Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
106. Bahagia Yang Utuh


__ADS_3

***


Malamnya Raya bersama Arabella dan para


sepupu nya melakukan Woman Party di ruang


khusus yang telah di sediakan. Mereka tampak


sangat akrab, di penuhi oleh kebahagiaan dan kepuasan. Raya benar-benar tidak menyangka


hidupnya akan sampai di titik ini. Semuanya


seolah seperti mimpi yang jadi kenyataan..


Para wanita super cantik dan elegan itu terus


berbincang, bercengkrama sambil menikmati


hidangan istimewa yang telah di sediakan oleh


para pelayan istana.


Sementara Aaron bersama para pria pun kini


melakukan hal yang sama. Mereka berada di


dalam satu ruangan khusus. Selama pesta


kecil itu berlangsung, Aaron dan Dev sesekali


terdengar berdebat dan mempertentangkan


sesuatu yang membuat para pria lainnya


hanya bisa menggeleng resah. Aneh..dua pria


itu tidak pernah bisa akur..


Dan akhirnya sekitar pukul 12 malam Aaron


baru bisa kembali ke dalam kamarnya. Dia


berdiri di pinggir tempat tidur, menatap tenang


sosok Raya yang sudah terlelap dalam tidur


cantiknya. Istrinya itu mengenakkan gaun tidur


warna putih transparan hingga menampakkan


siluet perut buncitnya. Aaron menelan salivanya


berat saat memandangi keseluruhan tubuh


istrinya yang menggiurkan itu. Tubuh bagian


bawahnya kini langsung saja terbangun.


Aaron segera masuk ke dalam kamar mandi, membersikan diri secepatnya dan setelah itu menjalankan kewajibannya. Begitu selesai, dia


segera naik ke atas tempat tidur. Tubuh bagian


atasnya seperti biasa di biarkan terbuka.


Perlahan Aaron menarik tubuh lembut istrinya


itu kedalam dekapannya, mengurungnya dan


menguasainya, kemudian menghirup aroma


wangi lembut yang menguar dari tubuhnya.


Ohh..sungguh menenangkan. Jiwanya kini


terasa damai dan tentram.


"Kelihatannya kau lelah sekali sayang..".


Bisik Aaron sambil meraih wajah Raya untuk


di pandanginya, sepuasnya. Wajah sempurna


yang sudah membuatnya tergila-gila, dan tidak


bisa tenang tanpa melihatnya. Maharaya..


bagaimana bisa kau membuat seorang Aaron


selalu lupa diri saat berada di dekatmu..??


"Aku mencintaimu sayang..sangat mencintaimu..


Kau adalah milikku, hanya milikku saja.!"


Aaron bergumam sendiri sambil kemudian


memagut lembut bibir ranum Raya, menikmati


rasa manis yang tercipta dari bibir indah itu.


Mendapat gangguan kehangatan itu, Raya kini


mulai terbangun. Dia membulatkan matanya


saat melihat Aaron sedang mencumbu bibirnya


dan sekarang mulai turun ke lehernya.


"Emhh.. Aaron sayang.. apa yang kau lakukan.?


Kau membuat tidurku terganggu.. aku ngantuk.."


Desis Raya dengan tubuh yang menegang karena


sentuhan bibir Aaron memang dahsyat, tidak bisa


di abaikan begitu saja. Aaron menghentikan aksi


liarnya, mata mereka kini saling menatap lembut.


"Aku merindukanmu sayang.. Apa kau tidak


merasakan hal yang sama.?"


Bisik Aaron sambil membelai lembut wajah


halus bening Raya yang terlihat begitu cantik


dan menggoda. Raya tersenyum tenang.


"Apakah semua rasa itu harus selalu di katakan?


Kau bisa merasakannya sendiri bukan.?"


"Kenapa kamu tidak pernah bereaksi apapun ?


Apa kau tidak cemburu pada kakak sepupu mu


saat melihatnya bersamaku.?"


Raya terdiam sesaat, mata mereka kini terpaut


dalam, tidak lama Raya kembali tersenyum .


Tangannya bergerak memainkan jarinya di


bibir seksi Aaron.


"Aku masih normal sayang. Tentu saja aku juga


merasakan cemburu. Tapi keyakinan ku padamu


lebih besar dari rasa cemburuku. Aku percaya


padamu..Kau tidak mungkin berpaling dariku."


Bibir Aaron menyeringai tipis, wajah mereka kini


saling bersentuhan, bibir mereka bertemu dan


saling menyesap perlahan.


"Kenapa kau begitu yakin kalau aku tidak akan


tergoda wanita lain.?"


"Memang nya apa yang bisa di berikan wanita


lain yang tidak bisa aku berikan padamu?"


"Kau terlalu santai sayang.. aku tidak suka !"


