Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 37


__ADS_3

Rafael tidak bisa fokus bekerja, dia masih galau memikirkan kata-kata Mitha tadi tentang Elsa. Akhirnya dia memutuskan untuk ke rumah Elsa dan bertanya langsung kepada kekasihnya itu. Tapi baru saja mobil Rafael mendekati rumah Elsa, terlihat kekasihnya itu bergegas naik taksi dan pergi. Rafael pun membuntutinya tanpa sepengetahuan Elsa.


Beberapa saat kemudian, Elsa tiba di sebuah restoran, wanita itu segera turun dan masuk ke dalam restoran. Rafael masih mengikutinya sampai ke dalam dan duduk sedikit jauh dari Elsa sambil menutupi wajahnya dengan daftar menu.


Tiba-tiba seorang lelaki masuk ke dalam restoran tersebut dan segera duduk di samping Elsa, Rafael yang mengintip dari balik daftar menu sangat terkejut saat melihat lelaki yang bersama Elsa adalah Jovan.


"Sudah ku duga. Kau pengkhianat!" Gumam Rafael geram geram.


Elsa bergelayut manja di lengan Jovan, dia tak menyadari jika Rafael sedang menguntitnya.


"Aku benar-benar kesal dengan Queen, dia mengetahui jika aku merubah harga penawaran proyek Tuan Luis." Ucap Jovan kesal.


"Dari mana dia tahu?" Tanya Elsa.


"Entahlah. Aku yakin ada yang membantunya mendapatkan informasi harga dari Emperor. Tapi siapa orangnya?"


"Apa mungkin Prince? Jangan-jangan sebenarnya mereka bersekongkol tapi hanya pura-pura bermusuhan di depan semua orang." Elsa menerka-nerka.


"Aku rasa tidak mungkin. Aku yakin mereka memang bermasalah dan saling benci." Sahut Jovan.


"Kalau begitu tenanglah, Sayang. Kita akan cari tahu dan setelah itu kita akan menyusun rencana lagi." Balas Elsa sembari memeluk mesra Jovan, mengabaikan pelanggan restoran lain yang melirik mereka dengan tatapan risih.


Mendadak darah Rafael mendidih saat melihat adegan itu, dia sontak beranjak dan melangkah mendekati Elsa.

__ADS_1


"Ternyata disini kau, pengkhianat!" Sungut Rafael dengan sorot mata yang tajam. Elsa terkejut setengah mati melihat kehadiran Rafael, sementara Jovan terlihat bingung melihat CEO Emperor itu ada disini.


"Ra-Rafael ...? Kenapa kau bisa ada disini?" Elsa mendadak gugup.


"Ada apa ini, Sayang?" Tanya Jovan.


"A-aku ..."Elsa tak sempat berkata-kata karena Rafael menyela.


"Ternyata selama ini kau membohongiku! Kau bilang dia hanya temanmu, ternyata dia juga kekasihmu. Aku tak tahu sudah berapa lama kau membohongiku, tapi yang aku tahu kau wanita menjijikkan, kau murahan. Dasar pelacur!" Rafael memaki-maki Elsa.


"Hey, jaga ucapanmu! Jangan menghina Elsa seperti itu!" Jovan mencengkeram kerah kemeja Rafael.


"Kenapa? Kau tidak senang? Atau kau sekongkol dengan wanita ja lang ini untuk membohongiku dan mengambil keuntungan dari ku?" Tuduh Rafael.


Buuughh ...


"Bajingan kau!" Rafael tak tinggal diam, dia pun membalas Jovan dengan menendang perutnya, Jovan sampai terduduk di kursi.


Melihat kejadian itu, Elsa sangat ketakutan, dia berusaha melerai kedua kekasihnya itu tapi gagal, mereka malah menyorong nya dan kembali berkelahi. Para sekuriti dan karyawan restoran berusaha memisahkan mereka.


"Kau lihat saja nanti! Kau akan menyesal karena membela wanita ular ini." Ancam Rafael dan segera pergi meninggalkan restoran itu.


Sementara Jovan masih terdiam sambil meringis sakit, dia benar-benar tak rela Elsa dihina seperti tadi, walaupun sejujurnya dia masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Sayang, kau tidak apa-apa?" Elsa mencoba menyentuh tangan Jovan tapi dia menghindar dan berlalu pergi meninggalkan Elsa begitu saja.


Elsa benar-benar kesal, dia tak menyangka kejadian ini akan terjadi. Buru-buru dia menyusul Jovan keluar dari restoran.


"Sayang, tunggu dulu! Kau harus mendengarkan penjelasan ku." Elsa mengejar Jovan dan menarik lengan kekasihnya itu.


"Sejak kapan kau selingkuh dengan nya?" Tanya Jovan tanpa basa-basi.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya! Kami hanya teman, dia saja yang berlebihan menganggap aku kekasihnya. Kau harus percaya denganku." Jawab Elsa bohong. Dia tak ada pilihan lagi selain mempertahankan Jovan, karena Rafael telah meninggalkannya.


"Apa kau tidak berbohong?"


"Sungguh, aku mengatakan yang sejujurnya. Aku hanya mencintaimu seorang, kau lihat kan selama lima tahun ini, aku selalu setia bersamamu. Aku tidak mungkin mendua, aku tak ingin kehilangan dirimu." Elsa memeluk Jovan dan pura-pura terisak.


"Tapi kenapa kau tidak mau aku nikahi?"


"Kalau kau menikahi ku, rencana kita untuk mengambil keuntungan dari Kingdom akan berantakan, karena Queen pasti semakin menolak mu." Sahut Elsa.


"Tapi sekarang Queen sudah tahu tentang hubungan kita, jadi apa lagi yang menjadi masalahnya?" Balas Jovan.


"Baiklah. Aku akan pikirkan pernikahan kita." Elsa sengaja menyetujui ucapan Jovan agar lelaki itu berhenti bertanya.


Karena rasa cintanya yang terlalu besar kepada Elsa, Jovan pun mempercayai wanita licik itu. Bodoh.

__ADS_1


"Sudahlah, mari aku antar pulang." Jovan menjauhkan Elsa darinya dan menggandeng tangan kekasihnya itu. Elsa mengikuti Jovan sembari tersenyum sinis.


***


__ADS_2