Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 49


__ADS_3

Tiba-tiba dua orang lelaki muncul dari balik semak-semak itu sambil membawa senapan laras panjang, yang satu berperawakan tinggi besar dan berkepala plontos sedangkan yang satu lagi bertubuh jangkung dengan kumis yang tebal. Kedua lelaki yang terlihat seram itu menatap tajam Prince dan Queen.


Queen semakin mengeratkan pegangan nya di lengan Prince, jantungnya pun berdebar kian kencang. Begitu juga dengan Prince, lelaki rupawan itu mulai was-was. Tapi mereka tak menyadari, sesuatu sedang mengancam mereka.


"Sedang apa kalian disini?" tanya lelaki berkepala plontos itu.


"Kami dikejar orang jahat dan tersesat di hutan ini." jawab Prince jujur.


"Orang jahat?" lelaki berkepala plontos menautkan kedua alisnya.


"Aaaaawww ...." pekik Queen seraya mengangkat kaki kirinya.


Prince dan kedua orang itu sontak memandang ke arah kaki Queen dengan raut terkejut.


"Kenapa?" tanya Prince.


"Kalajengking! Cepat menyingkir dari sana!" pinta lelaki bertubuh jangkung.


Prince langsung menarik Queen menjauh dari tempat mereka berdiri dan benar saja, terdapat tiga ekor kalajengking yang sedang berkeliaran didekat mereka berdiri tadi dan salah satunya sudah menyengat kaki Queen.


"Aduh, kakiku sakit sekali." Queen merintih kesakitan.


Prince panik, dia bingung harus melakukan apa ditengah hutan begini?


"Ayo, cepat bawa dia! Dia harus mendapatkan pertolongan." ucap lelaki berkepala plontos yang juga terlihat panik.


"Ikut kami!"


"I-iya."


Tanpa pikir panjang, Prince langsung menggendong Queen ala bridal style dan bergegas mengikuti kedua lelaki itu yang sudah lebih dulu melangkah di depan mereka. Sepanjang perjalanan, Queen terus merintih kesakitan. Prince sangat cemas dan panik, dia benar-benar tak tega melihat wanita yang telah mencuri hatinya itu kesakitan begini.


"Bertahanlah." ujar Prince.


"Kakiku sakit sekali. Aduuuhh ...." rengek Queen.


Mereka berjalan dengan terburu-buru, membelah semak belukar yang menutupi jalan. Prince dan Queen tak tahu, kemana dua lelaki berperawakan seram ini akan membawa mereka?


"Maaf, kita mau kemana?" Prince memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Balik ke kampung dan mengobatinya." sahut lelaki bertubuh jangkung dan berkumis tebal itu.


Mereka semakin mempercepat langkahnya, karena kaki Queen mulai membengkak dan memerah sedangkan wanita itu tak henti-hentinya merintih kesakitan. Setelah berjalan lebih kurang tiga ratus meter, akhirnya mereka tiba disebuah perkampungan padat penduduk. Beberapa orang memandangi kedatangan mereka dengan tatapan curiga sembari berbisik satu sama lain. Anak-anak yang tadinya berlarian, kini mendadak terpaku memandangi mereka.


"Wah, Pak Channa berburunya dapat orang kota." ledek seorang wanita berambut ikal yang sedang menjemur jagung.


"Siapa mereka, Pak Channa?" tanya seorang ibu bertubuh gemuk.


"Tamu saya dari kota, Bu." jawab lelaki berkepala plontos yang dipanggil Pak Channa itu.


Mereka kembali melanjutkan langkah hingga berhenti disebuah rumah sederhana bercat putih dengan sebuah plang kayu yang bertuliskan BIDAN CHANDARA. R.


"Nong, cepat tolong ini!" teriak Channa heboh.


"Iya, tunggu sebentar." seorang wanita muda tiba-tiba datang dari belakang rumah dengan tergesa-gesa, dan memandang mereka dengan tatapan bingung. "Siapa mereka, Pa?"


"Nanti Pa jelaskan. Sekarang cepat obati wanita ini."


"Iya, Pa, iya." wanita itu mengangguk patuh. "Baringkan dia disana." dia lalu menunjukkan sebuah ranjang kayu sederhana yang teronggok di sudut ruangan.


