
***
Aaron dan Raja Williams yang ada di sebelah
Raya juga sama bengong nya. Kenapa Raya bisa
ada di tempat ini sekarang, situasinya saat ini sangatlah genting. Keselamatan jiwanya akan terancam. Rahang Aaron kini semakin mengeras dengan tinju terkepal sempurna. Tapi.. tunggu
dulu.. darimana datangnya para iblis bayangan.? Apakah Serkan yang sudah mengirim mereka.?
Semua mata masih terfokus pada sosok Raya
yang saat ini sedang menyebarkan pandangan
nya ke seluruh arah dengan sinar biru tenang
yang keluar dari matanya tanpa di sadari oleh
semua orang bahwa sinar tak terlihat itu dapat melumpuhkan dan memberi efek menenangkan.
"Perkenalkan.. nama saya Maharaya Emeera As
Syaf Sulaiman.. Saya putri tunggal dari Jenderal
Serkan Ahmed As Syaf Sulaiman.. Kalau kalian
merasa saya tidak patut untuk menjadi seorang
pendamping dari Pangeran Marvell, silahkan..
katakan secara langsung sekarang juga.!!"
Ujar Raya dengan suara yang sangat lembut
namun penuh penekanan dan penegasan yang
sontak membuat semua orang kembali terkejut
luar biasa. Serkan Ahmed..?? Sebagian besar
dari para pendemo memang mengetahui siapa
itu Seorang Serkan.. pantas saja saat ini wanita
itu di jaga dan di lindungi oleh 4 orang asing
yang berpenampilan berbeda.
"Saya dan Putra Mahkota kalian di pertemukan
Tuhan lewat cara yang tak biasa. Tidak ada yang
bisa melawan kehendak Tuhan.. Kalau kalian
masih menentang kebersamaan kami, berarti
kalian tidak percaya pada kebesaran Nya..!"
Raya kembali berkata dengan tegas membuat
semua orang terdiam, terkesima dan terpukau
oleh aura kepemimpinan dari Sang Putri yang
begitu mendominasi, bahkan Raja Williams
saja tampak terpaku di tempatnya. Luar biasa..
darah seorang Serkan benar-benar mengalir
murni dalam diri Maharaya.
Aneh..!! tidak ada satu orang pun yang kini berani
mengeluarkan suara sebagai bentuk penolakan.
Mereka malah asyik berbisik dengan sesama
temannya membicarakan siapa itu Serkan. Dan
betapa fakta ini sangat mengejutkan bagi mereka
bahwa wanita yang beberapa hari terakhir ini
telah menjadi bahan hujatan dan cacian sadis
satu negara adalah Putri Agung dari negara lain
yang bahkan derajatnya saja setara dengan
keluarga kerajaan yang memimpin negara ini.
Mata semua orang kini semakin terkesima saat
melihat Aaron bergerak lalu berdiri di samping
Raya, merangkul bahunya, memeluknya posesif.
Aura kedua orang yang sedang jadi fokus utama
itu kini tampak menyatu, semakin memancarkan
sinar terang yang mampu menyilaukan mata.
Dalam penilaian semua orang saat ini, tidak ada
lagi wanita yang lebih cocok untuk menjadi pendamping Sang Pangeran selain wanita yang sekarang sedang ada di menara itu. Lalu untuk
apa semua drama ini, dan kenapa pula pihak
istana tidak membuka fakta ini sedari awal,
agar semu kegaduhan dan ketegangan ini
tidak harus terjadi.!
"Inilah alasannya kenapa aku tidak akan bisa
menerima Lady Catharina sebagai pendamping
hidupku, karena aku sudah memiliki pendamping
yang lain. Dan bagiku..di dalam kehidupanku
hanya akan ada satu pendamping hidup yang
aku cintai untuk selamanya."
Aaron kembali menegaskan dengan suara yang
sangat berat penuh dengan intimidasi. Ribuan
orang itu kini kembali gaduh, menyetujui apa
yang sudah di putuskan oleh Putra Mahkota.
Namun diantara para pendemo itu ada kelompok
tertentu yang menentang dan kini berusaha
memprovokasi kelompok pendemo lain yang balik
melawan dan akhirnya terjadi keributan besar.
