Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
108. Akhir Kisah


__ADS_3

***


Ruang rawat inap khusus kelas keluarga..


Raya menatap lekat wajah bayi mungil nya yang teramat tampan itu. Saat ini putranya sedang menikmati ASI pertamanya dengan sangat rakus. Jemari halus Raya bergerak menelusuri seluruh


detail wajah bayinya itu. Alhamdulillah..semuanya begitu sempurna. Buah hatinya ini di anugerahi kesempurnaan fisik yang teramat memukau.


Masih sekecil ini, namun aura nya sudah begitu


kuat dan.dominan. Dia benar-benar Aaron junior,


tak terbantahkan.!


Seluruh keluarga besar De Enzo sudah masuk


dan melihat keadaan pangeran kecil serta ibunya.


Mereka semua sangat bersyukur karena Raya


bisa melalui fase yang sangat urgent tadi. Tidak


ada yang tidak berdecak kagum begitu melihat


penampakan sang little prince. Bayi itu memang


sangat mempesona. Sepertinya, istana harus


kembali melakukan hidden identity terhadap


sang pangeran kecil menilik keadaan fisiknya


yang begitu mumpuni, seperti yang dulu pernah


di lakukan terhadap Aaron agar dia terbebas dari incaran paparazi dan manusia-manusia aneh.


"Dia sangat tampan.. persis seperti Daddy nya.


Darah memang tidak akan pernah bohong."


Desis Aaron yang baru saja mendekat setelah


selesai melakukan pembicaraan telepon dengan


ayah mertuanya yang menanyakan kondisi Putri


serta cucunya, dan rencananya hari ini juga


mereka akan segera terbang ke negara ini.


Aaron merengkuh bahu Raya ke dalam dekapan


hangatnya dengan tatapan yang tertuju pada


wajah putranya. Bayi itu kini tertidur lelap dalam


pangkuan Sang Ibu setelah dia merasa kenyang


karena menyusu dengan durasi yang sangat


lama hingga membuat Raya sedikit merasakan


ngilu di sekitar putingnya.


"Kau benar sayang, dia sangat tampan. Bahkan


aku yakin, dia akan lebih tampan dari Daddy nya."


"Hemm..itu pasti. Karena dia juga memiliki darah


dari seorang ibu yang sangat cantik seperti mu.


Aku juga yakin dia akan jauh lebih kuat dari kita."


"Apa kau sudah siap memberikan nama yang


baik untuk putramu ini sayang.?"


"Tentu saja. Kelak, dia akan menjadi pemimpin


juga seperti terdahulunya. Dan kita harus bisa


memberikan makna yang baik untuk namanya."


"Jadi siapa nama yang cocok untuknya.?"


"Keanu Neevand El Fathan..De Enzo.."


Raya tersenyum puas, matanya saling pandang


dengan Aaron yang mendekatkan wajahnya.


Tangan kanan Raya kini mengelus lembut wajah tampan Aaron yang terlihat begitu cerah di


penuhi oleh aura kebahagiaan yang tidak bisa


di jabarkan dengan kata-kata.


"Kalau bisa, kita harus membiarkan dia hidup


normal layaknya anak-anak lain sayang. Aku


tidak ingin dia hidup dalam ketakutan serta


ancaman bahaya dimana-mana."


"Itu adalah resiko menjadi keturunan keluarga


De Enzo juga As Syaf Sulaiman. Tapi kita akan


menjadi mentor terbaik untuk nya."


Wajah mereka kini semakin mendekat. Nafas


Aaron sudah mulai kacau saat ini. Dia sangat


merindukan istrinya ini yang tadi hampir tidak


selamat karena sempat berada pada kondisi


yang sangat darurat dan kritis. Aaron hampir


gila saat menyadari kondisi Raya dalam keadaan


tidak stabil. Tapi syukurlah, ternyata keajaiban


itu masih ada.


"Kau tahu.. aku sangat bersyukur karena Tuhan


telah menyelamatkan kalian berdua. Aku tidak


tahu apa yang akan terjadi padaku seandainya


hal buruk terjadi padamu tadi."


"Aku sudah bilang, tidak akan terjadi apa-apa


pada kami. Aku tidak mungkin meninggalkan


mu. Karena aku masih ingin bersamamu."


Mata mereka semakin terpaut dalam. Dan


wajah mereka pun kini bertemu. Rasa rindu


di dada mereka membuat keduanya tidak


mampu mengendalikan diri dalam kondisi


yang sangat tidak mendukung ini.


"Aku sangat mencintaimu Maharaya.."


Bibir Raya tersenyum lembut, dalam sekejap


mereka berdua sudah saling memagut lembut.


Namun baru saja akan terhanyut, tiba-tiba sang


pangeran kecil terbangun dan merengek halus


membuat keduanya terperanjat kaget. Mereka


saling pandang sesaat lalu tersenyum begitu


menyadari si baby sedang melakukan protes.


"Ohhh..apa kau sedang berusaha mengibarkan


bendera perang pada Daddy mu ini Son.?"


Desis Aaron sambil kemudian meraih tubuh


bayi mungilnya dari atas pangkuan Raya


dengan hati-hati dan sedikit gemetar.


"Hei.. sayang, apa kau yakin bisa memangku


nya ? Kok aku merasa sedikit ragu ya.?"


Raya menatap getir kearah Aaron yang kini


berdiri dan menempatkan baby nya dalam


pangkuan kemudian menimangnya perlahan.


"Tenang saja sayang, aku ini bisa melakukan


apapun apalagi menggendong buah hatiku


sendiri. Dia adalah bukti cintaku padamu."


Raya tersenyum tipis tapi masih dengan sorot


mata yang sedikit khawatir. Namun akhirnya


dia bisa bernafas lega saat melihat kemunculan


Ratu Virginia dan Arabella ke dalam ruangan


dengan membawakan makanan yang sangat


lezat dan bernutrisi tinggi untuk Raya.


"Ohhh.. Putra Mahkota kau sedikit meragukan


dengan melakukan hal ini. Biar Mommy yang memangku nya. Kau suapi saja Putri Mahkota,


dia butuh asupan makanan yang banyak agar


ASI nya lancar dan My little prince cepat besar."


Ujar Ratu Virginia sambil kemudian meraih si


baby dari pangkuan Aaron yang hanya bisa


pasrah saja. Ratu Virginia dan Arabella tampak


begitu antusias dengan kelahiran sang penerus


ini. Sementara Aaron terlihat mulai menyuapi


Raya dengan penuh kasih sayang dan perhatian.


Raya juga terlihat sangat berselera makannya.


Tengah malam suasana di dalam kamar ruang


rawat inap kelas keluarga kembali gaduh ketika


Serkan dan Ratih Ayu datang bersama dengan


Tuan Wiratama, Devan dan Clarissa. Suasana


haru kembali mewarnai keadaan di dalam kamar


rumah sakit yang sangat luas itu. Ratih Ayu dan Clarissa terlihat memekik tertahan saat melihat


betapa tampannya sang pangeran.


"Ohh my God.. Kenapa kamu bisa setampan ini


sih baby boy.. Aunty bisa jatuh cinta sama kamu


kalau begini. Duhh baru lahir saja sudah seperti


ini, bagaimana besarnya nanti ya ?"


Clarissa terus saja nyerocos sendiri dengan


ekspresi gemas dan geregetan. Sementara


Ratih Ayu hanya bisa tersenyum dan mencium


lembut puncak kepala si bayi sambil melafalkan


doa dan pengharapan untuk kebaikan dunia


dan akhirat cucu pertamanya itu.


Tuan Wiratama dan Serkan tampak berbincang


dengan Aaron tentang kronologi kelahiran sang


pangeran kecil sambil duduk-duduk di sofa.


"Selamat adikku sayang.. Semoga kebahagiaan


dan kedamaian akan selalu menyertaimu. Kau


harus menjaga putramu dengan extra hati-hati


karena dia akan memiliki banyak keistimewaan."


Dev berujar sambil memeluk erat tubuh Raya


yang juga membalasnya. Kali ini bahasa tubuh


Dev sudah sedikit lebih tenang dan sepertinya


dia sudah mulai menerima kenyataan.

__ADS_1


"Terimakasih Kak Dev.. Semua ini berkat doa


dari kalian semua. Aku berharap kakak bisa


menemukan jodoh mu secepatnya."


Dev melepaskan pelukannya. Keduanya kini


saling pandang. Ada senyum tipis yang terulas


dari bibir seksi Devan membuat pesona wajah


nya yang teramat menarik itu kini terlihat jelas.


"Aku tidak memikirkan pernikahan. Bagiku itu


hanya akan membuat jalan hidupku tak lurus


lagi. Biarkan aku hidup dengan kesenanganku


sendiri tanpa harus ribet memikirkan mahluk


yang namanya wanita.!"


Desis Dev sambil mengelus lembut wajah Raya


yang terhenyak dalam diam. Pria itu kembali


tersenyum tenang.


"Melihatmu dan Mayra bahagia itu sudah lebih


dari cukup bagiku. Aku hanya tinggal fokus


pada Clara saja."


Kembali Dev berkata sambil kemudian berdiri


tegak setelah itu dia berjalan mendekat kearah


Ratih Ayu dan Clarissa. Matanya menatap tenang


wajah Sang bayi yang nampak tertidur lelap.


"Dia benar-benar gambaran kedua orang tuanya.


Cinta mereka menyatu dalam darah dan jiwa


bayi ini, hingga dia tercipta begitu sempurna."


Dev berucap sambil mengusap lembut kepala


sang bayi dan memendarkan kilau cahaya putih


yang langsung menyatu dengan apa yang anda


dalam tubuh bayi itu membuat sang pangeran


kecil membuka matanya perlahan.


"Kak Dev.. dia terbangun.! Ohh bibi.. cucumu


benar-benar tampan dengan mata indahnya


yang begitu menggoda iman.."


"Huss.. kau ini ya.. Dia masih bayi Clara."


Ratih Ayu tersenyum kecut mendengar ocehan


Clarissa yang sedikit berlebihan itu. Sementara


Dev hanya bisa tersenyum tipis sembari menatap


tenang wajah sang pangeran yang terlihat masih


mengerjapkan mata spesialnya. Tidak lama Raya


turun atas ranjang dan memilih bergabung dalam


pembicaraan semua orang.


***


Dua hari kemudian...


Setelah menjalani perawatan selama dua hari


dua malam, Raya akhirnya bisa kembali ke istana


bersama dengan sang pangeran kecil. Namun


keberadaan mereka sengaja di sembunyikan dari buruan para wartawan yang setiap hari menunggu kabar dari pihak istana. Para wartawan hanya


di ijinkan untuk merekam dan mengambil gambar iring-iringan mobil yang membawa Putri Mahkota


dan Putra kecilnya ketika mereka tiba di gerbang


utama istana.


Dan akhirnya juru bicara istana mengadakan


konferensi pers guna memberi kabar tentang


kondisi dan keadaan Putri Mahkota beserta


sang pangeran kecil. Pihak istana juga berjanji,


akan ada saatnya dimana pangeran kecil di


perlihatkan pada khalayak ramai yakni pada


saat usianya menginjak satu bulan.


Raya tampak terharu dan berkaca-kaca saat


turun dari mobil. Penyambutan resmi kini di


terima oleh putra kecilnya. Barisan pasukan


militer dan tabuhan drumband menjadi sajian


pembuka yang sangat elegan dan memukau


di susul lesakkan kembang api yang memecah


langit istana dengan konfigurasi yang sangat


indah dan menakjubkan. Setelah itu di sambut


kemudian dengan tarian adat penyambutan


di iringi musik khas negara ini yang langsung


membuat Raya meneteskan air mata haru.


Aaron memeluk pinggang Raya dan mencium


pelipisnya kemudian membimbing istrinya itu


untuk mulai melangkah menuju pintu utama.


"Welcome to the palace My little prince.."


bayi tampan dari pangkuan Raya. Saat ini bayi


mungil itu tampak membuka mata indahnya


dan terlihat tenang, kelihatanya dia sangat


menikmati suasana penyambutan ini. Barisan


ratusan pelayan dan prajurit penjaga tampak


membungkuk hormat kearah keberadaan


sang pangeran kecil.


"Welcome to the palace, young Prince.."


Sambut mereka serempak sambil menunduk


hormat membiarkan sang pangeran muda


untuk memasuki Grand Marco Palace..


***


Akhirnya kebahagiaan sejati itu benar-benar di


rasakan oleh Aaron. Perjalanan hidupnya akan


kembali di mulai untuk kisah dan cerita yang


baru bersama istri tercintanya dan juga putra


kesayangan nya. Aaron tidak pernah menduga


kalau akhirnya dirinya akan menjalani hidup


normal dan lurus seperti sekarang ini.


Maharaya.. wanita inilah yang telah membawa


dirinya ke jalan ini. Sebuah pertemuan yang di


awali dengan tragedi dan kepahitan akhirnya


menyebrangkan dirinya pada keyakinan bahwa


cinta sejati itu memang ada. Kegagalan cinta


pertama ternyata menjadi jembatan bagi dirinya


untuk menemukan cinta yang sesungguhnya..


Hari ini genap sang pangeran muda berusia


satu bulan. Dan seperti janjinya di awal, istana


akan memperkenalkan calon Putra Mahkota


selanjutnya ke hadapan khalayak.


Aaron sudah selesai bersiap. Dan sang Putra


pun sudah siap dengan setelan mewahnya yang


membuat dia tampak semakin bersinar. Di usia


satu bulan ini sang pangeran semakin nampak


sehat, gemuk dan aura kebangsawanan nya


terlihat semakin menyilaukan. Dia benar-benar


bayi yang sangat tampan.


