
***
Setelah ke 4 orang tadi turun, ada sekitar 5 orang
pria tinggi kekar berseragam hitam-hitam ikut
turun dari dalam heli mewah tersebut dan segera berdiri mengelilingi ke 4 nya, sepertinya mereka
adalah para pengawal pribadi pilihan yang masih berasal dari organisasi di bawah pimpinan Aaron.
Alex dan Benjamin serta para prajurit pengawal
langsung membungkuk hormat di hadapan pria
tua beserta anggota keluarga nya tersebut.
"Selamat malam Tuan Besar, selamat datang
di Aula Agung Grand Marco Palace."
Sambut Alex dengan kepala menunduk segan.
Sungguh aura dan kharisma yang di miliki oleh
pria tua berumur 70 tahunan yang masih terlihat
bugar dan sehat itu mampu membuat lutut
semua orang gemetar saat berada di depannya.
"Bagaimana keadaan di dalam.?"
Pria tua itu bertanya sambil menegakkan badan
dan meluruskan pandangannya ke dalam area
aula agung. Suaranya sangat khas, berat dan
tegas, cukup mengintimidasi. Sementara pria
setengah baya yang ada di sebelahnya tampak
berdiri tenang dan datar.
"Semuanya sudah sesuai dengan rencana Tuan.
Yang Mulya Putra Mahkota sudah mengaturnya
dengan sangat baik. Madam Rowena juga sudah menanti anda di ruangannya. Mari Tuan besar..
kami akan mengantar anda menemui beliau."
Alex mengulurkan tangannya membimbing
keluarga itu memasuki aula agung. Sang pria
muda yang terlihat sangat gagah itu tampak
merapihkan jas nya. Orang-orang dari kalangan pengusaha kelas dunia pasti mengenal siapa
pria muda ini. Dan gadis cantik nan ayu yang
kini di gandeng oleh pria tua, dia juga sangat
terkenal di dunia fashion sebagai salah satu
model internasional yang cukup berprestasi di
usianya yang masih sangat muda. Dia adalah
model yang sedang bersinar terang saat ini.
Akhirnya rombongan yang sangat istimewa itu
mulai melangkah tenang mengikuti arahan Alex
dan Benjamin menuju pintu lain dari aula agung
yang kini sudah di padati oleh para tamu yang semuanya hadir dengan tingkat kemewahan
dan tampilan di atas rata-rata.
Saat ini suasana di dalam aula agung sudah
terlihat sangat meriah dengan kehadiran para
tamu yang memenuhi tiap sudut tempat dalam
aula yang sangat luas di hiasi dekorasi indah
yang mengundang decak kagum para tamu itu.
Kalau di ibaratkan, ini bisa di bilang sebagai
pesta pernikahan paling mewah dan paling
megah tahun ini. Suasana di dalam ruangan
tampak begitu gemerlap dengan penataan
lighting yang mampu membuat suasana di
area pesta itu bagai berada dalam dunia
mimpi khayalan. Benar-benar tak terjabarkan
keindahan dan kemegahannya.
Pelaminan super megah dengan hiasan bunga
hidup di sekelilingnya tampak begitu memukau,
membuat mata yang melihatnya tak mampu
berkedip. Tak terbayangkan akan seindah apa
nanti suasana setelah kedua mempelai berdiri
di sana dengan segala kesempurnaan nya.
Dua orang pembawa acara kini sudah bersiap
di tempatnya. Dan tidak lama ke dalam ruangan
muncul barisan prajurit berseragam khusus yang
biasa di tugaskan dalam upacara pernikahan
bersifat kenegaraan. Semua mata kini mulai
fokus ke area jalur utama. Para tamu undangan
di tempatkan di area berbeda agar area utama
bisa di sterilkan. Dan para prajurit khusus tadi
langsung berbaris membentuk tiga barisan di
kedua sisi bentangan karpet merah bertabur
bunga yang siap menjadi jalur utama kedatangan
kedua mempelai dan seluruh anggota keluarga kerajaan.
Akhirnya tepat pukul 7 malam acara pun di buka
oleh dua orang MC yang bertugas. Intonasi suara mereka terdengar tegas dan lugas tidak seperti membawakan acara pesta pada umumnya
karena ini bersifat kenegaraan. Tepuk tangan
meriah dari para tamu mengiringi di bukanya
acara ini di tandai dengan persembahan tarian
lokal dari para penari profesional dalam rangka sambutan kepada para tamu yang datang dari
berbagai negara tersebut.
