
đź’ś. Cuplikan 2.
Seorang pengawal mengernyit heran, “Kalau teman Mas Kai, kenapa tidak tahu ini rumahnya?”
Ratu tergagap, “Hem, sa-saya tahu kok. Buktinya saya sampai ke sini.”
“Tapi kenapa tadi bertanya lagi?”
“Cuma memastikan saja,” dalih Ratu.
Si pengawal itu memandangi Ratu dari atas sampai bawah dengan saksama, membuat Ratu jadi risi.
“Anda ada perlu apa ke sini?”
“Ya, bertemu Kaisar lah. Masa mau bertemu Mas, sih!” balas Ratu ketus.
“Sebentar.”
Si pengawal itu masih belum percaya jika Ratu adalah teman Kaisar, dia menjauh dari wanita itu dan diam-diam menghubungi Kaisar untuk memastikan.
“Halo, ada apa?”
“Mas, di luar gerbang ada seorang wanita cantik mencari Mas Kai.”
“Siapa?”
“Tidak tahu, Mas. Katanya dia temannya Mas Kai.”
“Ya, ditanya dong namanya siapa.”
“Sebentar, Mas.”
Si pengawal itu kembali mendekati Ratu dan bertanya. “Nama anda siapa?”
__ADS_1
“Ratu.”
Si pengawal kembali menjauh, “Namanya Ratu, Mas.”
“Aku tidak kenal. Tapi ya sudah, suruh masuk saja. Aku tunggu di teras.”
“Baik, Mas.”
Si pengawal tersebut lantas membukakan pintu gerbang dan mempersilakan Ratu masuk, wanita itu pun berjalan dengan angkuh memasuki halaman rumah mewah Frans.
Tak lama kemudian Kaisar muncul dari dalam rumah dengan mengenakan pakaian santai sebab hari ini dia tak ke kantor. Kaisar terkejut melihat kedatangan Ratu.
“Ternyata wanita menyebalkan ini? Tahu dari mana dia rumahku?” gumam Kaisar sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Emosi Ratu sontak naik saat melihat Kaisar berdiri di hadapannya, saat jaraknya sudah semakin dekat dengan lelaki itu, Ratu langsung mengangkat tangannya.
Plak.
Satu tamparan mendarat kuat di pipi Kaisar, membuat lelaki itu terkejut bukan main.
“Orang sepertimu seharusnya mendapatkan lebih dari ini!” sungut Ratu dan langsung menendang ******** Kaisar dengan sepatu heels miliknya.
Kaisar spontan berteriak dan berjongkok sambil memegang *********** yang berdenyut.
“Nona, apa yang anda lakukan?” teriak si pengawal yang melihat kejadian itu dari jauh.
Pengawal itu berlari hendak mendekati Ratu, tapi langkahnya terhenti karena Ratu kembali mengangkat kaki dan bersiap untuk menendang ***********. Si pengawal langsung mundur sambil menutup bagian sensitifnya dengan tangan.
“Kau gila, ya? Kenapa menendang ku?” ujar Kaisar sambil meringis menahan sakit.
“Kau pantas mendapatkannya! Dasar mesum! Menjijikkan!” bentak Ratu.
Kaisar semakin kebingungan, dia tak mengerti kenapa Ratu tiba-tiba datang lalu memukul dan memakinya?
__ADS_1
“Memangnya apa yang aku lakukan, haa ...?”
“Kau ... kau memperkosaku,” tuduh Ratu penuh emosi.
“Apa?”
Kaisar terkejut dengan tuduhan Ratu itu.
“Bicara apa kau ini? Aku tidak pernah melakukan itu!” bantah Kaisar.
“Buktinya sudah jelas! Kau membawaku ke kamar hotel dan aku terbangun tanpa busana. Kau pasti melakukannya!” Ratu berteriak menuduh Kaisar.
“Kau salah paham. Dengarkan dulu penjelasan ku.” Kaisar berusaha bangkit dan mencoba menenangkan Ratu, tapi wanita itu semakin beringas.
Ratu menyerang Kaisar, dia memukuli dan menendang lelaki itu tanpa ampun. Kaisar hanya bisa mengelak, karena tak mungkin membalasnya.
“Hei, tenanglah! Jangan sampai aku kasar terhadapmu!” ancam Kaisar, tapi Ratu tak peduli.
Si pengawal juga ikut berusaha menenangkan Ratu yang seperti banteng mengamuk, tapi apes, Ratu akhirnya berhasil menendang ******** si pengawal.
“Aduh!” Si pengawal merintih sembari memegangi area sensitifnya.
Kaisar yang benar-benar kesal akhirnya berhasil memeluk erat tubuh Ratu sampai wanita itu tak bisa bergerak lagi.
“Lepaskan aku!” Ratu memberontak, tapi tenaganya kalah kuat dengan Kaisar.
“Dengarkan aku dulu! Bisa?” pinta Kaisar sambil menatap Ratu penuh harap.
Ratu akhirnya berhenti memberontak, walaupun wajahnya masih diselimuti amarah.
“Kalau kau bisa tenang, aku akan jelaskan semua kesalahpahaman ini,” lanjut Kaisar.
“Kai, ada apa ini?” tanya Rossana bingung saat melihat Kaisar memeluk seorang wanita.
__ADS_1
***