"Karena aku percaya padamu. Tapi jangan


salah, kecemburuan ku bisa lebih gila darimu


sayang.!"


"Kalau begitu buktikan padaku.! Aku ingin


melihat bukti kecemburuan mu itu.!"


Raya terdiam, sedikit menjauhkan dirinya dari


jangkauan Aaron. Bibir indahnya kini mengulas


senyum simpul yang menyembunyikan sesuatu.


"Jadi kau mau bukti kecemburuan ku.?"


"Hemm.. aku butuh bukti itu.!"


"Hemm..baiklah. Aku..aku akan pergi bersama


dengan seseorang yang jauh lebih baik darimu.


Dan aku akan tinggal bersama dengannya.!"


Wajah Aaron seketika berubah keras, matanya


kini menyala. Dia bangkit, menatap tajam wajah


Raya yang menautkan alisnya dengan senyum


yang semakin tertahan. Dia sudah bisa menebak


reaksi seperti apa yang akan di perlihatkan Aaron.


"Maharaya.. jangan main-main denganku.! Aku


bisa menghabisi laki-laki itu sekarang juga. Kau


tahu benar aku tidak bisa terima satu hal ini."


"Bukankah kau butuh bukti kecemburuan ku.?"


"Kau tidak membuktikan apapun dengan itu.


Tapi kau sedang mengundang bahaya dengan


melakukan hal itu.!!"


Geram Aaron sambil kemudian bergerak cepat


ingin turun dari tempat tidur. Namun dengan


gerakan cepat Raya mengibaskan tangannya


kearah Aaron yang langsung tertarik kearah

__ADS_1


belakang lalu jatuh terlentang di atas tempat


tidur dengan tatapan yang sedikit terkejut.


"Belum apa-apa kau sudah seperti ini. Mana


bisa aku main-main dengan mu.!"


Desis Raya sambil bergerak cepat naik ke atas


tubuh Aaron lalu menindihnya dengan gerakan menggoda. Aaron membeku, wajahnya tampak


memerah dengan nafas yang tiba-tiba kacau.


Dia menatap wajah cantik istrinya itu yang kini


mulai menyentuhkan jemari halusnya di tubuh


bagian atasnya, menelusuri nya dengan gerakan


lembut memabukkan membuat gejolak emosi


Aaron langsung lenyap seketika.


"Kali ini kau tidak akan pernah bisa menang


dariku Yang Mulya Putra Mahkota..Aku adalah


penguasa hati dan jiwamu. Jadi jangan pernah


coba-coba macam-macam di belakangku.!"


Ancam Raya sambil menjentikkan jarinya


membuat semua lampu berubah meremang.


Kemudian dia melepas semua pakaian yang


menempel di tubuh mereka. Dan mulailah sang


putri penakluk memberikan servis dahsyatnya


yang membuat tubuh Aaron bergetar hebat di


terjang rasa nikmat luar biasa yang kini sudah


menggenggam erat seluruh tubuh nya. Tidak


lama Aaron sudah menggeram hebat saat


tubuh mereka mulai menyatu dengan posisi


Raya yang masih memimpin permainan..


Ohh Maharaya sayang.. bagaimana aku tidak


akan tergila-gila pada mu..kau tidak ada duanya..


Aaron berteriak dalam hatinya saat Raya mulai


membawa dirinya mengarungi surga dunia..


***


Keesokan harinya..


Rangkaian pesta yang sesungguhnya kini mulai


di gelar. Di negara ini ada banyak tradisi unik


yang biasa di jalankan dalam pesta pernikahan


kaum bangsawan dan konglomerat. Seperti


yang saat ini sedang di laksanakan oleh


keluarga Sulaiman.


Sekitar pukul 10 pagi, seluruh keluarga besar


keluar dari istana dengan menaiki mobil-mobil


mewah kap terbuka untuk berkeliling pusat kota


xx.. yang sudah terlebih dahulu di sterilkan oleh


pihak keamanan. Ada ratusan mobil kap terbuka


yang sudah di hias sedemikian rupa yang ikut


dalam konvoi keliling kota ini. Bahkan para


pejabat negara dan perwakilan dari pemerintah


pun ikut ambil bagian dalam acara konvoi ini.


Sampai di jalan.. mobil-mobil masyarakat lain


langsung ikut bergabung dalam arak-arakan


ini hingga ada banyak ribuan mobil yang kini


mengiringi. Aaron dan Raya terlihat antusias


dengan acara ini. Mereka juga mendapatkan


sambutan luar biasa dari penduduk kota yang


sudah menunggu di sepanjang jalan. Semua


orang tampak histeris saat melihat kemunculan


pasangan Prince dan Princess itu yang dari


hari kemarin sudah memenuhi semua laman pemberitaan di seluruh penjuru negeri.


