
Malam ini, keluarga Ravindra menyambut kedatangan Frans, Rossana, Laura dan juga Kaisar.
"Selamat datang di rumah kami." Sapa Kenedy ramah.
"Terimakasih."
Semua mata tertuju kepada Queen yang berdandan sangat cantik malam ini, Kaisar terpesona melihat kecantikan wanita itu.
"Wah ... sudah lama tidak bertemu. Queen semakin cantik dan dewasa ya." Puji Rossana yang tak lain adalah Ibunya Kaisar.
"Terimakasih, Tante." Queen tersipu-sipu malu.
Kedua keluarga yang sudah berteman sejak lama itu pun saling puji dan berbasa-basi. Sementara Kaisar hanya diam dan terus memandangi Queen dengan tatapan yang tidak terbaca.
"Kalau begitu, mari kita makan malam dulu. Istriku sudah masak banyak hari ini." Ajak Kenedy.
"Kami merepotkan ya?" Ujar Frans.
"Tidak sama sekali kok." Balas Sandra.
Mereka semua pun duduk di kursi masing-masing dan mulai menikmati makan malam sembari mengobrol.
"Jadi Queen sudah lulus kuliah?" Tanya Frans.
"Sudah, Om." Jawab Queen singkat. Dia sedikit canggung karena Kaisar terus memandanginya.
"Pasti banyak lelaki yang mendekatimu, habis kau cantik sekali seperti Mamamu." Puji Rossana.
"Ah ... kau bisa saja, Ros." Sela Sandra malu.
"Apa kau pernah pacaran?" Kali ini Laura yang bertanya. Wanita tua ini adalah Oma nya Kaisar.
Queen sontak terdiam mendengar pertanyaan itu, dia bingung harus menjawab apa. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk berbohong.
"Be ... belum pernah, Oma." Jawab Queen gugup.
Mendengar jawaban Queen itu, Kaisar bereaksi. Lelaki tampan itu tersenyum mengejek. Dan Queen menyadari itu.
"Bagus sekali. Tidak seperti Kai, dia pernah menangis saat diputusin oleh kekasihnya dan dia bilang kapok pacaran. Tapi nyatanya, seminggu kemudian dia sudah punya pacar baru." Laura membeberkan aib cucunya itu.
"Oma! Jangan mengungkit kejadian itu lagi! Itu kan sudah lama sekali berlalu." Protes Kaisar.
"Iya sih, waktu itu dia masih SMP. Masih ABG labil." Lanjut Oma dan disambut gelak tawa semua orang, kecuali Kaisar dan Queen yang terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
"Sudah Ibu, jangan buat pipi cucumu merah seperti tomat." Frans ikut-ikutan meledek Kaisar.
"Aku memang melarang Queen pacaran, karena menurut ku itu tidak baik. Dan syukurnya dia menurut." Ucap Kenedy bangga.
Mendengar kata-kata sang Papa, Queen semakin merasa tak enak hati. Dan Kaisar lagi-lagi tersenyum mengejek seolah-olah tahu semua itu bohong.
"Bagus sekali. Queen gadis yang penurut." Sela Rossana.
"Kalau begitu, kapan kita gelar acara pertunangan mereka?" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Frans.
Queen yang mendengarnya nyaris tersedak.
"Hmmm ... bagaimana kalau bulan depan?" Laura memberi saran.
"Apaaa ...?" Pekik Queen kaget.
"Sayang, ada apa?" Sandra bertanya. Semua orang terkejut mendengar Queen memekik.
"Hmmm ... apa tidak kecepatan?" Protes Queen gugup.
"Sepertinya tidak. Lebih cepat lebih baik." Sahut Frans.
"Iya, kau benar. Kita akan adakan pertunangan mereka bulan depan." Kenedy membenarkan ucapan temannya itu.
