
***
Malamnya Raya bersama Arabella dan para
sepupu nya melakukan Woman Party di ruang
khusus yang telah di sediakan. Mereka tampak
sangat akrab, di penuhi oleh kebahagiaan dan kepuasan. Raya benar-benar tidak menyangka
hidupnya akan sampai di titik ini. Semuanya
seolah seperti mimpi yang jadi kenyataan..
Para wanita super cantik dan elegan itu terus
berbincang, bercengkrama sambil menikmati
hidangan istimewa yang telah di sediakan oleh
para pelayan istana.
Sementara Aaron bersama para pria pun kini
melakukan hal yang sama. Mereka berada di
dalam satu ruangan khusus. Selama pesta
kecil itu berlangsung, Aaron dan Dev sesekali
terdengar berdebat dan mempertentangkan
sesuatu yang membuat para pria lainnya
hanya bisa menggeleng resah. Aneh..dua pria
itu tidak pernah bisa akur..
Dan akhirnya sekitar pukul 12 malam Aaron
baru bisa kembali ke dalam kamarnya. Dia
berdiri di pinggir tempat tidur, menatap tenang
sosok Raya yang sudah terlelap dalam tidur
cantiknya. Istrinya itu mengenakkan gaun tidur
warna putih transparan hingga menampakkan
siluet perut buncitnya. Aaron menelan salivanya
berat saat memandangi keseluruhan tubuh
istrinya yang menggiurkan itu. Tubuh bagian
bawahnya kini langsung saja terbangun.
Aaron segera masuk ke dalam kamar mandi, membersikan diri secepatnya dan setelah itu menjalankan kewajibannya. Begitu selesai, dia
segera naik ke atas tempat tidur. Tubuh bagian
atasnya seperti biasa di biarkan terbuka.
Perlahan Aaron menarik tubuh lembut istrinya
itu kedalam dekapannya, mengurungnya dan
menguasainya, kemudian menghirup aroma
wangi lembut yang menguar dari tubuhnya.
Ohh..sungguh menenangkan. Jiwanya kini
terasa damai dan tentram.
"Kelihatannya kau lelah sekali sayang..".
Bisik Aaron sambil meraih wajah Raya untuk
di pandanginya, sepuasnya. Wajah sempurna
yang sudah membuatnya tergila-gila, dan tidak
bisa tenang tanpa melihatnya. Maharaya..
bagaimana bisa kau membuat seorang Aaron
selalu lupa diri saat berada di dekatmu..??
"Aku mencintaimu sayang..sangat mencintaimu..
Kau adalah milikku, hanya milikku saja.!"
Aaron bergumam sendiri sambil kemudian
memagut lembut bibir ranum Raya, menikmati
rasa manis yang tercipta dari bibir indah itu.
Mendapat gangguan kehangatan itu, Raya kini
mulai terbangun. Dia membulatkan matanya
saat melihat Aaron sedang mencumbu bibirnya
dan sekarang mulai turun ke lehernya.
"Emhh.. Aaron sayang.. apa yang kau lakukan.?
Kau membuat tidurku terganggu.. aku ngantuk.."
Desis Raya dengan tubuh yang menegang karena
sentuhan bibir Aaron memang dahsyat, tidak bisa
di abaikan begitu saja. Aaron menghentikan aksi
liarnya, mata mereka kini saling menatap lembut.
"Aku merindukanmu sayang.. Apa kau tidak
merasakan hal yang sama.?"
Bisik Aaron sambil membelai lembut wajah
halus bening Raya yang terlihat begitu cantik
dan menggoda. Raya tersenyum tenang.
"Apakah semua rasa itu harus selalu di katakan?
Kau bisa merasakannya sendiri bukan.?"
"Kenapa kamu tidak pernah bereaksi apapun ?
Apa kau tidak cemburu pada kakak sepupu mu
saat melihatnya bersamaku.?"
Raya terdiam sesaat, mata mereka kini terpaut
dalam, tidak lama Raya kembali tersenyum .
Tangannya bergerak memainkan jarinya di
bibir seksi Aaron.
"Aku masih normal sayang. Tentu saja aku juga
merasakan cemburu. Tapi keyakinan ku padamu
lebih besar dari rasa cemburuku. Aku percaya
padamu..Kau tidak mungkin berpaling dariku."
Bibir Aaron menyeringai tipis, wajah mereka kini
saling bersentuhan, bibir mereka bertemu dan
saling menyesap perlahan.
"Kenapa kau begitu yakin kalau aku tidak akan
tergoda wanita lain.?"
"Memang nya apa yang bisa di berikan wanita
lain yang tidak bisa aku berikan padamu?"
"Kau terlalu santai sayang.. aku tidak suka !"
