Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 90.


__ADS_3

Karena suasana sudah tenang, Kaisar pun mengantarkan Laura dan Rossana pulang. Sementara Queen sudah kembali ke ruang perawatan Kenedy untuk beristirahat dan tentu saja dia akan menceritakan semua kepada kedua orang tuanya.


Dan kini tinggallah Chaiyya, Channa dan Frans sedang duduk di kursi ruang tunggu.


"Sekali lagi aku minta maaf. Aku benar-benar bodoh karena termakan jebakan wanita itu dan tidak bisa mengendalikan hasrat ku." ucap Frans dengan kepala yang tertunduk.


"Jebakan wanita? Siapa?" tanya Chaiyya dan Channa bersamaan.


Frans menghembuskan nafas berat, ingatannya kembali ke masa 28 tahun yang lalu, masa dimana dia melakukan kekeliruan yang tak termaafkan.


**


Dua hari lagi Frans akan bertolak ke Jerman untuk melanjutkan studinya dan hari ini teman-temannya mengadakan pesta perpisahan untuknya di sebuah bar.


"Entar kalau sudah berhasil, jangan lupakan kita-kita ya, Bro." seloroh seorang teman Frans yang bernama Wira.


"Iya, biasanya orang kalau sudah sukses, lupa sama teman lamanya." sahut Ega.


Frans tak menanggapi ocehan teman-temannya itu, sedari tadi dia sibuk memperhatikan seorang gadis berkulit putih bersih dan berwajah oriental yang juga sedang berpesta dengan teman-temannya. Dia terlihat sedang mabuk berat karena dikerjain teman-temannya.


Menyadari sikap Frans, Ega pun menepuk pundaknya sehingga membuat dia kaget.

__ADS_1


"Kalau selera, hajar. Mumpung masih di sini, puas puas kan."


"Kau ngomong apa sih?" Frans sontak mengalihkan pandangannya dari gadis itu.


Tapi rupanya salah seorang teman gadis itu memperhatikan tingkah Frans, dengan pedenya dia datang menghampiri lelaki tampan itu.


"Hai, kenalin aku Mira." gadis yang bernama Mira itu mengulurkan tangannya kehadapan Frans.


"Frans." jawab Frans singkat sambil menjabat tangan Mira.


"Dari tadi aku perhatikan, kau terus memandangi temanku. Kau suka ya dengan dia?"


Frans tergagap dan salah tingkah mendengar pertanyaan Mira itu, tapi belum sempat dia membuka suara, Mira sudah lebih dulu melanjutkan ucapannya.


Frans terkejut mendengarnya, dia tak menyangka gadis yang terlihat polos itu ternyata bukan wanita baik-baik.


"Udah, Bro. Apalagi? Sikat!" ledek Wira.


Akhirnya dengan dibantu Mira, Frans berhasil membawa Chaiyya ke kamar hotel. Frans memberikan beberapa lembar uang seratusan kepada Mira, dan wanita itu pergi meninggalkan mereka dengan seringai licik.


Malam ini Frans melampiaskan hasratnya kepada Chaiyya, tapi dia sempat terkejut saat mendapati bahwa Chaiyya masih perawan. Tapi hasrat yang sudah menggebu-gebu membuat Frans tak memperdulikannya, sementara Chaiyya yang sudah mabuk berat hanya meronta-ronta sembari mendesah dan tanpa sadar kalung yang dipakai Frans terlepas karena tertarik oleh Chaiyya.

__ADS_1


**


"Dia benar-benar keterlaluan!" wajah Channa kembali mengeras karena mengetahui jika Mira dalang dari semua kejadian yang menimpa sang adik.


"Tenanglah, Phi Channa." Chaiyya mengusap pundak Channa sembari menyusut sudut matanya. Dia tak menyangka bahwa temannya itu tega menjual dirinya.


"Sebelum ke bandara, aku sempat kembali ke kamar hotel itu untuk mencari kalungnya, tapi sudah tidak ada. Karena terburu-buru dan takut ketinggalan pesawat, aku pun pergi." lanjut Frans.


"Iya, aku mengambil kalung itu lalu menyimpannya. Dan kemarin aku memberikannya kepada Queen." sahut Chaiyya.


"Dan sekarang kalung itu yang mempertemukan kita lagi." balas Frans.


"Eh, tapi tunggu!" Chaiyya tersentak saat dia mengingat sesuatu. "Darimana kau tahu kalau aku punya anak dari mu?"


Tentu dia penasaran darimana Frans tahu semua itu. Tadi dia tak sempat bertanya.


"Empat tahun kemudian aku kembali dari Jerman dan tak sengaja bertemu dengan Mira di bar itu lagi. Aku melabraknya dan mengklaim dia telah berbohong karena sebenarnya kau bukan wanita PSK, dia mengakui semua dia lakukan karena dia membencimu. Dia juga puas karena sekarang kau hamil dan dicampakkan oleh keluarga mu." jawab Frans.


"Ya, ampun!" sekali lagi Chaiyya terkejut mengetahui kejahatan Mira. "Tapi darimana dia tahu kalau aku hamil?"


"Tentu saja dari orang-orang kampung. Walaupun Mira dan keluarganya tidak lagi tinggal di kampung tapi dia masih berhubungan dengan mereka." sahut Channa kesal.

__ADS_1


Chaiyya hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar semua itu, sungguh Mira itu musuh dalam selimut.


***


__ADS_2