Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
89. Finally


__ADS_3

***


Aaron dan Raja Williams yang ada di sebelah


Raya juga sama bengong nya. Kenapa Raya bisa


ada di tempat ini sekarang, situasinya saat ini sangatlah genting. Keselamatan jiwanya akan terancam. Rahang Aaron kini semakin mengeras dengan tinju terkepal sempurna. Tapi.. tunggu


dulu.. darimana datangnya para iblis bayangan.? Apakah Serkan yang sudah mengirim mereka.?


Semua mata masih terfokus pada sosok Raya


yang saat ini sedang menyebarkan pandangan


nya ke seluruh arah dengan sinar biru tenang


yang keluar dari matanya tanpa di sadari oleh


semua orang bahwa sinar tak terlihat itu dapat melumpuhkan dan memberi efek menenangkan.


"Perkenalkan.. nama saya Maharaya Emeera As


Syaf Sulaiman.. Saya putri tunggal dari Jenderal


Serkan Ahmed As Syaf Sulaiman.. Kalau kalian


merasa saya tidak patut untuk menjadi seorang


pendamping dari Pangeran Marvell, silahkan..


katakan secara langsung sekarang juga.!!"


Ujar Raya dengan suara yang sangat lembut


namun penuh penekanan dan penegasan yang


sontak membuat semua orang kembali terkejut


luar biasa. Serkan Ahmed..?? Sebagian besar


dari para pendemo memang mengetahui siapa


itu Seorang Serkan.. pantas saja saat ini wanita


itu di jaga dan di lindungi oleh 4 orang asing


yang berpenampilan berbeda.


"Saya dan Putra Mahkota kalian di pertemukan


Tuhan lewat cara yang tak biasa. Tidak ada yang


bisa melawan kehendak Tuhan.. Kalau kalian


masih menentang kebersamaan kami, berarti


kalian tidak percaya pada kebesaran Nya..!"


Raya kembali berkata dengan tegas membuat


semua orang terdiam, terkesima dan terpukau


oleh aura kepemimpinan dari Sang Putri yang


begitu mendominasi, bahkan Raja Williams


saja tampak terpaku di tempatnya. Luar biasa..


darah seorang Serkan benar-benar mengalir


murni dalam diri Maharaya.


Aneh..!! tidak ada satu orang pun yang kini berani


mengeluarkan suara sebagai bentuk penolakan.


Mereka malah asyik berbisik dengan sesama


temannya membicarakan siapa itu Serkan. Dan


betapa fakta ini sangat mengejutkan bagi mereka


bahwa wanita yang beberapa hari terakhir ini


telah menjadi bahan hujatan dan cacian sadis


satu negara adalah Putri Agung dari negara lain


yang bahkan derajatnya saja setara dengan


keluarga kerajaan yang memimpin negara ini.


Mata semua orang kini semakin terkesima saat


melihat Aaron bergerak lalu berdiri di samping


Raya, merangkul bahunya, memeluknya posesif.


Aura kedua orang yang sedang jadi fokus utama


itu kini tampak menyatu, semakin memancarkan


sinar terang yang mampu menyilaukan mata.


Dalam penilaian semua orang saat ini, tidak ada


lagi wanita yang lebih cocok untuk menjadi pendamping Sang Pangeran selain wanita yang sekarang sedang ada di menara itu. Lalu untuk


apa semua drama ini, dan kenapa pula pihak


istana tidak membuka fakta ini sedari awal,


agar semu kegaduhan dan ketegangan ini


tidak harus terjadi.!


"Inilah alasannya kenapa aku tidak akan bisa


menerima Lady Catharina sebagai pendamping


hidupku, karena aku sudah memiliki pendamping


yang lain. Dan bagiku..di dalam kehidupanku


hanya akan ada satu pendamping hidup yang


aku cintai untuk selamanya."


Aaron kembali menegaskan dengan suara yang


sangat berat penuh dengan intimidasi. Ribuan


orang itu kini kembali gaduh, menyetujui apa


yang sudah di putuskan oleh Putra Mahkota.


Namun diantara para pendemo itu ada kelompok


tertentu yang menentang dan kini berusaha


memprovokasi kelompok pendemo lain yang balik


melawan dan akhirnya terjadi keributan besar.


