
❤️❤️❤️
Mobil mulai melaju perlahan keluar dari area
gedung Marvello's Corporation. Kaca depan
dan belakang ruang jok utama tiba-tiba saja
tertutup rapat menjaga privasi Sang Pangeran
yang sedang melancarkan kesenangan nya
menikmati bibir ranum Sang sektretaris.
Raya menekan kuat dada Aaron agar terlepas
dari ciuman yang di lancarkan pria itu. Namun
ini tidaklah mudah, Aaron malah semakin liar.
Tangan kanannya merengkuh pinggang Raya sementara tangan kiri menahan tengkuk lehernya
agar ciuman nya semakin dalam. Akhirnya Raya mencoba untuk menerima ciuman itu setelah
segala usahanya tidak membuahkan hasil. Dia membiarkan Aaron memuaskan dahaganya.
Hal itu membuat Aaron semakin bersemangat.
Dia semakin leluasa menikmati lembut dan
manisnya bibir Raya yang penuh madu itu.
Ciuman Aaron semakin lama semakin panas.
Tapi kali mulai terasa lebih lembut dan tenang.
Raya mulai merasakan ada dorongan hasrat
aneh yang memaksanya membalas ciuman itu
secara perlahan. Lidah Aaron berhasil masuk
saat Raya membalas ciuman itu, dan perlahan
mulai mengimbanginya membuat Aaron semakin
gencar melakukan aksinya. Lidah mereka kini
saling bertautan dan saling membelit hingga
menimbulkan sensasi nikmat yang tidak bisa
di lepaskan begitu saja. Semakin lama mereka
semakin larut dalam ciuman panas tersebut
hingga tubuh keduanya kini sudah memanas.
Semua ketegangan dan ketakutan Raya hilang
dan hanyut dalam buaian kelembutan bibir pria
jahat itu, dia benar-benar mulai menikmati
rasa manis dan lembut ini hingga melupakan
sejenak segala kebenciannya pada pria ini.
Dan setelah durasi yang sangat lama akhirnya
ciuman itu terlepas ketika mereka kehabisan
napas. Kening mereka saling menempel dengan
mata yang terpaut dalam dan nafas yang saling berkejaran. Muka keduanya tampak memerah.
"Kenapa tidak dari kemarin kau melakukan ini.
Aku tidak perlu melakukan pemaksaan.!"
Desis Aaron seraya ******* kembali bibir Raya
yang langsung melepaskan nya dengan mundur
dan menahan bibir Aaron, tapi tubuh nya tiba-tiba
berjingkat saat Aaron menekan jari tangan Raya
di bibirnya dan menjilatnya lembut. Mata Raya melebar, tubuh nya terasa panas dingin, bulu-bulu halus di tubuhnya meremang semua. Wajahnya
langsung merah padam menahan desiran halus
yang merasuk ke dalam setiap nadinya. Tatapan
Aaron tampak begitu dalam sampai menembus
ke dalam jantung dan hati Raya.
"A-Aaron, bisakah kau tidak melakukan semua
ini lagi ? Aku tidak bisa menerima nya.."
Wajah Aaron berubah datar, namun tatapannya
kini semakin tajam dengan aura dingin yang
mulai membekukan suasana. Raya menatap
tegang wajah super tampan pria itu yang selama
ini tidak pernah di pedulikan nya. Dia tidak pernah
mencoba menyadari kalau pria ini sangatlah
tampan dan membius. Kebenciannya membuat
mata hatinya tertutup untuk melihat semua ini.
"Kenapa ? Kau sangat tidak menyukai nya.?
Wanita lain bahkan mendambakan semua ini.!"
"Kau..kau bisa melakukan nya dengan wanita
lain yang kau inginkan.!"
"Yang aku inginkan hanya dirimu.!"
"Tidak mungkin. Kau bisa melakukan nya
dengan wanita yang lebih berhak atas dirimu.!"
"Adakah wanita lain yang lebih berhak atas
diriku.? Apa kau tidak berpikir bahwa hanya
kamulah yang memiliki hak penuh untuk itu.?"
"Catharina akan segera memiliki hak itu. Jadi
luapkan semua kegilaan mu ini padanya.!"
"Bagaimana kalau aku hanya bisa melakukan
ini padamu ? Aku gila karena kamu.!"
Raya terhenyak, mata mereka kembali terpaut
dalam, sorot mata Raya penuh rasa tidak percaya
mendengar ucapan Aaron barusan. Sementara ekspresi Aaron kembali datar seperti biasa.