Dan di saat itulah para pasukan singa putih serta
Black Eagle bergerak cepat membekuk semua
orang yang merupakan anggota black Hunter dan
anggota jaringan sewaan Alfred Winston.
Menyadari mereka telah masuk perangkap, raut
wajah Perdana menteri Alfred dan Lucas tampak berubah menjadi kelam. Angkara murka kini telah menguasai mereka berdua. Terutama bagi seorang Lucas yang merasa sudah tidak punya peluang lagi untuk dapat menarik Raya ke dalam pelukannya.
"Kami tidak terima semua ini.. Kalian telah berani
mempermalukan keluarga kami..!!"
Teriak Alfred Winston lantang di ikuti oleh para
pengikutnya sambil mengokang senjata mereka
yang membuat semua orang terperangah mundur
ketakutan. Dan dalam keadaan genting itu tiba-
tiba saja Lucas melompat naik ke atas kap mobil
nya bersama dua orang pria tinggi menyeramkan. Tangan Lucas langsung di rentangkan ke udara kemudian melakukan gerakan cepat memutar di
ikuti oleh dua orang laki-laki tadi.
Tidak lama ada serbuan angin besar yang datang
dari segala arah mengepung keatas menara dan
mengakibatkan orang-orang yang ada di bagian
depan tidak luput dari sasaran. Mereka berteriak kencang saat tubuh-tubuh mereka berterbangan
terlempar terkena sapuan angin dahsyat yang
datang bersama berbagai material sampah dan
pohon-pogon kecil yang ikut terangkat karena
tidak kuat menahan terjangan angin tersebut.
Suasana berubah rusuh di penuhi ketakutan.
Para pendemo mundur dan berlarian mencoba
menyelamatkan diri. Mereka benar-benar terkejut
melihat apa yang di lakukan oleh Lucas Adolf
Winston yang selama ini di kenal sebagai pria
normal yang penuh dengan pesona.
Melihat apa yang di lakukan oleh Lucas, Raya
dan 4 orang pengawalnya kini bergerak cepat.
Raya maju ke hadapan Aaron, sementara Raja
Williams dan para petinggi kerajaan tampak
mundur dengan mata membelalak sempurna
melihat semua kejadian di luar nalar ini. Aaron
mundur, dia dan semua bawahannya langsung
bersiaga mengeluarkan senjata dari balik jas
dan mengokang nya karena Alfred Winston dan
semua pengawal serta pasukan bawaannya
kini sudah mengarahkan senjata besar mereka
keatas menara.
Dengan gerakan cepat dan terkendali Raya kini
mengibaskan tangan ke udara lalu di dorong ke
depan di bantu oleh 4 orang pengawal nya yang
ada di sisi kanan kiri nya. Dan perang kekuatan
pun terjadi, Lucas di bantu oleh dua orang pria
seram tadi, sementara Raya dengan 4 orang
pengawal pribadi nya. Semua mata orang-orang
yang kini berdiri di kejauhan tampak seperti
tersihir dan seolah masuk ke dalam dunia fantasi
menyaksikan perang kekuatan di luar nalar yang
saat ini sedang berlangsung tersebut. Ini adalah
kejadian tidak masuk akal namun benar-benar
nyata di depan mata.
"Kau tidak akan mampu menandingiku Princess.!"
Teriak Lucas sambil kemudian terbang ke udara
dan melesat kearah keberadaan Raya. Namun
Raya segera memutar tangannya dan kembali
mendorong kearah Lucas hingga membuat tubuh
Lucas terlempar ke udara kemudian jatuh ke
ke tengah area halaman menara yang terbuka.
Dan sedetik kemudian tubuh Aaron melompat
terbang terjun dari atas menara memburu kearah
Lucas yang baru saja berdiri dengan kondisi yang
cukup parah. Bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Hari ini aku akan mengakhiri sepak terjang
kalian berdua. Sepuluh tahun cukup bagi kalian
untuk menjadi pemakan uang rakyat. Dan hari
ini kalian akan melihat bahwa Tuhan itu ada..!!"
Geram Aaron sambil kemudian melompat dan
menyerang kearah Lucas dan Alferd Winston
yang tadi datang menghampiri Lucas. Maka
pertarungan seru pun kini terjadi antara Aaron
melawan Alfred Winston dan Lucas. Serta semua
__ADS_1
bawahannya yang melawan antek-antek Alfred.