Prince segera mendekati ranjang itu dan membaringkan tubuh lemah Queen di atas ranjang tiga kaki ber-seperai biru, sementara Queen hanya pasrah sambil terus meringis kesakitan.


"Disengat kalajengking." jawab Prince, wajah tampannya masih terlihat cemas.


Wanita itu segera melakukan penanganan untuk mengobati luka di kaki Queen yang disengat kalajengking itu.


"Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja. Sebaiknya kita tunggu diluar, biar Nong yang mengobatinya." Channa menepuk pundak Prince dan berlalu pergi.


"Baiklah."


Dengan langkah sedikit ragu, Prince meninggalkan Queen dan mengikuti Channa yang sudah lebih dulu duduk di teras.


"Rokok?" tanya Channa sembari menyodorkan bungkus rokok miliknya kepada Prince.


"Maaf, saya tidak merokok."


Channa menarik kembali tangannya dan menyimpan bungkus rokok itu di atas meja, asap putih mulai terbang disekitar mereka duduk. Tak jauh dari mereka, lelaki bertubuh jangkung dan berkumis tebal tadi sedang duduk sambil mengotak-atik senapannya.


"Kau belum sempat menjelaskan, kenapa kalian bisa dikejar orang jahat hingga akhirnya tersesat di hutan?" Channa bertanya tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Dia diculik oleh mantan karyawannya dan aku berusaha menyelamatkannya. Tapi orang itu mengejar dan ingin menghabisi kami, makanya kami lari ke hutan dan akhirnya tersesat." ucap Prince jujur.


"Motif sakit hati rupanya." sahut Channa lalu menghembuskan asap putih dari hidung dan mulutnya. "Untung kalian bertemu kami, kalau tidak, pasti kalian akan menjadi santapan harimau dan hewan buas lainnya." lanjut Channa.


Prince menelan ludah demi mendengar kata-kata Channa, dia tentu bersyukur bisa keluar dari hutan itu meskipun dia tak tahu apakah Channa adalah orang baik atau bukan.


"Kalian darimana?"


"Dari Bandung, Pak."


Channa menghembuskan nafas dan melempar puntung rokoknya ke halaman rumah, tatapannya menerawang jauh seolah ada yang dia lihat di depan sana.


"Dulu adikku juga pernah bersekolah di Bandung, tapi sejak kejadian pilu itu, kami tak pernah bertemu dengannya lagi. Entah bagaimana nasibnya sekarang."


"Hemmm, maaf. Kalau boleh tahu kejadian apa, Pak?" takut-takut Prince bertanya.


Belum sempat Channa menjawab, suara wanita yang dipanggil Nong itu lebih dulu menyambar indera pendengaran mereka. "Sudah selesai."


Pandangan Prince dan semua orang teralih ke wanita berwajah ayu dan berkulit putih bersih itu yang sudah berdiri diambang pintu.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Prince tak sabar.


"Baik. Aku sudah membersihkan dan mengobati lukanya. Aku juga sudah memberikan obat pereda nyeri. Dan yang paling penting, janin dikandungan nya juga baik-baik saja." wanita itu menjelaskan dengan senyum yang merekah.


Dan sungguh, apa yang disampaikannya benar-benar mengejutkan Prince, lelaki berhidung mancung itu tercengang dengan mata yang membulat sempurna.


"Janin?"


"Iya, istri kamu hamil. Usia kandungannya sekitar lima minggu. Jangan bilang kalau kamu belum tahu jika dia hamil?" wanita itu memandang Prince dengan tatapan selidik. Dia salah paham karena mengira Queen adalah istri Prince.


Prince semakin tercengang, dia tentu bingung dengan apa yang terjadi. Dia tak tahu ini kabar baik atau buruk? Tapi Prince segera menguasai dirinya.


"Hemmm, i-iya ... aku memang belum tahu. Makanya aku kaget." jawab Prince gugup.


"Ya, ampun. Kalau begitu selamat ya."


Prince berusaha memaksakan senyuman, meski hatinya tak karuan. " Kalau begitu aku ke dalam dulu. Permisi."


Prince segera beranjak dan masuk ke dalam untuk menemui Queen. Channa memandangi kepergian Prince dengan kening yang mengkerut.

__ADS_1


***


__ADS_2