"A-apa maksudmu ?"
"Aku tidak melakukan hal seperti ini dengan
sembarang wanita.!"
"Aku tidak percaya. Kau adalah laki-laki bebas.
Kau juga bisa melakukan apapun yang kau mau."
"Aku tidak akan pernah berhenti melakukannya
selama aku mau, dan kau tidak bisa menolakku
Maharaya..!"
Wajah Raya semakin memerah, dia menggeleng
pelan sambil berusaha untuk keluar dari atas
pangkuan Aaron, tapi tangan Aaron menahan
pinggang nya dan kini malah menarik nya kuat
hingga tubuh mereka kembali merapat. Dada
Raya menempel ketat di dada Aaron sampai
terasa begitu hangat membuat junior Aaron
mulai terbangun dan meronta meminta jatah.
"Bisakah aku meminta satu hal padamu.?"
Aaron menatap lekat wajah cantik Raya dengan
seringai tipis di bibir nya.
"Apa yang kau inginkan ? Kau mau keliling
dunia, atau mau bulan madu ke angkasa.?"
Raya menggeleng pelan sedikit jengah dengan
perkataan Aaron yang berlebihan.
"Tidak.! Aku hanya ingin kebebasan. Tolong.. bebaskan aku..Biarkan aku pergi dan menjalani hidupku sendiri."
"Maharaya Sheerlina Atmaja..!!"
Raya terkejut dengan bentakan Aaron, tangan
kiri pria itu kini beralih mencengkeram kuat dagu lonjong nya dan menariknya mendekat hingga
kini wajah mereka saling bersentuhan, bibir
__ADS_1
mereka bertemu. Napas mereka pun menyatu.
"Yang harus kamu tahu, aku tidak akan pernah
melepaskan mu sebelum aku mendapatkan
apa yang aku inginkan.!"
Raya menggeleng kuat, ada desakan air mata
yang kini mencoba menerobos keluar. Hatinya
terasa sakit bagai tertusuk seribu duri.
" Kau telah menyakitiku Pangeran.!"
"Aku tidak peduli, akan kulakukan apapun agar
kamu tetap di sisiku.!"
Desis Aaron sambil kembali ******* kuat bibir
Raya setengah menggigit nya setelah itu barulah melepaskannya. Raya memejamkan mata nya
kuat menahan serbuan rasa sakit di dadanya.
"Biarkan aku turun.."
Lirih Raya pelan dan lembut hingga mampu
membuat Aaron tertegun. Raya merasa sangat
lelah dengan semua kekacauan ini. Dia juga lelah harus selalu bersitegang dengan manusia yang
tidak memilki perasaan ini. Baiklah.. mulai saat
ini akan dia berikan apapun yang di inginkan oleh
pria ini, tubuh nya, keturunan, apapun.. Hanya
satu yang tidak akan di berikan nya, yaitu hatinya.
Aaron melonggarkan rengkuhan nya. Keduanya
kembali saling menatap kuat .
"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan..
Setelah itu bebaskan aku sesuai perjanjian.!"
Tegas Raya dengan wajah yang penuh tekanan.
Aaron mengerjapkan mata, namun kemudian
dia memalingkan wajahnya ke arah luar. Raya
turun dari pangkuan Aaron dan memilih duduk
di jok singel yang ada di depannya. Perlahan
dia merebahkan kepalanya ke sandaran jok
sambil melempar pandangan ke jalanan yang
di warnai indahnya pemandangan malam di
penuhi oleh tebaran lampu warna warni. Dua
insan itu kini saling membisu, larut dalam isi
hati dan pikiran masing-masing, entah apa
yang ada dalam benak mereka.
Aaron memejamkan matanya, mencoba untuk
mengontrol dirinya. Dia benar-benar merutuki
dirinya sendiri, dia juga tidak mengerti kenapa
dirinya selalu kehilangan kendali saat berada
di dekat Raya. Apa yang terjadi dengan dirinya sebenarnya.? Apa karena wanita ini memiliki
satu keistimewaan ? Tidak, ini bukanlah dirinya
sendiri, dia tidak pernah segila ini menginginkan seorang wanita termasuk saat mengenal dan
jatuh cinta pada istri sahabatnya sendiri. Wanita
ini mampu membuat dirinya menginginkannya
setiap kali melihatnya, namun juga tidak bisa mengendalikan emosinya.
***
Acara besar Grand Award ini di selenggarakan
di sebuah gedung megah yang ada di pusat kota.