Semua pertarungan seru itu tidak luput dari
perhatian ribuan pasang mata yang berada
sedikit jauh dari arena pertarungan. Kamera
semua stasiun televisi juga tidak pernah lepas
merekam semua adegan seru itu.
Sementara di atas menara, saat ini Raja Williams,
Ratu Virginia dan Madam Rowena yang baru saja
naik tampak berdiri tegang menyaksikan semua
pertarungan itu dengan perasaan was-was.
"Apa kalian tidak akan turun untuk membantu
membereskan mereka semua.!"
Raya berbicara pada 4 iblis bayangan yang terlihat
sedang fokus mengamati keadaan di bawah.
"Pangeran Aaron bisa menyelesaikan semua
dengan baik Princess..!"
Sahut salah seorang nya. Raya menatap Aaron
yang sudah bisa memukul mundur Alfred dan
Lucas hingga ayah dan anak itu tersungkur dan
memuntahkan darah dari mulutnya.
"Turunlah.. tuntaskan semuanya dengan cepat.!"
Raya memberi perintah saat beberapa bawahan
Aaron tampak sedikit kewalahan karena ada
pasukan sewaan Alfred yang baru saja datang.
"Tapi anda bagaimana princess..?"
"Aku akan baik-baik saja di sini.!"
"Baik, kalau begitu kami turun sekarang."
Sahut mereka sambil membungkuk hormat di
hadapan Raya kemudian melompat terbang
dari atas menara langsung menyerang dan
membabat habis semua pasukan Alfred
Winston yang baru datang.
"Kau sudah membuktikan siapa dirimu Princess."
Madam Rowena berucap saat Raya mendekat
dan menunduk hormat di hadapan ketiga anggota
keluarga kerajaan itu yang tampak masih tidak
percaya kalau wanita yang terlihat lemah itu
ternyata memilki kemampuan di luar batas.
Like Father like daughter !
Dalam waktu sekejap 4 iblis bayangan sudah
bisa menghabisi semua lawan hingga mereka
semua kini terkapar tak berdaya. Sementara
Aaron pun kini sudah bisa melumpuhkan dua
musuh besarnya. Alfred Winston dan Lucas
tampak terkapar dengan bermandikan darah.
Namun satu hal tak terduga kini terjadi dengan
cepat. Di sisa kekuatannya tiba-tiba saja Alfred
dan Lucas menarik senjata besar yang ada di
dekatnya dan langsung di lesakkan kearah
Aaron yang tidak sempat menghindar dan
tepat mengenai dada nya hingga membuat
tubuh Aaron terlempar jauh bersamaan dengan
suara ledakan yang sangat dahsyat.
"Aaroonn....!"
Raya menjerit histeris dengan mata membelalak
sempurna. Semua orang di serang keterkejutan
luar biasa. Belum usai kepanikan semua orang
Alfred Winston dan Lucas kembali mengarahkan tembakan ke menara. Dan berondongan peluru
kini melesat membidik Raja Williams dan Raya.
Namun sebelum peluru-peluru itu mengenai
sasaran ada bayangan putih yang datang, berdiri
tegak di pinggir balkon menghadang datang nya
hujan peluru dengan merentangkan kedua tangan
ke udara. Sosoknya di selimuti oleh sinar putih
yang memancarkan cahaya dan menyelubungi
dirinya dan Raya.Tangannya kini berputar cepat
di udara. Dan keajaiban itu kini nyata terjadi,
lesakkan peluru yang datang bak air hujan itu
tertahan di udara dan hanya bisa berputar bagai sengatan lebah yang tidak mampu menembus sasaran.
Semua kejadian itu di saksikan oleh ribuan
pasang mata yang hanya bisa menganga dan
bengong di tempat. Sosok itu mengibaskan
tangannya sekali lagi dan peluru-peluru itu kini
melesat berbalik arah pada penyerangnya lalu
yang langsung syok, kehilangan tenaga sekaligus
keberanian. Wajah mereka dan wajah-wajah para pengikutnya kini sudah berubah seputih kapas.
"Ampuni nyawa kami Jenderal.! Ampuni kami..!"
