Terjebak Kesalahan Satu Malam

Terjebak Kesalahan Satu Malam
Bab 46


__ADS_3

Prince memarkirkan mobilnya di pinggir hutan, mengambil jarak yang agak jauh dari sebuah bangunan tua yang sudah lama tak terpakai lagi, terlihat dari dindingnya yang telah terkelupas dan berlumut, tanaman liar tumbuh dimana-mana. Terkesan angker dan menakutkan. Tapi Prince tahu ada orang di dalam, sebab sebuah mobil hitam terparkir di depan gudang lama itu.


Setelah mendengar pembicaraan pria-pria tak dikenal dari sambungan telepon tadi, dia bergegas mendatangi tempat yang mereka maksud, apalagi kalau bukan untuk menyelamatkan wanita yang selalu mengganggu pikirannya. Sebenarnya tadi Prince menghubungi Queen karena dia ingin bertemu, dia sudah berada di Kingdom, tapi tak menemukan keberadaan Queen. Bahkan dia sampai meminta nomor wanita itu dari Tuan Luis dengan alasan bisnis.


Prince melangkah dengan perlahan mendekati bangunan tua yang dia tahu pasti bekas pabrik itu, dengan mengendap-endap dia berjalan menuju sebuah pintu besi berukuran besar yang sudah berkarat dan terbuka sedikit. Prince mengintip ke dalam, mengedarkan pandangannya ke segala arah dan rahangnya seketika mengeras saat melihat seseorang yang sangat dia kenal kini tengah duduk terikat di sudut ruangan bersama seorang lelaki berpakaian serba hitam.


"Queen ...." gumamnya pelan dengan mata yang dipenuhi kilatan kemarahan.


Dengan masih mengendap-endap, Prince berjalan mendekati lelaki itu. Dia berusaha sebisa mungkin agar si lelaki itu tak menyadari kehadirannya, dan saat jarak mereka cukup dekat, Prince langsung menerjang lelaki itu hingga tersungkur ke lantai lalu menghajarnya tanpa ampun.


"Prince ...." Mata Queen membulat saat melihat sosok rupawan Prince hadir dihadapannya bak super Hero.


Setelah menghajar lelaki itu habis-habisan, Prince segera menyelamatkan Queen, dia membuka tali yang mengikat tangan serta kaki gadis itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Prince cemas.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Bagaimana kau bisa ada disini?"


"Ceritanya panjang, sekarang yang terpenting kita harus pergi dari sini."


"Kenapa terburu-buru sekali?"

__ADS_1


Prince dan Queen sontak menoleh saat indera pendengaran mereka menangkap suara yang cukup familiar tiba-tiba menggema di dalam gudang.


"Kau ...?"


Mata kedua orang itu melotot nyaris keluar saat melihat sosok Jovan tengah berdiri diambang pintu dengan tatapan sinis, sekarang mereka menyadari ini ulah siapa.


"Ternyata ini perbuatan mu? Kenapa kau menculik ku, Jo?" tanya Queen bingung.


"Kau masih bertanya kenapa? Kau ini bodoh atau apa, haa ...?" jawab Jovan.


"Kau jangan macam-macam! Aku akan menghabisi mu jika kau berani menyakitinya." ancam Prince dengan sorot mata tajam.


"Waow, aku takut. Ada pahlawan kesiangan disini." ujar Jovan dengan nada mengejek. "Kita lihat, siapa yang akan menghabisi siapa?"


"Prince, awas!" teriak Queen panik.


"Ayo, maju!" tantang Jovan demi melihat Prince terpaku dihadapannya. "Kenapa? Kau takut?"


"Hentikan ini! Kau akan menyesal nanti."


"Siapa kau berani mengatur ku?"

__ADS_1


"Jo, aku mohon lepaskan kami. Biarkan kami pergi dari sini." ucap Queen dengan tatapan memohon.


"Hahaha ... seorang Queensha Ravindra memohon kepada mantan pacarnya? Ups, maksudku mantan karyawannya." sahut Jovan berpura-pura salah bicara.


Kata-katanya itu membuat Prince spontan memandang kearah Queen dengan tatapan tak terbaca, tapi dia sadar ini bukan waktunya bertanya, sementara Queen mengalihkan pandangannya demi menyadari tatapan Prince itu.


"Sudahlah, aku tak ingin berbasa-basi lagi. Sudah saatnya kalian pergi ke neraka." Jovan menarik pelatuk pistolnya.


"Jo, jangan!"


Sementara Prince hanya bergeming sembari menarik Queen dan menyembunyikan wanita itu dibalik badannya, dia sedang mencari celah agar bisa melumpuhkan Jovan. Saat terdesak begini, otak cerdasnya mulai bekerja dan ... sebuah ide konyol mendadak muncul di kepalanya.


"Loh, Bapak kok ada disini juga?" Prince mengalihkan pandangannya kearah pintu besi berkarat yang tepat berada di belakang Jovan, membuat lelaki licik itu pun ikut menoleh kebelakang dengan rasa penasaran. Dan kesempatan ini dimanfaatkan Prince untuk merebut pistol yang ada di genggaman Jovan.


"Sialan! Kau menipuku rupanya." umpat Jovan kesal saat menyadari Prince telah mengerjainya, karena jelas tak ada siapapun disana selain mereka.


Dan terjadilah adegan rebutan pistol, Prince berusaha mengarahkan pistolnya ke langit-langit gudang tapi Jovan justru mencoba mengarahkannya ke COO Emperor itu, dan ...


Doooorrr ....


Karena pelatuknya sempat ditarik tadi, pistol itu pun tak sengaja tertembak kan. Semua orang termasuk Jovan sendiri sampai terkejut dengan mata yang membulat.

__ADS_1


***


__ADS_2