
Mata mereka masih saling menatap kuat dan
dalam saat sosok gagah itu membawa tubuh
Raya untuk berdiri. Keduanya kini berhadapan.
"Jangan menangis lagi.! Jangan membuatku
tersiksa karena air matamu ini Maharaya.."
Desis sosok itu yang tiada lain adalah Aaron.
Laki-laki yang telah membuat hati dan jiwa Raya
terpuruk. Perlahan kedua tangan Aaron bergerak menghapus air mata yang jatuh membanjiri wajah super cantik istrinya itu. Raya masih menatap
lekat wajah tampan Aaron dengan sorot mata
tidak percaya terhadap apa yang sedang berlaku. Aaron membimbing Raya untuk melangkah
bersama ke tengah arena dansa. Mata mereka
masih saling menatap kuat dan bertaut dalam.
Tanpa mampu menolak Raya mengikuti langkah
Aaron menuju ke tengah arena.
Keduanya kini sudah ada di tengah arena dansa.
Catharina terdiam di pinggir arena dengan sorot
mata yang tidak percaya, Aaron akan melepaskan dirinya demi menarik sekretaris pribadi nya itu
ke tengah arena. Sedang seluruh keluarga besar
kedua belah pihak masih berada dalam mode
tidak mempercayai semua ini. Apa sebenarnya
yang ada dalam pikiran Putra Mahkota hingga
dia berani meninggalkan Catharina dan malah
menggandeng sekretaris nya untuk berdansa.
Sementara Madam Rowena hanya bisa terdiam
dan menyeringai penuh ironi. Cinta... sanggup
membuat cucunya melakukan kegilaan bahkan
hingga mengguncang dunia.
Semua orang tanpa terkecuali saat ini masih
dalam mode terkejut melihat Aaron melepaskan
calon tunangan nya lalu datang menghampiri
wanita lain yang jelas-jelas hanyalah sekretaris
pribadi nya saja. Dan kini semua orang kembali
di buat menganga, tidak percaya dengan apa
yang di lihatnya saat melihat Aaron melingkari pinggang Raya posesif, menarik tubuhnya ke
dalam dekapannya, lalu meraih jemari tangannya hingga kini bertautan erat.
Aaron menjentikkan jarinya ke udara dan musik
mulai mengalun kembali dengan indah. Lagu
romantis Perfect dari Ed Sheeran kini menggema
memenuhi seluruh ruangan. Orang-orang tersadar
dari keterkejutannya dan kini di buat terpana oleh
pemandangan memukau di depan mata saat
Aaron dan Raya mulai bergerak seirama dengan
hentakan gerakan lembut namun pasti di penuhi
oleh emosi yang kini membakar tubuh dan darah
mereka. Mata mereka saling terpaut dan saling
mengunci bibir masing-masing. Air mata itu
masih saja turun menuruni pipi kemerahan
Raya yang terlihat berkilau di bawah jilatan
lampu lighting yang super romantis.
"Aaron.. apa yang kau lakukan.? Kita tidak bisa
melakukan ini. Kau tidak bisa meninggalkan
Catharina begitu saja."
"Kau adalah istriku Maharaya. Kau yang lebih
berhak berada di tempat ini bersamaku."
"Lalu bagaimana dengan pandangan semua
orang yang saat ini sedang melihat kita.?"
"Biarkan mereka belajar menerima keberadaan
mu di sisiku secara perlahan.."
"Apa maksudmu Aaron..?"
"Kau butuh pengakuan sayang.. Tapi biarkan
semua itu mengalir dengan sendirinya.!"
Raya terhenyak, menatap Aaron masih dalam
mode belum sinkron. Tubuhnya kini menjauh,
melakukan gerakan memutar sedikit lalu Aaron kembali menarik pinggangnya dan melingkarinya
kuat dalam posisi yang saling berputar pelan
dan pandangan mata yang semakin dalam.
"Aku mohon jangan merusak kepercayaan
kedua orang tuamu Aaron."
"Lalu bagaimana dengan mu.? Apakah kamu
kuat melihat semuanya.?"
"Aku bisa pergi dan tidak melihat semuanya."
"Jangan berani menjauh dari pandangan ku.
Di sini ada penjahat bermata ganas. Dia akan
menerkam mu begitu ada kesempatan.!"
Raya kembali melepaskan diri dari rengkuhan
Aaron dan melompat rendah dengan gerakan
yang sangat indah membuat semua mata di
buat takjub oleh keindahan gerak tarian Raya
yang lemah gemulai. Raya meliukkan tubuhnya
memecah asap tebal yang menutupi setengah
badannya kemudian melakukan gerakan indah
memutar tubuhnya dengan satu kaki menapak
dan satu lagi memutar dengan kedua tangan
di rentangkan. Lalu Aaron mendekat, meraih
tangan kanan Raya dengan tatapan yang kini
semakin berat dan mengunci seluruh tubuh
indah Raya. Darahnya mendidih saat ini, ingin
sekali dia menerkam istrinya itu saat ini juga.
Raya kembali memutar tubuhnya dengan
tangan kanan dalam penguasaan Aaron yang
terlihat menatapnya terpukau melihat gerakan
indah Raya yang sangat lihai dan lentur itu.
Tubuh Raya melompat ke dalam rengkuhan
Aaron dan kini kedua tangannya melingkar
erat di leher kokoh Aaron sedang kedua tangan
Aaron mengunci pinggang ramping nya.
Wajah mereka kini bersentuhan, bersamaan
dengan lighting yang meredup bibir mereka
bertemu, perlahan saling memagut lembut,
saling ******* kuat penuh perasaan. Cinta..
kasih sayang..dan gairah berjalan bersamaan menghanyutkan keduanya dalam gelora
asmara yang panas membara.
Tanpa sadar orang-orang kini bertepuk tangan
di penuhi kekaguman dan rasa terpesona atas
suguhan yang sangat menakjubkan itu. Mereka melepas ciuman nya dan kembali melakukan
gerakan ringan begitu lampu kembali menyala
dan lagu telah bergulir pada irama yang berbeda.
Tidak lama Ansel masuk ke arena membawa
Catharina untuk melanjutkan acara dansanya.
Semula gadis cantik yang merasa telah di buat
malu oleh Aaron itu mencoba menolak ajakan
Ansel, namun saat pria menawan itu mengecup
lembut jemari tangannya, hati Catharina luluh.
Mereka berdua turun kembali ke arena dansa
di ikuti oleh pasangan lain yakni Arabella dan
Arthur.
Setelah itu Lucas menarik Alea untuk ikut turun
ke arena. Dan kini 4 pasangan super waahh itu
membuat semua mata hadirin semakin di buat
terpana akan keindahan yang tersaji di depan
mata. Mereka semua adalah pasangan yang
sangat pas dan akurat seolah sudah di skenario
oleh Tuhan dengan sangat sempurna.
Namun setelah beberapa saat Raya tampak
menghentikan gerakannya. Ada gelagat tidak
__ADS_1
beres yang kini di rasakan tubuhnya yang tiba-
tiba saja lemas. Kepalanya terasa berat dan
pandangan nya mulai tidak fokus. Serta ada
rasa tidak nyaman yang kini di rasakan di
bagian bawah tubuhnya.
"Aaa...Aaron..bawa aku keluar dari sini. Aku
ingin istirahat. Kepalaku sedikit pusing."
Lirih Raya sambil melepaskan diri dari dekapan
erat Aaron yang langsung menatap tajam wajah
Raya, dia terlihat sedikit memucat.
"Apa yang terjadi dengan mu.? Apa kau tidak
mengisi perutmu lagi hari ini.?"
Aaron mengamati perubahan raut wajah Raya
yang kini semakin terlihat kacau.
"Kau tidak pulang semalam, aku jadi tidak
berselera untuk melakukan apapun."
Wajah Aaron tampak bereaksi aneh, memerah
dan ada raut kesenangan yang tergambar nyata
dari seringai tipis di sudut bibirnya.Tanpa kata
Aaron membawa Raya keluar dari arena dansa
di iringi tatapan para tamu yang terlihat sedikit
heran karena mereka sudah keluar dari arena
padahal lagu masih mengalun. Pasangan lain
pun kini menatap kepergian mereka. Tidak lama
Alea meninggalkan Lucas yang terlihat sudah
merubah tampilan wajahnya menjadi setengah
monster. Dia sudah cukup bersabar melihat
penghinaan yang telah di lakukan Aaron pada
Catharina, adik kesayangannya.
***
Suasana kini sudah kembali kondusif. Acara
utama akan segera di langsungkan sesaat lagi.
Momen yang paling di tunggu yakni acara tukar
cincin yang akan menandai resminya Catharina menjadi calon istri Putra Mahkota. Dan setelah
ini dia akan mendapat fasilitas serta pengawalan
ekstra dalam kegiatan sehari-hari nya sebelum akhirnya satu bulan kemudian mereka melangkah pada moment yang paling penting dari rangkaian
semua tradisi generasi penerus kerajaan ini
yaitu.. Royal Wedding kerajaan yang tentunya
akan menyedot perhatian publik dunia.
Dan setelah itu barulah akan menginjak pada
momen sakral lainnya, yakni penobatan istri
Putra Mahkota menjadi seorang Putri Mahkota
dan resmi menyandang gelar sebagai calon
ratu dari negara xxx.. untuk periode berikutnya.
Pembawa acara kini sudah kembali berbicara
untuk memulai puncak moment yang paling
di tunggu ini. Walau masih merasa terganggu
dengan kejadian tidak mengenakan tadi, tapi
Catharina sebisa mungkin memasang wajah
cerah dan bahagia. Berbeda dengan Perdana
Mentri Alfred Winston dan putra sulung nya
Lucas..Mereka berdua tidak akan melupakan
penghinaan yang telah di lakukan Aaron tadi
hingga kini menimbulkan banyak suara dan
selentingan miring dari para tamu.
Banyak yang berpendapat bahwa Aaron dan
Raya terlihat lebih cocok dan menyatu daripada
dengan Catharina. Dan itu adalah spontanitas
persepsi dari orang-orang yang punya posisi
penting dalam pemerintah serta negara ini.
"Aaron.. naiklah ke panggung. Jangan berbuat
hal yang hanya akan menimbulkan gejolak di
dalam istana..! Aku sungguh tidak apa-apa."
Lirih Raya sambil merapihkan kembali tampilan
untuk keluarga kerajaan. Tatapan Aaron saat
ini mengurung tubuh Raya dan mengamati
reaksi wajahnya yang terlihat semakin lemah.
"Apa kau yakin mampu bertahan melihat
semua nya.?"
Suara Aaron terdengar sangat dingin dengan
raut wajah yang terlihat keras dan membeku.
Mata mereka kini saling melihat, sorot mata
Raya terlihat lemah dan pasrah.
"Aku akan berusaha menguatkan diriku. Ini
semua tidak bisa di hindari lagi. Aku sudah
merelakanmu, sekarang naiklah.."
Aaron mendengus, dia menegakkan badan
dan merapihkan jas nya. Ansel dan Alea hanya
bisa terdiam dalam kebisuan. Semua orang
berada dalam dilema berat saat ini.
Akhirnya Aaron melangkah berat bersama
dengan Ansel menuju ke panggung utama
untuk menuntaskan semua agenda yang telah
menjerat kebebasan dan kemerdekaan dirinya
ini. Dia hanya akan memastikan dan menunggu..
Setelah segalanya siap, ini semua akan berakhir
dan dirinya akan mampu berdiri kembali di atas
komitmen dan prinsip hidupnya yang lurus.
Catharina menyambut kedatangan Aaron
dengan senyum semanis madu secerah mentari.
Raja dan Ratu tampak menatap tajam wajah
Aaron yang terlihat sangat dingin itu. Mereka
tahu pasti Putra nya itu memang tidak akan
pernah menerima perjodohan ini, tapi semua
ini adalah tradisi leluhur yang harus di jalani.
"Baiklah hadirin.. karena sekarang Yang Mulya
Putra Mahkota sudah ada di sini maka kita
akan langsung melaksanakan acara pokok.."
Ucap pembawa acara dengan penuh semangat.