Dan di saat itulah para pasukan singa putih serta


Black Eagle bergerak cepat membekuk semua


orang yang merupakan anggota black Hunter dan


anggota jaringan sewaan Alfred Winston.


Menyadari mereka telah masuk perangkap, raut


wajah Perdana menteri Alfred dan Lucas tampak berubah menjadi kelam. Angkara murka kini telah menguasai mereka berdua. Terutama bagi seorang Lucas yang merasa sudah tidak punya peluang lagi untuk dapat menarik Raya ke dalam pelukannya.


"Kami tidak terima semua ini.. Kalian telah berani


mempermalukan keluarga kami..!!"


Teriak Alfred Winston lantang di ikuti oleh para


pengikutnya sambil mengokang senjata mereka


yang membuat semua orang terperangah mundur


ketakutan. Dan dalam keadaan genting itu tiba-


tiba saja Lucas melompat naik ke atas kap mobil


nya bersama dua orang pria tinggi menyeramkan. Tangan Lucas langsung di rentangkan ke udara kemudian melakukan gerakan cepat memutar di


ikuti oleh dua orang laki-laki tadi.


Tidak lama ada serbuan angin besar yang datang


dari segala arah mengepung keatas menara dan


mengakibatkan orang-orang yang ada di bagian


depan tidak luput dari sasaran. Mereka berteriak kencang saat tubuh-tubuh mereka berterbangan


terlempar terkena sapuan angin dahsyat yang


datang bersama berbagai material sampah dan


pohon-pogon kecil yang ikut terangkat karena


tidak kuat menahan terjangan angin tersebut.


Suasana berubah rusuh di penuhi ketakutan.


Para pendemo mundur dan berlarian mencoba


menyelamatkan diri. Mereka benar-benar terkejut


melihat apa yang di lakukan oleh Lucas Adolf


Winston yang selama ini di kenal sebagai pria


normal yang penuh dengan pesona.


Melihat apa yang di lakukan oleh Lucas, Raya


dan 4 orang pengawalnya kini bergerak cepat.


Raya maju ke hadapan Aaron, sementara Raja


Williams dan para petinggi kerajaan tampak


mundur dengan mata membelalak sempurna


melihat semua kejadian di luar nalar ini. Aaron


mundur, dia dan semua bawahannya langsung


bersiaga mengeluarkan senjata dari balik jas


dan mengokang nya karena Alfred Winston dan


semua pengawal serta pasukan bawaannya


kini sudah mengarahkan senjata besar mereka


keatas menara.


Dengan gerakan cepat dan terkendali Raya kini


mengibaskan tangan ke udara lalu di dorong ke


depan di bantu oleh 4 orang pengawal nya yang


ada di sisi kanan kiri nya. Dan perang kekuatan


pun terjadi, Lucas di bantu oleh dua orang pria


seram tadi, sementara Raya dengan 4 orang


pengawal pribadi nya. Semua mata orang-orang


yang kini berdiri di kejauhan tampak seperti


tersihir dan seolah masuk ke dalam dunia fantasi


menyaksikan perang kekuatan di luar nalar yang


saat ini sedang berlangsung tersebut. Ini adalah


kejadian tidak masuk akal namun benar-benar


nyata di depan mata.


"Kau tidak akan mampu menandingiku Princess.!"


Teriak Lucas sambil kemudian terbang ke udara


dan melesat kearah keberadaan Raya. Namun


Raya segera memutar tangannya dan kembali


mendorong kearah Lucas hingga membuat tubuh


Lucas terlempar ke udara kemudian jatuh ke


ke tengah area halaman menara yang terbuka.


Dan sedetik kemudian tubuh Aaron melompat


terbang terjun dari atas menara memburu kearah


Lucas yang baru saja berdiri dengan kondisi yang


cukup parah. Bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Hari ini aku akan mengakhiri sepak terjang


kalian berdua. Sepuluh tahun cukup bagi kalian


untuk menjadi pemakan uang rakyat. Dan hari


ini kalian akan melihat bahwa Tuhan itu ada..!!"


Geram Aaron sambil kemudian melompat dan


menyerang kearah Lucas dan Alferd Winston


yang tadi datang menghampiri Lucas. Maka


pertarungan seru pun kini terjadi antara Aaron


melawan Alfred Winston dan Lucas. Serta semua

__ADS_1


bawahannya yang melawan antek-antek Alfred.


