Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 69.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil Avanza hitam yang ditumpangi Prince dan Queen tiba di depan rumah minimalis bercat putih yang cukup besar, lelaki rupawan itu membangunkan Queen yang sedari tadi tidur dengan nyenyak.


"Queen, bangun! Kita sudah sampai." Prince menepuk-nepuk pelan pipi mulus Queen. Pundak dan lengannya sudah terasa pegal karena menahan kepala Queen yang tertidur selama di perjalan.


Perlahan wanita yang sedang hamil muda itu membuka matanya dan berusaha mengumpulkan kesadaran, matanya yang masih sepat itu mengerjap karena silau.


"Kita di mana?" Queen celingukan saat melihat suasana rumah yang terlihat asing.


"Di rumahku." jawab Prince.


"Haaa ....?" Queen tersentak kaget, lalu melayangkan protes, "Kenapa kau tidak mengantarku pulang?"


"Aku hanya ingin memperkenalkan mu kepada Ibu, sekalian mengantar Paman Channa. Setelah ini kita ke kantor polisi kemudian baru aku akan mengantarmu pulang." terang Prince.


"Tapi ...." Queen ingin kembali protes tapi tak sempat, karena Prince sudah lebih dulu menariknya keluar dari mobil.


"Ya sudah, yuk!"


Mau tak mau Queen menurut dan keluar dari mobil.


Sementara Channa masih terpaku di samping mobil, dia berusaha menenangkan hatinya yang mendadak gelisah, takut Chaiyya tidak menerima kedatangannya.

__ADS_1


Prince mengetuk pintu jati berukuran besar itu dengan tidak sabaran, diketukkan ke tiga, pintu berwarna coklat itu pun terbuka.


"Prince? Anakku?" Chaiyya tercengang dengan mata yang melotot. Dia sontak berhambur ke dalam pelukan putra semata wayangnya itu.


"Kau dari mana saja, Nak? Ibu sangat mencemaskan dirimu." Chaiyya terisak-isak di dalam pelukan Prince.


Sementara Queen dan Channa yang berdiri di belakangnya hanya mematung.


"Nanti aku ceritakan, Bu. Sekarang ada yang ingin aku kenalkan ke Ibu." ucap Prince.


Chaiyya sontak menjauhkan dirinya dari pelukan sang putra.


Queen spontan memandang wajah Prince, dia tak menyangka lelaki itu akan berkata blak-blakan seperti ini.


"Wah, jadi ini gadis yang selalu membuat mu galau, ternyata dia cantik sekali." puji Chaiyya.


Prince dan Queen hanya tersenyum malu.


"Mari masuk, Nak!" Chaiyya mempersilahkan Queen untuk masuk. Sepertinya wanita paruh baya itu belum menyadari kehadiran Channa yang masih terpaku di dekat mobil dan tubuh tinggi Prince menghalangi pandangannya.


"Bu, tunggu! Masih ada satu orang lagi yang ingin bertemu Ibu."

__ADS_1


"Siapa?"


Prince berbalik dan memandang Channa yang tertunduk dengan jantung berdebar. "Paman."


Chaiyya memperhatikan sosok Channa dengan seksama, dia tak tanda meski wajahnya terlihat familiar. Sampai Channa mengangkat kepalanya dan memandang dirinya.


"Nong Saw (Adik perempuan)." sapa Channa.


Mata Chaiyya sontak membulat saat akhirnya dia menyadari siapa sosok yang sedang berdiri dihadapannya itu.


"Phi (Kakak/Abang) Channandra ...?" ujar Chaiyya dengan suara yang bergetar menahan tangis.


Channa menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Chaiyya langsung berlari dan memeluk Channa dengan erat, kerinduannya begitu dalam kepada sang Kakak yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dia temui lagi. Channa pun membalas pelukan sang adik, keduanya menangis.


Prince dan Queen juga tak kuasa menahan tangis, mereka terharu dengan pertemuan kedua saudara kandung yang lama berpisah itu.


"Aku sangat merindukanmu, Nong Saw." ucap Channa.


"Aku juga sangat merindukanmu, Phi Channa." balas Chaiyya dan semakin membuat tangis keduanya pecah.


***

__ADS_1


__ADS_2