Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 29


__ADS_3

Kenedy mendengar keributan yang terjadi di depan Kingdom tadi dari para karyawan yang menggosipkan nya, dia segera memanggil Queen dan Jovan untuk meminta penjelasan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Prince datang lagi kesini?" Tanya Kenedy.


Queen sontak gugup, dia tak tahu harus menjelaskan apa kepada sang Papa, tapi dengan cepat Jovan menguasai keadaan, dia berlagak menjadi pahlawan lagi untuk Queen.


"Sepertinya dia masih belum terima karena Kingdom mengalahkan Emperor dalam tender kemarin. Dia berpikir jika kita menggunakan cara-cara kotor untuk menang, makanya dia datang dan kebetulan bertemu dengan kami tadi." Jawab Jovan.


"Ternyata si Prince itu mirip dengan atasannya, tidak bisa menerima kekalahan dari orang lain. Kalian harus berhati-hati." Sahut Kenedy sinis. Dia jadi semakin tidak suka dengan Prince dan juga Steven.


"Hmmm ... tapi, Pa ...." Queen ingin mengatakan jika Prince mengklaim ada yang mencuri informasi dari Emperor, tapi Jovan menyela dengan cepat sebelum Queen sempat bicara.


"Nona Queen, maafkan saya karena tadi saya sudah bersikap tidak sopan kepada Anda. Saya terpaksa melakukan itu untuk melindungi Anda." Jovan berbicara dengan sok manis. Queen yang kesal hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Sudahlah, tidak apa-apa, Jo. Kau dan Queen itu berteman dengan baik, jadi tidak masalah. Terimakasih karena sudah melindungi putriku." Ujar Kenedy senang.


"Iya, sama-sama, Pak." Balas Jovan.

__ADS_1


***


Keesokan harinya ...


Braaaakk ...


Kenedy menggebrak meja untuk melampiaskan kekesalan hatinya, bagaimana tidak? Untuk ke sekian kalinya perusahaan yang dia pimpin kalah tender dari perusahaan musuh bebuyutannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Aku sangat yakin jika kali ini kita pasti menang, tapi apa ini?" Kenedy berbicara dengan nada yang tinggi di ruangannya. Queen dan Jovan hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing.


"Queen, ini proyek pertamamu kan? Apa kau sudah benar-benar teliti dalam menentukan penawaran kepada Tuan Luis?" Tanya Kenedy kepada putrinya itu.


"Benar begitu, Jo?" Kenedy beralih ke Jovan.


"Benar, Pak!" Jovan mengangguk kan kepala.


"Aku yakin Emperor pasti lagi-lagi menggunakan cara yang kotor untuk menang." Geram Kenedy.

__ADS_1


"Kita tidak bisa berprasangka buruk dulu, Pak. Ini kan pertama kalinya Nona Queen menangani proyek tender, mungkin dia masih butuh banyak belajar. Seharusnya saya yang lebih memperhatikannya." Sela Jovan sok baik. Queen sontak memandang sinis ke arahnya, dia semakin curiga jika semua ini ada campur tangan Jovan, tapi lelaki licik itu cuek saja.


"Hmmm ... iya, kau benar juga, Jo. Seharusnya aku tidak memberikan proyek ini kepada Queen." Sahut Kenedy penuh sesal. Queen benar-benar kesal mendengarnya. Tapi dia tak ada alasan untuk membela diri.


"Saya minta maaf, Pak. Karena saya yang mengusulkan agar Nona Queen yang menangani proyek ini." Jovan pura-pura menyesal padahal dalam hatinya dia puas sekali karena berhasil membuat Kenedy menyesali keputusannya membawa Queen bergabung ke Kingdom.


"Sudahlah, kedepannya aku ingin kalian semua lebih teliti dan koorperatif, terutama kamu, Queen!" Pinta Kenedy tegas.


"Iya, Pa." Jawab Queen dengan wajah yang cemberut. Sementara Jovan tersenyum samar.


Sementara itu di Emperor, suasana berbanding terbalik. Steven tertawa girang, dia benar-benar merasa puas dengan kerja Prince, lagi-lagi perusahaannya menang dari saingannya.


Dia memanggil Prince dan Rafael ke ruangannya, dan memuji-muji Prince di hadapan Rafael.


"Kerja bagus, Prince. Kau memang bisa diandalkan, hebat! Aku yakin sekarang Kenedy pasti terserang stroke gara-gara kalah dariku. Hahahaha ..."


"Terimakasih, Pak." Jawab Prince dengan wajah datar. Seharusnya dia bahagia, tapi dia sama sekali tak merasa begitu.

__ADS_1


Sedangkan Rafael hanya melirik Prince dengan penuh kemarahan, dia iri karena Prince selalu lebih unggul darinya. Jika Prince tidak ada, pasti dia yang akan mendapatkan pujian itu.


***


__ADS_2