Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 82.


__ADS_3

Saat didepan ruang ICU, Chaiyya dan Channa terkesiap melihat ada Yuda dan rekannya, termasuk polisi yang berjaga tadi.


"Selamat malam, Bapak dan Ibu."sapa Yuda tegas. "Bisa minta waktunya sebentar?"


Chaiyya dan Channa mengangguk serentak.


Yuda mengajak kedua orang itu menuju kursi ruang tunggu dan mempersilahkan mereka duduk.


"Langsung saja ya, Pak .... Bu. Saya menduga kasus ini masih ada sangkut pautnya dengan penculikan saudari Queensha, bisa jadi pelakunya masih orang yang sama. Sebab sampai sekarang kami belum berhasil menemukan keberadaan saudara Jovan." tebak Yuda.


"Iya, saya juga berpikir demikian. Mungkin tersangka tidak terima Prince menyelamatkan Queen." sahut Channa.


"Iya, itu bisa menjadi salah satu alasan pelaku melakukan pemukulan terhadap saudara Prince, tapi bisa juga ada alasan lain. Sebab si pelaku pernah dengan sengaja merekayasa seolah-olah saudara Prince pelaku penculikan saudari Queen, kemungkinan dia juga memiliki dendam pribadi dengan saudara Prince, sehingga ingin memfitnahnya. Dari awal ini jelas motifnya adalah dendam dan sakit hati." Yuda mencoba menyampaikan hasil analisanya.


"Iya, itu cukup masuk akal, Pak." sela Channa.


"Dan saya yakin pelaku tidak bekerja sendiri, pasti ada yang membantunya. Karena pelaku itu TO kami, dia tidak mungkin berani terang-terangan keluar. Pasti ada yang membantunya menculik saudara Prince, begitu juga saat mencampakkannya ke jalanan. Dia jelas tidak sendiri!" Yuda kembali menjelaskan analisanya.


"Sepertinya memang begitu, Pak." sambar Channa. Chaiyya hanya diam mendengarkan semua pernyataan polisi muda itu.


"Baiklah. Saya rasa cukup segini dulu. Tim kami akan semakin memperluas pencarian, saya yakin saudara Jovan pasti akan segera kami temukan. Dan untuk keselamatan saudara Prince, kami akan mengutus anggota kami untuk berjaga disini sampai dia sadar."


"Iya, Pak. Kami serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian." balas Chaiyya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat malam."


"Selamat malam."


Yuda pergi meninggalkan kedua orang itu. Channa pun ikut beranjak, tapi Chaiyya menahannya dengan tatapan bingung.


"Phi Channa, mau ke mana?"


"Aku mau beli minuman dan makanan, ini sudah hampir larut dan kau belum makan malam." jawab Channa.


"Aku tidak berselera."


"Jangan begitu! Kau harus makan, aku tidak ingin kau sakit. Kalau kau sakit, bagaimana kau bisa menjaga Prince?"


"Kalau begitu aku pergi dulu, kau tunggu disini!" Channa melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari sang adik.


Sungguh, tak ada seorangpun di dunia ini yang mengetahui apa rencana Tuhan.


***


Sandra masih setia menunggu Kenedy yang belum bangun dari tidurnya, lelaki itu terlelap karena pengaruh obat. Sedari tadi suasana ruang perawatan VIP itu sangat hening, tak ada pembicaraan meskipun ada Queen dan Sandra di dalam sana.


Rasa kecewa dan terpukul membuat Sandra enggan berbicara dengan Queen, dia hanya duduk memunggungi sang putri. Queen mengerti mengapa sikap sang ibu seperti itu, dia tetap berusaha berusaha meluluhkan hatinya dengan memberikan perhatian.

__ADS_1


"Ma, sebaiknya Mama istirahat. Biar aku saja yang menjaga Papa." ujar Queen hati-hati.


"Tidak perlu! Kau pulang saja sana!" jawab Sandra ketus.


Queen menghembuskan nafas berat demi melihat sikap Sandra, tapi dia tak patah semangat.


"Hem, Mama mau aku belikan apa? Kopi atau teh?" tanya Queen.


"Tidak usah! Mama tidak mau apa-apa!" Sandra menjawab masih dengan nada yang ketus.


"Baiklah, tunggu sebentar!" Queen beranjak dan melangkah keluar dari ruang perawatan Kenedy sambil menyusut sudut matanya yang basah.


Dia berjalan pelan menyusuri lorong panjang, disamping kanan dan kirinya terdapat kamar-kamar yang tertutup rapat, suasana begitu sepi. Sampai dia berbelok dan hampir bertabrakan dengan seseorang yang tidak asing.


"Paman Channa?" mata indah Queen yang sembab melotot begitu melihat sosok Channa yang berdiri di hadapannya sambil memegangi kantong plastik yang berisikan makanan dan minuman yang baru dia beli dari kantin rumah sakit.


Channa yang juga terkejut melihat Queen sempat tergagap. "Queen?"


"Paman sedang apa malam-malam disini? Siapa yang sakit?" tanya Queen sedikit resah. Channa baru datang ke kota ini tadi siang, dan yang Queen tahu kerabat Channa hanya Prince dan Chaiyya. Lalu jika dia berada di rumah sakit malam-malam begini, itu berarti antara Prince dan Chaiyya ada yang sakit.


Channa terdiam, dia bingung bagaimana harus menyampaikan kabar buruk ini? Dia tak ingin membuat Queen syok jika tahu kondisi Prince.


"Paman? Kenapa diam?" Queen semakin cemas.

__ADS_1


"Ikut Paman!" pinta Channa dan segera melangkah melewati Queen. Meskipun kebingungan, wanita itu tetap menurut dan mengekornya dari belakang.


***


__ADS_2