
Channa melemparkan bungkusan yang dia bawa dan spontan menghajar Kaisar.
Bugh ....
Satu pukulan telak mendarat di wajah Kaisar, hingga membuat sudut bibirnya berdarah. Frans dan semua orang terkejut dengan aksi mendadak Channa itu.
"Apa-apaan ini? Kenapa kau memukul putraku?" tanya Frans tak terima.
"Karena dia pelakunya! Dia yang memukuli Prince hingga koma seperti ini!" sahut Channa geram. Chaiyya berusaha menahannya.
Frans sontak beralih memandang Kaisar. "Apa benar kau yang melakukannya?"
Kaisar hanya tertunduk diam, sambil memegangi sudut bibirnya yang perih.
"Kaisar! Jawab!" bentak Frans.
Kaisar akhirnya mengangguk pelan. "Iya, Pa."
Bugh ....
Frans langsung melayangkan pukulan ke wajah Kaisar sehingga membuat sang putra terhuyung ke belakang.
__ADS_1
"Papa! Jangan!" teriak Rossana yang berlari melindungi Kaisar dibelakang badannya.
"Frans, apa-apaan kau ini?" sungut Laura.
"Dia melakukan kesalahan, Ma. Aku tidak pernah mengajarkan dia bersikap brutal seperti itu!"
"Tapi bukan begini caranya!" ujar Laura.
"Biar, Oma. Biar Papa melampiaskan kemarahannya, aku memang pantas mendapatkan semua ini." sahut Kaisar.
Rossana dan semua orang terkesiap mendengar ucapannya itu. Frans hanya memejamkan mata dengan kuat untuk menahan kekesalan hatinya.
"Kai ...." Rossana mendekap tubuh sang putra.
Dan detik itu juga Chaiyya mengerti siapa Kaisar sebenarnya, dia paham jika Kaisar melakukan semua ini karena cemburu.
"Sudahlah, semua sudah terjadi. Tidak perlu dipermasalahkan lagi. Bagaimanapun juga kalian itu saudara kandung, sebaiknya berdamai." ujar Chaiyya lembut.
Channa sontak memandang Chaiyya dengan tatapan bingung."Apa maksudmu?"
"Phi Channa, dia ini ... saudaranya Prince."
__ADS_1
"Dan yang itu ... ayah kandungnya Prince." Chaiyya menunjuk ke arah Frans.
"Apa?" Channa melotot tak percaya dan langsung mengalihkan pandangannya ke Frans. "Jadi kau lelaki bajingan itu?" bentak Channa yang ingin menyerang Frans, tapi Chaiyya dan Queen menahannya.
"Phi Channa, tenanglah! Jangan membuat keributan lagi!"
"Lepaskan! Biarkan aku menghajar bajingan ini!" Channa berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Chaiyya dan Queen. Tapi kedua wanita itu semakin mengeratkan genggamannya.
"Kau telah menghancurkan hidup adikku! Kau tahu bertapa menderitanya dia sementara kau hidup enak bersama keluargamu!" bentak Channa berapi-api.
"Aku minta maaf. Aku sungguh menyesali semua perbuatan ku." Frans tertunduk penuh penyesalan.
"Maaf? Apa kau pikir maaf mu bisa mengembalikan semuanya, haa ...?" hardik Channa penuh emosi.
"Phi Channa, sudahlah! Semua sudah berlalu! Aku juga sudah memaafkannya. Sekarang aku hanya ingin fokus pada kesembuhan Prince. Jadi hentikan semua ini!" sahut Chaiyya.
"Nong Saw ...." Channa memandang tak percaya pada adiknya itu.
"Phi, Channa, aku mohon!" Chaiyya memandang Channa dengan sorot mata penuh harap, dia tak ingin ada keributan lagi.
Meskipun masih diselimuti amarah, Channa pun mau tak mau menuruti permintaan adik kandungnya itu, dia berusaha menahan diri dan hanya menatap Frans dengan tajam.
__ADS_1
Chaiyya dan semua orang yang ada di tempat itu akhirnya bisa bernapas lega, karena Channa bisa meredam kemarahannya dan situasi tegang tersebut pun perlahan mulai tenang.
***