anda akan memiliki agenda khusus untuk menghadiri persidangan sebagai pengunjung, membuat dan melaporkan mulai dari awal hingga akhir persidangan dan bagaimana hasilnya. Anda juga akan bekerja di bawah naungan pengacara tingkat 1 yang akan menilai dan mementori anda selama masa pelatihan. Hasil penilaian mentor anda yang akan menentukan apakah anda layak atau tidak. Masa pelatihan akan dimulai saat anda menandatangani kontrak kerja.”


“Hmm, boleh saya izin ke toilet sebentar?”


Lindsey pergi ke toilet. Sebenarnya dia ingin berpikir matang-matang, bukan karena hal mendesak. Dia duduk di closet duduk sambil mulutnya berkomat-kamit saat berpikir.

__ADS_1


“Mobil, apartemen, gaji pokok. Tapi aku harus melewati 60 hari bak neraka itu. Aku tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan ini. Tapi mobil, apartemen, gaji pokok. Bagaimana ya?”


Lindsey.


Kapt, Piter, Katie.


Bagaimana hari kalian? Pasti menyenangkan sekali, ya? Aku memiliki satu kabar baik dan satu kabar buruk. Mana yang ingin kalian dengar terlebih dahulu?


Kapten.


Kabar buruk.


Lindsey.


Aku akan memberitahu kabar baik terlebih dahulu. Aku mendapat kontrak kerja. GDP Law Firm menawarkanku mobil, apartemen, dan gaji pokok.


Katie.


Kabar buruknya?


Lindsey.


Harus melewati masa pelatihan dan percobaan selama 60 hari.


Ambil saja. Kesempatan tidak datang 2 kali.


Kapten.


Misi kita akan selesai kurang dari 60 hari lagi. Bertahanlah.


Ini gila. batin Lindsey. Lindsey memijit dahinya lau mengambil napas tarikan panjang.


“Baiklah. Aku akan seorang pengacara sekarang. Aku harus berani mengambil keputusan besar.” ucap Lindsey lalu keluar dari toilet dan kembali ke ruangan.


“Saya akan menandatangani kontrak kerjanya.” ucap Lindsey.


Sang HRD menampilkan wajah dengan senyum lebar. Memang sedaritadi dia selalu tersenyum, namun kali ini senyumannya sangat lebar.


Setelah menandatangani kontrak kerja, sang HRD membawa Lindsey ke sebuah ruangan yang berbeda lantainya. Lantai 16. Sepertinya Lindsey sudah tidak asing lagi dengan lantai itu.


“Ini ruangan kerja anda selama anda masih menjadi pengacara tingkat 2. Dan ini kartu tanda pengenal anda.” sang HRD menyodorkan sebuah ID Card dengan logo resmi GDP yang menampilkan foto Lindsey dan dibawahnya terdapat tulisan “Grade B”. Kartu tersebut sangat mirip dengan kartu palsu yang dibuatkan Piter. Perbedaannya hanya terletak pada tulisan yang menandakan jabatan tepat di bawah nama.

__ADS_1


“Untuk membuka ruang kerja anda membutuhkan kartu tanda pengenal milik anda. Kartu ini dapat digunakan untuk akses kemana saja di gedung ini. Perpustakaan, kantin, bahkan lift khusus di lobi sebelah kiri. Lift itu adalah lift khusus, jadi tidak seramai di lift biasa. Jika anda butuh ketenangan, anda bisa menaiki lift khusus.” ucap sang HRD.


“Terima kasih.” balas Lindsey.


“Selain itu, anda dapat menggunakan komputer yang ada di ruangan anda. Kata sandinya 123456 dan bisa anda ganti. Terdapat situs resmi GDP yang di dalamnya memuat informasi dan data klien yang bekerja sama dengan GDP, beserta semua kasus yang pernah ditangani oleh GDP. Kata sandinya juga sama dan anda bisa ganti setelahnya. Lalu anda diperkenankan untuk mengecek email di komputer anda untuk melihat agenda persidangan yang harus anda hadiri sebagai syarat penilaian. Anda baru bisa bertemu mentor anda besok. Jika ada hal lain yang dibutuhkan silahkan tekan 12 di telepon kantor yang akan terhubung langsung ke saya.”


“Baiklah, terima kasih banyak.” balas Lindsey.


Sang HRD pamit dari ruangan Lindsey meninggalkan dia sendirian. Lindsey melihat sekeliling ruangannya. Rak buku masih kosong, hanya terisi beberapa buku saja. Lindsey beralih ke komputernya untuk mengecek email yang berisi agendanya. Lindsey mengetikkan kata sandinya dan membuka email. Saat membuka pesan yang berisi agendanya selama 60 hari ke depan, Lindsey refleks menutup mulutnya.


Agendanya begitu padat dan sudah tersusun rapi. Setiap harinya Lindsey sudah dijadwalkan untuk menghadiri persidangan. Bahkan dalam sehari Lindsey bisa menghadiri 2 persidangan. Setelah selesai, Lindsey harus kembali ke firma untuk membuat laporan persidangan yang dia hadiri.


Kalau seperti ini, aku benar-benar tidak sempat bertemu Jarvis. Dan anak-anak geng... batin Lindsey.


Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Lindsey tidak bisa membatalkan kontrak kerja begitu saja. Dia hanya bisa meratapi nasibnya dan menjalani hidup yang sudah dia pilih. Sesuai permintaan Kapten, Lindsey membaca buku yang diberikan Kapten. Lindsey memberi warna stabilo di setiap kalimat yang menurutnya penting. Namun ternyata Lindsey memberi warna stabilo pada setiap tulisan yang ada di buku. Karena menurutnya, semua tulisan yang ada di buku sangat penting.


Jam demi jam berlalu. Setelah asyik mewarnai satu buku, Lindsey menyadari waktu sudah menunjukkan jam 6 malam. Lindsey tersadar karena ada telepon masuk dari Jarvis.


Jarvis.


Dimana?


Kenapa teleponku tidak diangkat?


Lindsey.


Aku di firma.


Jarvis.


Aku jemput. Kebetulan aku pulang melewati firma.


Lindsey.


Baiklah.


“Putar balik. Kita lewat firma hukum GDP saja.” Jarvis memerintahkan Carlos untuk memutar balik dan mengganti rute jalan pulang. Padahal bisa dibilang kurang dari 1 kilometer lagi mereka akan tiba di hotel. Ternyata bukanlah kebetulan Jarvis pulang melewati firma, melainkan atas dasar kesengajaan.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru. Episode terbaru akan segera diupdate hari ini.

__ADS_1


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2