
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻
‼️SPOILER‼️sedikit: sbntr lg akan ada titik terangnya dari misi Lindsey n the gang.
simak terus ya ceritanya 🤗🤗 sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih semua 🙏🏻🙏🏻
“Aku tidak bisa mengatakan lebih lagi. Intinya aku minta maaf. Lalu, bagaimana kamu bisa menyelesaikan masalah itu hanya dalam hitungan jam?” balas Carlos.
“Oh, itu. Pacar keduaku membantuku menyelesaikannya. Wah, kurasa Tuhan itu sangat adil, ya. Di saat 2 pacarku memberi masalah untukku, Tuhan memberikan 1 orang pacar untuk menyelesaikan masalahku.” ucap Lindsey.
“Oh, begitu ya?” Carlos keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.
“Carlos! Carlos, hey! Buka pintunya! Hey! Please! Carlos!” seru Lindsey.
Carlos membukakan pintu kamarnya. Sepertinya Lindsey takut dengan hal yang berbau mistis.
“Sudah mau pagi, kamu tidak mengantuk?” tanya Carlos.
“Aku tidak bisa tidur kalau belum pagi.” jawab Lindsey.
5 menit kemudian...
Carlos dan Lindsey sama-sama duduk di lantai bersandar pada dinding. Namun bedanya, Carlos duduk di luar kamar, sedangkan Lindsey di dalam. Pintu kamar dibiarkan terbuka lebar karena Lindsey yang ketakutan. Lindsey duduk di lantai, bersandar pada dinding, matanya terpejam, kepalanya pun terhuyung-huyung. Dia tertidur.
Carlos melebarkan senyumannya ketika melihat kepala Lindsey yang terhuyung-huyung. Padahal baru 5 menit berlalu Lindsey dengan sombongnya mengatakan dia tidak tidur jika belum pagi. Namun 5 menit kemudian membuktikan kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang dikatakannya tadi.
“Bisa-bisanya tertidur dengan posisi seperti ini.” gumam Carlos.
Akhirnya dia pun bergerak memindahkan Lindsey ke atas ranjang. Saat tangannya hendak mengangkat tubuh Lindsey yang sedang tidur dengan duduk di lantai itu, seketika tangannya berhenti meneruskan niatnya. Dia pun menjadi ragu untuk melakukannya.
Dia mengepalkan tangannya dengan erat. Matanya memandangi wajah Lindsey yang sedang tertidur nyenyak. Saat kepala Lindsey terhuyung dan hampir terjatuh, tangannya spontan menangkap wajah Lindsey. Jantungnya menjadi berdebar kencang. Seakan mau meledak, satu tangannya memegangi dadanya.
“Wanita ini. Bisa-bisanya tertidur di saat jantungku mau meledak.” gumam Carlos.
Benar. Apa yang membuatmu ragu, Carlos? Kamu hanya memindahkan Lindsey ke ranjang, setelah itu kamu keluar lagi. batin Carlos.
Keraguannya pun musnah. Dengan kemantapan hati, Carlos mengangkat tubuh Lindsey, menggendongnya dan berjalan menuju ranjang. Membaringkan tubuh Lindsey dengan lembut dan penuh kehati-hatian, kemudian menyelimuti seluruh tubuh Lindsey. Carlos pun mematikan lampu kamar dan keluar dengan menutup pintu secara pelan.
...****************...
Mansion.
10.00
Setelah bangun dari tidurnya, Lindsey berjalan menuruni tangga dan diantarkan oleh pelayan ke meja makan. Di sana sudah duduk Carlos yang sedang mengoles selai pada roti, beberapa pelayan yang menuangkan minuman ke gelas.
“Tidurmu sudah cukup?” tanya Carlos.
“Kenapa kamu di sini? Dimana Jarvis?” balas Lindsey.
Pelayan menarikkan kursi untuk Lindsey. Kemudian para pelayan itu pergi meninggalkan mereka berdua di meja makan.
“Aku sedikit kecewa, lho, kamu malah mencari Jarvis yang tidak pulang dari semalam dibandingkan aku yang terjaga menemanimu.” ucap Carlos.
“Jarvis belum pulang?” tanya Lindsey.
__ADS_1
“Kamu pikir mudah untuknya datang ke tempat ini?” balas Carlos.
“Sepertinya Katie akrab dengan pacar keduamu, ya. Dia sudah membantu mengurus cuti untukmu selama 5 hari ke depan.” ucap Carlos kemudian menaruh roti dengan selai coklat di atas piring Lindsey.
“5 hari? Untuk apa selama itu?” tanya Lindsey.
“Jarvis yang memintanya.” jawab Carlos.
“Kamu memiliki kabel pengisi daya? Aku ingin menyalakan ponselku. Ah, tidak. Berikan ponselmu padaku. Sekarang.” ucap Lindsey.
“Untuk apa?” Carlos mengeluarkan ponselnya dari dalam jas yang dia kenakan. Tidak sengaja, Lindsey melihat ada sebuah pistol di dalam sana.
