Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia

Terjebak Cinta Terlarang Sang Mafia
Persidangan 3


__ADS_3

halo semuanya.. hari ini aku akan up banyak .. sebelum baca, yuk boleh yuk scroll dulu ke episode sebelumnya dan di like ya supaya aku semangat trs updatenya likenya masih dikit nihh 😭😭☺️☺️☺️ terima kasihh 🙏🏻🙏🏻


...****************...


“Pada saat itu juga, anda dikeluarkan dan dicopot dari anggota dewan, anda juga mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden meski sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau. Apakah itu benar?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Dalam pencalonan anda sebagai presiden, terdapat berbagai partai besar yang menentang pencalonan anda, bukan?” tanya Lindsey.


“Keberatan, Yang Mulia. Pengacara pembela mengajukan pertanyaan yang tidak berkaitan dengan kasus yang sedang berjalan, Yang Mulia.” sela Rivan.


“Keberatan ditolak. Saksi, tolong jawab pertanyaan tersebut.” ucap hakim ketua.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Dan salah satunya adalah partai yang diketuai terdakwa, apakah itu benar?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Apakah timbul rasa kesal atau marah atau seperti apa terhadap terdakwa?” tanya Lindsey.


“Keberatan, Yang Mulia. Pengacara pembela mengajukan pertanyaan yang menyangkut perasaan pribadi saksi.” sela Rivan.


“Keberatan ditolak. Jaksa penuntut, harap tenang dalam mengikuti persidangan. Saksi, tolong jawab pertanyaan tersebut.” ucap hakim ketua.


“Ti..tidak. Tidak ada.” jawab Zoe dengan sedikit gugup.


“Oleh karena itu, anda mendapat sedikit dukungan dan mengalami kesulitan dana untuk berkampanye. Apakah benar begitu?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Namun anda sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau, darimana anda dapatkan dan untuk berkampanye?” tanya Lindsey.


“Eh?” ucap Zoe.


“Tadi anda menjawab ‘itu benar’ saat saya menanyakan anda sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau.” ucap Lindsey kemudian.


Permainan kata. Tadi Lindsey bertanya apakah Zoe ‘dikeluarkan dan dicopot dari anggota dewan, juga mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden’ dan ikut menyertakan kalimat ‘sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau’. Namun Zoe hanya menangkap kalimat tersebut hanya sampai ‘mengundurkan diri dari pencalonan sebagai presiden’ dan melupakan kalimat setelahnya yang merupakan poin penting maksud dan tujuan Lindsey yaitu ‘sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau’. Dan Zoe mengiyakan pertanyaan Lindsey yang itu artinya Zoe mengiyakan kalau sudah melakukan kampanye dari pulau ke pulau. Permainan yang bagus, Lindsey. batin Luven sebagai pengamat dari kursi pengunjung.


Si*l. Lindsey menjebak Zoe Todd dengan kata-katanya. batin Rivan.


“Biar saya tanya sekali lagi. Anda sudah berkampanye dari pulau ke pulau hingga yang terakhir kemarin di sebuah desa, benar begitu?” tanya Lindsey.

__ADS_1


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Darimana anda dapatkan dana untuk melakukan semua kampanye itu? Di sisi lain anda mengaku anda sedang mengalami kesulitan dana untuk berkampanye.” tanya Lindsey.


“I..itu...” ucap Zoe yang gugup.


“Dari uang hasil bertransaksi sebagai pengedar nark*ba bukan?” tanya Lindsey.


“Ti..tidak! Bukan!” jawab Zoe.


“Yang Mulia, pengacara pembela menjerat saksi dengan pertanyaannya. Saksi memiliki hak untuk tidak diajukan pertanyaan yang menjerat kepada saksi.” ucap Rivan.


“Pengacara pembela, silahkan ajukan pertanyaan lain.” ucap hakim ketua.


“Baik, Yang Mulia. Saksi, saat 3 hari sebelum penggeledahan terjadi, anda menyuruh sopir anda untuk memberikan sebuah kotak seperti ini kepada sopirnya anggota dewan Roland, apakah benar?” tanya Lindsey seraya menunjukkan selembar kertas yang terdapat gambar kotak yang ditemukan di kamar Roland.


“Itu benar.” jawab Zoe.


“Di dalam kotak tersebut ditemukan sebanyak 15 kilogram nark*ba dengan jenis ko*ain, jenis yang sama dengan nark*ba yang ditemukan di lokasi anda berkampanye—” kalimat Lindsey terpotong.


“Tidak. Saya tidak mengetahui isi kotak tersebut. Saya hanya diberikan perintah untuk memberikan kotak itu kepada anggota dewan Roland.” ucap Zoe memotong kalimat Lindsey.


“Perintah? Perintah dari siapa?” tanya Lindsey.


“Saksi, silahkan menjawab pertanyaan dari pengacara pembela.” ucap hakim ketua yang mengabaikan Rivan.


“Da.. dari...” Zoe memutar bola matanya. Tangannya mengupas kulit jarinya karena gugup.


“Pikirkan baik-baik jawaban yang anda ingin keluarkan. Jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataannya hanya akan menambah hukuman anda.” ucap Lindsey kecil.


“Sa.. saya harus merahasiakan orang yang sudah memberikan perintah.” ucap Zoe kemudian.


