Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 40


__ADS_3

Prince memutuskan untuk menemui Queen di Kingdom, dia benar-benar menyesal dan merasa bersalah karena telah menuduh Queen, terlebih telah bersikap buruk kepada wanita itu.


Sesampainya di depan gedung Kingdom, sekuriti menahannya dan melarang Prince masuk, tapi lelaki tampan itu tetap ngotot untuk menemui Queen, dia beralasan ada kepentingan untuk membahas pekerjaan. Tak mau kecolongan, sekuriti itu segera menghubungi telepon di ruangan Queen, dia berinisiatif untuk memastikan kebenaran ucapan Prince itu.


"Hallo, selamat siang, Nona Queen. Saya ...." ucapannya menggantung karena Prince dengan cepat merebut teleponnya.


"Aku ingin bicara denganmu, kau yang keluar atau aku yang masuk ke dalam?" tanya Prince dengan nada mengancam.


"Tunggu disana?" Queen segera menutup teleponnya setelah dia mengetahui suara siapa yang baru saja berbicara dengannya.


Tak sampai sepuluh menit, Queen pun muncul dari dalam gedung Kingdom dengan tergesa-gesa dan wajah yang masam. Dia segera berjalan mendekati Prince yang masih setia menunggunya di depan pintu masuk gedung Kingdom.


"Ada apa lagi kau mencari ku?" Tanya Queen sinis.


"Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu?" Jawab Prince dengan nada yang lembut.


"Apa?" Queen melipat kedua tangannya di depan dada.


"Bisakah kita bicara ditempat yang lebih nyaman." Ujar Prince sembari melirik dua orang sekuriti yang berdiri di dekat mereka. Dia merasa tak enak jika kedua orang sekuriti itu mendengar apa yang ingin dia katakan.


"Bicarakan disini saja! Aku tidak punya banyak waktu."


Prince terdiam dengan tatapan memohon, dia benar-benar tak bisa mengatakan apa yang dia niatkan dengan situasi seperti ini.


"Kenapa kau diam?"


"Queen ..." Prince mendesah lemah," Aku ingin kita bicara ditempat yang lebih nyaman. Bagaimana kalau di cafe depan Kingdom? Aku janji hanya sebentar saja."


Queen menghela nafas, dia menatap wajah memelas Prince dengan penuh tanya.

__ADS_1


Apa mau lelaki ini?


"Baiklah. Kita ke kantin Kingdom saja." Queen melangkah menuju kantin Kingdom melalui lorong disamping gedung, karena dia tahu, di jam kerja begini, kantin masih lengang dan kosong. Sepertinya cukup nyaman untuk bicara disana.


Prince pun mengikuti langkah Queen dengan jantung berdetak kencang.


***


Queen dan Prince sudah duduk berhadapan di salah satu meja disudut kantin, untuk beberapa detik mereka hanya diam dan beberapa kali saling menghembuskan nafas pelan. Sampai suara Queen akhirnya memecah keheningan.


"Kita sudah disini. Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Hmmm ... a-aku minta maaf karena sudah menuduhmu yang mencuri informasi Emperor dan bersikap serta berkata yang buruk kepadamu. Aku sudah tahu yang sebenarnya." ungkap Prince gugup sembari tertunduk malu.


"Baguslah kalau kau sudah tahu. Jadi mulai detik ini jangan menggangguku lagi, aku tidak ingin bertemu dengan mu. Apa yang sudah terjadi antara kita, lupakan saja! Anggap tidak pernah terjadi." balas Queen.


Wajah tertunduk Prince sontak terangkat dan memandang lekat mata indah milik Queen.


"Aku tidak perlu pernyataan maafmu! Aku cuma minta kau jangan menggangguku lagi. Sudah jelas bukan? Jadi kau boleh pergi sekarang!"


"Tapi Queen? Aku pikir setelah aku minta maaf, kita bisa berteman." Prince menatap Queen penuh harap.


"Haaa ...? Berteman kau bilang? Melihatmu saja aku tidak mau. Sudahlah, awalnya kita tidak saling kenal, dan anggap sekarang pun kita tidak pernah kenal." ucap Queen sombong.


"Tapi, Queen ...?" Prince memekik tak terima. Jelas bukan ini yang dia inginkan.


"Sepertinya kau sudah selesai bicara. Silahkan pergi dari sini dan jangan datang lagi." Queen beranjak dari duduknya dan bermaksud berlalu dari hadapan Prince, tapi lelaki rupawan itu menahan langkahnya.


"Tapi bagaimana jika aku tidak bisa menjauhi mu?"

__ADS_1


Queen berbalik dan sontak tertawa mendengar kata-kata Prince itu, "Hahaha ... ada rencana apa lagi kau? Aku pikir setelah kesalahpahaman ini berakhir, kau juga akan berhenti mengusik ku. Benar begitu kan, Tuan Prince?"


"Queen ...? Aku mohon maafkan aku! Jangan membenciku!" Prince semakin memohon.


"Kenapa aku harus lakukan itu setelah menerima semua hinaan dan perlakuan kasar darimu? Kau pikir akan semudah itu aku memaafkan mu? Kau terlalu naif!"


"Queen ... aku men ..." Kata-katanya menggantung di udara karena suara berat seseorang menyerbu gendang telinganya.


"Disini kau rupanya?" Kaisar mendekati Queen dengan langkah yang lebar.


"Kai ...?" Queen pun terkejut melihat kedatangan calon tunangannya itu.


"Tadi aku mencarimu, tapi kau tidak ada. Dan kata sekuriti, kau ke kantin. Makanya aku menyusul kesini, apa aku mengganggu?" Kaisar memandangi Queen dan Prince bergantian.


"Hmmm ... tidak kok! Aku sudah selesai, ini juga sudah mau kembali ke ruangan." Jawab Queen gugup sembari melirik Prince yang menatap tajam Kaisar.


Kaisar mengalihkan pandangannya kearah Prince dan menatap lelaki itu lekat lekat.


"Dia siapa?" Tanya Kaisar dengan tatapan menyelidik.


"Oh, bukan siapa-siapa. Tadi aku tak sengaja menabraknya, jadi aku minta maaf." Jawab Queen bohong, dia kembali melirik Prince yang kini tatapan tajamnya beralih ke dirinya.


"Kalau begitu, makan siang yuk? Ada yang mau aku bicarakan." Ajak Kaisar.


Queen segera menyambut ajakan Kaisar karena ini peluang untuk dirinya pergi dari hadapan lelaki rupawan yang menyebalkan itu.


"Yuk, aku juga sudah lapar." Queen segera menggandeng tangan Kaisar dan menariknya pergi dari kantin. Sementara Prince hanya memandangi kepergian mereka dengan rahang mengeras dan perasaan cemburu, dia masih berusaha mencerna situasi memilukan ini.


"Dia lagi? Ada hubungan apa mereka?" Gumam Prince pelan sambil terus memandangi punggung Queen yang semakin menjauh.

__ADS_1


***


__ADS_2