"Karena aku percaya padamu. Tapi jangan
salah, kecemburuan ku bisa lebih gila darimu
sayang.!"
"Kalau begitu buktikan padaku.! Aku ingin
melihat bukti kecemburuan mu itu.!"
Raya terdiam, sedikit menjauhkan dirinya dari
jangkauan Aaron. Bibir indahnya kini mengulas
senyum simpul yang menyembunyikan sesuatu.
"Jadi kau mau bukti kecemburuan ku.?"
"Hemm.. aku butuh bukti itu.!"
"Hemm..baiklah. Aku..aku akan pergi bersama
dengan seseorang yang jauh lebih baik darimu.
Dan aku akan tinggal bersama dengannya.!"
Wajah Aaron seketika berubah keras, matanya
kini menyala. Dia bangkit, menatap tajam wajah
Raya yang menautkan alisnya dengan senyum
yang semakin tertahan. Dia sudah bisa menebak
reaksi seperti apa yang akan di perlihatkan Aaron.
"Maharaya.. jangan main-main denganku.! Aku
bisa menghabisi laki-laki itu sekarang juga. Kau
tahu benar aku tidak bisa terima satu hal ini."
"Bukankah kau butuh bukti kecemburuan ku.?"
"Kau tidak membuktikan apapun dengan itu.
Tapi kau sedang mengundang bahaya dengan
melakukan hal itu.!!"
Geram Aaron sambil kemudian bergerak cepat
ingin turun dari tempat tidur. Namun dengan
gerakan cepat Raya mengibaskan tangannya
kearah Aaron yang langsung tertarik kearah
__ADS_1
belakang lalu jatuh terlentang di atas tempat
tidur dengan tatapan yang sedikit terkejut.
"Belum apa-apa kau sudah seperti ini. Mana
bisa aku main-main dengan mu.!"
Desis Raya sambil bergerak cepat naik ke atas
tubuh Aaron lalu menindihnya dengan gerakan menggoda. Aaron membeku, wajahnya tampak
memerah dengan nafas yang tiba-tiba kacau.
Dia menatap wajah cantik istrinya itu yang kini
mulai menyentuhkan jemari halusnya di tubuh
bagian atasnya, menelusuri nya dengan gerakan
lembut memabukkan membuat gejolak emosi
Aaron langsung lenyap seketika.
"Kali ini kau tidak akan pernah bisa menang
dariku Yang Mulya Putra Mahkota..Aku adalah
penguasa hati dan jiwamu. Jadi jangan pernah
coba-coba macam-macam di belakangku.!"
Ancam Raya sambil menjentikkan jarinya
membuat semua lampu berubah meremang.
Kemudian dia melepas semua pakaian yang
menempel di tubuh mereka. Dan mulailah sang
putri penakluk memberikan servis dahsyatnya
yang membuat tubuh Aaron bergetar hebat di
terjang rasa nikmat luar biasa yang kini sudah
menggenggam erat seluruh tubuh nya. Tidak
lama Aaron sudah menggeram hebat saat
tubuh mereka mulai menyatu dengan posisi
Raya yang masih memimpin permainan..
Ohh Maharaya sayang.. bagaimana aku tidak
akan tergila-gila pada mu..kau tidak ada duanya..
Aaron berteriak dalam hatinya saat Raya mulai
membawa dirinya mengarungi surga dunia..
***
Keesokan harinya..
Rangkaian pesta yang sesungguhnya kini mulai
di gelar. Di negara ini ada banyak tradisi unik
yang biasa di jalankan dalam pesta pernikahan
kaum bangsawan dan konglomerat. Seperti
yang saat ini sedang di laksanakan oleh
keluarga Sulaiman.
Sekitar pukul 10 pagi, seluruh keluarga besar
keluar dari istana dengan menaiki mobil-mobil
mewah kap terbuka untuk berkeliling pusat kota
xx.. yang sudah terlebih dahulu di sterilkan oleh
pihak keamanan. Ada ratusan mobil kap terbuka
yang sudah di hias sedemikian rupa yang ikut
dalam konvoi keliling kota ini. Bahkan para
pejabat negara dan perwakilan dari pemerintah
pun ikut ambil bagian dalam acara konvoi ini.
Sampai di jalan.. mobil-mobil masyarakat lain
langsung ikut bergabung dalam arak-arakan
ini hingga ada banyak ribuan mobil yang kini
mengiringi. Aaron dan Raya terlihat antusias
dengan acara ini. Mereka juga mendapatkan
sambutan luar biasa dari penduduk kota yang
sudah menunggu di sepanjang jalan. Semua
orang tampak histeris saat melihat kemunculan
pasangan Prince dan Princess itu yang dari
hari kemarin sudah memenuhi semua laman pemberitaan di seluruh penjuru negeri.