Dan puncaknya.. ketika tiba di perempatan jalan


yang di ikuti oleh semua orang yang ikut dalam


acara ini. Dan masyarakat yang ada di tempat


itu pun bebas mengikuti acara ini. Sungguh unik


adat dan tradisi yang ada di tiap negara, dan kita sebagai manusia yang beradab serta beretika


baik harus bisa menghargai serta beradaptasi


dengan lingkungan dimana kita berada.


Acara keliling kota akhirnya selesai di gelar..


Dan kini hanya tinggal menunggu acara puncak


nanti malam, yakni resepsi pernikahan yang


akan di adakan di ruangan utama istana. Pesta


ini hanya akan dihadiri oleh orang-orang penting


saja yang datang dari berbagai kalangan.


Akhirnya malam perayaan pun tiba..


Aaron tampak berdiri kaku di depan pintu saat


Raya keluar dari dalam kamar di dampingi oleh


Clarissa serta dua sepupu Raya lainnya dari


keluarga Sulaiman yang masih lajang.


Masya Allah.. mata Aaron tampak berair saat


melihat penampilan Raya dalam balutan gaun


pesta ala negara ini yang terlihat begitu indah


dan menakjubkan.. Malam ini aura kecantikan


alami Raya terpancar seluruhnya. Gaun cantik


nan unik yang melekat di tubuhnya membuat


dia tampil begitu sempurna tiada cela.


"Ohh..My love.. begitu sempurna nya Tuhan


menciptakan dirimu. Dan aku sangat bersyukur


karena telah menjadi pemilik mu.. Maharaya.."


Ujar Aaron sambil berlutut di hadapan Raya,


kemudian mengulurkan sebuket bunga cantik


padanya. Mata indah Raya tampak berkaca-


kaca, menatap lembut wajah tampan Aaron


yang terlihat begitu bercahaya. Saat ini Aaron


tampak begitu gagah dan perkasa dalam


balutan busana resmi khas negara ini yang


membuat dirinya terkesan lebih jantan dan


penuh kharisma. Keduanya tampak saling


pandang lekat. Semua orang mematung,


menatap iri adegan romantis itu.


"Tak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan.


Tak ada kemenangan tanpa ujian..Semuanya


terjadi atas seizin yang Maha Perencana.. Aku


percaya kau adalah takdir hidupku suamiku.."


Lirih Raya lembut sambil meraih buket bunga


dari tangan Aaron yang kini berdiri. Keduanya mendekat, kemudian dengan sedikit gemetar


Aaron perlahan mengangsurkan bibirnya di


kening Raya. Mereka memejamkan mata kuat, mencoba meresapi segala rasa yang kini telah


mengikat hati keduanya. Setelah itu bibir mereka


saling memagut lembut penuh kemesraan yang membuat Clarissa dan dua gadis lainnya


langsung memalingkan wajah mereka.


Akhirnya kedua mempelai beserta pengiringnya


mulai melangkah tenang menuju lantai bawah.


Aaron menggengam erat tangan Raya sambil


sesekali melirik dan memandangi wajahnya


seolah tiada bosannya.


Suasana pesta saat ini berlangsung dengan


sangat meriah. Alunan musik khas negara ini

__ADS_1


di iringi rentak tarian yang selaras dan dinamis


dari para penari, menambah kesan meriah


yang mampu menggetarkan hati. Para tamu


undangan tampak sudah memenuhi seluruh


ruangan pesta yang terlihat sangat mewah dan


glamor itu. Mereka terlihat sangat menikmati


suasana pesta yang sangat hangat dan akrab


tidak seperti pesta-pesta pada umumnya.


Pesta kali ini memang sengaja bertema..


homey and family..


Saat ini para tamu penting negara, termasuk


diantaranya pemimpin negara ini beserta istri,


serta para tamu penting lainnya baru saja hadir


di dalam ruangan pesta di sambut ramah oleh


Serkan dan Tuan Wiratama. Mereka semua


langsung berbincang hangat.


Sementara itu di area khusus keluarga saat


ini seluruh keluarga besar telah berkumpul.


Mayra tampil begitu memukau dan mempesona


dalam balutan gaun pesta yang sangat mewah


dan elegan dengan warna yang terlihat indah.


Kehadirannya cukup menyita perhatian para


tamu undangan walaupun dia menggendong


seorang bayi kecil. Lagi-lagi, Dirga harus extra


bersabar dalam menghadapi mata-mata jahil


para tamu yang terlihat sekali sangat terpesona


dengan istrinya itu.


Namun anehnya..saat melihat kemunculan


sang raja entertainment..Devan Kanigara Elajar


di sebelah Mayra, nyali para tamu langsung saja


menciut, mereka mencoba terlihat normal.