"Hadirin sekalian yang berbahagia..sekarang
kita nantikan kehadiran kedua mempelai beserta
seluruh keluarga besar. Mari kita sambut Yang
Mulya Putra dan Putri Mahkota.. Yang Mulya
Raja dan Ratu..Yang Mulya Prince Serkan dan
Princess Ratih Ayu.."
Salah seorang pembawa acara mengumumkan
kedatangan tokoh utama dalam acara ini yang
sudah di nantikan kehadirannya. Semua tamu
kini berbaris rapi di tempat, menghadap kearah
karpet merah dengan wajah sedikit tegang dan
mencoba menahan nafas. Tidak lama dari arah
ruangan dalam muncul rombongan mempelai
yang mampu membuat semua mata terkesima.
Terutama saat melihat kemunculan pasangan
mempelai yang begitu menyilaukan. Para tamu
tampak terbius, menganga..membeku dengan
mata yang tidak mampu berpaling.
"Woww.. very amazing couple.."
Celetuk beberapa tamu di tengah keterpesonaan.
Malam ini Raya dan Aaron tampil bak Dewa dan
Dewi kecantikan. Begitu memukau, mempesona
dan bercahaya. Aaron mengenakkan setelan jas
warna silver gold dengan desain yang sangat
mewah dan elegan di lengkapi selipan bunga
putih di saku kirinya. Dia tampil sempurna tiada
cela. Begitu gagah dan terlampau tampan..
Sementara sang kekasih hati tampil lebih woow
lagi..Raya mengenakkan gaun senada dengan
Aaron. Gaun ini di rancang khusus oleh desainer
terbaik dunia dengan desain yang sangat unik
dan istimewa memiliki ekor yang cukup panjang
di taburi ratusan Swarovski di seluruh bagian
gaunnya dan di sematkan pula beberapa berlian
serta mutiara asli yang membuat gaun itu tampak
glamor dan hidup. Sang desainer sengaja ingin
lebih menampilkan dan mengeksplor segala
keindahan sosok pemakainya dari atas kepala
sampai ujug kaki.
Tidak perlu di bahas lagi bagaimana mewah dan elegannya gaun itu karena yang jelas malam ini
Raya tampil bak bidadari turun dari khayangan
dengan segala kecantikan dan kemurnian paras
nya, mampu membius dan membuat angan para
pria melayang saat melihat keindahan dirinya.
Sebuah mahkota indah bertahtakan berlian
murni nampak cantik menghiasi kepalanya di
lengkapi polesan wajah yang tidak berlebihan
namun mampu membuat pesona nya memancar
indah bagai bulan purnama. Satu kata untuk nya
malam ini..She is very -very wonderful..!
"Kau sudah siap sayang.? malam ini akan cukup
melelahkan untukmu."
Aaron berbisik lembut sambil menggenggam erat tangan Raya yang melirik kearahnya, memandang
lekat wajah Aaron dengan gelombang rasa yang
tidak terjabarkan. Tatapan mata Aaron begitu
dalam, teramat sangat memuja sosok memukau
di sampingnya itu. Ada rasa tidak nyaman yang
kini merasuki hatinya melihat betapa istimewanya istrinya itu malam ini, dia terlalu indah...Akan
ada banyak pria yang berfantasi liar begitu melihat penampilan Raya malam ini. Walaupun seluruh
dirinya sudah tertutup, namun daya tariknya
malah semakin kuat dan tidak terbantahkan.!
"Aku siap sayang.. Ada kau di sisiku. Apa yang
bisa membuatku lelah selain keliaranmu itu.!"
Lirih Raya sambil meluruskan pandangannya
dengan mengulum senyum sedikit yang mampu
membuat wajah Aaron memerah seluruhnya.
__ADS_1
Ohh.. Maharaya.. masih berani menggoda dia
dalam situasi seperti ini.!