Semua pertarungan seru itu tidak luput dari


perhatian ribuan pasang mata yang berada


sedikit jauh dari arena pertarungan. Kamera


semua stasiun televisi juga tidak pernah lepas


merekam semua adegan seru itu.


Sementara di atas menara, saat ini Raja Williams,


Ratu Virginia dan Madam Rowena yang baru saja


naik tampak berdiri tegang menyaksikan semua


pertarungan itu dengan perasaan was-was.


"Apa kalian tidak akan turun untuk membantu


membereskan mereka semua.!"


Raya berbicara pada 4 iblis bayangan yang terlihat


sedang fokus mengamati keadaan di bawah.


"Pangeran Aaron bisa menyelesaikan semua


dengan baik Princess..!"


Sahut salah seorang nya. Raya menatap Aaron


yang sudah bisa memukul mundur Alfred dan


Lucas hingga ayah dan anak itu tersungkur dan


memuntahkan darah dari mulutnya.


"Turunlah.. tuntaskan semuanya dengan cepat.!"


Raya memberi perintah saat beberapa bawahan


Aaron tampak sedikit kewalahan karena ada


pasukan sewaan Alfred yang baru saja datang.


"Tapi anda bagaimana princess..?"


"Aku akan baik-baik saja di sini.!"


"Baik, kalau begitu kami turun sekarang."


Sahut mereka sambil membungkuk hormat di


hadapan Raya kemudian melompat terbang


dari atas menara langsung menyerang dan


membabat habis semua pasukan Alfred


Winston yang baru datang.


"Kau sudah membuktikan siapa dirimu Princess."


Madam Rowena berucap saat Raya mendekat


dan menunduk hormat di hadapan ketiga anggota


keluarga kerajaan itu yang tampak masih tidak


percaya kalau wanita yang terlihat lemah itu


ternyata memilki kemampuan di luar batas.


Like Father like daughter !


Dalam waktu sekejap 4 iblis bayangan sudah


bisa menghabisi semua lawan hingga mereka


semua kini terkapar tak berdaya. Sementara


Aaron pun kini sudah bisa melumpuhkan dua


musuh besarnya. Alfred Winston dan Lucas


tampak terkapar dengan bermandikan darah.


Namun satu hal tak terduga kini terjadi dengan


cepat. Di sisa kekuatannya tiba-tiba saja Alfred


dan Lucas menarik senjata besar yang ada di


dekatnya dan langsung di lesakkan kearah


Aaron yang tidak sempat menghindar dan


tepat mengenai dada nya hingga membuat


tubuh Aaron terlempar jauh bersamaan dengan


suara ledakan yang sangat dahsyat.


"Aaroonn....!"


Raya menjerit histeris dengan mata membelalak


sempurna. Semua orang di serang keterkejutan


luar biasa. Belum usai kepanikan semua orang


Alfred Winston dan Lucas kembali mengarahkan tembakan ke menara. Dan berondongan peluru


kini melesat membidik Raja Williams dan Raya.


Namun sebelum peluru-peluru itu mengenai


sasaran ada bayangan putih yang datang, berdiri


tegak di pinggir balkon menghadang datang nya


hujan peluru dengan merentangkan kedua tangan


ke udara. Sosoknya di selimuti oleh sinar putih


yang memancarkan cahaya dan menyelubungi


dirinya dan Raya.Tangannya kini berputar cepat


di udara. Dan keajaiban itu kini nyata terjadi,


lesakkan peluru yang datang bak air hujan itu


tertahan di udara dan hanya bisa berputar bagai sengatan lebah yang tidak mampu menembus sasaran.


Semua kejadian itu di saksikan oleh ribuan


pasang mata yang hanya bisa menganga dan


bengong di tempat. Sosok itu mengibaskan


tangannya sekali lagi dan peluru-peluru itu kini


melesat berbalik arah pada penyerangnya lalu


yang langsung syok, kehilangan tenaga sekaligus


keberanian. Wajah mereka dan wajah-wajah para pengikutnya kini sudah berubah seputih kapas.


"Ampuni nyawa kami Jenderal.! Ampuni kami..!"


Teriak mereka sambil kemudian berlutut dan


bersujud berkali-kali dan tak berani bangkit lagi.


Ternyata mereka pingsan berjamaah karena


terlalu takut saat menyadari yang datang dan melakukan atraksi ajaib itu adalah Sang Jenderal besar Serkan Ahmed. Mereka semua langsung


di ringkus oleh pasukan khusus. Fokus perhatian


kini beralih pada sosok Aaron yang tergeletak di bawah menara. Para bawahannya langsung


menyerbu kesana dan melingkari tubuh Aaron


yang tergeletak tertelungkup tak bergerak


sedikitpun.


Tubuh Raya kini limbung saat menyadari kondisi


Aaron di bawah sana. Namun sebelum dia jatuh,


Serkan sudah mengangkat tubuhnya ke dalam


gendongan nya, kemudian tanpa basa-basi dia


melompat terjun dari atas balkon menara itu


dalam keadaan menggendong tubuh Raya yang


kehilangan tenaga. Tiba di bawah dia langsung


melangkah lebar kearah kerumunan yang kini


mengelilingi sosok Aaron dan belum ada satu


orang pun yang berani menyentuhnya.


"Ya Allah.. Aaron..."


Tubuh Raya jatuh lunglai di atas lantai langsung bersimpuh dan meraih tubuh Aaron yang terlihat mengepulkan asap putih di bagian depannya.


Mata Raya membelalak sempurna, tubuhnya


bergetar bersamaan dengan air mata yang kini


berjatuhan bak air terjun begitu menyaksikan bagaimana kondisi tubuh Aaron saat ini. Pakaian bagian atasnya tampak terbakar dengan lobang


besar berwarna hitam di sekeliling dadanya.


"Tidak...!! Aaroonn... tidaakkk.."


Tangan Raya bergetar lemah saat menyentuh


wajah Aaron yang saat ini sudah membiru.


"Aaron... bangun.. aku di sini sayang.."


Lirih Raya dengan suara yang bergetar hebat


menekan desakan perasaan hancur lebur saat


melihat kondisi Aaron saat ini.


"Sayang.. kita harus segera mengecek kondisi


nya, ayo kuatkan dirimu. Fokuskan pikiranmu


seluruhnya..!"


Serkan berbicara sambil membenarkan posisi


tubuh Aaron agar terlentang dengan posisi


kepala di pangkuan Raya yang langsung banjir


air mata saat melihat kondisi tubuh Aaron yang


masih saja mengeluarkan asap putih di bagian dadanya yang terbakar.


"Ayaaah..aku tidak bisa kehilangannya..tidaakk..


Tolong selamatkan dia Ayaaah..."


Jerit tangis Raya kini pecah tak terbendung saat Serkan merobek pakaian bagian atas Aaron yang sudah terbakar. Lalu dia melepas rompi anti peluru yang terlihat hampir berlubang. Peluru berkaliber besar itu memang tidak bisa menembus jantung Aaron namun menyebabkan tekanan yang sangat


besar dan langsung menghantam dadanya hingga


menyebabkan fungsi organ vital di dalam tubuh


nya mengalami gangguan karena syok efek.


"Kau harus tenang sayang.. Tidak akan terjadi


apa-apa pada suamimu.. Dia adalah pria yang


sangat kuat, semua ini bukan masalah besar


baginya. Kau harus kuat.."


Air mata Raya semakin deras membasahi wajah


nya dan jatuh menyirami dada polos Aaron yang


sudah dalam kondisi seperti mayat. Denyut nadi


dan jantung nya hilang sama sekali tak terdeteksi.


"Aaroonn.. kumohon bertahanlah sayang.. Kau


tidak boleh pergiii. Kau tidak bisa meninggalkan


aku dan anak kitaaa....."


Jerit pilu Raya membuat semua orang kini turut


meneteskan air mata lalu menyadari bahwa sang calon ratu masa depan mereka saat ini tenyata


tengah mengandung calon penerus kerajaan.


Serkan duduk bersila di samping tubuh Aaron


yang terbaring di pangkuan Raya. Murat dan


ke 4 iblis bayangan tampak turut duduk bersila


di belakang Serkan dan mengarahkan telapak


tangan kanan mereka ke punggung Bos nya


mencoba menyalurkan dorongan tenaga dalam.