“Nih.” Carlos memberikan ponselnya. Namun tidak dihiraukan oleh Lindsey karena dia sedang melamun.
Pistol? Untuk apa ada pistol? Apa mereka akan mengeksekusiku hari ini karena mereka telah mengetahui semuanya? batin Lindsey.
“Hey? Lindsey? Jadi pinjam ponsel tidak?” tanya Carlos kemudian yang menyadarkan Lindsey dari lamunannya.
“Oh. Jadi. Aku ingin menelepon Jarvis.” jawab Lindsey.
Lindsey kemudian menelepon Jarvis dengan menggunakan ponsel Carlos.
Tut... tut... tut... tut... “Mohon maaf, nomor yang anda—”
“Kenapa tidak diangkat, sih?!” protes Lindsey lalu menelepon Jarvis lagi.
Tut... Tut... Tut... Tut..
“Kenapa tidak diangkat lagi, sih?! Dia lagi ngapain sebenarnya?!” tanya Lindsey.
“Ngapain?!” tanya Lindsey.
“Memangnya ngapain lagi kalau di kantor? Ya, kerja, lah.” jawab Carlos.
“Tidak masuk akal. Lantas untuk apa aku di sini kalau pemilik rumahnya saja tidak pulang-pulang?!” balas Lindsey.
“Kan ada aku di sini.” ucap Carlos.
“Kamu ngapain di sini?” tanya Lindsey.
“Menjalankan amanah.” jawab Carlos.
“Amanah?”
“Iya. Jarvis memintaku untuk menjagamu di sini.” jawab Carlos.
“Jadi, maksudmu, kalian sedang mengurungku di sini?” tanya Lindsey.
“Santai dulu, dong. Dimakan dulu rotinya. Kamu belum makan, ‘kan, dari semalam?” balas Carlos.
“Suruh Jarvis datang ke sini segera! Aku tidak mau makan kalau Jarvis tidak datang!” seru Lindsey.
Lindsey segera naik kembali ke kamarnya dan mengurung diri di dalam.
Tok.. tok.. Carlos mengetuk pintu kamar.
__ADS_1
“Lindsey, ini aku bawakan sarapan untukmu. kamu harus makan dulu. Marah-marah juga butuh tenaga. Aku sudah menelepon Jarvis, kok.” ucap Carlos.
“Sampai dia datang baru aku mau makan.” balas Lindsey dari dalam.
“Jangan seperti itu. Hari ini Jarvis memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa dia tinggal. Dan juga.. perjalanan ke sini memerlukan waktu. Dia bisa sampai di sini malam hari.” ucap Carlos.
Lindsey membuka pintu kamar. “Jadi, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya?” tanyanya.
“Iya, betul.” jawab Carlos.
“Tapi dia bisa meninggalkan aku di sini? Bersama kamu?” tanyanya lagi.
“Berikan ponselmu.” ucap Lindsey.
“Linds, Jarvis sedang rapat, percuma. Dia tidak akan menjawab panggilan darimu.” balas Lindsey.
“Berikan ponselmu!” ucap Lindsey dengan nada yang meninggi.
Melihat Lindsey sedang marah besar, Carlos tidak memiliki pilihan lain selain memberikan ponselnya.
“Hey, kamu sudah mengurus izin cutiku selama 5 hari ke depan, kamu sudah membuat aku meninggalkan pekerjaanku sendiri di saat aku juga memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal. Sedangkan kamu? Kamu malah meninggalkanku di sini demi pekerjaanmu! Kamu sangat egois, Jarvis! Aku ingin kamu datang ke sini sekarang! Atau, atau..” Lindsey berhenti sejenak dan mengambil sebuah pistol dari balik jas yang dikenakan Carlos.
“Lindsey!” seru Carlos. Kala itu tangannya sedang memegang piring dan segelas susu.
“Atau kamu akan menemukanku tewas di kamarmu!” Lindsey melanjutkan kalimatnya.
Sebuah pesan suara berhasil terkirim ke ponsel Jarvis.
Lindsey mengembalikan ponsel Carlos tidak dengan pistol yang dia ambil paksa itu.
“Lindsey, kembalikan pistolnya padaku.” ucap Carlos.
“Untuk apa ada pistol di sini?” tanya Lindsey.
“Aku dan semua penjaga di sini memiliki pistol untuk berjaga-jaga. Sekarang kembalikan padaku.” jawab Carlos.
“Untuk apa kalian berjaga-jaga?” tanya Lindsey.
“Jarvis yang memerintahkan kita. Ayo, kembalikan.” jawab Carlos.
“Ya untuk apa Jarvis memerintahkan kalian?!” tanya Lindsey dengan berteriak.
“Itu karena dia tidak ingin kejadian orangtuanya terulang padamu!” jawab Carlos yang juga berteriak.
“Keluar.” ucap Lindsey dengan tajamnya.
“Berikan pistolnya dulu padaku.” balas Carlos.
Bang...! Lindsey menembaki lampu mewah yang menggantung di tengah.
Prang..! cling..! Lampu itupun terjatuh ke bawah dan hancur.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
__ADS_1
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih