Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
1. Awal Kisah


__ADS_3

Ini adalah kelanjutan kisah cinta dari seorang


ketua mafia bawah tanah 'Underground Devil'


bernama Aaron Marvell De Enzo.


Aaron Marvell, dia seorang pria tanpa ekspresi,


sangat misterius dan nyaris tidak tersentuh


dunia luar. Dia menyembunyikan jati dirinya


dari dunia luar untuk kenyamanannya. Selama


ini hidup nya di selubungi oleh kabut misteri


yang sangat pekat. Dia liar, dia bebas dan


seolah hidup tanpa beban.


Namun saat dia mengenal cinta untuk pertama


kalinya, hatinya harus hancur tak bersisa karena


rasa yang tidak mungkin bersambut. Sejak itu


dia mulai berpikir akan kembali pada kehidupan


normalnya. Kehidupan yang menurut sebagian


besar orang bisa di bilang sangat lah beruntung.


*****


Kisah di mulai pada suatu malam....


Keadaan di dalam rumah tempat tinggal


keluarga Danu Atmaja, seorang pengusaha


garment yang cukup terkenal tampak kacau.


Semua barang yang ada di rumah itu hancur


berantakan. Darah berceceran dimana-mana.


Di setiap sudut ruangan terdapat orang-orang


berpakaian serba hitam, memakai ikat kepala


berlambang khusus, berjaga dan mengawasi


setiap pergerakan yang terjadi di luar rumah.


Mereka adalah anggota mafia yang cukup


di takuti, Black Hunter.


Semua anggota keluarga Atmaja di satukan


dalam satu ikatan kuat di tengah ruangan.


Tuan Danu, istri keduanya, dua gadis yang


merupakan anak tirinya, dan seorang anak


laki-laki remaja yang merupakan anak dari


istri keduanya. Semua anggota keluarga itu


tampak menangis meraung, ketakutan.


"Tu-Tuan Jayden..tolong ampuni kami. Saya


berjanji akan memenuhi permintaan yang


anda ajukan kemarin."


Tuan Danu berbicara dengan gemetar. Darah


menetes dari pelipis dan juga sudut bibirnya


akibat siksaan yang di lancarkan sang ketua


Black Hunter.. Jayden.! Laki-laki tinggi besar


berambut gondrong dengan tampang bengis


dan aura mencekam itu tampak berdiri tegak, menodongkan senjatanya tepat di kening


Tuan Danu dengan seringai iblis nya.


"Kenapa tidak dari kemarin-kemarin kau


mengabulkan permintaan ku ini. ? Kau tahu


bukan, aku sangat menginginkan putrimu


itu, dia adalah obsesi ku, impianku.!"


"Maafkan saya Tu-Tuan..! Anda boleh


membawa putri saya malam ini juga.


Tapi saya mohon lepaskan kami semua.!"


"Aku tidak akan mengampuni kalian. Kau


sudah membuatku kehilangan kesabaran.


Dan malam ini juga akan aku habisi kalian


semua tanpa sisa.!"


Jayden menarik pelatuk senjatanya. Jerit


tangis keluarga Atmaja semakin mencekam.


Tuan Danu memejamkan mata, pasrah pada


nasib yang akan menimpa keluarganya.


"Hentikan..! jangan lakukan itu.!"


Ada suara teriakan dari arah pintu masuk.


Dan satu sosok tinggi ramping dengan sorot


mata penuh kepanikan kini berdiri di ambang


pintu. Sepertinya dia baru saja pulang kerja


karena masih mengenakan setelan semi


formalnya. Semua orang kini mengalihkan


perhatian pada sosok itu. Jayden langsung menyeringai tipis penuh kesenangan.


"Raya..kau datang juga akhirnya..!"


Laki-laki itu seolah lupa pada niatnya semula


saat melihat kemunculan gadis itu. Dia kini


menghampiri nya dengan tatapan yang tidak


pernah lepas mengunci wajah gadis itu yang


sudah membuat dirinya begitu tergila-gila.


"Le-lepaskan mereka semua, sebagai gantinya


a-aku..akan ikut bersamamu.!"


Ujar gadis itu dengan suara gemetar penuh


dengan pertentangan bathin. Tuan Danu dan


anak laki-lakinya tampak menggeleng resah


kearah gadis itu, tapi tetap saja mereka tidak


bisa berbuat apa-apa.


"Jangan Kak Raya..Kau jangan mengorbankan


dirimu untuk kami..!"


Teriak anak remaja itu karena tidak tahan


melihat Jayden seolah ingin menerkam


kakaknya itu.


"Brengsek.!! Kamu mau mati duluan hahh..!!"


Jayden menodongkan senjata nya dengan


posisi badan tetap menghadap kearah gadis


tadi yang langsung menjerit histeris begitu


satu letusan terdengar di lancarkan ke udara.


"Cukup Jayden..! hentikan semua nya.


Aku akan ikut denganmu sekarang juga.!"


Pekik gadis itu sambil menutup wajahnya

__ADS_1


yang kini sudah berubah pucat pasi. Dia


benar-benar cemas akan nasib keluarganya.


