Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
73. Broken


__ADS_3

Mata mereka masih saling menatap kuat dan


dalam saat sosok gagah itu membawa tubuh


Raya untuk berdiri. Keduanya kini berhadapan.


"Jangan menangis lagi.! Jangan membuatku


tersiksa karena air matamu ini Maharaya.."


Desis sosok itu yang tiada lain adalah Aaron.


Laki-laki yang telah membuat hati dan jiwa Raya


terpuruk. Perlahan kedua tangan Aaron bergerak menghapus air mata yang jatuh membanjiri wajah super cantik istrinya itu. Raya masih menatap


lekat wajah tampan Aaron dengan sorot mata


tidak percaya terhadap apa yang sedang berlaku. Aaron membimbing Raya untuk melangkah


bersama ke tengah arena dansa. Mata mereka


masih saling menatap kuat dan bertaut dalam.


Tanpa mampu menolak Raya mengikuti langkah


Aaron menuju ke tengah arena.


Keduanya kini sudah ada di tengah arena dansa.


Catharina terdiam di pinggir arena dengan sorot


mata yang tidak percaya, Aaron akan melepaskan dirinya demi menarik sekretaris pribadi nya itu


ke tengah arena. Sedang seluruh keluarga besar


kedua belah pihak masih berada dalam mode


tidak mempercayai semua ini. Apa sebenarnya


yang ada dalam pikiran Putra Mahkota hingga


dia berani meninggalkan Catharina dan malah


menggandeng sekretaris nya untuk berdansa.


Sementara Madam Rowena hanya bisa terdiam


dan menyeringai penuh ironi. Cinta... sanggup


membuat cucunya melakukan kegilaan bahkan


hingga mengguncang dunia.


Semua orang tanpa terkecuali saat ini masih


dalam mode terkejut melihat Aaron melepaskan


calon tunangan nya lalu datang menghampiri


wanita lain yang jelas-jelas hanyalah sekretaris


pribadi nya saja. Dan kini semua orang kembali


di buat menganga, tidak percaya dengan apa


yang di lihatnya saat melihat Aaron melingkari pinggang Raya posesif, menarik tubuhnya ke


dalam dekapannya, lalu meraih jemari tangannya hingga kini bertautan erat.


Aaron menjentikkan jarinya ke udara dan musik


mulai mengalun kembali dengan indah. Lagu


romantis Perfect dari Ed Sheeran kini menggema


memenuhi seluruh ruangan. Orang-orang tersadar


dari keterkejutannya dan kini di buat terpana oleh


pemandangan memukau di depan mata saat


Aaron dan Raya mulai bergerak seirama dengan


hentakan gerakan lembut namun pasti di penuhi


oleh emosi yang kini membakar tubuh dan darah


mereka. Mata mereka saling terpaut dan saling


mengunci bibir masing-masing. Air mata itu


masih saja turun menuruni pipi kemerahan


Raya yang terlihat berkilau di bawah jilatan


lampu lighting yang super romantis.


"Aaron.. apa yang kau lakukan.? Kita tidak bisa


melakukan ini. Kau tidak bisa meninggalkan


Catharina begitu saja."


"Kau adalah istriku Maharaya. Kau yang lebih


berhak berada di tempat ini bersamaku."


"Lalu bagaimana dengan pandangan semua


orang yang saat ini sedang melihat kita.?"


"Biarkan mereka belajar menerima keberadaan


mu di sisiku secara perlahan.."


"Apa maksudmu Aaron..?"


"Kau butuh pengakuan sayang.. Tapi biarkan


semua itu mengalir dengan sendirinya.!"


Raya terhenyak, menatap Aaron masih dalam


mode belum sinkron. Tubuhnya kini menjauh,


melakukan gerakan memutar sedikit lalu Aaron kembali menarik pinggangnya dan melingkarinya


kuat dalam posisi yang saling berputar pelan


dan pandangan mata yang semakin dalam.


"Aku mohon jangan merusak kepercayaan


kedua orang tuamu Aaron."


"Lalu bagaimana dengan mu.? Apakah kamu


kuat melihat semuanya.?"


