Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 35


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Queen sudah tiba di Kingdom sebelum Jovan dan karyawan lain datang. Dia berniat mencaritahu kelakuan busuk mantan kekasihnya itu.


Queen membongkar berkas-berkas di ruang kerja Jovan, setelah hampir satu jam, akhirnya dia menemukan copy dari proposal yang diserahkan Jovan kepada Tuan Luis, Queen benar-benar geram saat mengetahui isinya.


Disaat bersamaan Jovan pun masih ke dalam ruangannya dan terkejut melihat Queen ada disana dengan wajah penuh kemarahan.


"Harga yang tertera disini tidak sama dengan yang kita sepakati. Kau mengubahnya! Kau sengaja melakukan ini agar Emperor menang kan?" Tuduh Queen sambil melempar berkas yang ada ditangannya.


Jovan tahu pasti apa yang sedang dibahas oleh Queen, kali ini dia tidak mengelak dan mengakuinya.


"Iya, aku memang sengaja melakukannya, bukan agar Emperor menang saja, tapi juga untuk menghancurkan reputasimu di Kingdom karena kau sudah berani megusikku." Jawab Jovan santai.


"Berengsek kau! Aku akan melaporkan hal ini ke Papa agar kau segera ditendang dari Kingdom."


"Lakukanlah! Karena jika aku angkat kaki dari sini, maka semua orang akan tahu bahwa pewaris Kingdom memiliki hubungan dengan pegawai emas Emperor." Jovan berbicara dengan nada mengancam.


"Bicara apa kau ini?" Queen menautkan alisnya.


Jovan merogoh ponselnya di saku celana, lalu membuka rekaman video Queen dan Prince saat di parkiran Kingdom yang dia rekam diam-diam waktu itu. Tampak adegan dimana Prince mencium paksa Queen lalu wanita itu menamparnya.


Queen terkejut bukan main, dia tak menyangka Jovan akan memiliki rekaman itu.


"Dari mana kau mendapatkan rekaman itu?" Sinis Queen.


"Kau tidak perlu tahu. Yang pasti seluruh dunia akan melihat rekaman ini jika kau berani membuatku angkat kaki dari Kingdom." Ancam Jovan.


"Kau benar-benar bajingan! Aku menyesal membantumu masuk ke Kingdom."


"Hahaha ..." Jovan tertawa sumbang. "Penyesalan mu sudah terlambat, Sayang. Sekarang aku yang memegang kendali, kau harus menuruti perintahku. Kalau tidak ingin rahasiamu ini tersebar." Jovan menyeringai lebar.


"Apa maumu?"


"Simpel saja. Aku ingin kau jangan mengusikku dan ..." Jovan menjeda ucapannya sambil mengelus pipi mulus Queen. "Jadilah kekasihku lagi." Pinta Jovan tak tahu malu.


Queen sontak menepis dengan kasar tangan Jovan dan menatapnya dengan penuh kebencian, lelaki tak tahu diri itu hanya menyeringai licik.


"Aku rasa kau cukup tahu jawabanku, jadi jangan melewati batas!"


"Sepertinya ini akan menguntungkan kita berdua, posisiku aman dan rahasiamu juga aman. Bukan begitu? Jadi pikirkanlah tawaranku!" Ucap Jovan.


"Dasar bajingan!" Umpat Queen dan segera berlalu dari ruangan Jovan.

__ADS_1


"Hahaha ... dasar wanita bodoh! Dia pikir bisa melawanku! Aku akan membuatmu bertekuk lutut memohon kepadaku."


***


Mitha baru saja selesai mengurus pembayaran atas kerjasamanya dengan pihak Emperor dalam menyediakan camilan di acara anniversary kemarin, gadis itu berjalan menuju pintu keluar gedung Emperor dan tiba-tiba Rafael memanggilnya.


"Mitha!!!" Teriak Rafael sembari berjalan menghampiri Mitha.


Mendengar namanya dipanggil, Mitha sontak berbalik dan memandang malas Rafael. "Ada apa lagi?"


"Mit, bagaiamana? Apa kau berubah pikiran dan mau membantuku?" Tanya Rafael.


"Tidak akan sebelum kau memberitahukan siapa orangnya yang men ..." Kata-kata Mitha terhenti karena Rafael membekap mulutnya.


"Ssstt ... jangan bicarakan itu disini!"


Mitha segera menarik tangan Rafael dari mulutnya dan saat bersamaan Elsa yang baru datang ke Emperor melihat mereka berdua. Wanita tidak tahu malu itu langsung melabrak Mitha.


"Hee ... kau sengaja ya datang kesini untuk merayu dan merebut kekasihku?" Tuduh Elsa.


Melihat kemarahan Elsa, Mitha mendadak mendapatkan ide jahil. Dia sengaja bergelayut manja di tangan Rafael dan sok mesra. Rafael sedikit terkejut dengan aksi Mitha itu, tapi dia tidak menolaknya.