"Baiklah..tentu saja. Itu yang aku inginkan.!


Ayo..kita pergi sekarang..!!"


Jayden memberi isyarat pada semua anak


buahnya untuk pergi dari tempat itu. Lalu dia


menarik tangan gadis itu di bawa keluar dari


ruangan. Semua anggota keluarga Atmaja


hanya bisa meraung menangis memanggil


nama gadis itu.


Malam itu juga Jayden membawa gadis itu


pergi mengunakan helikopter menuju sebuah


tempat yang entah berada dimana. Setelah menempuh penerbangan selama 30 menit


akhirnya mereka tiba di sebuah Villa yang


ada di pulau tersembunyi. Gadis itu di kurung


di sebuah kamar besar yang ada di lantai


atas Villa berasitektur Eropa klasik tersebut.


Dan..Tidak ada yang bisa di lakukannya kini


selain berdiam diri, meratapi nasib buruk


yang menimpanya. Dia terpaksa harus pergi


meninggalkan segalanya. Karirnya yang kini


sedang bagus-bagusnya, keluarganya, juga


teman-teman nya. Aahh.. rasanya dia masih


tidak percaya dengan semua ini. Dirinya harus


menjadi penebus hutang milyaran rupiah sang


ayah kepada ketua mafia kejam itu. Yang bisa


di lakukannya saat ini hanya menatap hamparan


lautan lepas yang terbentang luas di bawah


bangunan tempat dirinya terkurung.


**Maharaya Sheerlina Atmaja..


Nama gadis itu, biasa di panggil Raya, berusia


sekitar 24 tahun. Dia memiliki karier yang cukup bagus, memegang jabatan sebagai manager keuangan di sebuah perusahaan cabang


otomotif berkelas internasional. Dia adalah


putri pertama Tuan Danu Atmaja. Ibunya


sudah tidak ada saat dia masih sangat kecil.


"Makanlah..Kau harus menjaga kesehatan


tubuh mu sebelum kita melaksanakan ijab


kabul pernikahan.!"


Jayden sendiri yang datang membawakan


makanan untuk gadis itu. Dia tidak ingin anak


buahnya mencuri pandang dan menikmati


kecantikan wanita impiannya itu. Sudah lama


sekali sang ketua mafia itu mendambakan


gadis ini. Hatinya sudah tersaput perasaan


cinta yang sangat kompleks terhadap Raya


hingga dia tidak pernah bisa melakukan


kekerasan ataupun memaksakan kehendak.


Pria itu benar-benar menginginkan Raya


untuk menjadi miliknya, seutuhnya. Dia


menyelesaikan misi kali ini.


***


Selang sehari kemudian datang helikopter


lain. Raya tidak pernah tahu apa yang kini


sedang terjadi di luar kamar nya. Dia hanya


bisa mendengar sayup-sayup ada jeritan


menyayat juga tangisan pilu dari ruangan


lain. Hatinya benar-benar tidak tahan, dia


ingin keluar dan melihat apa yang terjadi.


Namun apalah daya, dirinya pun saat ini


adalah seorang tawanan.


Hingga ketika pagi menjelang Jayden datang


menyuruhnya untuk masuk ke dalam sebuah


ruangan. Dia terkesiap melihat satu sosok


wanita yang sedang hamil besar tergeletak


mengenaskan dengan tetesan darah di sekitar


leher dan tangannya.


Ya Tuhan.. bukankah ini Nyonya Mayra.?


Istrinya Tuan Dirgantara Moolay.?


Raya hanya bisa menutup mulutnya syock.


Dengan lelehan air mata, dia membersihkan


luka di leher wanita itu dengan sangat hati-hati. Mengelap tubuh lemah tak berdaya itu lalu memakaikan baju ganti yang di berikan oleh


Jayden. Raya menatap penuh iba pada sosok


lemah itu, kenapa Jayden bisa sejahat ini.?


Menculik dan menyiksa wanita yang sedang


hamil seperti ini.?? Raya mencoba berpikir


keras, bagaimanapun caranya dia harus bisa menyelamatkan wanita yang di ketahui nya


sebagai istri Raja Bisnis itu .


Tidak lama kemudian dia kembali ke ruangan


itu membawakan makanan yang di ambil dari


kamarnya ketika wanita hamil itu atau Mayra


baru saja siuman. Dia tampak begitu tegang,


untuk beberapa saat keduanya terlihat saling


menatap kuat, terpaku dalam diam.


"Si-siapa kamu..?"


Mayra bertanya dengan suara gemetar, dia


terlihat sangat tegang serta mulai ketakutan.


Raya perlahan mendekat kemudian berdiri


di depannya, menatap sebentar kearahnya,


setelah itu menyimpan nampan makanan di


hadapannya. Dia melirik was-was ke arah


pintu, takut Jayden dan anak buahnya


tiba-tiba masuk dan melakukan sesuatu.


"Makanlah..! jangan biarkan bayimu


kelaparan."