Dan puncaknya.. ketika tiba di perempatan jalan
yang di ikuti oleh semua orang yang ikut dalam
acara ini. Dan masyarakat yang ada di tempat
itu pun bebas mengikuti acara ini. Sungguh unik
adat dan tradisi yang ada di tiap negara, dan kita sebagai manusia yang beradab serta beretika
baik harus bisa menghargai serta beradaptasi
dengan lingkungan dimana kita berada.
Acara keliling kota akhirnya selesai di gelar..
Dan kini hanya tinggal menunggu acara puncak
nanti malam, yakni resepsi pernikahan yang
akan di adakan di ruangan utama istana. Pesta
ini hanya akan dihadiri oleh orang-orang penting
saja yang datang dari berbagai kalangan.
Akhirnya malam perayaan pun tiba..
Aaron tampak berdiri kaku di depan pintu saat
Raya keluar dari dalam kamar di dampingi oleh
Clarissa serta dua sepupu Raya lainnya dari
keluarga Sulaiman yang masih lajang.
Masya Allah.. mata Aaron tampak berair saat
melihat penampilan Raya dalam balutan gaun
pesta ala negara ini yang terlihat begitu indah
dan menakjubkan.. Malam ini aura kecantikan
alami Raya terpancar seluruhnya. Gaun cantik
nan unik yang melekat di tubuhnya membuat
dia tampil begitu sempurna tiada cela.
"Ohh..My love.. begitu sempurna nya Tuhan
menciptakan dirimu. Dan aku sangat bersyukur
karena telah menjadi pemilik mu.. Maharaya.."
Ujar Aaron sambil berlutut di hadapan Raya,
kemudian mengulurkan sebuket bunga cantik
padanya. Mata indah Raya tampak berkaca-
kaca, menatap lembut wajah tampan Aaron
yang terlihat begitu bercahaya. Saat ini Aaron
tampak begitu gagah dan perkasa dalam
balutan busana resmi khas negara ini yang
membuat dirinya terkesan lebih jantan dan
penuh kharisma. Keduanya tampak saling
pandang lekat. Semua orang mematung,
menatap iri adegan romantis itu.
"Tak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan.
Tak ada kemenangan tanpa ujian..Semuanya
terjadi atas seizin yang Maha Perencana.. Aku
percaya kau adalah takdir hidupku suamiku.."
Lirih Raya lembut sambil meraih buket bunga
dari tangan Aaron yang kini berdiri. Keduanya mendekat, kemudian dengan sedikit gemetar
Aaron perlahan mengangsurkan bibirnya di
kening Raya. Mereka memejamkan mata kuat, mencoba meresapi segala rasa yang kini telah
mengikat hati keduanya. Setelah itu bibir mereka
saling memagut lembut penuh kemesraan yang membuat Clarissa dan dua gadis lainnya
langsung memalingkan wajah mereka.
Akhirnya kedua mempelai beserta pengiringnya
mulai melangkah tenang menuju lantai bawah.
Aaron menggengam erat tangan Raya sambil
sesekali melirik dan memandangi wajahnya
seolah tiada bosannya.
Suasana pesta saat ini berlangsung dengan
sangat meriah. Alunan musik khas negara ini
__ADS_1
di iringi rentak tarian yang selaras dan dinamis
dari para penari, menambah kesan meriah
yang mampu menggetarkan hati. Para tamu
undangan tampak sudah memenuhi seluruh
ruangan pesta yang terlihat sangat mewah dan
glamor itu. Mereka terlihat sangat menikmati
suasana pesta yang sangat hangat dan akrab
tidak seperti pesta-pesta pada umumnya.
Pesta kali ini memang sengaja bertema..
homey and family..
Saat ini para tamu penting negara, termasuk
diantaranya pemimpin negara ini beserta istri,
serta para tamu penting lainnya baru saja hadir
di dalam ruangan pesta di sambut ramah oleh
Serkan dan Tuan Wiratama. Mereka semua
langsung berbincang hangat.
Sementara itu di area khusus keluarga saat
ini seluruh keluarga besar telah berkumpul.
Mayra tampil begitu memukau dan mempesona
dalam balutan gaun pesta yang sangat mewah
dan elegan dengan warna yang terlihat indah.
Kehadirannya cukup menyita perhatian para
tamu undangan walaupun dia menggendong
seorang bayi kecil. Lagi-lagi, Dirga harus extra
bersabar dalam menghadapi mata-mata jahil
para tamu yang terlihat sekali sangat terpesona
dengan istrinya itu.
Namun anehnya..saat melihat kemunculan
sang raja entertainment..Devan Kanigara Elajar
di sebelah Mayra, nyali para tamu langsung saja
menciut, mereka mencoba terlihat normal.
