Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 31


__ADS_3

Queen mendatangi cafe Mitha, dia menceritakan apa yang telah terjadi, dari mulai Prince yang mengembalikan ponselnya lalu bertengkar dengan Jovan, sampai kekalahan Kingdom dalam proyek Tuan Luis. Mitha meyakini ada yang aneh, baik itu sikap Prince maupun kekalahan Kingdom.


"Dari sikap Prince, sepertinya dia cemburu melihat kau dan Jovan."


"Apaan sih, Mit? Jangan mengada-ada deh!" Bantah Queen.


"Iya, Queen. Aku rasa mungkin Prince jatuh cinta kepadamu. Makanya selama ini dia terus mengejar dan mengganggumu, dia mencari alasan agar bisa dekat denganmu." Mitha mencoba menerka-nerka.


"Mitha, aku sedang serius! Jangan berkata yang tidak-tidak! Lelaki jahat dan bajingan seperti dia tidak akan mengerti yang namanya cinta."


"Queen, dia juga manusia biasa seperti kita, cinta juga bisa datang kepadanya." Ujar Mitha.


"Tapi dia manusia tidak punya hati! Sudah ah, Mit! Kenapa jadi bahas hal yang tidak berguna sih. Sekarang bantu aku memikirkan cara agar bisa mencaritahu kekalahan Kingdom di proyek Tuan Luis."


"Iya, deh!" Mitha mengulum senyum. "Baiklah, aku akan membantumu mencaritahu melalui Papaku. Dia pasti mau membantu kita." Jawab Mitha.


"Terimakasih ya, Mit." Balas Queen.


"Oh iya, aku juga sudah meminta orang suruhan ku untuk mencaritahu tentang Elsa dan Rafael, dari informasi yang aku dapat, mereka sudah berpacaran selama setahun ini." Ungkap Mitha.


"Haaa ...? Bukankah Elsa dan Jovan baru saja melakukannya di hotel sekitar sebulan yang lalu? Apa jangan-jangan Elsa selingkuh dari Rafael? Atau sebaliknya? Lagipula kita kan tidak tahu sejak kapan Elsa dan Jovan berhubungan." Sahut Queen.


"Hmmm ... kau ada benarnya juga. Aku semakin yakin kalau mereka ada sangkut pautnya dengan pencurian informasi dari Emperor waktu itu."


"Kalau begitu kita harus membongkar kedok mereka." Balas Queen menggebu-gebu.


"Tenang dulu, Queen. Kita tidak boleh gegabah! Kita harus memikirkan cara yang tepat, tidak bisa asal bertindak saja. Sementara ini kita harus terus menyelidiki mereka, sampai kita mendapatkan fakta yang lain. Agar kita tahu apa yang harus kita lakukan."

__ADS_1


"Iya, baiklah. Aku serahkan semuanya kepadamu. Segera kabari aku jika kau mendapatkan informasi baru." Pinta Queen.


"Siap!" Mitha meletakkan punggung tangannya di dekat pelipis seperti memberi hormat. Dan Queen membalasnya dengan senyuman.


"Oh iya, apa pihak Emperor mengundang Kingdom di acara anniversary perusahaan mereka?" Tanya Mitha.


"Sampai saat ini aku tidak mendengar ada undangan dari mereka. Baguslah kalau mereka tidak mengundang Kingdom." Jawab Queen.


"Tapi jika seandainya mereka mengirimkan undangan, apa kau akan pergi?"


"Tentu saja tidak! Buat apa aku datang, aku tidak sudi melihat iblis itu." Ujar Queen sinis. Mitha hanya tersenyum melihat wajah kesal Queen kalau sudah membahas Prince.


***


Besoknya, Jovan menemui Kenedy di ruangannya. Dia membawakan sebuah undangan dari Emperor.


"Mau apa mereka mengundang kita? Pasti mereka punya niatan busuk!" Tuduh Kenedy kesal tanpa menyentuh undangan itu.


"Apa Bapak akan menghadirinya?" Tanya Jovan.


"Tidak! Aku tidak akan menghadirinya." Jawab Kenedy pasti.


"Hmmm ... tapi, Pak. Mereka sudah mengundang kita, kalau pihak Kingdom tidak ada yang datang, orang-orang akan berpikir kita memusuhi Emperor atau iri kepada mereka. Itu tidak akan baik untuk perusahaan ini. Apalagi disana pasti ramai pengusaha dan wartawan." Jovan berusaha memprovokasi Kenedy.


"Iya, kau benar juga. Tapi aku sungguh tidak ingin datang dan bertemu dia."


"Bagaimana jika Nona Queen dan saya saja yang menghadiri acara itu, Pak." Jovan memberikan usul.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika orang yang bernama Prince itu mengusik Queen? Dia pasti akan ada disana." Kenedy sedikit ragu dan cemas.


"Tenang saja, Pak. Saya akan menjaga Nona Queen. Lagipula disana ramai orang dan banyak wartawan, dia tidak akan berani melakukan apapun yang bisa merusak reputasinya."


Kenedy terdiam sejenak, dia mencoba memikirkan usulan yang diberikan oleh Jovan itu.


"Hmmm ... baiklah! Queen yang akan pergi ke acara itu bersama denganmu. Nanti aku akan bicara dengan Queen." Kenedy akhirnya setuju.


"Baik, Pak." Jovan mengangguk sembari tersenyum penuh arti.


Sementara itu di tempat berbeda, Rafael sedang membujuk Elsa agar mau hadir di acara anniversary Emperor. Elsa keberatan untuk datang, karena dia takut Jovan juga akan menghadiri acara itu sebagai perwakilan Kingdom.


"Apa kalian juga mengundang Kingdom?" Tanya Elsa.


"Sepertinya begitu." Jawab Rafael.


"Apa pihak mereka akan hadir?"


"Aku yakin mereka tidak akan hadir. Mereka tidak punya muka lagi setelah kalah telak kemarin." Sahut Rafael yakin.


"Kau yakin?"


"Iya, aku yakin. Memangnya kenapa?" Rafael memandang Elsa dengan tatapan menyelidik, membuat wanita itu gugup.


"Hmmm ... tidak. Tidak apa-apa kok. Ya sudah, aku pasti datang kok." Elsa memaksakan senyuman dibibir nya untuk menutupi kegugupannya. Tapi entah mengapa ada sedikit rasa curiga di benak Rafael.


***

__ADS_1


__ADS_2