
Pagi ini Queen buru-buru turun dan melangkah dengan tergesa-gesa menuju meja makan, Kenedy dan Sandra sudah menantinya untuk sarapan. Satu jam lagi dia akan menghadiri rapat dengan seorang kolega, sejak Jovan tidak ada lagi di Kingdom, praktis dia lah yang menghandle pekerjaan mantan pacarnya itu, karena mereka belum menemukan orang yang tepat untuk menggantikan Jovan.
"Selamat pagi, Pa .... Ma ...." sapa Queen sembari menarik sebuah kursi untuk duduk.
"Pagi, Sayang."
"Ini Mama buatkan omelette kesukaanmu, ayo dimakan!" pinta Sandra seraya menyodorkan sepiring omelette yang masih mengepulkan asap, karena memang baru selesai dimasak. Aroma makanan berbahan dasar telur itu seketika menguar dan menusuk indera penciuman Queen.
Queen sontak menutup hidungnya dan perutnya mendadak mual. Dia segera menjauhkan piring berisi omelette itu, membuat Kenedy dan Sandra kebingungan melihatnya.
"Kenapa, Sayang?" tanya Sandra bingung.
"Aku mual menghirup aroma omelette nya, Ma." jawab Queen jujur.
"Kok bisa? Bukannya ini kesukaan kamu ya?" Sandra memandangnya curiga.
"Kau lagi tidak sehat ya? Biasanya orang yang sedang tidak sehat, penciumannya terganggu," sela Kenedy sebelum Queen sempat menjawab pertanyaan sang Mama.
"Kayaknya iya deh, Pa. Soalnya badanku agak lemas, mungkin kelelahan," sahut Queen sembari memijit tengkuknya.
"Papa sih, jangan banyak-banyak dong kasih kerjaan ke Queen. Entar kalau anak kita jatuh sakit gimana?" protes Sandra.
"Iya, Ma, iya." jawab Kenedy. "Hari ini kau pulanglah lebih awal, beristirahatlah, biar fit lagi," Kenedy beralih memandang Queen.
"Baik, Pa. Kalau begitu aku berangkat dulu, takut telat." Queen segera beranjak dari duduknya, dia tentu tak boleh buang-buang waktu sebab tak ingin terlambat menghadiri rapat karena jarak tempat yang ditentukan untuk rapat cukup jauh. Sebenarnya Queen sedikit heran, karena orang yang ingin dia temui memilih tempat yang sedikit berbeda, yaitu cafe di daerah pinggiran kota. Tapi dia tak ingin berburuk sangka dengan calon koleganya.
Tapi Sandra buru-buru menghentikannya. "Kau tidak sarapan dulu? Atau paling tidak minumlah susumu."
Queen memandang gelas berisi susu putih dihadapannya, entah mengapa tiba-tiba perutnya terasa semakin mual. "Tidak usah, Ma. Aku buru-buru."
Sandra semakin kebingungan melihat kelakuan Queen itu, apa yang salah? Kenapa hari ini putri semata wayangnya itu aneh sekali?
__ADS_1
"Aku pergi dulu, Ma .... Pa ...." Queen bergegas pergi.
"Iya, hati-hati ya, Sayang."
Setelah kepergian Queen, Sandra memberanikan diri untuk mengungkapkan kejanggalan yang dia rasakan kepada sang suami. "Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan anak kita."
"Tidak beres bagaimana?" Kenedy memandangnya dengan alis yang tertaut.
"Bukankah Queen sangat menyukai omelette? Tapi kenapa hari ini dia justru tidak mau menyentuhnya? Bahkan dia merasa mual mencium aromanya. Dia juga mengabaikan susunya, biasanya dia tidak begitu. Aneh sekali kan? Aku jadi cemas, Pa."
"Kau terlalu mencemaskan nya, Ma. Bukankah tadi Queen sudah katakan jika dia merasa tidak sehat, setelah beristirahat, dia pasti kembali seperti semula. Jangan terlalu memikirkannya!" bantah Kenedy sambil mengusap punggung tangan sang istri.