"Kau harus lebih menjaga istrimu dari mata


jahil lelaki hidung belakang Tuan Moolay..


Dia memiliki magnet yang sangat kuat.!"


Decak Devan sambil kemudian meraih si kecil


Rein dari gendongan Mayra dan memangkunya


dengan wajah ceria.


"Aku tahu yang harus aku lakukan Mr Elajar.!


Aku hanya sedang berusaha memberi sedikit


kebebasan pada istriku.!"


"Kau tidak boleh lengah sedikitpun kalau tidak


ingin kehilangannya.! Dia adalah berlian yang


sangat berharga.!"


"Tentu saja, dia adalah malaikat penjagaku


selama ini. Kalau bukan karena dirinya aku


pasti sudah kehilangan semangat hidupku."


Desis Dirga sambil melingkari pinggang Mayra


yang menatap teduh wajah tampan Dirga dan


menerbitkan senyum lembut menenangkan.


"Jangan bicarakan itu lagi sayang.. Kau sudah


sembuh sekarang. Dan semua itu tidak akan


pernah terulang lagi."


Lirih Mayra sambil mengelus lembut wajah


Dirga yang tersenyum tipis. Devan mendengus


dan menarik nafas panjang. Dia kembali fokus


pada si kecil Rein yang terlihat tersenyum lebar


dan tertawa kecil begitu Dev menciumi gemas wajahnya. Bayi kecil itu akan selalu membuat


orang merasa gemas dan greget saat melihat


apalagi menggendong nya.


Dan akhirnya pasangan mempelai yang sudah


di tunggu pun muncul dari arah tangga istana


yang sudah di hias sedemikian indah di kedua


sisinya. Kini semua mata terfokus kearah tangga.


Mereka semua tampak terkesima, seolah-olah


terhipnotis dan spontan menahan nafas begitu


melihat pasangan itu perlahan menuruni tangga.


Raya menebarkan senyum lembut dan ramah


pada semua orang yang kini berdiri mematung


di sepanjang permadani emas yang membentang


megah menuju pelaminan. Musik indah mengalun


mengiringi langkah mereka di sambut tarian adat


yang sangat memukau. Dan akhirnya mereka kini


berdiri berdampingan di atas pelaminan.


Acara demi acara terus bergulir sampai akhirnya


para tamu di persilahkan untuk mengucapkan


selamat kepada kedua mempelai yang tidak di dampingi oleh orang tua pada umumnya. Devan


hanya bisa menatap diam bidadari pujaan hati


nya yang terlihat begitu luar biasa cantik dan


memukau. Dia mencoba untuk mengikhlaskan


semuanya, karena Tuhan punya jalan cerita dan


takdir sendiri-sendiri untuk setiap umatnya.


Menuju penghujung acara.. Mayra akhirnya


mempersembahkan hadiah khusus untuk kedua


mempelai dengan memberikan penampilan


spesialnya diatas panggung. Lagu indah nan


romantis mengalun merdu dan menyentuh dari permainan jemari ajaib seorang Almayra yang


mampu membuat semua orang terkesima.


Aaron dan Raya menatap tenang kearah Mayra


yang sesekali melempar senyum ketenangan


dan ketulusan serta kebahagiaan pada mereka.


Kini.. tidak ada lagi ganjalan di hati ketiganya..


karena mereka telah menemukan keyakinan


dan ketetapan hati masing-masing. Tak akan


ada aral yang bisa menjadi duri dalam hubungan


persaudaraan mereka, karena kini semuanya


telah berada pada porsinya masing-masing.


Sesungguhnya.. selama ini..Mayra hanyalah


sebatas mengkhawatirkan Aaron karena pria


itu sudah sering menjadi penyelamat hidupnya.


Ada chemistry yang terjalin diantara mereka,


dan dia juga tidak bisa mengabaikan perasaan


Aaron. Selama ini dia sangat berharap Aaron


menemukan cinta yang sesungguhnya agar


dirinya bisa terbebas dari beban perasaan dan


hidupnya terasa tenang. Karena sejatinya selama


ini perasaan Mayra terhadap Aaron tidak lebih


dari sekedar rasa simpati belaka bahkan dirinya


sudah menganggap Aaron sebagai pelindungnya.


Dan akhirnya..semua keinginannya kini sudah


menjadi kenyataan.. bahkan semuanya di luar ekspektasi.. Mereka kini benar-benar terhubung


sebagai saudara.


Tuntas sudah rangkaian kisah perjalanan cinta


Aaron dan Raya sampai di negri ini..Kini mereka


akan memulai peran baru sebagai orang tua dan


kelak akan menjadi pemimpin dari sebuah negara..

__ADS_1


***


__ADS_2