Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 13


__ADS_3

Queen sarapan bersama Kenedy dan juga Sandra, malam ini keluarga Mahaprana yang tak lain adalah keluarga calon suami Queen akan berkunjung ke kediaman Ravindra.


"Malam ini keluarga keluarga Mahaprana akan makan malam di rumah kita. Kami akan membahas pertunangan mu dan Kai." Beber Kenedy senang.


"Haaa ... kenapa terburu-buru sekali, Pa?" Protes Queen.


"Apanya yang terburu-buru? Kita sudah membicarakan ini dari empat tahun yang lalu. Dan Papa tidak ingin mendebatkan nya lagi." Ujar Kenedy.


"Tapi, Pa. Aku belum mau terikat dengan siapapun!"


"Queen, Kai itu calon suamimu. Cepat atau lambat kalian juga pasti akan terikat. Lagipula Kai akan meneruskan perusahaan Papanya disini, jadi kalian bisa semakin dekat." Lanjut Kenedy.


"Pa ..."


"Sayang, sudah terima saja keputusan Papamu. Ini juga demi kebaikanmu." Sela Sandra.


"Cckk ... baiklah!" Queen mendengus kesal. Dia selalu tidak punya kebebasan untuk memilih jalan hidupnya.


"Nah, begitu kan bagus." Ujar Kenedy senang. "Oh iya, hari ini ada pertemuan dengan Mr. Josh dan Papa tidak bisa hadir karena ada rapat. Papa ingin kau menemani Jovan menemui Mr. Josh, sekalian kau bisa belajar." Lanjuta nya.


"Haaa ...! Tapi, Pa ..." Queen keberatan. Jelas dia tidak ingin pergi bersama Jovan.


"Ada apa lagi? Jangan bilang kau tidak ingin pergi! Karena Papa akan tetap memaksamu! Kapan lagi kau bisa belajar jika hanya berdiam diri di ruanganmu?"


Merasa tak punya pilihan, Queen pun akhirnya pasrah dengan perasaan jengkel.


"Iya, baiklah!" Jawab Queen ketus. "Kalau begitu aku berangkat dulu, selamat pagi Pa, Ma." Queen beranjak dari duduknya dan melangkah dengan malas.


"Anak ini kalau tidak dipaksa, pasti selalu saja membantah." Ucap Kenedy sembari memandang kepergian Queen.


"Iya, tapi jangan terlalu keras dan memaksanya, Pa. Aku takut akhirnya dia memberontak dan justru membuat kita menyesal." Sandra memperingati suaminya itu.

__ADS_1


"Kau tenang saja, aku tahu yang terbaik untuk putriku." Sahut Kenedy.


***


Queen sedang berada di dalam mobil Jovan, keduanya akan menemui Mr. Josh di sebuah restoran sekalian makan siang.


"Aku senang bisa berduaan dengan mu lagi. Aku harap bisa terus seperti ini." Ucap Jovan.


Queen tak menjawab ucapan Jovan itu, dia hanya diam memandang keluar jendela. Sejujurnya, dia juga merasa rindu dengan saat-saat berdua bersama mantan kekasihnya itu. Tapi secepatnya dia mengendalikan diri dan memperingatkan hatinya untuk tidak luluh dengan lelaki ini.


"Queen, aku masih berharap kau mau memaafkan aku dan memperbaiki hubungan kita. Aku masih mencintaimu." Lanjut Jovan lagi.


"Jangan bicara tentang cinta, jika kau sendiri tidak bisa menghargainya. Dengan kau berkhianat, itu sama saja dengan kau tidak menghargai cinta." Balas Queen tanpa menoleh kearah Jovan.


Mendengar jawaban Queen itu, Jovan sedikit kesal, tapi dia berusaha tetap bersikap manis.


"Aku minta maaf, saat itu aku dijebak. Aku menyesali kebodohan ku karena terpedaya oleh Elsa. Sungguh, aku tidak pernah berniat mengkhianatimu."


"Siapa orang itu? Aku yakin dia yang merencanakan semua ini untuk menghancurkan hubungan kita." Jovan mencoba mencari tahu.


"Siapapun orang itu, aku sangat berterimakasih kepadanya." Jawab Queen.


"Queen ... Sayang ..." Jovan memelas.


"Sudah diamlah! Aku muak mendengar ucapanmu! Jika kau terus bicara, aku akan turun disini!" Ancam Queen dengan angkuh.


Jovan pun terdiam dengan perasaan kesal yang menjalar di seluruh tubuhnya, rasanya ingin sekali dia mencekik Queen karena sudah berkata kasar kepadanya.


Lelaki itu mengeraskan rahangnya sambil mencengkeram kuat stir mobil.


***

__ADS_1


Setelah menemui Mr. Josh dan menyatakan kesepakatan kerja, Queen dan Jovan yang sudah selesai makan siang bermaksud hendak kembali ke Kingdom.


"Aku ke kamar mandi sebentar, kau tunggu disini." Jovan bergegas ke kamar mandi dan meninggalkan Queen sendirian.


Ternyata Prince juga datang ke restoran yang sama untuk makan siang, Queen terkejut bukan main saat melihat lelaki itu.


"Kenapa dia ada disini?" Ucap Queen pelan.


Dia segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki keluar dari restoran, Queen sengaja menutup wajahnya dengan tas agar Prince tidak melihatnya.


Namun sial, Queen tak sengaja menabrak seorang waiters dan membuat perhatian Prince tertuju kepadanya.


Karena tertutup tas, Prince jadi tak bisa melihat wajah Queen.


"Maaf, saya terburu-buru." Ujar Queen yang bergegas pergi dari restoran itu.


Jovan yang baru dari kamar mandi sontak kebingungan mencari sosok Queen, dia bertanya kepada salah seorang waiters yang mengklaim bahwa Queen sudah keluar dari restoran. Jovan pun berniat menyusulnya, tapi saat berbalik, tatapan tertuju kepada Prince yang sedang memilih menu. Tak ambil pusing, Jovan pun pergi dari restoran itu.


Ternyata Queen sudah menunggu di parkiran, Jovan sedikit heran.


"Kenapa kau berpanas-panasan menungguku disini? Kenapa tidak menunggu di dalam restoran saja?" Tanya Jovan curiga.


"Hmmm ... aku jenuh menunggu di dalam." Queen beralasan.


Jovan memandang tak percaya.


"Sudahlah! Mari pulang!" Queen mengalihkan pembicaraan.


Jovan segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan Queen masuk. Sejujurnya dia masih curiga dengan tingkah aneh mantan pacarnya ini.


***

__ADS_1


__ADS_2