Teriak mereka sambil kemudian berlutut dan
bersujud berkali-kali dan tak berani bangkit lagi.
Ternyata mereka pingsan berjamaah karena
terlalu takut saat menyadari yang datang dan melakukan atraksi ajaib itu adalah Sang Jenderal besar Serkan Ahmed. Mereka semua langsung
di ringkus oleh pasukan khusus. Fokus perhatian
kini beralih pada sosok Aaron yang tergeletak di bawah menara. Para bawahannya langsung
menyerbu kesana dan melingkari tubuh Aaron
yang tergeletak tertelungkup tak bergerak
sedikitpun.
Tubuh Raya kini limbung saat menyadari kondisi
Aaron di bawah sana. Namun sebelum dia jatuh,
Serkan sudah mengangkat tubuhnya ke dalam
gendongan nya, kemudian tanpa basa-basi dia
melompat terjun dari atas balkon menara itu
dalam keadaan menggendong tubuh Raya yang
kehilangan tenaga. Tiba di bawah dia langsung
melangkah lebar kearah kerumunan yang kini
mengelilingi sosok Aaron dan belum ada satu
orang pun yang berani menyentuhnya.
"Ya Allah.. Aaron..."
Tubuh Raya jatuh lunglai di atas lantai langsung bersimpuh dan meraih tubuh Aaron yang terlihat mengepulkan asap putih di bagian depannya.
Mata Raya membelalak sempurna, tubuhnya
bergetar bersamaan dengan air mata yang kini
berjatuhan bak air terjun begitu menyaksikan bagaimana kondisi tubuh Aaron saat ini. Pakaian bagian atasnya tampak terbakar dengan lobang
besar berwarna hitam di sekeliling dadanya.
"Tidak...!! Aaroonn... tidaakkk.."
Tangan Raya bergetar lemah saat menyentuh
wajah Aaron yang saat ini sudah membiru.
"Aaron... bangun.. aku di sini sayang.."
Lirih Raya dengan suara yang bergetar hebat
menekan desakan perasaan hancur lebur saat
melihat kondisi Aaron saat ini.
"Sayang.. kita harus segera mengecek kondisi
nya, ayo kuatkan dirimu. Fokuskan pikiranmu
seluruhnya..!"
Serkan berbicara sambil membenarkan posisi
tubuh Aaron agar terlentang dengan posisi
kepala di pangkuan Raya yang langsung banjir
air mata saat melihat kondisi tubuh Aaron yang
masih saja mengeluarkan asap putih di bagian dadanya yang terbakar.
"Ayaaah..aku tidak bisa kehilangannya..tidaakk..
Tolong selamatkan dia Ayaaah..."
Jerit tangis Raya kini pecah tak terbendung saat Serkan merobek pakaian bagian atas Aaron yang sudah terbakar. Lalu dia melepas rompi anti peluru yang terlihat hampir berlubang. Peluru berkaliber besar itu memang tidak bisa menembus jantung Aaron namun menyebabkan tekanan yang sangat
besar dan langsung menghantam dadanya hingga
menyebabkan fungsi organ vital di dalam tubuh
nya mengalami gangguan karena syok efek.
"Kau harus tenang sayang.. Tidak akan terjadi
apa-apa pada suamimu.. Dia adalah pria yang
sangat kuat, semua ini bukan masalah besar
baginya. Kau harus kuat.."
Air mata Raya semakin deras membasahi wajah
nya dan jatuh menyirami dada polos Aaron yang
sudah dalam kondisi seperti mayat. Denyut nadi
dan jantung nya hilang sama sekali tak terdeteksi.
"Aaroonn.. kumohon bertahanlah sayang.. Kau
tidak boleh pergiii. Kau tidak bisa meninggalkan
aku dan anak kitaaa....."
Jerit pilu Raya membuat semua orang kini turut
meneteskan air mata lalu menyadari bahwa sang calon ratu masa depan mereka saat ini tenyata
tengah mengandung calon penerus kerajaan.
Serkan duduk bersila di samping tubuh Aaron
yang terbaring di pangkuan Raya. Murat dan
ke 4 iblis bayangan tampak turut duduk bersila
di belakang Serkan dan mengarahkan telapak
tangan kanan mereka ke punggung Bos nya
mencoba menyalurkan dorongan tenaga dalam.
"Emeera.. bantu ayah.. fokuskan pikiranmu
untuk mengobati luka dalam suamimu ini.!"
Raya mengangguk masih menangis tersedu.
__ADS_1
Dia kemudian memfokuskan tatapannya ke dada
Aaron yang tampak membiru. Telapak tangan
Serkan dan Raya kini menyatu lalu di arahkan
ke dada Aaron dan mencoba mengalirkan
semua tenaga yang di miliki.
Raja Williams, Madam Rowena dan Ratu Virginia
yang baru saja datang ke tempat itu tampak
bengong melihat apa yang terjadi pada Aaron.
Bruk.! Bruk !
Semua orang terkejut saat tubuh Ibu Suri dan
Ratu Virginia jatuh di lantai tak sadarkan diri.
***
Suasana di rumah sakit istana saat ini dalam
keadaan genting. Semua Dokter ahli berada di
dalam satu ruangan emergency sedang berjuang
mengerahkan segenap kemampuan untuk bisa
menyelamatkan nyawa pria paling berharga bagi
negara ini. Dan ada satu Dokter istimewa yang memimpin semua upaya penyelamatan nyawa
Putra Mahkota ini. Dia adalah Dokter Ratih Ayu Pramesti Kertaradjasa.. istri kesayangan dari
Jenderal Serkan, ibunda Maharaya..
Semua anggota keluarga inti kini berada di luar
ruangan operasi, sedang menanti hasil dengan
wajah yang masing-masing di liputi oleh sejuta
kecemasan. Tubuh Raya saat ini benar-benar kehilangan tenaga tapi dia harus kuat, dia tidak
ingin melewatkan apapun yang terjadi pada sang pujaan hati. Kepalanya bersandar di dada bidang
sang ayah yang dari tadi setia memeluk dan terus menguatkan dirinya agar tetap tegar dan kuat melewati semua ujian ini.
Hari sudah larut malam ketika pintu ruangan
operasi terbuka. Semua orang tampak berdiri
dari duduknya. Raya langsung menyerbu kearah
sang ibu yang merentangkan tangannya dengan
mata berkaca-kaca. Keduanya berpelukan erat
dengan air mata yang lagi-lagi mengalir deras.
"Ibu... bagaimana keadaan Aaron.. Aku tidak
bisa kehilangan nya Bu.. dia adalah nyawaku.."
Isak Raya sambil menyusupkan wajahnya dalam
pelukan lembut sang ibu yang langsung menciumi
puncak kepalanya.
"Alhamdulillah.. dia baik-baik saja sayang.. Dia
adalah pria yang sangat kuat dan istimewa.."
"Benarkah.. Ibu tidak bohong kan.?"
Raya melonggarkan pelukannya. Ratih Ayu
tampak menggeleng pelan sambil mengelus
wajah Raya yang terlihat pucat dan kacau itu.
"Dia sudah melewati masa kritis nya. Semangat
hidupnya ada pada ingatannya terhadap mu. Dia
sangat mencintaimu sayang..Dalam kondisi
kritisnya yang dia sebut hanyalah namamu.."
Lirih Ratih Ayu membuat semua orang tertegun.
Raya kembali memeluk erat tubuh ibunya itu.
"Apakah aku sudah bisa melihatnya.?"
"Dia akan di pindahkan dulu ke ruang perawatan
intensive karena masih harus di pantau. Setelah
itu kalian baru boleh melihatnya.."
Jelas Ratih Ayu. Semua orang akhirnya bisa
bernafas sedikit lega..
Beberapa saat kemudian...
Raya masuk ke dalam ruang perawatan intensif
tempat Aaron berada. Kondisi tubuhnya saat
ini.terpasang berbagai alat bantu medis yang
terlihat sangat miris dan memilukan. Tubuh
gagah perkasa itu terbaring lemah tak berdaya.
Raya memegang dadanya yang terasa sakit
saat melihat kondisi Aaron saat ini. Dadanya
sesak hingga menyulitkan pernapasan nya.
Sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak lagi
mengeluarkan air mata. Dia harus kuat.. demi
Aaron.. demi calon bayi mereka yang kini terasa
mulai bereaksi. Perutnya sedikit tidak nyaman,
mual dan terasa sakit di bagian bawah perutnya.