"Emeera.. bantu ayah.. fokuskan pikiranmu


untuk mengobati luka dalam suamimu ini.!"


Raya mengangguk masih menangis tersedu.

__ADS_1


Dia kemudian memfokuskan tatapannya ke dada


Aaron yang tampak membiru. Telapak tangan


Serkan dan Raya kini menyatu lalu di arahkan


ke dada Aaron dan mencoba mengalirkan


semua tenaga yang di miliki.


Raja Williams, Madam Rowena dan Ratu Virginia


yang baru saja datang ke tempat itu tampak


bengong melihat apa yang terjadi pada Aaron.


Bruk.! Bruk !


Semua orang terkejut saat tubuh Ibu Suri dan


Ratu Virginia jatuh di lantai tak sadarkan diri.


***


Suasana di rumah sakit istana saat ini dalam


keadaan genting. Semua Dokter ahli berada di


dalam satu ruangan emergency sedang berjuang


mengerahkan segenap kemampuan untuk bisa


menyelamatkan nyawa pria paling berharga bagi


negara ini. Dan ada satu Dokter istimewa yang memimpin semua upaya penyelamatan nyawa


Putra Mahkota ini. Dia adalah Dokter Ratih Ayu Pramesti Kertaradjasa.. istri kesayangan dari


Jenderal Serkan, ibunda Maharaya..


Semua anggota keluarga inti kini berada di luar


ruangan operasi, sedang menanti hasil dengan


wajah yang masing-masing di liputi oleh sejuta


kecemasan. Tubuh Raya saat ini benar-benar kehilangan tenaga tapi dia harus kuat, dia tidak


ingin melewatkan apapun yang terjadi pada sang pujaan hati. Kepalanya bersandar di dada bidang


sang ayah yang dari tadi setia memeluk dan terus menguatkan dirinya agar tetap tegar dan kuat melewati semua ujian ini.


Hari sudah larut malam ketika pintu ruangan


operasi terbuka. Semua orang tampak berdiri


dari duduknya. Raya langsung menyerbu kearah


sang ibu yang merentangkan tangannya dengan


mata berkaca-kaca. Keduanya berpelukan erat


dengan air mata yang lagi-lagi mengalir deras.


"Ibu... bagaimana keadaan Aaron.. Aku tidak


bisa kehilangan nya Bu.. dia adalah nyawaku.."


Isak Raya sambil menyusupkan wajahnya dalam


pelukan lembut sang ibu yang langsung menciumi


puncak kepalanya.


"Alhamdulillah.. dia baik-baik saja sayang.. Dia


adalah pria yang sangat kuat dan istimewa.."


"Benarkah.. Ibu tidak bohong kan.?"


Raya melonggarkan pelukannya. Ratih Ayu


tampak menggeleng pelan sambil mengelus


wajah Raya yang terlihat pucat dan kacau itu.


"Dia sudah melewati masa kritis nya. Semangat


hidupnya ada pada ingatannya terhadap mu. Dia


sangat mencintaimu sayang..Dalam kondisi


kritisnya yang dia sebut hanyalah namamu.."


Lirih Ratih Ayu membuat semua orang tertegun.


Raya kembali memeluk erat tubuh ibunya itu.


"Apakah aku sudah bisa melihatnya.?"


"Dia akan di pindahkan dulu ke ruang perawatan


intensive karena masih harus di pantau. Setelah


itu kalian baru boleh melihatnya.."


Jelas Ratih Ayu. Semua orang akhirnya bisa


bernafas sedikit lega..


Beberapa saat kemudian...


Raya masuk ke dalam ruang perawatan intensif


tempat Aaron berada. Kondisi tubuhnya saat


ini.terpasang berbagai alat bantu medis yang


terlihat sangat miris dan memilukan. Tubuh


gagah perkasa itu terbaring lemah tak berdaya.


Raya memegang dadanya yang terasa sakit


saat melihat kondisi Aaron saat ini. Dadanya


sesak hingga menyulitkan pernapasan nya.


Sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak lagi


mengeluarkan air mata. Dia harus kuat.. demi


Aaron.. demi calon bayi mereka yang kini terasa


mulai bereaksi. Perutnya sedikit tidak nyaman,


mual dan terasa sakit di bagian bawah perutnya.