Sementara Kaisar tak merespon sama sekali, dia terus memandangi Queen dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
***
Setelah makan malam, Kaisar mengajak Queen mengobrol berdua di taman belakang. Ini pertemuan mereka yang kesekian kalinya, tapi Queen sama sekali tidak tertarik dengan lelaki itu.
Queen dan Kaisar duduk berdampingan dan memandang lurus ke depan, sejenak suasana hening tanpa ada pembicaraan.
"Kenapa kau tidak menolak perjodohan ini?" Tiba-tiba suara berat Kaisar memecah kesunyian.
"Haaa ...?" Queen yang kaget dengan pertanyaan Kaisar sontak menoleh ke arah lelaki itu. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Queen.
"Karena aku tahu, kau tidak menginginkan perjodohan ini, sama sepertiku." Jawab Kaisar.
"Kau sendiri, kenapa tidak menolak jika tidak menginginkannya?" Queen balik bertanya.
"Jawab dulu pertanyaan ku, baru aku akan jawab pertanyaan mu."
"Karena aku tidak bisa menolak, Papaku memaksaku untuk menerima perjodohan ini jika aku masih ingin dianggap anak." Jawab Queen.
__ADS_1
"Sama!" Sela Kaisar.
"Jadi kau juga diancam seperti itu?"
"Iya. Awalnya aku menerima perjodohan ini karena terpaksa. Tapi setelah aku pikir-pikir, perjodohan ini tidak buruk. Dan sepertinya aku mulai tertarik denganmu." Sahut Kaisar, membaut Queen tercengang.
"Haaa ..."
"Kenapa? Bukankah kau sudah putus dari kekasihmu yang berengsek itu? Jadi diantara kita sudah tidak ada penghalang lagi kan?"
Queen benar-benar terkejut mendengar pertanyaan Kaisar itu, Queen bingung darimana dia tahu semua itu?
"Bagaimana kau bisa tahu?" Queen memandang Kaisar dengan tatapan menyelidik.
"Menurutmu siapa orang yang memberi informasi tentang hotel yang disewa kekasihmu itu?"
"Kau ...?" Mata Queen melotot dengan mulut yang ternganga.
"Tepat sekali. Aku mengirim orang untuk mencari tahu tentang mu dan tentang kekasihmu itu. Dan ternyata dia berengsek!" Jawab Kaisar santai.
Mendadak jantung Queen berdetak tak karuan. Kaisar mencaritahu tentang nya, apa lelaki ini juga tahu apa yang terjadi antara dirinya dengan Prince?
"Kenapa kau lakukan ini?" Queen gugup.
"Agar kau tahu kelakuan orang kau cintai itu. Sebagai calon suamimu, aku merasa prihatin karena kau dikhianati. Apa kau mau aku membuatnya angkat kaki dari Kingdom?" Kaisar menaikkan sebelah alisnya.
Queen merasa sedikit lega, karena dari ucapannya, sepertinya Kaisar tidak tahu apa yang terjadi malam itu.
"Tidak perlu. Aku bisa melakukannya sendiri, jadi jangan ikut campur!" Bentak Queen untuk mengalihkan kegugupannya.
"Hahaha ... aku semakin tertarik dengan mu." Kaisar mencubit gemas hidung Queen.
"Iiiihhh ... jangan menyentuh ku!" Queen kembali memelototi Kaisar.
"Nanti setelah menikah, aku juga akan bebas menyentuh seluruh tubuhmu. Jadi apa salahnya aku hanya mencubit hidungmu?" Kaisar menggoda Queen.
Queen kembali teringat dengan Prince dan kejadian malam itu, dia ingin sekali mengatakan semua itu kepada Kaisar, agar lelaki itu menolak perjodohan ini, tapi lidahnya terasa kelu.
"Ada apa? Kenapa wajahmu tegang begitu?" Kaisar memandang lekat wajah Queen.
"Hmmm ... tidak apa-apa. Aku masuk dulu." Queen beranjak dan segera melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan Kaisar yang masih memandangi nya.
***
__ADS_1