
Gaya Pak Ngatiran yang nyentrik dan mencolok membuat dirinya menjadi pusat perhatian tamu-tamu lain yang hadir.
"Hai, Mas Ngatiran." Channa yang melihat Pak Ngatiran langsung menyapa pria itu sambil melambaikan tangan diantara kerumunan tamu undangan.
"Hai, Channa." Pak Ngatiran berjalan menghampiri Channa, tapi baru separuh jalan, dia berhenti karena matanya menangkap sosok yang begitu dia kenal.
Tanpa basa-basi, dia berbelok dan berjalan ke arah yang berbeda. Channa hanya melongo melihat tingkah temannya itu.
Dengan penuh percaya diri, Pak Ngatiran merangkul pundak Sean dan Sakha yang sedang mengobrol sambil tertawa-tawa.
"Hai, kalian. Tak disangka bisa bertemu disini," ujar Pak Ngatiran sok akrab.
Tawa Sean dan Sakha sontak hilang entah ke mana saat menyadari kehadiran makhluk paling menyebalkan itu.
"Mimpi apa aku semalam?" gumam Sean pelan. Sementara Sakha hanya menelan ludah demi melihat wajah Pak Ngatiran.
"Ini siapa?" tanya Reino penasaran.
__ADS_1
"Perkenalkan, nama saya Ngatiran. Mantan kepala desa yang menjabat selama belasan tahun, yang selalu menjaga desa dan dikagumi semua warga." jawab Pak Ngatiran bangga.
Semua orang hanya mengernyitkan dahi, mereka merasa heran karena Pak Tua ini masih membanggakan diri meski sudah pensiun. Dan dia kembali mengoceh meski tak ada yang menanggapi.
"Kalian ini pasti pengusaha-pengusaha yang super sibuk, kan? Yang kerjanya cuma cari uang sampai tidak punya waktu untuk keluarga. Miris sekali!" cibir Pak Ngatiran sambil geleng-geleng kepala.
Semua orang yang mendengar ocehannya terperangah, tak percaya Pak Tua itu terang-terangan meledek mereka. Kesal. Saat ini, itulah yang mereka rasakan. Tapi tak dapat dipungkiri, apa yang Pak Ngatiran katakan itu ada benarnya.
Sean dan Sakha hanya menghela nafas, sama sekali tak bernyali untuk melawan Pak Tua yang ngeselin itu.
"Memangnya bapak kerja apa? Sampai bisa ngatain kami seperti itu?" Reino tak terima dikatain oleh Pak Ngatiran.
Semuanya tercengang mendengar ucapan Pak Ngatiran, baru kali ini mereka bertemu dengan orang yang super sombong dan nyebelin nya sampai ke tulang sumsum.
"Sudahlah, silahkan lanjutkan pestanya. Waktu saya tidak banyak untuk mengobrol bersama kalian." ujar Pak Ngatiran sombong dan langsung melenggang pergi meninggalkan sekumpulan pengusaha sukses yang kepalanya nyaris berasap.
"Memangnya siapa yang mau mengobrol dengan dia?" gerutu Sean.
__ADS_1
"Gila ya? Baru kali ini aku bertemu orang kayak dia." Satria geleng-geleng kepala.
"Benar kata Sakha, orangnya nyebelin banget." sungut Vino.
"Bahkan lebih menyebalkan dari Sean." sela Sakha, dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sean.
"Sumpah, rasanya aku ingin sekali lempar dia ke laut, biar habis dimakan ikan hiu." sahut Reino kesal.
"Siapa sih yang undang dia?" tanya Andra tak kalah kesal.
"Dia tamu Pamannya Prince dari desa." balas Frans yang juga ikutan kesal.
Sementara Pak Ngatiran sudah bergabung dengan Channa dan warga desa lainnya sambil tertawa-tawa. Untung saja dia tidak melihat kehadiran Alena, atau tepatnya belum melihat. Kalau tidak, pasti akan penuh drama.
***
Bagaimana kejutannya?
__ADS_1
Mudah-mudahan bisa obati rasa kangen dengan Pak Ngatiran dan yang lain ya.
Adegan ini sudah disetujui oleh author Yenita Wati.