Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Kebohongan Yang Terungkap 2


__ADS_3

halo semuanya.. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih 🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Memangnya kamu tahu darimana aku kuliah di Harvard?” tanya Lindsey.


“CV yang kamu serahkan saat melamar di GDP. Dan oh ya, kamu pengacara baru di GDP, kan? Saat kamu datang ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah aku dan Katie waktu itu, kamu belum menjadi pengacara di GDP. Perekrutan saja belum dibuka waktu itu.” jawab Carlos.


Deg!


Sudah sejauh apa yang Carlos ketahui tentangku?


Apa dia sudah mengetahui semuanya?


Dengan sikapnya yang seperti ini, aku yakin Carlos sudah mengetahui banyak kebohongan tentangku.


“Kalau belum menjadi pengacara, kenapa polisi waktu itu mempercayaiku dan membiarkan kalian pulang?” balas Lindsey.


“Kartu tanda pengenalmu. Saat itu kartu tanda pengenalmu bukan ini, kan?” tanya Carlos seraya melihat kartu tanda pengenal yang menggantung di leher Lindsey sekarang.


“Saat itu aku belum resmi menjadi pengacara di sana.” jawab Lindsey.


“Ok, masuk akal. Bisa diterima. Lalu bagaimana dengan Harvard-mu?” tanya Carlos.


“Soal itu...”


“Kamu membohongi kita semua, termasuk firma hukummu. Ya, kan?” ucap Carlos.


“Karena dengan latar belakangmu yang sebenarnya, GDP sudah pasti tidak akan menerimamu. Ya, kan?” sambung Carlos.


“Kenapa? Kenapa kamu sangat ingin masuk ke GDP sampai merekayasa CV mu?” tanya Carlos kemudian.


“Karena aku sangat ingin menjadi pengacara.” jawab Lindsey.


“Aku masih tidak me—”


“Aku ingin mewujudkan keinginan Lexis. Kamu sudah mencari tahu tentangku sejauh ini, pasti kamu juga tahu siapa Lexis dan betapa berharganya dia bagiku.” ucap Lindsey.


“Siapa dia? Aku hanya tahu dia walimu yang namanya menjadi nama akhiranmu. Betapa berharganya dia? Hm, itu terlalu kriminal jika sampai memalsukan riwayat pendidikan demi masuk ke firma hukum besar.” balas Carlos.


Lindsey terdiam sejenak.


Kemudian Lindsey melangkah maju, mendekat dengan Carlos.

__ADS_1


“Lalu kamu ingin melaporkanku ke polisi? Atau ke majikanmu?” tanya Lindsey.


“Menurutmu mana yang lebih seru?” balas Carlos.


Carlos juga melangkah maju, mendekati Lindsey. Meski akhirnya Lindsey mundur selangkah.


“Atau.. sebaiknya aku simpan saja?” tanya Carlos kemudian.


Lindsey terdiam sebentar. Hingga akhirnya dia membalas.


“Apa imbalan yang harus aku berikan?”


Carlos terus melangkah maju. Sementara Lindsey melangkah mundur hingga mentok ke pintu ruangan Carlos. Kini jarak mereka sangatlah dekat. Mata mereka lurus saling menatap.


“Apa yang kamu lakukan, Carlos?!” tanya Lindsey.


Mendengar ada suara dari dalam ruangan Carlos, kaki Katie pun tergerak menuju ruangan Carlos sambil mulutnya berkomat-kamit membaca doa tiada henti.


“Putuskan Jarvis dan menjalin hubungan denganku.” ucap Carlos.


Deg!


“Apa?! Aku tidak salah dengar? Kamu sudah kehilangan kewarasanmu, ya?” balas Lindsey.


“Kamu minta aku untuk melakukan itu? Kamu pikir itu masuk akal?” tanya Lindsey.


“Kenapa? Kamu tidak bisa?” balas Carlos.


“Ya, tentu saja!” ucap Lindsey.


“Kamu tidak bisa meninggalkan Jarvis, atau tidak bisa meninggalkan hartanya?” tanya Carlos.


Deg!


Carlos tidak mungkin mengetahui misi kita, kan? batin Lindsey.


“Baiklah, katakanlah aku memutuskan hubunganku dengan Jarvis. Lalu menurutmu apakah Jarvis bisa menerima pemutusan hubungan sepihak ini dan mengetahui aku menjalin hubungan denganmu?” balas Lindsey.


“Jangan banyak bicara mengenai hal yang belum tentu akan terjadi. Kenapa tidak dicoba dulu?” tanya Carlos.


“Lagipula aku tidak mengerti kenapa kamu selalu menjatuhkan hatimu ke Jarvis. Dari sisi mananya yang kamu sukai dari Jarvis selain hartanya yang menggunung?”


“Romantis, tidak. Restoran yang kalian datangi selalu aku yang pesan. Bahkan saat sebelum kamu keguguran, Jarvis tidak pernah menanyakan kabarmu, tidak peduli dan bahkan tidak ingin tahu tentangmu. Saat dia mendatangimu ke rumah sakit, kamu pikir darimana Jarvis tahu kamu keguguran kalau bukan dari aku duluan yang bertanya pada Katie?”

