Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 56


__ADS_3

"Baiklah. Aku ingin anak itu! Anggap saja sebagai tanda terimakasih darimu." sahut Prince tanpa tedeng aling-aling.


Queen tercengang mendengar permintaan Prince itu. Jelas dia tidak ingin mengabulkannya.


"Kecuali yang itu." jawab Queen ketus.


"Tapi aku mau itu." balas Prince.


"Tidak akan!" rajuk Queen, dia memalingkan wajahnya ke samping.


Namun tanpa diduga, Prince mengelus perut Queen yang masih rata dan berbicara seolah-olah janin di dalam sana bisa mendengarnya. "Ternyata Ibu sangat menyayangi mu, Nak. Dia tidak rela memberikan mu kepada Ayah."


Queen sontak memutar kepalanya menghadap Prince dan menatap tajam lelaki itu sembari menepis tangannya dengan kasar. "Dasar gila!"


"Iya, kau yang membuat aku gila. Kau benar-benar menjungkirbalikkan hidupku, dan kau harus bertanggungjawab." seloroh Prince sembari memandang lekat wajah cantik Queen dengan wajah jenaka nya.


"Kau ini bicara apa? Kenapa jadi aku yang harus bertanggungjawab?"


"Oh, jadi kau mau aku yang bertanggungjawab? Ok, dengan senang hati." Prince tersenyum sambil mengerlingkan matanya.


"Eh, bukan seperti itu!" bantah Queen.


"Jadi?"


"Iiiihhh, sudahlah! Aku malas bicara denganmu!" Queen kembali memalingkan wajahnya dengan bibir yang mengerucut.


Prince hanya terkekeh melihat ekspresi lucu Queen, jauh di dalam hatinya ada semburat rasa bahagia yang tak terhingga.


"Aku pasti akan memiliki kalian berdua." batin Prince.

__ADS_1


***


Langit sudah gelap, bulan dan bintang telah menghiasi kegelapan itu. Suara jangkrik bersahutan, kesunyian kian terasa di malam dingin ini.


Prince duduk sendiri di teras rumah sederhana milik Channa, dia telah mandi dan berganti pakaian, begitu juga dengan Queen. Wanita itu juga sudah mengenakan pakaian milik Chandara walaupun dia tidak mandi sebab masih sedikit demam.


Channa menghampiri Prince dan duduk disamping lelaki beralis tebal itu.


"Kapan kau akan kembali ke kota?" tanya Channa.


"Secepatnya. Begitu Queen baikan, kami akan segera kembali ke kota. Saat ini semua orang pasti sedang cemas mencari kami." jawab Prince.


"Aku akan mengantar kalian sampai ke perbatasan kota."


"Tidak. Paman harus ikut aku untuk bertemu Ibu." sahut Prince.


"Tapi apa Chaiyya mau bertemu denganku? Dia pasti membenciku." Channa tertunduk sedih.


"Kau yakin?"


"Aku yakin, Paman. Aku sangat mengenal Ibu. Jangankan Paman yang notabene Kakaknya, lelaki yang telah menghancurkan hidupnya pun dia maafkan."


"Adikku memang sangat baik hati. Baiklah, aku akan ikut."


"Ajak juga Chandara." pinta Prince.


Channa menganggukkan kepalanya, pertanda setuju.


"Hai, selamat malam, Pak Channa." sapa seorang gadis muda yang sedari tadi berdiri di depan rumah, Prince dan Channa sontak menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Eh, Mutia." ujar Channa.


"Pak, Chandara nya ada?" tanya gadis muda yang bernama Mutia itu.


"Ada di dalam. Masuk saja." sahut Channa.


"Iya, Pak." Mutia sempat melirik Prince kemudian berjalan melewati mereka. "Permisi."


"Aku akan mencari mobil yang bisa kita pakai untuk pergi ke kota." ucap Channa, melanjutkan obrolan mereka yang sempat terputus karena kedatangan Mutia.


"Sebenarnya mobilku ada di balik hutan itu, di dekat pabrik kayu lama. Tapi kuncinya hilang entah kemana? Aku rasa terjatuh saat aku berkelahi."


"Besok kita akan coba kesana, kita akan mencari kunci mobilmu. Mudah-mudahan orang jahat itu belum menemukannya." ujar Channa.


"Ke sana? Berarti harus melewati hutan?" tanya Prince.


"Sebenarnya ada jalan lain, tapi kita harus memutar dan sangat jauh. Jadi terpaksa harus melewati hutan agar cepat sampai." jawab Channa.


Prince bergidik ngeri. "Hem, tapi apa tidak berbahaya jalan ke hutan. Maksudku apa tidak ada hewan buas di sana?"


"Saat kau tersesat di hutan, apa kau bertemu dengan harimau atau babi hutan?"


Prince menggelengkan kepalanya. "Tidak."


"Selama aku berburu, aku juga belum pernah aku bertemu dengan hewan buas. Paling juga ada rusa, kera dan hewan-hewan kecil." balas Channa.


"Tapi rumor yang beredar, ada hewan buas di dalam hutan itu."


"Hahaha, itu hanya akal-akalan orang tua saja agar anak-anak mereka tidak main ke hutan. Dan sayangnya berita itu menyebar kemana-mana." Channa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Oh. Aku kirain. Baiklah, besok kita ke sana."


***


__ADS_2