Sandra menghembuskan nafas. "Iya, semoga dia baik-baik saja."
"Ya sudah, aku berangkat dulu." Kenedy pun pergi setelah mencium kening Sandra.
***
081361921112 calling ....
"Nomor siapa ini?" tanya Queen dengan kening yang mengkerut demi melihat nomor si penelepon yang asing. Dia ragu untuk menjawab panggilan itu, dan memilih untuk mengabaikannya sampai panggilan itu berakhir.
081361921112 calling ....
Tapi rupanya si penelepon tak menyerah begitu saja, dia kembali menelepon dan membuat Queen semakin penasaran meski tetap ragu untuk menjawabnya, hingga panggilan itu kembali berakhir.
"Kira-kira nomor siapa itu ya?" Queen mencoba berpikir, mungkin saja bisa menebak siapa orangnya. Sebab sejak dulu, Queen memang tidak pernah menjawab panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal sampai si penelepon mengirim pesan dan mengatakan siapa dirinya. Tapi ini tak ada pesan sama sekali dan nomor asing itu kembali menelepon untuk yang ketiga kalinya.
081361921112 calling ....
"Siapa sih? Apa jangan-jangan klien yang mau aku temui?"
__ADS_1
Karena rasa penasaran yang memuncak, dan takut jika itu telepon penting, Queen pun akhirnya menjawab panggilan masuk dari nomor asing itu.
"Hallo ... ini si ...."
Brraaakk ....
"Aduuuhh!!!"
Kata-kata Queen terputus dan berganti pekikan karena tiba-tiba ada yang menghantam mobil bagian belakangnya dengan sangat kuat, membuat mobil yang dikendarai wanita cantik itu oleng. Queen yang tidak siap dan terkejut sontak membanting setir ke kiri lalu menghantam pembatas jalan, mobil sedan mewah itu terhenti dengan bagian belakang dan depan penyok.
Karena terkejut, ponsel Queen sampai terlepas dan jatuh dalam keadaan masih tersambung dengan si penelepon yang tadi.
"Hallo, Queen. Ada apa?"
Si penelepon mencoba mencari tahu apa yang terjadi tapi tak ada jawaban dari wanita cantik itu.
Queen yang kebingungan segera keluar dari mobilnya dan celingukan mencari tahu apa yang terjadi atau lebih tepatnya siapa yang menabrak mobilnya dari belakang. Dan disaat bersamaan dua orang lelaki berpakaian serba hitam keluar dari dalam mobil yang menabrak mobilnya lalu berjalan menghampiri Queen dengan langkah yang lebar.
Melihat perawakan dua lelaki itu, Queen curiga ada yang tidak beres. Dia bergegas masuk kembali ke dalam mobilnya tapi naas, salah satu dari lelaki itu berhasil menahan pintu mobil Queen agar tidak tertutup dan langsung menarik lengan wanita cantik itu.
"Mau kabur kemana kau, haa ...?"
"Mau apa kalian? Lepaskan aku!" pekik Queen sembari terus memberontak.
Bukannya menjawab, salah satu dari lelaki itu membekap mulut dan hidung Queen dengan sapu tangan yang telah diberikan obat bius. Queen yang awalnya memberontak, lama kelamaan mulai lemas dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Bawa wanita ini ke pabrik kayu lama di pinggir hutan, tunggu sampai bos datang. Aku akan membawa mobilnya ke tempat yang aman." pinta salah satu lelaki itu.
"Baiklah." lelaki yang satu lagi segera menggendong Queen dan memindahkan wanita itu ke mobil mereka, sedangkan lelaki yang satu lagi segera melajukan mobil Queen meninggalkan TKP. Jalanan yang sepi membuat aksi mereka berjalan dengan mulus, tapi mereka tak menyadari jika seseorang di seberang sana mendengar semua pembicaraan mereka.
***
__ADS_1