
Queen mendatangi Rossana yang sedang duduk melamun di ruang makan, dihadapannya ada semangkuk salad buah yang sudah tinggal separuh.
"Tante lagi apa sendiri disini?" Queen duduk di samping Rossana.
"Nih, lagi nikmati salad buah buatan Ibu kamu." Rossana menunjukkan mangkuk dihadapannya.
"Oh."
"Senang ya, akhirnya semua masalah bisa selesai. Lega rasanya." ujar Rossana.
"Iya, Tante. Pasti berat ya jadi Tante, harus menerima masa lalu Om Frans. Tapi Tante hebat! Bisa sabar dan bijaksana, tidak cemburu. Apa sih rahasianya, Tante?"
"Sebentar." Rossana beranjak ke dapur.
Dua menit kemudian Rossana kembali dengan membawa dua mangkuk kaca berbeda ukuran, yang satu besar dan yang satunya lagi kecil lalu meletakkannya di atas meja makan. Rossana lalu meletakkan sebuah apel utuh yang sama besar ke dalam masing-masing mangkuk. Queen bingung melihat tingkahnya itu.
__ADS_1
"Tante meletakkan apel yang sama besar di dua mangkuk ini. Lihatlah, apel itu terlihat besar di mangkuk yang kecil, sementara di mangkuk yang lebih besar, dia terlihat sangat kecil. Anggap apel ini masalah yang sedang kau hadapi, dan mangkuk ini adalah hatimu. Jika hatimu sempit, maka masalah akan terasa besar. Begitu juga sebaliknya, jika hatimu lapang, masalah itu akan terasa kecil dan tidak ada apa-apanya. Jadi intinya kita harus berlapang dada dan berbesar hati, pandang setiap masalah dari sudut yang berbeda, berpikir positif dan yakin Tuhan pasti memberikan solusi atas semua masalah yang dia berikan. Karena gembok tak akan diciptakan tanpa kunci." ucap Rossana bijak.
Queen benar-benar takjub mendengar ucapan Rossana itu, tanpa mereka sadari Chaiyya juga mendengar semua itu.
"Betapa beruntungnya Frans memiliki istri seperti dia." batin Chaiyya.
***
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu semua orang, karena hari ini adalah hari paling bahagia buat Prince, akhirnya dia berhasil mempersunting wanita yang dia cintai setelah melewati begitu banyak rintangan dan air mata. Bahkan nyawanya pun sempat menjadi taruhan demi bisa memperjuangkan pujaan hatinya itu. Tapi Prince puas, karena pengorbanannya tidak sia-sia.
Terkadang takdir itu memang unik, segala sesuatu berjalan tanpa perkiraan dan jelas bukan sekedar kebetulan. Karena Tuhan memang telah merencanakan dan merancang setiap yang terjadi dengan cara yang terbaik serta tak terduga.
"Kau cantik sekali hari ini. Aku jadi semakin mencintaimu." goda Prince.
"Aku kan memang selalu cantik." jawab Queen narsis.
__ADS_1
"Tapi hari ini berlipat-lipat kali lebih cantik. Aku tidak sabar menunggu semua tamu pulang dan kita bisa segera ke hotel agar aku bisa menyapa anakku." ucap Prince dengan wajah genit.
"Ish, kau ini! Dasar pangeran iblis dari Devil Club." ejek Queen.
"Mantan, Sayang. Aku sudah pensiun sekarang." seloroh Prince.
"Jadi aku hanya dapat barang bekas ini?" sindir Queen pura-pura merajuk.
Mata Prince sontak melotot, "Hei, enak saja bilangin aku barang bekas!"
"Kan memang bekas, sementara aku masih perawan waktu itu. Beruntung sekali dirimu!" lanjut Queen yang semakin getol menggoda suaminya itu.
Tapi kali ini bukannya marah, Prince malah memeluk pinggang Queen dan tersenyum menatap sang istri, "Kau benar, aku sangat beruntung bisa mendapatkan dirimu, wanita cantik dan baik hati yang begitu mempesona."
Queen tersipu dengan wajah merona.
__ADS_1
Dengan perlahan tapi pasti, Prince mendekatkan wajahnya ke wajah Queen lalu mencium bibir wanita itu dengan sangat mesra.
***