Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 87.


__ADS_3

Pagi ini Kenedy membuka matanya, tapi saat melihat wajah Queen, lelaki paruh baya itu langsung mengeraskan rahangnya dengan mata yang menatap tajam.


"Mau apa kau disini? Pergi!" salak Kenedy dengan suara yang lemah. Queen hanya tertunduk sedih.


"Papa, tenanglah dulu. Papa masih lemah." Sandra berusaha menenangkan sang suami.


"Usir anak durhaka ini! Aku tidak sudi melihat wajahnya!"


"Papa jangan ...."


"Selamat pagi." pintu ruang perawatan Kenedy tiba-tiba terbuka, membuat Sandra tak sempat melanjutkan kata-katanya. Seketika mereka menoleh kearah pintu dan mendapati Frans, Laura, Rossana juga Kaisar sudah berdiri disana.


"Maaf, apa kedatangan kami mengganggu?" tanya Frans merasa tak enak karena melihat wajah tegang Kenedy dan juga anak istrinya.


Kenedy menggeleng. "Tidak sama sekali. Silahkan masuk!"


Frans dan keluarganya berjalan mendekati Kenedy, Rossana menyerahkan sekeranjang buah kepada Sandra.


"Terima kasih ya, Ros."


"Iya, sama-sama, San." balas Rossana dengan senyum yang mengembang.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Frans.


"Sudah membaik."

__ADS_1


"Syukurlah." Frans menghela nafas lega.


"Hem, Queen. Bisa kita bicara sebentar?" Frans beralih memandang Queen yang tertunduk dengan wajah yang kuyu dan lelah.


"Bisa, Om." jawab Queen tanpa memandang Frans. Dia malu dan merasa bersalah.


Frans mengajak Queen duduk di sofa, Laura dan Rossana juga ikut duduk di samping wanita itu. Sementara Kaisar hanya berdiri di belakang Frans dan Sandra di tepi ranjang Kenedy.


Laura mengeluarkan dua lembar foto dari dalam tasnya dan mengangsurkan nya ke hadapan Queen. "Lihat foto ini!"


Queen memandangi dua foto itu bergantian, kedua foto yang dia tahu adalah foto pengantin tapi dengan orang yang berbeda.


"Yang ditangan kiri mu adalah foto pengantin nenek buyut Kai dan yang ditangan kanan mu itu foto pengantin Oma." ujar Laura. "Kau lihat apa persamaannya?" tanya wanita tua itu.


Queen kembali memandangi foto itu dengan seksama, memperhatikan apa persamaannya dan matanya membulat saat mendapati sesuatu yang familiar.


"Bukan mirip. Tapi itu memang kalung yang kau pakai." sahut Laura. Queen sontak memegang kalung yang menggantung di lehernya, tak menyangka jika kalung pemberian Chaiyya itu adalah kalung yang sama seperti di foto.


"Tapi kalung ini pemberian seseorang, dia juga bilang ini kalung kesayangannya yang sudah bertahun-tahun dia simpan. Mungkin Oma salah. Bisa saja yang aku pakai ini hanya tiruan." sanggah Queen.


"Kalung itu adalah kalung turun temurun keluarga kami dan hanya ada satu di dunia ini. Liontin nya yang berbentuk Royal Crown itu adalah lambang Royal Corporation. Jadi tidak ada mungkin Oma salah."


"Tapi bagaimana bisa kalung ini ...?" Queen masih memegangi kalungnya sembari memandang bingung ke arah Laura.


Paham dengan kebingungan Queen, Frans pun mulai buka suara. "Dulu hampir 28 tahun yang lalu, sebelum Om menikah dengan Ibunya Kai, Om sempat melakukan satu kesalahan besar."

__ADS_1


"Maksud Om?"


Frans menghembuskan nafas berat sebelum melanjutkan kata-katanya. "Om terlibat cinta satu malam dengan seorang gadis mabuk yang tidak Om kenal sama sekali dan setelah itu, Om langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Saat sampai di rumah dan akan mandi, Om baru sadar kalau kalung yang biasa Om pakai sudah tidak ada lagi, kemungkinan terjatuh di kamar hotel itu. Tapi saat Om kembali ke sana, gadis tersebut sudah tidak ada dan kalungnya juga tidak ketemu." ungkap Frans penuh penyesalan.


"Dan sekarang kalung itu ada padamu. Jadi tolong katakan siapa orang yang sudah memberikannya!" Frans menatap Queen penuh harap. Sedangkan semua orang di dalam ruangan itu hanya diam mendengarkan.


"Kenapa Om ingin tahu siapa orangnya? Bukankah itu hanya masa lalu dan Om sudah punya Tante Rossana serta Kai." Queen bertanya dengan pandangan menyelidik, dia ingin memastikan niat Frans mencari gadis itu, karena Queen jelas tahu gadis yang dimaksud Frans adalah Chaiyya.


"Karena saat itu dia hamil. Om hanya ingin bertanggung-jawab." jawab Frans semakin tertunduk.


"Queen, tolong katakan siapa orang yang telah memberikan kalung itu kepadamu. Oma mohon." bujuk Laura.


"Tante Chaiyya. Dia ibunya Prince."


Lagi-lagi semua orang tercengang mendengar pengakuan dari Queen itu, terutama Kaisar.


"Bukankah Prince itu yang sudah ...."


Queen mengangguk meski Laura tak sempat melanjutkan kata-katanya, tapi dia tahu maksud ucapan wanita tua itu.


"Lalu di mana dia sekarang? Apa kau bisa tunjukkan kepada kami?" tanya Frans penuh harap.


Queen tak langsung menjawab, dia melirik Rossana sejenak, takut jika wanita itu cemburu dan keberatan. Tapi diluar dugaan, Rossana malah menganggukkan kepala sembari tersenyum.


"Katakanlah Queen!"

__ADS_1


Queen pun akhirnya mengajak mereka semua ke ruang ICU tempat Prince di rawat, tentu saja kecuali Sandra dan Kenedy.


***


__ADS_2