"Kau harus lebih menjaga istrimu dari mata
jahil lelaki hidung belakang Tuan Moolay..
Dia memiliki magnet yang sangat kuat.!"
Decak Devan sambil kemudian meraih si kecil
Rein dari gendongan Mayra dan memangkunya
dengan wajah ceria.
"Aku tahu yang harus aku lakukan Mr Elajar.!
Aku hanya sedang berusaha memberi sedikit
kebebasan pada istriku.!"
"Kau tidak boleh lengah sedikitpun kalau tidak
ingin kehilangannya.! Dia adalah berlian yang
sangat berharga.!"
"Tentu saja, dia adalah malaikat penjagaku
selama ini. Kalau bukan karena dirinya aku
pasti sudah kehilangan semangat hidupku."
Desis Dirga sambil melingkari pinggang Mayra
yang menatap teduh wajah tampan Dirga dan
menerbitkan senyum lembut menenangkan.
"Jangan bicarakan itu lagi sayang.. Kau sudah
sembuh sekarang. Dan semua itu tidak akan
pernah terulang lagi."
Lirih Mayra sambil mengelus lembut wajah
Dirga yang tersenyum tipis. Devan mendengus
dan menarik nafas panjang. Dia kembali fokus
pada si kecil Rein yang terlihat tersenyum lebar
dan tertawa kecil begitu Dev menciumi gemas wajahnya. Bayi kecil itu akan selalu membuat
orang merasa gemas dan greget saat melihat
apalagi menggendong nya.
Dan akhirnya pasangan mempelai yang sudah
di tunggu pun muncul dari arah tangga istana
yang sudah di hias sedemikian indah di kedua
sisinya. Kini semua mata terfokus kearah tangga.
Mereka semua tampak terkesima, seolah-olah
terhipnotis dan spontan menahan nafas begitu
melihat pasangan itu perlahan menuruni tangga.
Raya menebarkan senyum lembut dan ramah
pada semua orang yang kini berdiri mematung
di sepanjang permadani emas yang membentang
megah menuju pelaminan. Musik indah mengalun
mengiringi langkah mereka di sambut tarian adat
yang sangat memukau. Dan akhirnya mereka kini
berdiri berdampingan di atas pelaminan.
Acara demi acara terus bergulir sampai akhirnya
para tamu di persilahkan untuk mengucapkan
selamat kepada kedua mempelai yang tidak di dampingi oleh orang tua pada umumnya. Devan
hanya bisa menatap diam bidadari pujaan hati
nya yang terlihat begitu luar biasa cantik dan
memukau. Dia mencoba untuk mengikhlaskan
semuanya, karena Tuhan punya jalan cerita dan
takdir sendiri-sendiri untuk setiap umatnya.
Menuju penghujung acara.. Mayra akhirnya
mempersembahkan hadiah khusus untuk kedua
mempelai dengan memberikan penampilan
spesialnya diatas panggung. Lagu indah nan
romantis mengalun merdu dan menyentuh dari permainan jemari ajaib seorang Almayra yang
mampu membuat semua orang terkesima.
Aaron dan Raya menatap tenang kearah Mayra
yang sesekali melempar senyum ketenangan
dan ketulusan serta kebahagiaan pada mereka.
Kini.. tidak ada lagi ganjalan di hati ketiganya..
karena mereka telah menemukan keyakinan
dan ketetapan hati masing-masing. Tak akan
ada aral yang bisa menjadi duri dalam hubungan
persaudaraan mereka, karena kini semuanya
telah berada pada porsinya masing-masing.
Sesungguhnya.. selama ini..Mayra hanyalah
sebatas mengkhawatirkan Aaron karena pria
itu sudah sering menjadi penyelamat hidupnya.
Ada chemistry yang terjalin diantara mereka,
dan dia juga tidak bisa mengabaikan perasaan
Aaron. Selama ini dia sangat berharap Aaron
menemukan cinta yang sesungguhnya agar
dirinya bisa terbebas dari beban perasaan dan
hidupnya terasa tenang. Karena sejatinya selama
ini perasaan Mayra terhadap Aaron tidak lebih
dari sekedar rasa simpati belaka bahkan dirinya
sudah menganggap Aaron sebagai pelindungnya.
Dan akhirnya..semua keinginannya kini sudah
menjadi kenyataan.. bahkan semuanya di luar ekspektasi.. Mereka kini benar-benar terhubung
sebagai saudara.
Tuntas sudah rangkaian kisah perjalanan cinta
Aaron dan Raya sampai di negri ini..Kini mereka
akan memulai peran baru sebagai orang tua dan
kelak akan menjadi pemimpin dari sebuah negara..
__ADS_1
***