"Kalau kau sudah menyetujui kesepakatan kita itu dan membutuhkan bantuan ku, datanglah seperti tadi malam, aku akan menunggumu." Ucap Mitha sok mesra sambil melirik Elsa yang semakin geram.


"Kenapa juga aku harus memberitahu mu! Ini rahasia kami berdua." Jawab Mitha.


"Dasar perempuan murahan! Perebut kekasih orang!" Elsa berteriak heboh, membuat mereka menjadi perhatian semua karyawan.


"Sudah, jangan berkelahi!" Bentak Rafael. Tapi kedua wanita itu tak menggubrisnya.


"Hey, jangan samakan aku dengan dirimu yang kotor itu! Seharusnya kau bercermin, bukankah kau yang merebut Jovan dari temanmu sendiri? Kau masih ingatkan apa yang kau lakukan sebulan yang lalu?"


Rafael benar-benar tercengang mendengar ucapan Mitha. Begitu juga dengan Elsa, dia ketakutan dan segera menyerang Mitha, tapi Rafael mencegahnya dan melindungi gadis tomboi itu.


"Jaga sikapmu di kantorku!" Rafael membentak Elsa. Wanita itu benar-benar terkejut karena untuk pertama kalinya sang kekasih membentaknya.


"Kau menyukainya kan? Makanya kau melindungi dia dan mendatanginya, iya kan?"


"Woi, kau terlalu banyak menonton drama! Kalau kau takut kekasihmu berpaling, rantai saja dia!" Ejek Mitha dari belakang Rafael. Elsa semakin kesal mendengar ledekan Mitha itu.


"Diam kau!" Bentak Elsa histeris.

__ADS_1


"Elsa! Sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan membuat keributan!" Usir Rafael. Elsa tak percaya Rafael mengusirnya.


"Kau mengusirku?"


"Terserah apa tanggapan mu. Aku mau bekerja, jadi pergilah."


"Kau keterlaluan!" Elsa bergegas pergi meninggalkan gedung Emperor.


Mitha tersenyum penuh kemenangan melihat kepergian Elsa, tapi saat Rafael berbalik dan memandangnya, seketika senyum dibibir Mitha memudar.


"Kau ikut aku!" Rafael menarik lengan Mitha dan menyeret gadis itu.


"Hey, lepaskan! Kau mau bawa aku kemana?" Mitha berusaha memberontak, tapi Rafael tak melepaskannya.


***


Queen yang kesal dengan kelakuan Jovan, memutuskan meninggalkan Kingdom dan berniat menemui sahabatnya .... Mitha. Karena kepada Mitha lah dia bisa mencurahkan semua isi hati dan permasalahan hidupnya, karena hanya Mitha yang paling mengerti dirinya dan segala keinginannnya. Bahkan melebihi orangtuanya sendiri.


Disaat perjalanan menuju cafe milik Mitha, tiba-tiba Kaisar meneleponnya. Queen hendak menjawab telepon masuk dari Kaisar itu, tapi ponselnya malah terjatuh. Queen berusaha memungut ponselnya dan membuatnya tidak fokus berkendara, sehingga mobilnya oleng lalu menabrak sebuah truk yang sedang berhenti mendadak.


Braaaakk ...


Kecelakaan pun tak dapat dielakkan, akibat kecelakaan itu kepala Queen jadi terbentur setir mobil dan berdarah. Orang-orang sontak berdatangan mengerubungi mobil Queen dan berusaha membantu wanita itu, untungnya Queen masih sadar walaupun kepalanya sangat pusing.


Ponsel Queen kembali berdering, ternyata Kaisar meneleponnya lagi. Queen segera menjawab telepon itu.


"Hallo, ada apa kau meneleponku? Gara-gara kau, aku jadi kecelakaan." Queen mengomel. Kaisar panik setengah mati mendengar kabar buruk itu, mendadak hatinya menjadi cemas.


"Apa!! Ya ampun, maafkan aku! Jadi bagaimana keadaanmu sekarang? Kau baik-baik saja?" Kaisar.


"Kepalaku terluka dan pusing sekali." Jawab Queen.


"Sekarang katakan dimana posisimu?" Kaisar.


"Di jalan Merpati."


"Aku akan kesana." Kaisar.


"Tidak usah! Aku akan ke rumah sakit Restu Ibu, jadi kau kesana saja." Pinta Queen, dia memang membutuhkan seseorang, paling tidak untuk mengantarnya pulang nanti, karena mobilnya rusak.


"Baiklah. Tunggu aku!" Kaisar.

__ADS_1


Setelah pembicaraannya dengan Kaisar berakhir, Queen pun segera menghubungi Mitha untuk memberitahukan apa yang terjadi kepadanya.


***


__ADS_2