Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 76.


__ADS_3

Sandra masih berusaha membujuk Queen untuk mengganti pakaiannya dan berdandan, karena sebentar lagi keluarga Kaisar akan tiba. Tapi Queen bergeming, dia hanya duduk melamun di depan meja hias, wajahnya pucat dan matanya bengkak karena sedari tadi tak berhenti menangis.


"Queen, aku mencintaimu. Bahkan sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah merasakan perasaan ini. Aku mohon beri aku kesempatan!"


"Kau boleh menghukum ku, apa pun itu. Aku akan terima, tapi aku mohon izinkan aku menebus semua kesalahanku."


"Menikahlah denganku!"


"Kita akan hadapi semua ini bersama-sama. Aku akan terima apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu bersamamu. Percayalah kepadaku!"


Semua kata-kata Prince itu kembali berputar dikepala nya, entah mengapa mendadak dia merasa ingin sekali bertemu lelaki itu dan melihat senyumannya. Mungkinkah ini yang dinamakan rindu?


Tanpa sadar, air mata Queen kembali menetes.


"Sudahlah, Sayang. Jangan seperti ini! Kaisar itu lelaki yang baik, dia pasti bisa membahagiakanmu." Sandra berusaha menenangkan hati sang putri.


"Tapi aku tidak bisa menikah dengannya, Ma."


"Kita sudah rencanakan pertunangan ini jauh-jauh hari, kenapa baru sekarang kau ingin membatalkannya? Keluarga Kaisar pasti kecewa dan kita akan malu, Sayang." Sandra mengusap pundak Queen dengan lembut.


Tiba-tiba pintu kamar Queen dibuka dari luar dan kepala Mitha menyembul dari balik pintu. "Maaf, aku telat."

__ADS_1


Sebelum ke kediaman Ravindra, Mitha harus mengurus cafenya yang terbakar terlebih dulu. Dia masih harus bolak-balik kantor polisi untuk memberikan keterangan.


"Eh, Mitha. Akhirnya kau datang juga. Tolong bujuk Queen agar segera ganti baju dan berdandan ya? Tante sudah lelah dari tadi membujuknya, tapi dia masih keras kepala." karena kehabisan akal, diam-diam Sandra menghubungi Mitha dan menceritakan semuanya lalu meminta gadis tomboi itu untuk datang.


"Iya, Tante."


"Baiklah, Tante tinggal dulu. Cepat ya!" Sandra beranjak dan keluar dari kamar Queen.


"Kau kenapa sih, Queen? Tadi Mamamu cerita, katanya kau menolak perjodohan dengan Kai. Kenapa kau berubah pikiran, haa ...?" tanya Mitha lembut.


"Aku tidak bisa menikah dengan Kai atau pria manapun." jawab Queen lirih.


"Kenapa begitu?"


"Queen, jangan memendamnya sendiri. Kalau kau punya masalah, kau bisa berbagi denganku. Kita sudah bersahabat bertahun-tahun, apa sekarang kau tidak mempercayai ku lagi?"


Queen menggeleng. "Bukan begitu, Mit. Aku hanya takut.


"Queen, tidak ada yang perlu kau takutkan. Aku akan selalu ada untukmu. Bukankah berbagi itu bisa membuat hatimu jauh lebih tenang?"


Queen menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan napas, sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bicara.

__ADS_1


"Aku hamil anak Prince."


"Astaga!" Mitha tercengang. "Kau tidak bercanda kan?" Mitha memastikan dan Queen hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa Prince tahu?" tanya Mitha.


"Iya, tahu." Queen mengangguk.


"Jadi apa yang dia katakan?"


"Dia akan bertanggungjawab dan menikahi ku. Bahkan dia sudah memperkenalkan aku kepada Ibunya." jawab Queen jujur.


"Ya Tuhan, masalahnya jadi serumit ini. Kau benar-benar terjebak karena kesalahan satu malam." Mitha mengusap wajah dengan kasar. Dia prihatin melihat sahabatnya itu, seolah masalah tak henti-hentinya datang.


"Jadi sekarang aku harus bagaimana?" tanya Queen frustasi.


Mitha tampak sedang berpikir dan detik kemudian, dia memegang pundak Queen. "Sekarang kau temui dulu keluarga Kai, karena tidak ada waktu lagi untuk menghindar. Setelah itu baru kita pikirkan rencana berikutnya."


"Tapi aku tidak bisa menerima pertunangan ini!"


"Tenanglah! Aku akan cari cara agar kau bisa bicara dengan Kai, aku yakin dia pasti mengerti. Kai itu lelaki yang baik."

__ADS_1


"Baiklah!"


***


__ADS_2