"Aku bisa pergi dan tidak melihat semuanya."


"Jangan berani menjauh dari pandangan ku.


Di sini ada penjahat bermata ganas. Dia akan


menerkam mu begitu ada kesempatan.!"


Raya kembali melepaskan diri dari rengkuhan


Aaron dan melompat rendah dengan gerakan


yang sangat indah membuat semua mata di


buat takjub oleh keindahan gerak tarian Raya


yang lemah gemulai. Raya meliukkan tubuhnya


memecah asap tebal yang menutupi setengah


badannya kemudian melakukan gerakan indah


memutar tubuhnya dengan satu kaki menapak


dan satu lagi memutar dengan kedua tangan


di rentangkan. Lalu Aaron mendekat, meraih


tangan kanan Raya dengan tatapan yang kini


semakin berat dan mengunci seluruh tubuh


indah Raya. Darahnya mendidih saat ini, ingin


sekali dia menerkam istrinya itu saat ini juga.


Raya kembali memutar tubuhnya dengan


tangan kanan dalam penguasaan Aaron yang


terlihat menatapnya terpukau melihat gerakan


indah Raya yang sangat lihai dan lentur itu.


Tubuh Raya melompat ke dalam rengkuhan


Aaron dan kini kedua tangannya melingkar


erat di leher kokoh Aaron sedang kedua tangan


Aaron mengunci pinggang ramping nya.


Wajah mereka kini bersentuhan, bersamaan


dengan lighting yang meredup bibir mereka


bertemu, perlahan saling memagut lembut,


saling ******* kuat penuh perasaan. Cinta..


kasih sayang..dan gairah berjalan bersamaan menghanyutkan keduanya dalam gelora


asmara yang panas membara.


Tanpa sadar orang-orang kini bertepuk tangan


di penuhi kekaguman dan rasa terpesona atas


suguhan yang sangat menakjubkan itu. Mereka melepas ciuman nya dan kembali melakukan


gerakan ringan begitu lampu kembali menyala


dan lagu telah bergulir pada irama yang berbeda.


Tidak lama Ansel masuk ke arena membawa


Catharina untuk melanjutkan acara dansanya.


Semula gadis cantik yang merasa telah di buat


malu oleh Aaron itu mencoba menolak ajakan


Ansel, namun saat pria menawan itu mengecup


lembut jemari tangannya, hati Catharina luluh.


Mereka berdua turun kembali ke arena dansa


di ikuti oleh pasangan lain yakni Arabella dan


Arthur.


Setelah itu Lucas menarik Alea untuk ikut turun


ke arena. Dan kini 4 pasangan super waahh itu


membuat semua mata hadirin semakin di buat


terpana akan keindahan yang tersaji di depan


mata. Mereka semua adalah pasangan yang


sangat pas dan akurat seolah sudah di skenario


oleh Tuhan dengan sangat sempurna.


Namun setelah beberapa saat Raya tampak


menghentikan gerakannya. Ada gelagat tidak

__ADS_1


beres yang kini di rasakan tubuhnya yang tiba-


tiba saja lemas. Kepalanya terasa berat dan


pandangan nya mulai tidak fokus. Serta ada


rasa tidak nyaman yang kini di rasakan di


bagian bawah tubuhnya.


"Aaa...Aaron..bawa aku keluar dari sini. Aku


ingin istirahat. Kepalaku sedikit pusing."


Lirih Raya sambil melepaskan diri dari dekapan


erat Aaron yang langsung menatap tajam wajah


Raya, dia terlihat sedikit memucat.


"Apa yang terjadi dengan mu.? Apa kau tidak


mengisi perutmu lagi hari ini.?"


Aaron mengamati perubahan raut wajah Raya


yang kini semakin terlihat kacau.


"Kau tidak pulang semalam, aku jadi tidak


berselera untuk melakukan apapun."


