
đź’ś. Cuplikan 11.
Kaisar sengaja mengisi waktu dengan bermain game, karena Frans melarangnya ke kantor dan dia tak tahu harus ngapain lagi di rumah?
Ratu melangkah mendekati Kaisar dan ikut memperhatikan layar televisi, ternyata lelaki itu sedang bermain balap Gran Turismo 7.
“Sepertinya seru? Aku mau ikut main, dong!” ujar Ratu yang langsung duduk di samping Kaisar.
Kaisar yang terkejut sontak beringsut dan memandang malas ke arah Ratu, “Kau ini apaan, sih? Mengganggu saja!”
“Aku juga jenuh, Kai. Jadi izinkan aku ikut, ya? Please,” rengek Ratu dengan wajah memohon.
“Memangnya kau bisa?” tanya Kaisar dengan nada sepele.
“Bisalah. Dulu aku sering main bareng Mario, dan aku selalu menang,” sahut Ratu bangga.
Kaisar mengernyit, “Siapa itu Mario?”
“Sahabat aku, tapi sekarang dia entah di mana.” Wajah Ratu mendadak berubah sedih saat teringat sahabatnya itu.
Melihat Ratu sedih, Kaisar jadi tidak enak. Dia pun mengalihkan pembicaraan.
“Kau benar-benar bisa main?” Kaisar memastikan.
Ratu sontak mengangguk dengan antusias, “Boleh, ya?”
__ADS_1
Karena Ratu begitu berminat untuk ikut main, Kaisar tiba-tiba mendapat ide buat mengerjai istrinya itu.
“Baiklah, tapi ada syaratnya.”
“Apa?”
“Kita akan jadi rival dalam tiga kali pertandingan, siapa yang kalah dia harus dihukum, seharian menuruti permintaan yang menang, apa pun itu,” ujar Kaisar dengan seringai licik.
“Oke, siapa takut!” seru Ratu penuh semangat.
Kaisar pun memberikan sebuah stik PlayStation kepada Ratu dan memulai permainan.
Keduanya bermain dengan serius dan bersemangat, sampai-sampai mengabaikan pengawal yang membawakan barang-barang mereka.
Bahkan beberapa kali terdengar umpatan dari mulut Kaisar saat dia nyaris kalah. Ternyata Ratu tidak bisa disepelekan, dia cukup mahir memainkan game seperti itu.
“Sial!” Kaisar memukul sofa dengan kesal.
“Satu kosong,” ejek Ratu.
“Jangan senang dulu! Masih ada dua kali pertandingan lagi. Aku pasti mengalahkan mu,” ucap Kaisar penuh percaya diri.
“Kita lihat saja.”
Keduanya pun memulai ronde kedua, dan kali ini dimenangkan oleh Kaisar.
__ADS_1
“Yes!” Kaisar meninju udara dengan tangan terkepal, “keberuntungan mu sudah habis, Nona. Kita akan buktikan siapa pemenang yang sebenarnya.”
Ratu mencibir, “Itu hanya kebetulan saja. Aku pasti akan mengalahkan mu.”
Ronde ketiga di mulai, di awal pertandingan, Kaisar yang memimpin tapi begitu mendekati akhir permainan situasi berbalik dan Ratu kembali menang untuk kedua kalinya.
“Hore! I’m winner!” teriak Ratu sambil berjoget-joget tak karuan di atas sofa.
Kaisar yang kesal melemparkan stik PlayStation ke meja, tapi saat melihat Ratu bergoyang dengan konyol, lelaki itu tak kuasa menahan tawa.
“Kenapa kau tertawa sendiri? Jangan-jangan kau gila karena kalah, ya?” tanya Ratu yang sudah berhenti berjoget saat sadar Kaisar tertawa terbahak-bahak.
“Kau yang gila! Joget model apa itu? Aneh sekali,” ejek Kaisar.
“Ini namanya tarian kemenangan.” Ratu beralasan dengan wajah yang merah karena malu.
“Jangan joget begitu di depan orang lain! Buat malu saja!” imbuh Kaisar lalu kembali tertawa.
“Hee, tidak usah ketawa. Sekarang jalani hukuman mu.” Ratu mengingatkan.
Kaisar sontak bergeming, dia hampir saja melupakan syarat yang dia buat tadi. Dan sialnya, dia lah yang kalah. Padahal tadi dia berniat untuk mengerjai Ratu, tapi justru dia yang kena. Senjata makan tuan.
****
Apa ya hukuman untuk Kaisar?
__ADS_1
Penasaran, kan?đź¤