Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Cuplikan Season 2.


__ADS_3

💜. Cuplikan 9.


Rombongan keluarga mempelai pria sudah tiba, semua menyambut dengan antusias.


Ratu berjalan dengan anggun dalam balutan kebaya putih yang sangat indah, Kaisar sampai terpana melihat kecantikannya, pangling dan sangat menawan. Dengan perlahan Ratu duduk di samping Kaisar.


Tanpa membuang waktu, acara akad nikah pun dilaksanakan. Dengan satu tarikan napas, Kaisar mengucapkan ijab qobul. Rossana dan Laura bahkan tak bisa menahan tangis karena terharu.


Kini Ratu dan Kaisar sudah duduk berhadapan, dengan perlahan Ratu meraih tangan Kaisar lalu menciumnya dengan hormat. Begitu pun dengan Kaisar, dia mengecup lembut dahi Ratu. Tentu saja semua itu mereka lakukan atas instruksi dari Laura dan Rossana, kalau tidak, jangan harap hal semanis itu akan terjadi.


“Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami-istri, harus saling mengasihi, saling menjaga dan saling melindungi. Harus kompak membina rumah tangga yang harmonis,” ucap Laura saat Kaisar dan Ratu sungkeman.


“Iya, Oma,” jawab Ratu dan Kaisar bersamaan.


“Kai, Om titip Ratu. Tolong jaga dia baik-baik, bimbing dia kalau dia salah. Om percayakan putri kesayangan Om ini padamu,” ujar Erwin saat Kaisar mencium tangannya.


“Iya, Om.”


Begitu juga dengan Frans, Rossana dan semua orang juga memberikan selamat sekaligus wejangan untuk kedua mempelai.


“Akhirnya kau menikah juga. Buatlah anak agar aku yakin kau tidak mandul,” seloroh Prince sambil mengerling kan matanya.


Kaisar mendesis sambil memelototi Prince, “Kau tidak ada pesan lain, apa? Membuat aku semakin stres saja.”

__ADS_1


“Kau pikir, kau saja yang stres? Aku rasa Ratu jauh lebih stres. Coba bayangkan, alih-alih menikah dengan lelaki baik, dia justru harus mengorbankan kebahagiaannya demi menikah dengan lelaki seperti dirimu.”


“Memangnya aku lelaki seperti apa?” sungut Kaisar tak terima, “banteng betina itu tidak mungkin stres.”


“Bagaimana kau tahu?” Prince menautkan kedua alisnya.


“Tentu saja aku tahu, dia pasti senang karena setiap hari bisa menyiksaku. Dan setiap hari juga kesialan pasti akan menimpaku. Malangnya nasibku,” kata Kaisar dramatis.


“Dasar pria penuh drama,” cibir Prince sambil berlalu pergi.


Setelah semua tamu mulai pulang dan bersiap untuk resepsi nanti malam, Ratu kembali ke kamarnya untuk melepaskan semua pernak pernik yang melekat di kepalanya dan berganti pakaian, sebab kebaya yang menyesakkan itu sungguh membuat Ratu tidak nyaman.


Namun di saat bersamaan, Kaisar membuka pintu dan menyelonong masuk ke kamar. Ratu sontak meraih sebuah kain dan menutupi tubuh bagian atasnya yang terekspos cuma-cuma.


“Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa tidak ketuk pintu dulu?” Ratu menyalak sambil memegangi kain yang menutupi tubuhnya.


Ratu beralih memandang MUA itu, “Bisa tolong tinggalkan kami sebentar?”


“Tentu, Mbak. Mungkin si Masnya sudah tidak sabar,” celetuk si MUA sambil mengulum senyum.


Ratu hanya menyengir tanpa berniat membalas ucapan ambigu si MUA.


“Mau bicara apa? Cepat katakan!” desak Ratu saat si MUA sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1


“Aku ingin kita buat perjanjian setelah nikah,” jawab Kaisar.


“Seperti di novel-novel pernikahan kontrak saja,” cibir Ratu.


Kaisar tak membalas, dia berjalan mendekati Ratu dan menatap dalam-dalam manik cokelat wanita itu, membuat Ratu sedikit gugup dan risi.


“Ka-kau mau apa?” tanya Ratu gugup.


“Aku tidak ingin kau mencampuri urusanku, apa pun itu. Dan kalau kau melanggarnya, kau akan tahu akibatnya.”


“Oke, siapa takut? Kau juga jangan mencampuri urusanku! Dan jangan coba-coba ‘menyentuhku’ atau kau juga akan tahu akibatnya,” ancam Ratu.


Kaisar terkekeh seraya bergumam pelan. “Aku tidak janji.”


Ratu terperangah dengan mata melotot.


“Rugi sekali Papaku sudah mengeluarkan uang satu miliar, tapi aku tidak bisa menikmatinya,” Kaisar memandang tubuh Ratu dengan tatapan mesum.


Ratu sontak mendorong Kaisar, “Dasar mesum! Keluar sana! Aku tidak sudi kau sentuh!”


Kaisar tertawa terbahak-bahak.


“Baiklah, setelah masalah ini selesai dan Martin berhenti memantau hidupku, kita akhiri semuanya dan kau bisa pergi. Aku akan menganggap kau telah menyelamatkan ku,” pungkas Kaisar lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Ratu tertegun, entah mengapa dia merasa seperti sampah yang setelah tidak berguna lagi kemudian dibuang begitu saja. Sakit rasanya.


***


__ADS_2