Perlahan dia mendekat, dengan gemetaran dia


mencium kening Aaron sambil menahan desakan


air mata yang sudah terkunci di sudut matanya.


Dengan gontai dia mendudukkan dirinya di atas


kursi yang ada di samping tubuh Aaron. Tatapan


matanya yang lemah kini jatuh di wajah Aaron


yang terlihat pucat pasi.


"Sayaang..aku di sini..Kau dengar aku..? Sadarlah..


Bangunlah.. Aku tidak akan bisa bertahan tanpa


kehadiranmu.. Aku sangat mencintaimu Aaron.."


Lirih Raya di dekat telinga Aaron. Suaranya


terdengar sangat lemah, di dera rasa sakit yang


kini mengiris kalbunya. Tangan lemah Raya


bergerak mengelus lembut wajah pucat Aaron.


"Bangunlah sayang...aku mohon.. Kau tahu,


semuanya sudah berakhir sekarang.. Aku ingin memulai semuanya dari awal..denganmu. Lalu


hidup bahagia bersama anak-anak kita. Aku


akan memberimu banyak anak.. agar kelak


kita tidak merasa kesepian.."


Raya kembali berucap, mencoba mengajak


berbicara dan berharap Aaron bisa mendengar


semuanya. Di pandang nya lekat wajah pucat


pasi itu yang masih setia memejamkan matanya.


Bibir Raya tersenyum getir, jemarinya kini


menelusuri rahang tegas Aaron dan berakhir


di bibir seksinya yang memucat.


"Apa kau tahu sejak kapan hatiku mulai jatuh


ke dalam pesona mu.? Sejak kau memiliki tubuh


ku untuk kedua kalinya. Aku merasa tidak ada


pria lain yang boleh memilki diriku selain dirimu.


Dan tidak boleh ada wanita lain yang memilki


dirimu selain aku. Aku sudah merasa kita adalah


satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.."


Raya menatap lembut wajah Aaron. Hatinya kini


semakin terasa sakit. Dia tidak sanggup kalau


harus membayangkan hal buruk.


"Kau terlalu tampan sayang.. mana bisa aku


menolak semua pesona mu ini. Bangunlah..


kalau kau tidak bangun juga.. Ayahku akan


membawa paksa diriku ke tempatnya.."


Bisik Raya sambil kemudian mendaratkan satu


ciuman lembut maha dahsyat di bibir Aaron lalu


********** kuat dan intens terdorong perasaan


rindu yang kini menggebu memenuhi dadanya.


Setelah itu dia merebahkan kepalanya di atas


ranjang di samping tangan Aaron yang terlilit


selang infus sambil memejamkan mata dengan


jemari tangan yang saling bertautan.


"Apa kau pikir aku akan membiarkan Serkan


mengambil mu dariku.. Itu tidak akan pernah


terjadi sayangku.."


Raya mengerjapkan mata, dia mengangkat


kepalanya, menatap lekat wajah Aaron yang


kini perlahan membuka matanya. Dan mata


sayu mereka kini bertemu.


"A-aaron... kau sudah sadar..? Benarkah kau


sudah sadar..?"


Mata Raya tampak masih tidak percaya atas


apa yang di lihatnya. Bibir Aaron menyeringai


tipis dengan tatapan yang semakin kuat.


"Aku tidak kuat lama-lama meninggalkan mu


sayang.. Aku sangat mencintaimu.. Aku takut


seseorang akan mengambil mu dariku.."


"Aaroonn....."


Tanpa peduli apapun lagi Raya menjatuhkan


tubuhnya, memeluk erat tubuh Aaron yang kini


balas memeluk erat tubuh Raya dalam keadaan


dirinya yang masih terpasang alat medis di


beberapa organ vitalnya. Namun tidak lama


kemudian Aaron menautkan alisnya saat


menyadari tubuh Raya kehilangan tenaga.


"Aleaa....."


Aaron kini panik sendiri menyadari istrinya itu


pingsan di atas tubuhnya. Ke dalam ruangan


muncul Alea dan para dokter serta perawat yang terlihat bengong sesaat melihat Aaron sudah


tersadar dan kini memangku tubuh lemah Raya..


Apa-apaan ini, apa yang terjadi..??

__ADS_1


****


__ADS_2