Suasana nya sudah tampak meriah. Acara ini di siarkan langsung oleh semua stasiun televisi
yang ada di negara ini, juga puluhan Chanel
bisnis yang memiliki izin siar khusus.
Mereka terdiri dari para pengusaha besar, para selebritis kelas atas, para pejabat pemerintahan
serta beberapa tamu kehormatan negara lainnya
yakni para bangsawan, konglomerat dan beberapa tamu eksklusif yaitu para pangeran dari negara sahabat yang menjalin hubungan baik dengan
negara ini.
Mereka semua berjalan gagah dan anggun di
atas bentangan karpet merah. Semua tamu
mengaku sangat antusias datang ke acara ini
karena mendengar kabar bahwa malam ini
untuk pertama kalinya Putra Mahkota kerajaan
ini akan hadir dalam acara ini. Dan ini adalah
sebuah anugerah besar bagi semua orang yang
selama ini haus akan kemunculan tokoh yang
teramat penting itu di muka publik.
Jepretan dan kilatan kamera seolah tiada henti
menghujani area kedatangan para tamu yakni
lobby utama gedung megah ini. Semua tamu
tampak begitu memukau dalam balutan busana
yang serba elegan dan mewah karena mereka
bukanlah tamu biasa. Mereka semua adalah
orang-orang yang mampu merengkuh dunia
hanya dengan menaburkan uang dari atas
pangkuan dalam sekejap mata.
Fokus kamera dan para pewarta kini mengarah
pada dua sosok yang baru saja keluar dari
dalam mobil super mewah nya yang berhenti
tepat di depan pintu utama. Dua sosok itu adalah kakak beradik keluarga Winston. Bahkan berita Catharina yang akan segera bertunangan dengan
Sang Pangeran pun masih mendominasi semua
laman media online hari ini. Kedua kakak beradik
itu tampak begitu memukau dan mempesona.
Mereka kini berdiri sebentar di depan mobil,
saling melihat.dan mengangguk sedikit dengan senyum yang terulas manis di bibir keduanya.
"Lady Catharina.. apakah kami bisa mendapat
sedikit saja bocoran informasi tentang rencana
pertunangan anda bersama Pangeran ?"
"Benar Lady.. tolong beri kami info."
"Kami sangat berharap malam ini Pangeran
akan memberikan sedikit pernyataan pada kami."
Itulah sebagian rentetan pertanyaan yang di
lontarkan oleh para wartawan saat Catharina
bersedia di wawancara, tentu nya dengan
protokol yang sangat ketat dari para pengawal
karena sekarang ini Catharina sudah resmi di
beri pengawalan khusus setingkat keluarga
kerajaan dari pihak istana setelah dia sah di
tetapkan sebagai calon tunangan Putra Mahkota.
"Selamat malam rekan-rekan wartawan semua.
Mohon maaf sebelumnya, saya belum bisa
memberikan informasi apapun mengenai hal
itu, karena itu sepenuhnya adalah wewenang
pihak istana.."
Catharina menebarkan senyum manis nan
__ADS_1
menawan kepada semua orang yang ada di
tempat itu, tak lupa menjawab pertanyaan
para wartawan dengan lembut dan bijak. Dia
memang sangat layak menyandang gelar
sebagai calon Putri Mahkota kerajaan berkat
kecerdasan dan kemampuan nya juga sikap
lembut nya. Sementara Lucas tampak setia
mendampingi sang adik di sebelahnya.
"Kami sangat berharap mendapatkan info
secepat nya lady..Kami juga sudah tidak sabar
ingin segera menyaksikan pernikahan Akbar
kalian di laksanakan."
Catharina kembali tersenyum dengan wajah
berbinar cerah penuh harapan.
"Tentu saja, kami akan segera memberikan
Informasi nya setelah semua persiapan
selesai di laksanakan."
Ujar Catharina sambil melirik kearah Lucas yang
hanya mengangguk lalu tersenyum tenang dan
memikat membuat semua orang merasa gemas
dibuatnya oleh keharmonisan yang di perlihatkan
oleh kedua kakak beradik keluarga Winston ini.
Setelah cukup berbicara akhirnya kakak beradik
itu melangkah tenang menyusuri karpet merah
menuju ke dalam ruangan.
"Masuklah duluan..Aku ada urusan sedikit.!"
Catharina menatap Lucas sedikit heran, tapi
akhirnya dia mengangguk dan kembali berjalan.