Aaron berdiri di pinggir boks bayi dimana bayi


mungilnya kini sedang bergerak halus dengan


memainkan jari-jarinya di mulutnya. Sungguh


gemas, membuat Aaron tidak pernah betah ada


di kantor karena ingin selalu berada di dekat


putranya ini dan ibunya juga tentunya.


"Sayang.. apa kau sudah siap.?"


Raya baru saja keluar dari ruang ganti pakaian.


Saat ini dia mengenakan dress cantik dan indah


yang membungkus sempurna seluruh tubuhnya.


Dalam waktu satu bulan bentuk tubuh dan fisik


Raya sudah kembali ke awal. Tubuh yang sangat


indah dan proporsional dengan kesempurnaan


di beberapa bagian pentingnya. Dan sekarang


bagian dadanya semakin nampak padat berisi.


Tubuh Aaron membeku seketika saat melihat


penampilan Raya yang begitu..uuhh..perfect,


sangat menggoda dan menggiurkan. Aaron


menelan salivanya berat, sudah satu bulan


dia menahan segala hasrat dan gairahnya.


Dan saat ini..melihat penampakan Raya..


akankah dirinya masih sanggup menahan diri.??


Tanpa aba-aba Aaron langsung mengangkat


tubuh Raya di bawa keatas tempat tidur. Lalu


menyerangnya tanpa ampun. Raya benar-benar


kewalahan menyadarkan Aaron yang bagaikan


singa kelaparan. Dia menerkam dirinya dengan


buas hingga akhirnya hijab yang di kenakkan


Raya di tanggalkan.


"Aaron sayang sadarlah.. kita sudah di tunggu


semua orang. Kita harus keluar sekarang aakhh.."


Raya menggelinjang saat bibir Aaron menelusuri


tubuhnya yang kini sudah setengah terbuka.

__ADS_1


"Aku sudah sangat menderita sayang.. kenapa


kamu tidak mengerti penderitaan ku. Aku sangat


merindukan kehangatan tubuh mu ini. Aku rindu


cengkraman dahsyat mu itu.!"


Geram Aaron dengan gerakan bibir yang semakin


ganas dan liar. Nafas Raya tersengal saat bibir


Aaron kini menyambar dua gunung kembar nya.


"Aaron sayang.. kumohon hentikan. Sekarang


waktunya tidak tepat. Kita akan lihat nanti apa


aku sudah bisa memenuhi keinginan mu, tapi


tidak sekarang sayang..aaa... Aaron..!!"


Raya memekik tertahan saat Aaron menggigit


gemas dua buah persik yang sangat ranum itu


bersamaan dengan tangisan sang pangeran


kecil yang tiba-tiba pecah dengan kencang.


Kedua orang itu langsung menghentikan aksi


mereka. Dengan tergesa-gesa Raya membenahi


pakaiannya, sementara Aaron mendengus kasar


sembari mengatur napasnya yang memburu.


Mau bagaimana lagi.. sekarang ini dia memiliki


saingan berat dalam memperebutkan waktu


seorang Maharaya..


Beberapa waktu kemudian..


Halaman samping istana, tepatnya di pelataran


menara utara, saat ini ratusan orang sudah mulai


memadati tempat itu. Dan sebelumnya mereka


sudah melalui proses pemeriksaan yang sangat


ketat di gerbang utara terlebih dahulu. Sementara


para wartawan sudah menempati area khusus


yang telah di sediakan untuk mempermudah


mereka dalam mendapatkan angle yang tepat.


Masyarakat tampak sangat antusias datang ke


tempat ini, karena saat inilah Young Prince akan


di perkenalkan pada rakyat negara ini sekaligus


akan menjadi ekspos pertama di dunia maya.


Tepat pukul 10 pagi akhirnya Putra Mahkota dan


Putri Mahkota keluar dari kamar mereka dengan


menggendong sang bayi tampan yang selama


satu bulan ini tidak pernah turun dari lantai


paling atas di istana utama ini.


"Hello little prince.. so glad to see you.."


Alluna menyambut kehadiran saudara sepupunya


itu sambil membungkuk anggun dengan gaya


yang sangat luwes dan halus sekaligus sangat


menggemaskan..


"Hello princess.. thank you very much for


your welcome.."


Sahut Raya lembut dengan senyum terkembang


sempurna, kemudian dia berjongkok di hadapan


Alluna sehingga gadis kecil itu bisa menjangkau pangeran muda. Dengan senyum lebar, sang putri


kecil mengecup lembut kedua pipi sang pangeran


yang terlihat anteng saja tak bereaksi.