__ADS_1


“Membawakan bunga, parsel buah, dan martabak? Kamu pikir itu atas inisiatif dan usaha Jarvis sendiri? Aku yang mendatangi toko, memilih bunga dan parselnya, aku juga yang menunggu martabaknya bercucuran keringat dari pesanan ke 22 hingga ke 46.”


“Tidak usah jauh-jauh, deh. Kemarin. Kemarin Jarvis hampir datang dengan tangan kosong kalau aku tidak berinisiatif membelikan buket bunga yang indah untuk menyenangkan hatimu.”


“Dan satu hal lagi, entah kamu masih mengingatnya atau tidak, aku menitipkan ke firma salep untuk lukamu karena ulah Caesta. Aku juga memberikan coklat, permen dan manisan lainnya karena saat itu aku lihat wajahmu kusut dan tidak bahagia.”


“Kamu pikir itu semua Jarvis yang lakukan?! Itu semua aku yang lakukan, Lindsey! Aku! Dan maaf sekali, Lindsey, aku sangat tidak ingin mengatakan hal ini padamu, tapi apakah kamu tidak sadar kalau Jarvis hanya membutuhkanmu untuk memuaskan nafsunya saja? Dia tidak bisa jauh darimu bukan karena dia mencintaimu. Bukan, Lindsey. Dia tidak bisa jauh dari tubuhmu.”


“Cukup, Carlos.”


“Kamu harus tahu siapa yang benar-benar tulus padamu, Lindsey. Aku memang tidak pernah memperlihatkannya langsung, hartaku memang kalah jauh dari Jarvis, tapi melihatmu bersama Jarvis membuatku merasa tidak adil. Aku yang bertemu denganmu lebih dulu, aku yang banyak berusaha, berkeringat, kelelahan kesana kemari, melakukan semua hal yang bisa aku lakukan untuk menyenangkan hatimu, tapi kenapa Jarvis yang berhasil mendapatkan hatimu?”


“Carlos—”


“Aku sudah mengagumi dirimu sejak awal, Lindsey. Entah namamu Katie atau Lindsey atau yang lain, aku tetap mengagumimu. Dan yang membuatku hampir gila adalah rasa kagum ini tidak berhenti setelah melihatmu bersama Jarvis. Rasa kagum ini semakin berkembang menjadi seperti ‘aku rela melakukan semuanya untuk dia. Bahkan nyawa saja akan aku berikan untuk dia’. Bagaimana, Lindsey? Tidak bisakah kamu melihat ketulusanku? Apa Jarvis juga memiliki rasa sepertiku?”


“Kalau Jarvis memiliki rasa sepertiku ini, aku tidak masalah jika kamu memilih untuk tetap bersama dia. Tapi sayangnya Jarvis tidak seperti itu. Laki-laki macam apa yang mencurigai dan menyelidiki latar belakang pasangannya sendiri? Jika itu aku, aku tidak akan pernah menyelidiki latar belakang pasanganku sendiri. Karena bagiku latar belakang seseorang tidak penting.”


“Ini semua? Tidak penting.” Carlos merobek 9 lembar kertas hingga potongan kecil.


“Aku bahagia dengan pasanganku. Tinggal bagaimana caranya mempertahankan kebahagiaan ini hingga ke masa depan. Sesederhana itu. Untuk apa menyelidiki latar belakang?”


“Sepertinya kamu sudah gila, Carlos. Bagaimana jika Jarvis mendengar semua yang kamu katakan ini? Aku akan anggap kamu tidak mengatakan apa-apa padaku hari ini.” ucap Lindsey.


“Jarvis mungkin akan memotong lidahku, mematahkan tangan dan kakiku, mencongkel mataku, tapi aku tidak peduli. Aku tidak peduli jika itu bisa membuatnya sadar kalau tidak ada yang pernah dia lakukan untukmu.” balas Carlos.


“Kalau begitu, katakanlah. Beri tahu Jarvis semua yang kamu katakan padaku sekarang. Beri tahu juga tentang latar belakangku yang palsu. Semua hasil penyelidikanmu tentangku. Beri tahu dia semuanya!” ucap Lindsey.


“Sekarang jawab jujur padaku. Kamu menyukai Jarvis karena apa?”


“Apa kamu akan tetap menyukainya jika Jarvis tidak bergelimang harta?”


“Apa kamu akan tetap menyukainya jika penghasilan dan pekerjaan Jarvis sepertiku?” tanya Carlos.


Carlos tiba-tiba berjalan menuju meja kerjanya. Dia menarik laci di meja kerjanya, mengambil sesuatu dan kembali ke Lindsey.


“Aku telah menemukan ini sejak 2 bulan yang lalu.” Carlos memperlihatkan selembar foto yang memperlihatkan seorang wanita bertopi dan masker hitam di sekitar markas yang dipenuhi kobaran api.


Dan itu adalah Lindsey. Saat dia bersama Piter dan Kapten merencanakan pengambilan emas di markas Jarvis, namun ternyata markas itu kosong dan terjadi ledakan yang menghanguskan markas itu.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.

__ADS_1


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2