Dua orang staf istana wanita kini naik ke atas
panggung membawa nampan emas di tangan
berisi kotak cincin pertunangan. Mata Aaron
kini mengarah pada keberadaan Raya dan Alea
yang ada di seberang panggung bersama para
tamu lainnya. Mereka mulai merapat mendekat
ke panggung.
Pembawa acara kembali memberikan arahan
akan prosesi tukar cincin ini. Raya yang berdiri
cukup jauh dari panggung utama menatap
kosong kearah keberadaan Aaron yang kini
berdiri berhadapan dengan Catharina, bersiap
untuk melakukan prosesi tukar cincin. Sorot
mata Raya tampak hancur, tak ada lagi harapan
dalam hatinya. Dia pasrah, dan menyerahkan
segalanya pada kehendak Tuhan.
Semua orang saat ini memfokuskan mata ke
atas panggung seolah tak berkedip dimana
Aaron mulai menerima cincin yang di ulurkan
oleh salah satu staf istana. Melihat itu tubuh
Raya semakin kehilangan tenaga, sekuat tenaga
dia mencoba untuk tetap berdiri. Aaron tampak
melirik kearah keberadaan Raya, mata mereka
saling bertemu di kejauhan. Dengan berat hati
Raya menganggukkan kepalanya perlahan
sebagai isyarat persetujuan pada Aaron.
__ADS_1
Aaron..aku mencintaimu.. Sangat mencintaimu..
Sungguh cinta ini begitu berat dan membuatku
tidak berdaya..Aku terpaksa harus merelakan
dirimu bersanding dengan calon Ratu mu..
Lirih Raya dalam hatinya yang kini sudah
berdarah dan hancur tak berbentuk. Dengan
terpaksa Aaron mulai bergerak meraih jemari
tangan Catharina untuk menyematkan cincin
berlian indah ke jari manis nya di sambut senyum
bahagia gadis itu yang terlihat berbinar senang.
Para tamu menahan napas dan mengangkat
tangan bersiap memberikan aplause untuk
moment indah ini.
Tubuh Raya benar-benar kehilangan tenaga
sekarang. Dia sudah tidak akan bisa bertahan
lagi, lebih baik baginya untuk pergi saja.
"Alea..aku akan pergi dari sini.."
Lirih Raya sambil kemudian membalikkan
badannya dan mulai melangkah. Tapi tiba-tiba
saja kepalanya berputar hebat, pandangannya
kabur di sertai pendengaran yang mulai hilang.
Aaron menghentikan gerakan tangannya yang
saat ini sudah bersiap memasukan cincin ke
jari Catharina. Matanya tampak terkesiap saat
melihat tubuh Raya limbung dan terhuyung ke
pinggir. Alea terlihat panik luar biasa, namun
sebelum tubuh Raya ambruk secepat kilat
Aaron berlari kearahnya yang berjarak cukup
jauh.
Dalam gerakan cepat Aaron menangkap tubuh
Raya dan mengangkat nya ke dalam pangkuan.
Semua orang melongo, bengong di tempat saat
melihat Aaron melempar asal cincin berliannya
dan kini sudah bersimpuh di tengah ruangan
dalam posisi menggendong tubuh Raya yang
terkulai lemas tak sadarkan diri.
"Raya sayang... bangun..aku di sini.! Aku tidak
akan pernah mengkhianati mu.!"
Desis Aaron dengan suara yang sangat berat.
Dia tampak cemas menepuk halus wajah Raya
yang terlihat memutih. Alea segera bergerak
mengecek kondisi Raya dan raut wajahnya kini
terlihat khawatir. Ansel, Alex dan Benjamin kini
merapat mengelilingi dan mengamankan area.
"Kakak kita harus segera membawanya ke
rumah sakit. Kondisi nya sangat lemah.!"
Tegas Alea dengan wajah serius. Mata Aaron
membelalak saat melihat ada tetesan darah
yang turun menelusuri kaki indah Raya.
"Alea.. apa ini.? Apa yang terjadi dengan nya.?"
Aaron berseru panik melihat kondisi Raya
yang sampai berdarah-darah seperti itu. Alea
menautkan alisnya saat dia mengecek darah
tersebut. Wajahnya terlihat memucat di telan kepanikan.
"Kakak.. kita harus segera menanganinya
secepatnya, ini sangat urgent.!"
"Apa maksudmu Alea.? Apa yang terjadi.?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan.! Ansel
cepat siapkan ambulans sekarang juga, cepat.!!"
Alea memberi perintah yang membuat Ansel
serta semua bawahan Aaron bergerak cepat.
Dengan wajah yang di liputi kepanikan dan
kecemasan luar biasa Aaron berdiri mendekap
dan memangku tubuh Raya yang semakin
melemah.
Suasana bertambah genting saat Raja dan Ratu
serta Perdana menteri Alfred dan Catharina
datang menghampiri Aaron saat Aaron mulai
melangkah kearah pintu utama aula.
"Pangeran Aaron..!! Abaikan wanita itu.! Kau
sudah terlalu banyak bertingkah sejak tadi.!"
Ada suara tegas bernada keras dari Sang Raja
yang membuat langkah Aaron terhenti seketika.
Tapi dia tetap pada posisi semula, membelakangi semua orang yang kini berdiri di belakangnya, menatapnya tajam penuh penghakiman.
"Aku tidak bisa.! Dia adalah tanggungjawab ku.
Aku harus membawanya ke rumah sakit saat
ini juga.! Ini keadaan darurat.!"
"Aaron..!! Ingat kedudukan dan posisi mu saat ini.
Kau punya tanggung jawab yang lebih besar pada
leluhurmu, rakyatmu, dan negara mu.? Itu semua
tidak bisa di bandingkan dengan seorang wanita
biasa sepertinya.!"
Rahang Aaron langsung mengeras dengan aura
wajah yang sudah sangat dingin. Dia semakin
mempererat pelukan nya di tubuh Raya yang kini sudah sangat lemah dan darurat.
"Dia adalah wanita yang memiliki kedudukan
paling penting di sisiku saat ini. Tidak ada satu
orang pun yang bisa menghalangiku saat ini
untuk membawanya pergi.!"
"Putra Mahkota..!! Lalu bagaimana dengan
pertunangan ini.??!"
Bentakan Raja Williams menggema membuat
suasana berubah mencekam, hening dan senyap.
"Pertunangan ini batal.!! Kalian bisa mengatur
ulang semuanya kalau perlu.!!"
"Aaron..!! Lancang kamu..!!"
"Biarkan dia pergi membawa wanita itu, kalau
kalau kau tidak ingin menyesal seumur hidupmu
Yang Mulya Raja...!!"
Ada bentakan lain yang lebih membuat lutut
semua orang bergetar dan membuat Sang Raja
langsung terdiam. Madam Rowena muncul ke
tempat itu. Dia menatap kondisi Raya dengan
wajah yang sudah sangat dingin.
"Aaron..Pergi sekarang juga.! Jangan sampai
terjadi apapun padanya.!"
Titah nya dengan suara yang sangat dingin
penuh dengan penekanan. Tanpa kata lagi
Aaron segera melangkah pergi setengah berlari
keluar dari aula agung di ikuti oleh rombongan orang-orangnya. Suara serine ambulance yang
sudah menunggu di depan pintu masuk utama
seakan menyayat hati membuat suasana
semakin terasa mencekam.
Semua orang hanya bisa terdiam bengong di
tempat. Kenapa semuanya jadi begini ?? Ada
apa sebenarnya dengan Putra Mahkota.? Dia
berani mengambil keputusan membatalkan
pertunangan hanya demi wanita bawahannya.
Catharina hancur.. dia tampak menyusupkan
wajah dalam rengkuhan dada kokoh sang ayah mencoba menahan segala rasa kecewa dan
sakit hati serta rasa malu sekaligus terhina.
Lain lagi yang kini terlihat dari Perdana menteri
Alfred Winston dan Lucas, wajah mereka saat
ini sudah berubah kelam dan menjelma menjadi
iblis mengerikan.. Aaron Marvell De Enzo sudah
__ADS_1
benar-benar minta di musnahkan..!!
***