
halo semuanya👋👋 jumpa lg di bab berikutnya.. hari ini aku akan up 3 episode sekaligus.. jgn lupa dilike semuanya yaaa 🫶🏻🫶🏻 love yu sekebon🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
‼️SPOILER‼️sedikit: sbntr lg akan ada titik terangnya dari misi Lindsey n the gang.
simak terus ya ceritanya 🤗🤗 sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya (berhubung likenya masih sedikit) dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya ☺️☺️☺️ terima kasih semua 🙏🏻🙏🏻
...****************...
“Itu buku kas perusahaan OBX. Jarvis mengincar buku kas perusahaan itu. Isinya ada penggelapan dana yang dialihkan ke Jarvis untuk mendirikan JM Buildings 9 tahun yang lalu.” ucap Kapten.
“Penggelapan dana?” tanya Lindsey.
“Iya. Saat itu Jarvis masih berusia 22 tahun dan sudah mendirikan JM Buildings. Bukankah itu mencurigakan?” tanya Piter.
“Tapi, harta Jarvis kan banyak. Warisan dari orangtuanya. Bisa saja dia memakai warisan untuk mendirikan JM Buildings.” ucap Lindsey.
“Ini hasil rekaman pertemuan Kapten dengan anak buah yang paling dekat dengan om Lexis.” balas Piter lalu memutar rekaman suara.
AB: Anak Buah
K: Kapten
AB: “Ini buku kas salinan.”
K: “Darimana kamu tahu kalau itu salinan?”
AB: “Karena Bos Lexis sempat memiliki yang asli. Namun tidak lagi. Yang asli sudah berpindah tangan. Dan beliau membuat salinannya.”
K: “Berpindah ke siapa?”
AB: “Lihatlah isi buku kas ini. Terdapat pemindahan dana yang besar ke sebuah perusahaan. Jika buku kas ini terungkap, siapa yang paling dirugikan?”
K: “Perusahaan yang menerima dana.”
Rekaman suara selesai.
“Anak buah om Lexis tidak menyebutkan perusahaan siapa yang menerima dana. Darimana kalian bisa menuduh JM Buildings?” tanya Lindsey.
“Kamu sepertinya benar-benar dibutakan oleh cinta, ya? Apa kamu lupa siapa yang membunuh om Lexis? Jarvis, Lindsey. Jarvis.” balas Piter.
“Oh, ya. Aku masih bingung kenapa kalian semua bisa tahu kalau yang membunuh om Lexis itu adalah Jarvis?” tanya Lindsey.
“Wah, Lindsey...! Kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cinta. Bahkan kini kamu ragu siapa yang membunuh orang yang kamu anggap seperti ayahmu sendiri. Seberjasanya apa Jarvis dibandingkan om Lexis—” Kalimat Piter yang terpotong karena Lindsey langsung menyela.
“Bukan masalah dibutakan cinta atau tidak. Memangnya kamu memiliki bukti kalau Jarvis yang membunuh om Lexis? Bawakan padaku buktinya sekarang.” ucap Lindsey.
“Kalau ada buktinya kamu mau apakan Jarvis? Marah? Ngambek? Putus? Memangnya bisa?” balas Piter.
“Sudah, sudah, cukup! Piter, Lindsey, berhenti. Lindsey, kamu sudah mendengar rekamannya tadi, ’kan? Anak buahnya Lexis mengatakan bahwa itu adalah buku kas salinan.“ Kapten menengahi Piter dan Lindsey yang sedang beradu mulut.
“Iya, Kapt..” ucap Lindsey.
AB: “Ini buku kas salinan.”
“Lalu, apa artinya?” tanya Kapten.
“Berarti ada yang asli.” jawab Lindsey.
Mata Lindsey membulat, seolah mengerti apa yang dimaksud Kapten.
“Katie baru saja mengirimkan jadwal Jarvis hari ini.” ucap Piter seraya meletakkan selembar kertas di atas meja.
“Baiklah. Aku mengerti.” balas Lindsey.
...****************...
JM Buildings.
15.00
Ting..! Lift yang membawa Lindsey telah sampai pada tujuannya, yaitu lantai teratas.
“Waktumu hanya 30 menit.” ucap Katie. Katie dan Lindsey memasuki ruangan Jarvis yang kosong tidak ada orang di sana.
Mereka berpencar mencari buku kas yang asli di ruangan Jarvis. Mengecek di setiap lemari, rak, laci hingga di komputer Jarvis.
“Lindsey, bagaimana jika ternyata ada di dalam sini?” tanya Katie seraya menunjuk rak buku yang dibaliknya ada kamar Jarvis.
“Waktu itu aku dan Kapten sudah melihat isi brankasnya tapi tidak ada buku kas.” jawab Lindsey.
“Hm baiklah.” Katie kembali melanjutkan pencariannya.
__ADS_1
“Oh, ya. Ngomong-ngomong, Jarvis dan Carlos tidak mencari aku? Aku ’kan kabur.” tanya Lindsey.
“Mereka sudah tahu. Jarvis malah bertanya padaku ‘Apakah Lindsey pulang dengan selamat?’” balas Katie.