Tidak lama dari kejauhan terdengar suara sirine khusus patwal, dan tidak lama rombongan moge pasukan khusus pengawal Putra Mahkota telah memasuki kawasan gedung tersebut, langsung menyapu semua area dan mensterilkan tempat. Semua orang kini berbaris rapi di sepanjang jalan utama masuk pintu depan dengan perasaan
tegang campur antusias ingin segera melihat
Sang Pangeran super tampan yang seharian
ini wajahnya sudah wara wiri di berbagai media
dan televisi. Saat ini semua orang sudah dapat mengenali sosok asli Sang Raja Masa Depan
dari kerajaan nya.
Tidak lama rombongan mobil pengawal muncul,
di susul kemudian dengan kedatangan sebuah
Limosin super mewah yang membuat semua
mata terpana melihat penampakan mobil itu.
Ansel yang baru saja datang dari bagian dalam
gedung kini berdiri di tepat di depan pintu mobil
bersama beberapa staf istana serta panitia
pelaksana acara ini. Mereka semua berbaris rapi menyambut kehadiran Sang Pangeran.
Semua orang menahan napas dan terkesima
begitu melihat Sang Putra Mahkota keluar dari
dalam mobil. Di susul kemudian dengan satu
sosok cantik jelita yang membuat fokus mata
Ansel dan sebagian mata wartawan mengarah padanya, terpesona maksimal pada sosok yang
sangat istimewa itu. Semua orang kini bengong,
seakan linglung melihat kemunculan mereka
berdua. Ada apa dengan pasangan ini.? Kenapa
aura keduanya tampak begitu menyatu, dan
tidak bisa di pisahkan.! Mereka berdua tampak
begitu seimbang dan saling melengkapi. Itulah
sebagian besar isi hati orang-orang yang ada
di sana dalam keterpesonaan mereka.
"Selamat datang Yang Mulya.."
Semua orang langsung serempak menyambut
sembari membungkuk setengah badan di depan
Sang Pangeran yang malam ini tampil dalam
balutan jas resmi mewah yang membungkus
elegan tubuh gagah perkasanya.
Raya berdiri kaku di samping Aaron, baru kali
ini dia menyadari betul siapa sosok laki-laki yang
telah menikahinya itu sesungguhnya. Sosok ini
ternyata sangat Tinggi dan Mulya di mata semua
orang terutama rakyatnya. Jiwanya semakin jatuh
ke dasar bumi yang paling dalam. Tidak, dirinya
bukanlah apa-apa di banding pria ini. Dia hanyalah kotoran yang tidak sengaja menempel di kaki
Sang Pangeran. Raya menundukkan kepalanya
sembari mencoba menenangkan hatinya.
"Silahkan masuk Yang Mulya.. semua tamu
sudah menunggu kehadiran anda di dalam."
Salah seorang staf istana segera membimbing
Aaron untuk melangkah. Tanpa di duga tangan
Aaron menggenggam erat tangan Raya yang
terkejut dan menahan tangan nya membuat
Aaron melirik dan menatap nya tajam penuh
intimidasi. Aura di wajahnya tampak berbeda
dengan sorot mata tidak terbaca.
"Yang Mulya.. jangan membuat masalah, aku
tidak ingin ada yang curiga pada kita aaa...."
Ucapan Raya tertahan ketika tiba-tiba lampu
di tempat itu berkedip-kedip tidak terkontrol
seperti terjadi konsleting listrik membuat Raya
reflek mendekatkan dirinya kearah Aaron yang
langsung mendekapnya dengan sikap waspada.
"A-Aaron.. apa yang terjadi.? Aku takut..."
Lirih Raya yang kini memeluk erat tubuh Aaron
saat lampu-lampu itu mengeluarkan bunyi
mengerikan seperti akan terbakar.
"Sepertinya ada yang tidak beres.!"
Desis Aaron sambil mempererat pelukannya.
Dia mulai mengeluarkan senjata dari balik
jas yang di pakainya dan mengokang nya.
"Cari tahu apa yang terjadi..!"
Perintah kepala pengawal dengan wajah kelam
karena ini adalah hal di luar dugaan. Semua
prajurit pengawal tampak menyebar mengecek
ke bagian belakang gedung ini. Suasana kini
berubah gaduh di serang kepanikan, karena
yang bermasalah bukan hanya lampu biasa
tapi lampu kamera pun ikut padam. Ini adalah
sesuatu yang aneh..
***
__ADS_1
Happy Reading....