Wajah Aaron tampak bereaksi aneh, memerah


dan ada raut kesenangan yang tergambar nyata


dari seringai tipis di sudut bibirnya.Tanpa kata


Aaron membawa Raya keluar dari arena dansa


di iringi tatapan para tamu yang terlihat sedikit


heran karena mereka sudah keluar dari arena


padahal lagu masih mengalun. Pasangan lain


pun kini menatap kepergian mereka. Tidak lama


Alea meninggalkan Lucas yang terlihat sudah


merubah tampilan wajahnya menjadi setengah


monster. Dia sudah cukup bersabar melihat


penghinaan yang telah di lakukan Aaron pada


Catharina, adik kesayangannya.


***


Suasana kini sudah kembali kondusif. Acara


utama akan segera di langsungkan sesaat lagi.


Momen yang paling di tunggu yakni acara tukar


cincin yang akan menandai resminya Catharina menjadi calon istri Putra Mahkota. Dan setelah


ini dia akan mendapat fasilitas serta pengawalan


ekstra dalam kegiatan sehari-hari nya sebelum akhirnya satu bulan kemudian mereka melangkah pada moment yang paling penting dari rangkaian


semua tradisi generasi penerus kerajaan ini


yaitu.. Royal Wedding kerajaan yang tentunya


akan menyedot perhatian publik dunia.


Dan setelah itu barulah akan menginjak pada


momen sakral lainnya, yakni penobatan istri


Putra Mahkota menjadi seorang Putri Mahkota


dan resmi menyandang gelar sebagai calon


ratu dari negara xxx.. untuk periode berikutnya.


Pembawa acara kini sudah kembali berbicara


untuk memulai puncak moment yang paling


di tunggu ini. Walau masih merasa terganggu


dengan kejadian tidak mengenakan tadi, tapi


Catharina sebisa mungkin memasang wajah


cerah dan bahagia. Berbeda dengan Perdana


Mentri Alfred Winston dan putra sulung nya


Lucas..Mereka berdua tidak akan melupakan


penghinaan yang telah di lakukan Aaron tadi


hingga kini menimbulkan banyak suara dan


selentingan miring dari para tamu.


Banyak yang berpendapat bahwa Aaron dan


Raya terlihat lebih cocok dan menyatu daripada


dengan Catharina. Dan itu adalah spontanitas


persepsi dari orang-orang yang punya posisi


penting dalam pemerintah serta negara ini.


"Aaron.. naiklah ke panggung. Jangan berbuat


hal yang hanya akan menimbulkan gejolak di


dalam istana..! Aku sungguh tidak apa-apa."


Lirih Raya sambil merapihkan kembali tampilan


untuk keluarga kerajaan. Tatapan Aaron saat


ini mengurung tubuh Raya dan mengamati


reaksi wajahnya yang terlihat semakin lemah.


"Apa kau yakin mampu bertahan melihat


semua nya.?"


Suara Aaron terdengar sangat dingin dengan


raut wajah yang terlihat keras dan membeku.


Mata mereka kini saling melihat, sorot mata


Raya terlihat lemah dan pasrah.


"Aku akan berusaha menguatkan diriku. Ini


semua tidak bisa di hindari lagi. Aku sudah


merelakanmu, sekarang naiklah.."


Aaron mendengus, dia menegakkan badan


dan merapihkan jas nya. Ansel dan Alea hanya


bisa terdiam dalam kebisuan. Semua orang


berada dalam dilema berat saat ini.


Akhirnya Aaron melangkah berat bersama


dengan Ansel menuju ke panggung utama


untuk menuntaskan semua agenda yang telah


menjerat kebebasan dan kemerdekaan dirinya


ini. Dia hanya akan memastikan dan menunggu..


Setelah segalanya siap, ini semua akan berakhir


dan dirinya akan mampu berdiri kembali di atas


komitmen dan prinsip hidupnya yang lurus.


Catharina menyambut kedatangan Aaron


dengan senyum semanis madu secerah mentari.


Raja dan Ratu tampak menatap tajam wajah


Aaron yang terlihat sangat dingin itu. Mereka


tahu pasti Putra nya itu memang tidak akan


pernah menerima perjodohan ini, tapi semua


ini adalah tradisi leluhur yang harus di jalani.


"Baiklah hadirin.. karena sekarang Yang Mulya


Putra Mahkota sudah ada di sini maka kita


akan langsung melaksanakan acara pokok.."


