
Keesokkan harinya, Prince yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas dikagetkan dengan kedatangan Steven.
"Kau sudah melihat ahli waris Kingdom?" Tanya Steven.
"Belum. Saya tidak tertarik untuk melihatnya." Jawab Prince tak acuh.
"Ternyata dia seorang wanita yang sangat cantik, namanya Queensha. Seandainya dia bukan pewaris Kingdom, aku pasti menjodohkannya dengan Rafael."
Prince hanya tersenyum mendengar impian konyol atasannya itu.
"Memangnya dia secantik apa sih, Pak? Sampai Anda punya niatan seperti itu?" Sahut Prince.
Steven merogoh ponsel di sakunya dan segera mencari foto Queen yang beredar di media sosial dengan trending Debut Ahli Waris Kingdom.
"Ini dia orangnya. Cantik kan?" Steven memperlihatkan layar ponselnya yang tertera foto Queen.
Mata Prince membulat, dia tercengang saat melihat sosok yang dimaksud Steven adalah wanita yang dia cari.
"Dia ...?" Ucap Prince pelan.
Jadi namanya Queensha, pewaris Kingdom? Benar-benar keterlaluan!
Dengan emosi yang naik sampai ke ubun-ubun, Prince segera beranjak dan bergegas meninggalkan ruangannya. Steven sampai kebingungan melihat tingkah pegawai kesayangannya itu.
"Prince! Kau mau kemana?" Teriak Steven. Tapi Prince mengabaikannya. Rasa marahnya lebih mendominasi, dia tak memperdulikan lagi tata krama dan sopan santun dengan meninggalkan atasannya begitu saja.
__ADS_1
***
Prince memutuskan ke Kingdom untuk mencari Queen. Satpam sempat melarangnya masuk, tapi Prince membuat keributan dengan berteriak memanggil Queen.
Queen yang mengetahui hal itu tak lagi bersembunyi, dia tahu ini pasti akan terjadi saat Prince tahu siapa dia. Bagaimana pun juga semesta sudah memainkan takdirnya dan dia harus menghadapi apapun yang terjadi.
"Ada urusan apa kau mencari ku?" Queen bertanya dengan angkuh.
Alih-alih terprovokasi, Prince mendekati Queen dan tersenyum licik. "Kalau kau ingin aku memberitahukan tentang kita disini, boleh juga."
Queen jadi panik mendengar kata-kata Prince, dia langsung menarik Prince ke parkiran yang sepi. Jovan yang melihatnya, segera mengikuti mereka.
"Ternyata kau punya rasa malu juga ya? Sampai-sampai tak berani bicara tentang kita di depan orang lain." Sinis Prince.
"Itu karena apa yang ingin kau bicarakan tidak berguna untuk orang lain. Dan aku tidak ingin buang-buang waktu denganmu. Cepat katakan apa mau mu?"
"Memangnya apa yang aku lakukan?"
"Kau sengaja membuatku mabuk dan mencuri informasi dariku. Kau menjebak ku!" Tuduh Prince.
"Kau menuduhku sebagai pelakunya? Jika kita kebetulan bertemu disana, kebetulan mengobrol dan itu membuatmu salah paham, lalu berpikir jika aku ini orang jahat. Maka aku minta maaf, tak seharusnya waktu itu aku meladeni mu. Apa kau lupa? Kau yang memintaku tinggal disaat aku hendak pergi. Kalau bisa memilih, aku juga tidak mau bertemu dengan mu!" Ungkap Queen.
"Ciihh ... jangan membodohi ku dengan berpura-pura tidak bersalah seperti ini! Kau memang berniat memanfaatkan aku malam itu."
"Malam itu aku hanya bermain-main saja, tidak ada niat macam-macam." Ucap Queen bohong.
__ADS_1
"Termasuk malam pertama kau tidur dengan ku? Tak ku sangka kau serendah itu." Prince berbicara dengan nada mengejek.
Plaaaakk ...
Satu tamparan mendarat di pipi Prince. Lelaki itu memegangi pipinya yang mendadak panas dan perih, sambil menatap tajam Queen.
"Jaga mulutmu, bajingan! Malam itu, anggap aku telah melakukan kebaikan untukmu. Jangan dibahas lagi!" Wajah Queen mendadak merah menahan malu sekaligus geram karena Prince mengungkit malam mengerikan itu.
"Kau pasti sering melakukan kebaikan dengan cara seperti itu ya? Dan aku pasti bukan satu-satunya lelaki yang pernah menikmati tubuhmu." Tuduh Prince dengan kejam.
Queen yang emosi kembali melayangkan tangannya dan hendak menampar Prince lagi, tapi dengan cepat Prince menangkap kedua tangannya dan mendorongnya ke tembok parkiran lalu mencium bibir Queen dengan paksa. Tanpa mereka sadari, seseorang menguping dan merekam kejadian itu.
Queen berusaha sekuat tenaga memberontak dan akhirnya terlepas dari cengkeraman tangan Prince, kemudian mendorong lelaki itu dan menamparnya lagi.
Plaaaakk ...
"Biadab!!! Kau memandang wanita hanya untuk bersenang-senang saja dan kali ini aku tidak akan membiarkanmu menyakiti aku lagi!" Bentak Queen dengan nafas yang terengah-engah. Matanya mulai digenangi cairan bening.
"Siapa yang menyakiti siapa? Tapi aku harus mengucapkan terimakasih kepada mu karena kau sudah membuktikan kepadaku bahwa wanita baik-baik tidak akan berada di ranjang lelaki asing. Kau tidak ada bedanya dengan wanita-wanita yang aku temui sebelumnya, saat mabuk akan berakhir di ranjang." Ucap Prince sinis.
"Kau ...!" Queen kembali ingin menampar Prince lagi, tapi lagi-lagi Prince menahannya dan mencengkeram lengan wanita itu dengan kuat.
"Nona Queensha, aku tidak akan merendahkan diriku lagi dan bergaul dengan wanita kotor yang licik sepertimu. Kau dan aku, kita lihat saja nanti!" Ucap Prince dengan nada mengancam dan sorot mata menyalang.
Prince segera pergi meninggalkan Queen yang terdiam, dia tak tahu harus berkata apa lagi?
__ADS_1
Air mata yang sedari tadi dia tahan, kini jatuh menetes. Hatinya benar-benar sakit mendengar semua tuduhan dan hinaan dari Prince, tapi dia tak bisa membuktikan jika dia tak bersalah.
***