
đź’ś. Cuplikan 5.
Ziva membuka kaca mata hitamnya, tampak matanya sedikit bengkak seperti habis menangis.
“Mau apa kau? Dan dari mana kau tahu aku ada di sini?” cecar Kaisar.
“Tadi aku tanya pada pihak bar, katanya kau dibawa ke sini. Aku datang karena mau minta maaf atas kejadian di bar semalam, gara-gara suamiku salah paham, kau jadi korban. Aku ....” Ziva tak sempat melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba pintu ruang perawatan Kaisar dibuka dengan kasar.
“Martin?” Ziva terkejut melihat suaminya masuk bersama dua orang bodyguard. Dia tak menyangka lelaki itu mengikutinya sampai ke sini.
Kaisar dan Rossana bingung dengan situasi ini, siapa pria dengan sorot mata tajam itu?
“Jadi di sini kau rupanya? Menjenguk selingkuhan tercintamu,” sindir lelaki bernama Martin itu dengan sinis.
Ziva menggeleng, “Ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku hanya ingin minta maaf karena kau sudah salah paham padanya.”
Rossana dan Kaisar mengerti sekarang, lelaki dingin ini pasti adalah suaminya Ziva. Rahang Kaisar sontak mengeras, dia naik darah.
“Jadi kau si pengecut yang beraninya main keroyok itu?” hardik Kaisar.
__ADS_1
“Berani sekali kau!” Martin spontan menarik pistol yang diselipkan di pinggang dan mengacungkannya ke Kaisar.
Rossana dan Ziva menjerit histeris melihat aksi Martin itu.
“Martin jangan!” pekik Ziva.
“Tolong jangan sakiti putraku!” teriak Rossana memohon.
Tapi Martin tak menghiraukan teriakan dua wanita itu, dia justru melangkah mendekati Kaisar, “Kau berani main api dengan istriku, berarti kau sudah siap mati.”
“Martin sudah ku bilang ini salah paham! Kami tidak ada hubungan apa-apa!” bantah Ziva.
“Martin kali ini percayalah, aku mohon. Dia tidak bersalah.” Ziva memohon, tapi Martin mengabaikannya.
“Apa kau tidak bisa mendapatkan seorang gadis, sehingga kau harus bercinta dengan istri orang, haa?” sungut Martin dengan sorot mata penuh kemarahan.
Kaisar menelan ludah, nyalinya sontak menciut, “Kau salah paham! Aku baru kenal semalam dengan istrimu, itu pun tidak sengaja. Kami tidak ada hubungan apa-apa, percayalah!”
“Cih, mana ada maling mengaku. Kalian pasti sudah sekongkol membohongiku!” sangkal Martin.
__ADS_1
“Sumpah demi Tuhan, kami tidak ada hubungan apa-apa. Aku sudah punya kekasih dan kami saling mencintai, bahkan kami akan segera menikah, jadi mana mungkin aku menjalin hubungan dengan istrimu,” ucap Kaisar bohong. Saat ini dia rasa hanya itu jawaban paling masuk akal yang bisa menyelamatkannya dari situasi pelik ini.
Rossana tercengang mendengar ucapan putranya itu, tapi dia tak berani berkata apa-apa.
Martin tertawa sarkas, “Kau pikir aku percaya?”
Kaisar kembali menelan ludah saat sadar alasannya tak dapat membantu. Dan bak dewi penyelamat, Ratu tiba-tiba masuk dan Kaisar langsung memanfaatkan kedatangan wanita tersebut.
“Itu dia calon istriku datang!” Kaisar spontan menunjuk Ratu yang kini terperangah dengan pernyataannya itu.
Martin berbalik dan memperhatikan Ratu dari bawah sampai atas sambil menautkan kedua alisnya, “Kau? Bukankah kau ini putrinya Erwin Budiawan?”
Ratu mengangguk, “Iya.”
***
Hai hai, ada yang penasaran tidak dengan kisah Kaisar dan Ratu?
Sabar dulu, ya. Sebentar lagi novelnya terbit kok, ini sedang aku kerjakan.
__ADS_1
Dan aku masih ada beberapa cuplikan lagi yang dijamin buat kalian makin penasaran.đź¤