Perlahan dia mendekat, dengan gemetaran dia
mencium kening Aaron sambil menahan desakan
air mata yang sudah terkunci di sudut matanya.
Dengan gontai dia mendudukkan dirinya di atas
kursi yang ada di samping tubuh Aaron. Tatapan
matanya yang lemah kini jatuh di wajah Aaron
yang terlihat pucat pasi.
"Sayaang..aku di sini..Kau dengar aku..? Sadarlah..
Bangunlah.. Aku tidak akan bisa bertahan tanpa
kehadiranmu.. Aku sangat mencintaimu Aaron.."
Lirih Raya di dekat telinga Aaron. Suaranya
terdengar sangat lemah, di dera rasa sakit yang
kini mengiris kalbunya. Tangan lemah Raya
bergerak mengelus lembut wajah pucat Aaron.
"Bangunlah sayang...aku mohon.. Kau tahu,
semuanya sudah berakhir sekarang.. Aku ingin memulai semuanya dari awal..denganmu. Lalu
hidup bahagia bersama anak-anak kita. Aku
akan memberimu banyak anak.. agar kelak
kita tidak merasa kesepian.."
Raya kembali berucap, mencoba mengajak
berbicara dan berharap Aaron bisa mendengar
semuanya. Di pandang nya lekat wajah pucat
pasi itu yang masih setia memejamkan matanya.
Bibir Raya tersenyum getir, jemarinya kini
menelusuri rahang tegas Aaron dan berakhir
di bibir seksinya yang memucat.
"Apa kau tahu sejak kapan hatiku mulai jatuh
ke dalam pesona mu.? Sejak kau memiliki tubuh
ku untuk kedua kalinya. Aku merasa tidak ada
pria lain yang boleh memilki diriku selain dirimu.
Dan tidak boleh ada wanita lain yang memilki
dirimu selain aku. Aku sudah merasa kita adalah
satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.."
Raya menatap lembut wajah Aaron. Hatinya kini
semakin terasa sakit. Dia tidak sanggup kalau
harus membayangkan hal buruk.
"Kau terlalu tampan sayang.. mana bisa aku
menolak semua pesona mu ini. Bangunlah..
kalau kau tidak bangun juga.. Ayahku akan
membawa paksa diriku ke tempatnya.."
Bisik Raya sambil kemudian mendaratkan satu
ciuman lembut maha dahsyat di bibir Aaron lalu
********** kuat dan intens terdorong perasaan
rindu yang kini menggebu memenuhi dadanya.
Setelah itu dia merebahkan kepalanya di atas
ranjang di samping tangan Aaron yang terlilit
selang infus sambil memejamkan mata dengan
jemari tangan yang saling bertautan.
"Apa kau pikir aku akan membiarkan Serkan
mengambil mu dariku.. Itu tidak akan pernah
terjadi sayangku.."
Raya mengerjapkan mata, dia mengangkat
kepalanya, menatap lekat wajah Aaron yang
kini perlahan membuka matanya. Dan mata
sayu mereka kini bertemu.
"A-aaron... kau sudah sadar..? Benarkah kau
sudah sadar..?"
Mata Raya tampak masih tidak percaya atas
apa yang di lihatnya. Bibir Aaron menyeringai
tipis dengan tatapan yang semakin kuat.
"Aku tidak kuat lama-lama meninggalkan mu
sayang.. Aku sangat mencintaimu.. Aku takut
seseorang akan mengambil mu dariku.."
"Aaroonn....."
Tanpa peduli apapun lagi Raya menjatuhkan
tubuhnya, memeluk erat tubuh Aaron yang kini
balas memeluk erat tubuh Raya dalam keadaan
dirinya yang masih terpasang alat medis di
beberapa organ vitalnya. Namun tidak lama
kemudian Aaron menautkan alisnya saat
menyadari tubuh Raya kehilangan tenaga.
"Aleaa....."
Aaron kini panik sendiri menyadari istrinya itu
pingsan di atas tubuhnya. Ke dalam ruangan
muncul Alea dan para dokter serta perawat yang terlihat bengong sesaat melihat Aaron sudah
tersadar dan kini memangku tubuh lemah Raya..
Apa-apaan ini, apa yang terjadi..??
__ADS_1
****