Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 43


__ADS_3

Siang ini Kenedy memanggil Jovan ke ruangannya, wajah lelaki paruh baya itu jelas tak bersahabat. Tadi pagi Queen sudah menyerahkan copy proposal yang dibuat oleh Jovan serta rekaman suara Rafael sebagai bukti kecurangan orang kepercayaan Papanya itu.


"Apa maksudmu melakukan semua ini, haa ...?" Kenedy berbicara dengan nada yang tinggi sambil melempar proposal yang diberikan Queen tadi pagi kehadapan Jovan.


"Ma-maaf, Pak. Saya tidak bermaksud apa-apa, saya hanya khilaf dan kurang teliti saja dalam membuat harga di proposal itu." Jovan mencoba membela diri.


"Khilaf ...? Kau bukan orang baru di perusahaan ini, dan kesalahan seperti ini tidak masuk akal. Akibatnya kau sudah membuat Kingdom rugi dan malu, kau bahkan sengaja memprovokasi ku untuk menyalahkan Queen."


"Itu tidak benar, Pak! Saya tidak bermaksud seperti itu." bantah Jovan. Dia tahu ini semua ulah Queen, tapi dia tak bisa berbuat banyak karena kartu AS Queen sudah hilang bersama ponselnya yang dirampok kemarin.


"Lalu bagaimana dengan ini?" Kenedy memutar rekaman suara Rafael. Mata Jovan sontak membulat, dia benar-benar terkejut setengah mati.


Shit! Dari mana mereka mendapatkan rekaman itu?


"Bagaimana, Jo? Kau masih ingin membela diri? Kau sudah jelas berlaku curang! Aku tidak suka ada kecurangan di dalam perusahaanku, kau mempermalukan aku!"


"Tidak benar, Pak! Ini pasti akal-akalan Queen. Dia sekongkol dengan orang-orang di Emperor untuk menghancurkan saya." Jovan masih bersikeras tidak mengaku. Dari sudut matanya dia tahu Queen yang berdiri disamping Kenedy sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Atas dasar apa kau berani menuduh putriku sembarangan?" bentak Kenedy.


"Karena Queen menjalin hubungan dengan Prince, makanya Prince selalu datang ke Kingdom untuk mencarinya. Bahkan mereka pernah berciuman di parkiran Kingdom. Saya yakin mereka pasti punya tujuan melakukan ini." tuduh Jovan.

__ADS_1


Kenedy sontak memandang Queen dengan tatapan yang sulit diartikan, tapi wanita cantik itu segera membantahnya.


"Bohong, Pa! Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan orang-orang di Emperor, justru bajingan ini yang memiliki hubungan dengan CEO Emperor, dan sekarang mereka sedang bersiteru, makanya CEO Emperor membeberkan kecurangannya. Dia jelas ingin menghancurkan aku dan Kingdom." sahut Queen.


"Itu tidak benar! Saya tidak mungkin menghancurkan orang yang saya cintai." balas Jovan. "Queen, aku tahu kau sakit hati makanya kau melakukan semua ini kepadaku. Aku minta maaf, Queen." Jovan beralih memandang Queen dengan tatapan memohon. Jelas dia sedang bersandiwara.


Queen maupun Kenedy tercengang mendengar ucapan Jovan itu, hal ini membuat Queen mendapatkan tatapan tajam dari Kenedy. Wanita cantik itu terdiam, dia tak tahu harus bicara apa, karena yang dikatakan Jovan memang benar.


"Apa maksudnya ini?" tanya Kenedy bingung.


"Saya dan Queen pernah menjalin hubungan, bahkan saya berniat menikahinya jika dia lulus, tapi ternyata Anda telah menjodohkan Queen dengan orang lain. Tapi kami tetap berhubungan jarak jauh selama hampir lima tahun, kami saling mencintai, Pak." ungkap Jovan tak tahu diri.


"Benar itu, Queen?" Kenedy semakin menajamkan tatapannya.


"Queen, jawab Papa!"


"Iya, Pa. Tapi kami sudah putus, dia selingkuh dengan teman ku sendiri." Jawab Queen lirih. Matanya mulai berkaca-kaca, dia kembali teringat hari menyakitkan itu.


Buuughh ....


Satu pukulan mendarat kuat di wajah Jovan, lelaki tak tahu diri itu sampai terhuyung ke belakang.

__ADS_1


"Itu balasannya karena kau telah menyakiti putriku. Sekarang juga angkat kaki dari sini! Kau ku pecat!" bentak Kenedy penuh emosi.


"Tapi, Pak ...."


"Keluar!!!"


Jovan pun berlalu pergi dengan perasaan geram sambil memegangi rahangnya yang berdenyut karena pukulan dari Kenedy.


Setelah kepergian Jovan, Kenedy mengalihkan pandangannya ke Queen yang masih tertunduk takut.


"Papa kecewa denganmu. Ternyata kau bukan gadis penurut seperti yang Papa banggakan, kau berbohong kepada Papa."


Cairan bening yang sedari tadi membanjiri mata Queen, kini jatuh tertumpah membasahi pipinya. "Aku minta maaf, Pa. Saat Papa mengatakan akan menjodohkan aku dengan Kai, aku sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan Jo. Saat itu aku mencintainya."


Kenedy menghembuskan nafas panjang, "Apa sekarang kau masih mencintainya?"


Queen menggelengkan kepalanya. "Tidak lagi. Sekarang aku justru sangat membencinya, Pa."


Kenedy tersenyum dan menarik Queen ke dalam pelukannya. "Sudahlah. Kali ini Papa maafkan, tapi ini yang terakhir. Ingat, kau sudah punya Kai. Papa tidak ingin keluarga kita malu karena kelakuanmu."


Hati Queen mendadak nyeri mendengar kata-kata sang Papa, dia teringat Kaisar dan Prince sekaligus.

__ADS_1


Maafkan aku, Pa. Maafkan aku, Kai. Aku sudah mengecewakan kalian.


***


__ADS_2