Raya berucap dengan suara yang sangat

__ADS_1


lembut nyaris tak terdengar, namun ada


sedikit nada gusar dan ketakutan. Wanita


itu menatap diam, Raya semakin gusar.


"Apa kau bisa membantuku keluar dari


tempat ini.?"


Mayra bertanya, sorot matanya terlihat di


penuhi pengharapan. Ada rasa sakit dalam


hati Raya, bagaimana cara nya dia menolong


wanita ini, dirinya sendiri sedang bingung


dan merasa sangat tertekan. Raya hanya


bisa menatap Mayra dalam kebimbangan.


Keduanya terperanjat ketika tiba-tiba saja ke


dalam kamar muncul Jayden dengan wajah


yang sudah sangat dingin. Dengan kasar pria


itu menarik tangan Raya, namun gadis itu


mencoba menepisnya kasar. Keduanya kini


saling bertatapan tajam.


"Siapa yang menyuruhmu kembali ke kamar


ini ? Kau sudah berani membantahku hahh..?"


Jayden membentak dengan wajah yang terlihat


sangar namun masih berusaha di tekannya.


Lengan Raya di cengkramnya kuat membuat


gadis itu meringis kesakitan.


"Lepaskan aku..! Apa kau tidak lihat wanita


itu sedang mengandung..!?"


"Itu bukan urusanmu..! urus saja dirimu


sendiri.! Kembali ke kamarmu.!"


Sentak Jayden dengan tatapan perintah


yang sangat mengintimidasi.


"Aku tidak mau..!"


Tanpa kata lagi, Jayden menyeret Raya di


bawa keluar dari kamar yang dipakai untuk


menyekap Mayra. Sekilas Raya kembali melihat


kearah wanita itu yang hanya bisa menatap


dirinya dengan sorot mata kompleks.


Raya mencoba melepaskan pegangan tangan


Jayden yang terasa begitu kuat, terlihat sekali


kalau laki-laki itu tidak suka melihat interaksi


antara dirinya dengan Mayra. Dengan kasar


Jayden mendorong tubuh Raya hingga terjatuh


ke atas tempat tidur dengan tatapan nyalang bercampur kabut gairah. Rasanya saat ini dia


tidak tahan lagi, melihat Raya memakai dress


selutut dengan bagian bahu yang terbuka


lebar. Tubuh indah gadis itu dengan kulit


sebening porselen nya tampak begitu


menggoda dan menggiurkan.


"J-jayden..mau apa kamu..?"


Raya mundur dengan tatapan mata penuh


kepanikan melihat Jayden naik merangkak.


Laki-laki itu menyeringai penuh arti, sorot


matanya mengisyaratkan keinginan yang


begitu besar untuk memilikinya.


"Aku tidak bisa bertahan sampai hari itu


Raya. Kau terlalu cantik untuk aku biarkan


bebas terlalu lama..!"


"Tidak Jayden.! Jangan, aku mohon jangan


mengganggu ku.! Pergi.. biarkan aku sendiri..!"


Jayden kini sudah mengurung tubuh Raya.


Tatapan nya yang lapar tampak beringas


seolah siap untuk menerkam. Dia semakin


merunduk, mencoba untuk menyentuh dagu


Raya. Tapi gadis itu berontak, dia mendorong


dada Jayden, memukulinya dan melakukan perlawanan semampunya.


Namun semua itu rasanya percuma saja,


Jayden seperti tidak merasakan apapun.


Tubuhnya kokoh seperti batu karang di laut.


Dia berhasil menarik pakaiannya hingga


sobek sampai dada. Raya menjerit keras


menutupi dadanya yang terbuka. Nafsu


Jayden semakin menggebu, dia mulai


menindih tubuh Raya dan berusaha untuk


menjamahnya. Namun gerakannya terhenti


ketika terdengar bunyi gemuruh tembakan


yang terjadi di luar area villa.


"Shit.! si brengsek itu berhasil masuk rupanya.


Baiklah.. aku sudah menunggu saat ini.!"


Geram Jayden sambil kemudian melepaskan


Raya, lalu melompat dari atas tempat tidur.


"Tetap disini. ! jangan coba-coba melarikan


diri. ! Nyawa keluargamu ada di tanganku.!"


Ancam Jayden sambil kemudian pergi dari


dalam kamar dan menguncinya dari luar.


Sejenak Raya menarik napas lega. Dia bangkit


merapihkan pakaiannya yang kini sudah tidak


karuan. Tubuhnya kembali menegang saat


mendengar suara tembakan yang semakin


lama semakin terdengar mencekam. Apa


yang terjadi di luar.? Dia mendekat kearah


pintu, menempelkan telinganya di lobang


kunci. Apakah ada orang yang datang untuk


menyelamatkan Mayra? Mungkin kah itu


suaminya yang datang.?


***


Bagi kalian yang belum tahu siapa Aaron


silahkan baca dulu kisah nya di novel

__ADS_1


sebelumnya..' Takdir Cinta Almayra'.


Happy Reading...


__ADS_2