Ucap pembawa acara dengan penuh semangat.


Dua orang staf istana wanita kini naik ke atas


panggung membawa nampan emas di tangan


berisi kotak cincin pertunangan. Mata Aaron


kini mengarah pada keberadaan Raya dan Alea


yang ada di seberang panggung bersama para


tamu lainnya. Mereka mulai merapat mendekat


ke panggung.


Pembawa acara kembali memberikan arahan


akan prosesi tukar cincin ini. Raya yang berdiri


cukup jauh dari panggung utama menatap


kosong kearah keberadaan Aaron yang kini


berdiri berhadapan dengan Catharina, bersiap


untuk melakukan prosesi tukar cincin. Sorot


mata Raya tampak hancur, tak ada lagi harapan


dalam hatinya. Dia pasrah, dan menyerahkan


segalanya pada kehendak Tuhan.


Semua orang saat ini memfokuskan mata ke


atas panggung seolah tak berkedip dimana


Aaron mulai menerima cincin yang di ulurkan


oleh salah satu staf istana. Melihat itu tubuh


Raya semakin kehilangan tenaga, sekuat tenaga


dia mencoba untuk tetap berdiri. Aaron tampak


melirik kearah keberadaan Raya, mata mereka


saling bertemu di kejauhan. Dengan berat hati


Raya menganggukkan kepalanya perlahan


sebagai isyarat persetujuan pada Aaron.

__ADS_1


Aaron..aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu..


Sungguh cinta ini begitu berat dan membuatku


tidak berdaya..Aku terpaksa harus merelakan


dirimu bersanding dengan calon Ratu mu..


Lirih Raya dalam hatinya yang kini sudah


berdarah dan hancur tak berbentuk. Dengan


terpaksa Aaron mulai bergerak meraih jemari


tangan Catharina untuk menyematkan cincin


berlian indah ke jari manis nya di sambut senyum


bahagia gadis itu yang terlihat berbinar senang.


Para tamu menahan napas dan mengangkat


tangan bersiap memberikan aplause untuk


moment indah ini.


Tubuh Raya benar-benar kehilangan tenaga


sekarang. Dia sudah tidak akan bisa bertahan


lagi, lebih baik baginya untuk pergi saja.


"Alea..aku akan pergi dari sini.."


Lirih Raya sambil kemudian membalikkan


badannya dan mulai melangkah. Tapi tiba-tiba


saja kepalanya berputar hebat, pandangannya


kabur di sertai pendengaran yang mulai hilang.


Aaron menghentikan gerakan tangannya yang


saat ini sudah bersiap memasukan cincin ke


jari Catharina. Matanya tampak terkesiap saat


melihat tubuh Raya limbung dan terhuyung ke


pinggir. Alea terlihat panik luar biasa, namun


sebelum tubuh Raya ambruk secepat kilat


Aaron berlari kearahnya yang berjarak cukup


jauh.


Dalam gerakan cepat Aaron menangkap tubuh


Raya dan mengangkat nya ke dalam pangkuan.


Semua orang melongo, bengong di tempat saat


melihat Aaron melempar asal cincin berliannya


dan kini sudah bersimpuh di tengah ruangan


dalam posisi menggendong tubuh Raya yang


terkulai lemas tak sadarkan diri.


"Raya sayang... bangun..aku di sini.! Aku tidak


akan pernah mengkhianati mu.!"


Desis Aaron dengan suara yang sangat berat.


Dia tampak cemas menepuk halus wajah Raya


yang terlihat memutih. Alea segera bergerak


mengecek kondisi Raya dan raut wajahnya kini


terlihat khawatir. Ansel, Alex dan Benjamin kini


merapat mengelilingi dan mengamankan area.


"Kakak kita harus segera membawanya ke


rumah sakit. Kondisi nya sangat lemah.!"


Tegas Alea dengan wajah serius. Mata Aaron


membelalak saat melihat ada tetesan darah


yang turun menelusuri kaki indah Raya.


"Alea.. apa ini.? Apa yang terjadi dengan nya.?"


Aaron berseru panik melihat kondisi Raya


yang sampai berdarah-darah seperti itu. Alea


menautkan alisnya saat dia mengecek darah


tersebut. Wajahnya terlihat memucat di telan kepanikan.


