Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 74.


__ADS_3

Setelah dari kantor polisi, Prince memutuskan untuk kembali ke rumah. Chaiyya yang melihat wajah murung Prince langsung mencecarnya dengan pertanyaan.


"Ada apa, Nak? Kenapa wajahmu masam begitu? Apa ada masalah di kantor polisi?"


Prince menghembuskan nafas berat dan menjatuhkan dirinya di samping Chaiyya.


"Tidak ada, Bu. Aku hanya lelah saja." elak Prince. Dia tak ingin sang Ibu cemas.


"Kalau begitu, beristirahatlah! Pamanmu juga sedang istirahat di kamar tamu."


"Iya, Bu."


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Sepertinya ada tamu. Siapa ya?" Chaiyya hendak bangkit dari duduknya, tapi Prince menahannya.


"Biar aku saja yang buka, Bu." Tanpa menunggu persetujuan Chaiyya, Prince langsung beranjak dan berjalan menuju pintu utama.


"Ya sudah, Ibu akan buatkan kau minum." Chaiyya beranjak dan berjalan ke dapur.


Prince memutar kunci dan menarik handle nya sehingga pintu berbahan jati itu terbuka lebar. Kening Prince mengernyit demi melihat seseorang yang sedang berdiri di depan rumahnya.

__ADS_1


"Maaf, anda siapa?" tanya Prince bingung.


"Permisi, Pak. Saya mau mengantarkan paket ini." jawab lelaki berjaket hijau itu sambil menyodorkan sebuah kotak yang dipacking rapi.


"Paket dari siapa?"


"Dari Ibu Queensha Ravindra." sahut kurir itu.


Prince kembali mengernyit heran, bukankah dia baru saja berpisah dari Queen satu jam yang lalu, dan sekarang wanita itu sudah mengirimkan paket untuknya.


"Maaf, Pak. Bisa tanda tangan disini?" Kurir itu menyodorkan sebuah pena dan kertas yang menyerupai tanda serah terima. Prince pun meraih pena itu lalu menunduk untuk memberikan tanda tangan, tapi tanpa dia sadari seseorang lainnya datang dari samping rumah dan langsung memukul kepala belakang Prince dengan sebuah pemukul baseball secara membabi buta. Prince seketika ambruk sambil memegangi kepalanya yang pusing dan berdarah. Tak butuh waktu lama, lelaki rupawan itu pun tak sadarkan diri.


Kedua orang tak dikenal itu segera mengangkat tubuh Prince dan memasukannya ke dalam mobil yang sudah terparkir tak jauh dari mereka, kemudian melesat pergi.


Setelah selesai membuatkan minuman untuk Prince, Chaiyya pun kembali ke ruang tamu.


"Loh, ke mana dia?" Chaiyya celingukan mencari putranya itu.


"Apa masih di luar? Memangnya siapa yang datang, sih?" Chaiyya pun berjalan ke arah pintu utama yang masih terbuka. Tapi dia terkejut melihat darah tercecer di lantai teras, sementara sang putra tidak ada. Jantung Chaiyya berdebar tak karuan, mendadak pikiran-pikiran kotor mulai menggelayuti kepalanya.


"Prince! Anakku!" teriak Chaiyya histeris.

__ADS_1


Channa yang tertidur sampai tersentak bangun karena mendengar teriakkan sang adik, lelaki itu sontak melompat dari atas ranjang dan berlari menuju sumber suara.


"Nong Saw, ada apa?" tanya Channa cemas.


"Prince ...." Chaiyya terisak-isak.


"Ada apa dengan Prince?"


Chaiyya tak sempat menjawab karena tubuhnya lebih dulu merosot dan jatuh menghantam lantai, karena terlalu panik, wanita itu sampai pingsan.


"Nong Saw!" pekik Channa panik.


"Nong Saw, kau kenapa?" Channa menepuk-nepuk pelan pipi adiknya itu, tapi tak ada respon sama sekali.


Akhirnya pria paruh baya itu mengangkat tubuh lemah Chaiyya dan membawa sang adik masuk ke dalam rumah, dia membaringkan Chaiyya di sofa dan masih berusaha membangunkan wanita itu.


"Nong Saw, bangun! Jangan membuat aku takut!" Channa kembali menepuk pipi Chaiyya, tapi tetap tak ada respon dari sang adik, membuat laki-laki itu semakin panik.


"Apa yang harus aku lakukan?" keluh Channa bingung


***

__ADS_1


__ADS_2