“Jadi, ada orang lain yang memberikan anda perintah untuk memberikan kotak berisi 15 kilogram nark*ba itu kepada terdakwa?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar!” jawab Zoe dengan lantang.


“Dan anda juga tidak tahu apa itu kotak itu sebelumnya?” tanya Lindsey.


“Ya, itu benar.” jawab Zoe.


“Yang Mulia, saksi telah memberi keterangan palsu. Saya memiliki rekaman video saksi yang mengatakan bahwa dialah yang menjebak terdakwa dengan 15 kilogram nark*b tersebut.” ucap Lindsey kepada hakim lalu memberikan sebuah usb ke panitera pengganti.


(*Panitera pengganti: pegawai pengadilan yang bertugas mencatat segala kegiatan yang berkaitan dengan pemeriksaan perkara di pengadilan.

__ADS_1


Yang duduk di depan meja hakim.)


Isi rekaman video di usb tersebut diputarkan dan dapat disaksikan oleh semua orang yang berada di ruang persidangan. Di video tersebut menunjukkan Zoe Todd dengan seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk berbicang bersama di dalam private room di sebuah bar.


“Bagaimana kamu akan mendapatkan dukungan dari partai lain? Kampanye saja tidak cukup.” ucap seorang laki-laki di dalam video.


“3 hari lagi. Roland akan jatuh dan semua akan berpihak dan mendukungku.” balas Zoe.


“Apa yang akan kamu lakukan padanya?” tanya seorang laki-laki di dalam video.


“Menjebaknya dengan nark*ba. Bukankah seru sekali jika ada judul berita ‘seorang anggota dewan yang ternyata adalah pengedar’? Hahahaha...” ucap Zoe.


“Sebaiknya kamu berkaca. Judul berita itu lebih tepat untukmu.” balas seorang laki-laki.


“Kalau aku jatuh, aku akan pastikan Roland jatuh lebih dulu dariku. Hey, aku sudah menaruh 15 kilogram nark*ba di rumahnya! Bukankah sulit untuk dia bangkit kembali? Hahahaha... 15 kilogram!” ucap Zoe.


“Dan 3 hari lagi kejaksaan akan datang menggeledahnya, lalu menemukan nark*ba di bawah tempat tidurnya, lalu menangkap Roland, dan aahh.. aku ingin sekali melihat wajahnya yang kebingungan itu saat kejaksaan menemukan nark*ba di bawah tempat tidurnya. Pertunjukkan yang spektakuler, bukan?” sambung Zoe.


Rekaman video berakhir.


“Yang Mulia, terdakwa bukanlah seorang pengedar, melainkan terdakwa dijebak menjadi seorang pengedar oleh Zoe Todd, yang sedang duduk di kursi saksi. Zoe Todd memiliki rasa kesal terhadap terdakwa yang menentang pencalonannya sebagai presiden dan Zoe Todd berusaha menjatuhkan terdakwa dengan menjebak terdakwa atas 15 kilogram nark*ba. Di sini terdakwa adalah korban dari tindak pidana yang dilakukan oleh Zoe Todd. Untuk itu, tolong berikan keadilan atas anggota dewan Roland yang telah difitnah oleh Zoe Todd. Karena pepatah mengatakan, ‘fitnah lebih kejam dari pembunuhan.’. Sekian, Yang Mulia.” ucap Lindsey.


SIDANG PEMBACAAN PUTUSAN.


"Sidang pembacaan putusan tindak pidana, Roland Gourman, silahkan berdiri. Roland Gourman, anda dibebaskan dari tuntutan atas kepemilikan nark*ba dan sebagai pengedar nark*ba. Maka dengan ini, anda akan bebas dari tuntutan hukum dan bisa kembali hidup ke dalam masyarakat seperti sedia kala. Sidang dinyatakan ditutup." Hakim membacakan putusan dan mengakhirinya dengan ketukan palu sebanyak 3 kali.


"Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon untuk berdiri."


Semua yang hadir di ruangan sidang tersebut berdiri. Hakim/majelis hakim meninggalkan ruang sidang melalui pintu khusus. Para pengunjung sidang berangsur-angsur meninggalkan ruang sidang.


Selesai sudah persidangan dan berhasil berpihak kepada Roland dan Lindsey. Sidang pertamanya sebagai pengacara pembela berhasil dia menangkan. Dan juga dia merasa senang karena bisa membuktikan bahwa papanya Luven telah dijebak dan berhasil membebaskan papanya Luven dari tuntutan.


“Terima kasih banyak, Lindsey.” ucap Roland seraya mengulurkan tangannya kepada Lindsey.


Lindsey menerima uluran tangan Roland dan keduanya berjabat tangan. “Sama-sama, om.”


Roland beralih ke kursi pengunjung menghampiri istri dan anaknya. Mereka pun berpelukan hingga setitik air mata kebahagiaan lolos dari mata istrinya alias mamanya Luven.


Lindsey pun merasa tersentuh melihatnya dari meja pembela. Lindsey kian merapikan berkas-berkasnya yang berada di atas meja.


Bersambung...


Halo semuanya. Terima kasih sudah membaca novel ini. Jangan lupa berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan: like, tips, komentar, dan hadiah vote. Tambahkan novel ini ke favorite kamu agar mengetahui up episode terbaru.

__ADS_1


Bantu novel ini masuk ke ranking dengan memberikan like dan komentar agar novel ini semakin dikenal banyak orang🤗❤️ Terima Kasih


__ADS_2