"Kakak.. kita harus segera menanganinya


secepatnya, ini sangat urgent.!"


"Apa maksudmu Alea.? Apa yang terjadi.?"


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan.! Ansel


cepat siapkan ambulans sekarang juga, cepat.!!"


Alea memberi perintah yang membuat Ansel


serta semua bawahan Aaron bergerak cepat.


Dengan wajah yang di liputi kepanikan dan


kecemasan luar biasa Aaron berdiri mendekap


dan memangku tubuh Raya yang semakin


melemah.


Suasana bertambah genting saat Raja dan Ratu


serta Perdana menteri Alfred dan Catharina


datang menghampiri Aaron saat Aaron mulai


melangkah kearah pintu utama aula.


"Pangeran Aaron..!! Abaikan wanita itu.! Kau


sudah terlalu banyak bertingkah sejak tadi.!"


Ada suara tegas bernada keras dari Sang Raja


yang membuat langkah Aaron terhenti seketika.


Tapi dia tetap pada posisi semula, membelakangi semua orang yang kini berdiri di belakangnya, menatapnya tajam penuh penghakiman.


"Aku tidak bisa.! Dia adalah tanggungjawab ku.


Aku harus membawanya ke rumah sakit saat


ini juga.! Ini keadaan darurat.!"


"Aaron..!! Ingat kedudukan dan posisi mu saat ini.


Kau punya tanggung jawab yang lebih besar pada


leluhurmu, rakyatmu, dan negara mu.? Itu semua


tidak bisa di bandingkan dengan seorang wanita


biasa sepertinya.!"


Rahang Aaron langsung mengeras dengan aura


wajah yang sudah sangat dingin. Dia semakin


mempererat pelukan nya di tubuh Raya yang kini sudah sangat lemah dan darurat.


"Dia adalah wanita yang memiliki kedudukan


paling penting di sisiku saat ini. Tidak ada satu


orang pun yang bisa menghalangiku saat ini


untuk membawanya pergi.!"


"Putra Mahkota..!! Lalu bagaimana dengan


pertunangan ini.??!"


Bentakan Raja Williams menggema membuat


suasana berubah mencekam, hening dan senyap.


"Pertunangan ini batal.!! Kalian bisa mengatur


ulang semuanya kalau perlu.!!"


"Aaron..!! Lancang kamu..!!"


"Biarkan dia pergi membawa wanita itu, kalau


kalau kau tidak ingin menyesal seumur hidupmu


Yang Mulya Raja...!!"


Ada bentakan lain yang lebih membuat lutut


semua orang bergetar dan membuat Sang Raja


langsung terdiam. Madam Rowena muncul ke


tempat itu. Dia menatap kondisi Raya dengan


wajah yang sudah sangat dingin.


"Aaron..Pergi sekarang juga.! Jangan sampai


terjadi apapun padanya.!"


Titah nya dengan suara yang sangat dingin


penuh dengan penekanan. Tanpa kata lagi


Aaron segera melangkah pergi setengah berlari


keluar dari aula agung di ikuti oleh rombongan orang-orangnya. Suara serine ambulance yang


sudah menunggu di depan pintu masuk utama


seakan menyayat hati membuat suasana


semakin terasa mencekam.


Semua orang hanya bisa terdiam bengong di


tempat. Kenapa semuanya jadi begini ?? Ada


apa sebenarnya dengan Putra Mahkota.? Dia


berani mengambil keputusan membatalkan


pertunangan hanya demi wanita bawahannya.


Catharina hancur.. dia tampak menyusupkan


wajah dalam rengkuhan dada kokoh sang ayah mencoba menahan segala rasa kecewa dan


sakit hati serta rasa malu sekaligus terhina.


Lain lagi yang kini terlihat dari Perdana menteri


Alfred Winston dan Lucas, wajah mereka saat


ini sudah berubah kelam dan menjelma menjadi


iblis mengerikan.. Aaron Marvell De Enzo sudah

__ADS_1


benar-benar minta di musnahkan..!!


***


__ADS_2