Semua orang tampak tersenyum bahagia. Raja


William mengambil alih sang cucu dari tangan


Raya ke dalam pangkuannya. Dan kini mereka


semua melangkah mantap menuju istana di


bagian sayap kiri untuk menuju menara utara.


Akhirnya mereka semua tiba di atas balkon


menara utara di sambut gemuruh tepuk tangan


dan kehebohan masyarakat begitu melihat


kemunculan keluarga yang sangat menyilaukan


mata itu. Terutama keberadaan Aaron dan


Raya plus bayi kecil mereka.


Hujan jepretan dan kilatan kamera langsung


menyerbu bagai meteor kearah menara. Mata


semua orang terfokus seluruhnya pada sosok


Raja William yang tengah menggendong sang


cucu, calon penerus kerajaan xxx ini..


"Terimakasih atas kehadiran kalian semua di


tempat ini dengan tertib dan teratur. Seperti


rencana semula, hari ini aku sebagai Raja dari


kerajaan ini, akan memperkenalkan calon


penerus kerajaan ini yakni putra pertama


Prince Marvell dan Princess Maharaya.."


Raja William menjeda penuturannya. Semua


orang tampak terdiam, menyimak dengan serius


dan antusias. Wajah-wajah mereka tampak sangat penasaran dengan sosok sang pangeran kecil.


"Perkenalkan.. pangeran kecil kita semua..


Prince Keanu Neevand El Fathan De Enzo.."'


Raja William mengangkat sedikit sang cucu agar


rupa dan sosok mungilnya bisa terlihat oleh


semua orang yang terkesima sesaat, namun tidak


lama mereka langsung serempak membungkuk


hormat di pelataran yang sangat luas itu.


"Selamat datang Prince Keanu..semoga Tuhan


memberi umur yang panjang dan berkah.."


Sambut semua orang dengan antusiasme tinggi


di susul decak kagum dan pekikan histeris dari


beberapa orang karena begitu terpesona pada


aura kemilau yang terpancar terang dari sosok


mungil Sang Little Prince..


Raya dan Aaron maju ke samping Raja William,


kemudian Aaron memberikan sambutan singkat


pada semua orang. Setelah itu para staf istana


melakukan saweran uang kepada masyarakat


yang langsung berebut mengambil uang saweran


yang tiada habisnya itu. Mereka semua terlihat


sangat gembira, ini adalah bonus yang di tunggu.


Raja William menyerahkan kembali si kecil


Prince Keanu Neevand El Fathan pada Raya.


Aaron dan Raya berdiri di pinggir menara


sambil menggendong pangeran kecil mereka,


menyaksikan kegembiraan yang kini terlihat


jelas di wajah semua orang..


"Terimakasih banyak sayang ku.. Kau telah


menghadirkan kebahagiaan ini untuk semua


orang. Aku sangat mencintai kalian berdua."


Bisik Aaron sambil mendekap erat tubuh Raya


dan mendaratkan ciuman lembut di bibirnya.


Raya tersenyum lembut penuh kepuasan. Dia


menatap tenang wajah tampan Putra nya.


Ya putra yang lahir dari benih seorang Aaron..


Pria yang semula sangat di bencinya namun


kini sangat di cintainya..


"Aku juga sangat mencintaimu Tuan De Enzo."


Lirih Raya sambil kemudian menarik wajah


Aaron dan mendaratkan ciuman lembut yang


sangat manis.. semanis cinta dan kasih sayang


mereka berdua yang tak akan pernah lekang


di makan waktu.. Asmara mereka akan selalu


membara dan memanas di setiap waktu...


...** SEKIAN **...


Alhamdulillah..🤲


Akhirnya kisah cinta Aaron dan Raya selesai


juga sampai di sini. Mudah-mudahan ada hal


positif yang bisa di petik dari kisah ini..


Terimakasih banyak author haturkan kepada


para readers atas support dan dukungan nya


selama ini yang tiada bosan memberikan like


dan koment nya..🙏🙏🙏


Tanpa kalian apalah artinya author yang sangat


banyak kekurangan nya ini..😃😁🤭


*****


.


.


.


Assalamualaikum..


Hallo semuanya... jangan lupa mampir juga


ke novel terbaru ku.. Kisah tentang Devan..


sang sepupu Maharaya yang mempesona..


Judulnya: "MENIKAHI WANITA TANGGUH"


Di jamin seru juga..ta tunggu ya..😁

__ADS_1


Thank you so much..😘🤗🙏


__ADS_2