
Di dalam mobilnya, Jovan berulang kali memukul stir untuk melampiaskan kekesalan hatinya.
"Sial!!! Sial!!!"
"Lihat saja nanti, aku pasti akan membalas kalian semua! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini."
"Kau tunggu saja, Queensha Ravindra!" ucap Jovan dengan rahang yang mengeras dan tangan yang terkepal kuat.
Dia benar-benar geram dan marah.
Jovan segera menghubungi Elsa untuk mengadukan apa yang terjadi, karena hanya wanita yang dicintainya itu lah yang bisa menenangkannya.
"Hallo, Sayang." Elsa.
"Aku dipecat!" Ucap Jovan tanpa basa-basi.
"Apa ...??? Bagaimana bisa?" Elsa.
"Ini semua gara-gara Queen dan juga CEO Emperor itu."
"Haaa ...? Maksudnya gimana?" Elsa.
"Nanti aku ceritakan. Sekarang aku sedang menuju ke rumahmu."
"Iya, aku tunggu!" Elsa.
Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Elsa, Jovan pun menambah kecepatan mobilnya agar bisa segera sampai di rumah kekasih hatinya itu.
***
Queen dan Mitha memasuki sebuah cafe, tempat dimana sedang diadakannya acara reuni sekolah mereka. Tampak beberapa orang teman mereka sedang mengobrol sambil bercanda tawa, dan salah seorang dari mereka melambaikan tangan kearah Queen dan juga Mitha.
"Hey, Queensha .... Mitha ...! Sini ...!!!"
Kedua wanita cantik itu berjalan mendekati teman-temannya, mereka segera bergabung dan saling cipika-cipiki.
__ADS_1
"Wah, Queen makin cantik saja. Aku dengar sekarang sudah mulai terjun ke dunia bisnis ya?" tanya Loli, salah satu teman Queen dan Mitha.
"Iya, masih belajar sih, soalnya belum terlalu paham."
"Nanti lama-lama juga bisa. Kamu kan pintar dan berbakat." sahut Jenar. Queen hanya tersenyum menanggapi ucapan teman-temannya itu.
"Eh, dia datang juga?" Loli menunjuk kearah pintu masuk cafe, sontak membuat semua orang mengalihkan pandangan kearah yang ditunjuk, dimana Elsa sedang tersenyum lebar sambil menyapa teman-teman yang lain.
"Sudah, anggap saja tidak ada." sela Jenar.
"Seperti makhluk tak kasat mata dong? Hahaha ...." seloroh Mitha. Seketika tawa Queen dan teman-teman yang lainnya pecah.
"Hahahaha ...."
Elsa yang menyadari keberadaan Queen dan Mitha, dengan pedenya melangkah mendekati mereka. Sejujurnya dia merasa geram dan kesal kepada Queen, dia sudah mendengar semua cerita Jovan. Tapi dia berusaha tetap tenang demi membalas pewaris Kingdom itu.
"Hai, semuanya." Elsa menyapa dengan sok akrab.
Tapi hanya dibalas dengan tatapan malas semua orang. Memang dari dulu, teman-temannya di sekolah tidak ada yang menyukainya, karena tabiatnya yang jelek.
"Hadeuh ... suasana mendadak horor, euy!"
"Eh, ada Mitha juga ternyata. Gimana, hari ini cafenya tidak dibuka? Omset berkurang dong?" ledek Elsa.
"Sejak kapa kau mengurusi hidupku?" sahut Mitha.
"Uluh ... uluh ... galak amat sih? Aku kan cuma kasihan saja, sudah capek-capek kuliah terus hanya bisa buka cafe, tapi malah bangkrut." Elsa semakin menjadi.
"Hee ... biarpun cuma membuka cafe, tapi kerjaan ku halal. Bukan seperti kau yang bisanya cuma menjual informasi perusahaan orang lain." balas Mitha menohok.
"Bicara apa kau?" Elsa pura-pura bodoh.
"Bukankah itu yang kau lakukan? Mempermainkan CEO Emperor demi mendapatkan keuntungan pribadi."
"Dia saja yang goblOk! Apa boleh buat, ini namanya kompetisi bisnis." jawab Elsa seenaknya. Kali ini dia tak menyangkal lagi.
__ADS_1
"Itu namanya curang! Tapi aku tidak heran kau berani menjual informasi perusahaan, karena tubuhmu saja kau jual demi uang." sinis Mitha. Sementara Queen hanya tersenyum.
Plaaaakk ....
Elsa langsung menampar Mitha, semua orang termasuk Queen terkejut bukan main.
Plaaaakk ....
Mitha tak tinggal diam, dia pun membalas menampar Elsa.
"Berani sekali kau menamparku, haa?" bentak Mitha yang langsung menyerang Elsa. Wanita tomboi itu mencakar dan mendorong Elsa, sehingga wanita ular itu nyaris terjatuh.
"Mit, sudah! Hentikan, Mitha!" Queen mencoba melerai. Sementara teman-teman yang lain justru mendukung Mitha agar menghajar Elsa.
"Biarkan saja, Queen. Dia pantas mendapatkannya!" sahut Loli.
"Iya, benar itu."
Plaaaakk ....
Satu tamparan lagi mendarat di pipi Elsa dengan kuat.
"Itu untuk perbuatan menjijikkan mu yang telah merebut Jovan dari Queen. Dasar pelacur murahan!" maki Mitha.
"Kau akan menyesali semua ini!" Elsa berteriak heboh sambil memegangi pipinya yang panas dan perih. Kondisinya sangat memperihatinkan, rambut dan pakaian acak-acakan karena ulah Mitha.
Elsa segera beranjak pergi meninggalkan acara reuni diiringi seruan mengejek teman-temannya yang lain.
"Huuuuuu ...."
"Kau tidak apa-apa, Mit?" Queen memandang cemas Mitha yang pipinya juga memerah.
"Sudah, tidak apa-apa! Yuk, mari kita bersenang-senang! Siluman kupu-kupu malamnya sudah pergi." ucap Mitha santai.
Queen hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu. Dari dulu Mitha memang tak pernah terlihat anggun.
__ADS_1
***