Padahal Jarvis berjanji kalau hari ini akan membuktikan cintanya.. hmm... batin Lindsey.
“Eh, Lindsey! Lindsey! Sini deh! Lihat ini!” ucap Katie.
Lindsey pun menghampiri Katie dan melihat file dokumen yang ditemukan Katie. Terdapat sebuah file dengan nama di cover depannya:
KORBAN KECELAKAAN KERJA DI PABRIK OBX
“OBX? Perusahaan yang memberikan dana gelap itu?” gumam Lindsey.
Mereka pun membuka file tersebut.
Halaman Pertama:
Nama: Wawan
Umur: 31 Tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Patah tulang pergelangan tangan
Halaman Kedua:
Nama: Umar
Umur: 41 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Amputasi kaki kiri
Halaman Ketiga:
Nama: Iwan
Umur: 37 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Halaman Keempat:
Nama: Udin
Umur: 48 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Lumpuh kedua kaki
Halaman Kesebelas:
Nama: Asep
Umur: 35 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Amputasi tangan kiri
Halaman Ketiga-puluh:
Nama: Lukman
Umur: 51 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
Amputasi 3 jari tangan kanan
Halaman Kelima-puluh:
Nama: Jono
Umur: 59 tahun
Alamat: xxxxxxxxxx
__ADS_1
Meninggal karena pendarahan hebat di otak
“Ya, Tuhan..” gumam Katie.
Lindsey meneguk salivanya.
“Tidak dapat dipercaya.” gumam Lindsey.
“Aku akan membawa ini.” ucap Lindsey.
“Jangan, itu terlalu beresiko. Bagaimana kalau aku fotocopy saja?” balas Katie.
“Begitu saja?” ucap Lindsey.
“Baiklah. Jadi kita masih perlu mencari buku kas yang asli?” tanya Katie.
“Tidak perlu. Kini sudah jelas semuanya, siapa yang membunuh om Lexis. Ayo kita kembali.” jawab Lindsey.
Lindsey dan Katie pun keluar dari ruangan Jarvis. Katie kembali ke meja kerjanya, sedangkan Lindsey menunggu lift. Lift tiba, namun berisi 2 orang laki-laki rapi berjas.
“Lindsey. Ada apa datang ke sini?” tanya Carlos.
“Lindsey..” Jarvis memanggilnya.
“Aku ingin bertemu denganmu. Ada yang ingin aku bicarakan.” ucap Lindsey ke Carlos.
“Hm? Aku?” Carlos kebingungan.
Jadilah Lindsey dan Carlos berada di dalam ruangan Carlos.
“Silahkan.. aku permisi dulu.” ucap Katie setelah meletakkan 2 cangkir teh di atas meja lalu keluar meninggalkan mereka.
“Mau bicara soal apa? Aku tahu, sebenarnya kamu ke sini ingin melihat Jarvis, ’kan? Kalian itu cocok, ya. Sama-sama kangen tapi gengsi.” ucap Carlos.
“Tidak! Bukan, kok!” Lindsey membantah.
“Lalu apa?”
“A-aku mau kasih tahu kalau Yupiter sudah tidak menggangguku lagi.” ucap Lindsey.
“Oh, kok bisa?”
“Dia menyerah. Lantas kapan kamu mengikuti jejak dia juga?” balas Lindsey.
“Oh, tidak bisa. Kamu tahu kan seberapa besarnya cintaku padamu?” ucap Carlos.
“Hoek. Sudah, aku pergi dulu.” pamit Lindsey.
“Jam 6 aku dan Jarvis akan terbang ke Samarinda.” ucap Carlos.
“Waktumu tidak banyak untuk melepas rindu sebelum ditinggal lagi oleh Jarvis. Bukankah tujuanmu kabur adalah untuk melepas rindumu dengan Jarvis?” sambung Carlos.
“Hatimu terlalu besar.” ucap Lindsey lalu keluar dari ruangan Carlos.
“Lindsey..” Jarvis memanggilnya. Rupanya laki-laki ini menunggu Lindsey keluar dari ruangan Carlos.
“Silahkan.. aku sewakan ruanganku untuk kalian. 10 juta untuk 30 menit.” ucap Carlos yang juga keluar dari ruangannya.
Jarvis langsung menarik tangan Lindsey dan masuk ke dalam ruangan Carlos.
“Sudah 4 hari.” ucap Lindsey.
“Setelah aku pikir, mengapa aku harus repot membuktikan cinta? Cinta itu dirasa, bukan dibuktikan.” balas Jarvis.
“Syukurlah.” ucap Lindsey singkat.
“Hm?”
“Kamu masih memikirkanku di sela-sela kesibukanmu. Aku pikir wujudku sudah menghilang dari pikiranmu, tinggal—” Kalimat Lindsey terputus.
Tiba-tiba saja, kalimat Lindsey terputus. Dia tidak bisa melanjutkannya lagi. Karena Jarvis menutup mulut Lindsey dengan mulutnya sendiri.
“Bagaimana mungkin?” ucap Jarvis.
“Mengetahui jarak kita sedang berjauhan saja membuatku frustasi.” sambungnya.
Bersambung...
Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.
Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih
__ADS_1