Bibir Aaron terangkat sedikit, dia menarik nafas,
mencoba mengontrol dirinya. Kemudian kembali
menegakkan badan dan memasang wajah tegas,
setelah itu mereka berdua mulai melangkah pasti masuk ke dalam ruangan aula utama bersamaan dengan gema musik penyambutan dan gerakan
atraktif dari para prajurit yang memberi hormat
dan salam ala militer. Kemudian barisan prajurit
khusus itu melakukan atraksi indah dan ajaib di
depan kedua mempelai yang berdiri tegak di
ujung karpet merah.
Semua mata saat ini masih saja terkesima dan
terpana kearah mempelai. Sungguh mata mereka seolah tidak ingin berpaling pada hal yang lain. Keduanya terlalu indah untuk di kesampingkan.
Selesai melakukan atraksi dan konfigurasi indah
para prajurit itu langsung membungkuk setengah
badan di susul kemunculan para penari utama
membawakan tarian wajib menyambut kehadiran
kedua mempelai. Suasana kini bertambah meriah
di iringi gemuruh tepuk tangan para tamu.
Perlahan Aaron dan Raya mulai berjalan tenang
sambil melambaikan tangan kearah para tamu
yang menyambutnya antusias dengan kilatan
dan jepretan lensa kamera dari gadget mereka.
Di belakang mempelai turut mengikuti seluruh
anggota keluarga dari kedua belah pihak, para
staf istana dan para pejabat tinggi negara.
"Cucuku yang malang.. kau tumbuh tanpa kasih
sayang dan perhatian dari seluruh keluarga besar
mu Nak.. tapi takdir menuntun mu sampai di sini.
Kau menemukan jalan hidupmu sendiri dengan
segala perjuangan mu."
Dari sudut ruangan khusus di dekat pelaminan
ada gumaman pelan dari sang pria tua yang
nampak begitu terharu, tak terasa ada cairan
bening yang jatuh di kedua matanya yang mulai
keriput. Sang gadis cantik merangkul bahu pria
tua dengan tatapan tiada lepas dari sosok Raya
dan Aaron. Di sana juga ada Madam Rowena
yang baru saja selesai berbincang dengan pria
tua itu, dan kelihatannya mereka cukup akrab.
"Dia luar biasa cantik Kakek.. andai aku tahu dari
dulu punya saudari sepupu secantik mereka, Aku
pasti tidak akan kesepian."
"Kalian bertiga adalah berlian murni Kakek yang
tidak akan pernah di miliki oleh keluarga lain."
"Kakek.. apakah Putri Mahkota akan menerima
kita sebagai keluarganya..?"
Sang pria tua tampak terdiam, termenung. Dia
menarik nafas berat, kemudian mendudukkan
dirinya di atas kursi di bantu oleh si gadis cantik.
"Dia adalah wanita yang memiliki hati seluas
samudera. Aku yakin Putri Mahkota sangat merindukan kehadiran kalian di tengah-tengah
kehidupan nya."
Madam Rowena menimpali sambil memandang
tenang kearah Raya dan Aaron yang kini semakin
dekat ke pelaminan. Ibu Suri memang sengaja
tidak ikut iring-iringan karena dia merasa saat
ini kesehatannya sedang sedikit terganggu.
"Semoga saja seperti itu Yang Mulya Ibu Suri..
Aku tidak sabar ingin segera menjumpainya."
Lirih si gadis sambil ikut duduk di samping sang
kakek sembari mengelus lembut punggung lelaki
tua itu. Sementara dua orang pria lainnya saat ini tampak masih terpana kearah kedatangan Aaron
dan Raya beserta seluruh keluarganya yang kini
semakin dekat dan semakin jelas bagaimana
cantik dan memukaunya Sang Putri Mahkota.
Mata pria setengah baya tampak berkaca-kaca
melihat bergantian kearah Raya dan Ratih Ayu.
Dua wanita yang sangat di rindukan kehadiran
nya di tengah-tengah keluarga. Selama ini dia
benar-benar tidak mengetahui kalau sang adik
tenyata memilki seorang putri..Putri yang begitu
cantik bak bidadari dan mampu membuat pria
muda di sebelahnya tidak sanggup melepaskan
sepupu yang begitu menggetarkan jiwa.
"Maharaya.. Kamu benar-benar luar biasa."
Gumam pria muda yang memiliki rupa sangat
ekslusif itu. Dia benar-benar tampan dengan
garis wajah yang sangat tegas dan pesona asli
negara asalnya. Hanya orang-orang tertentu saja
yang tahu kalau pria ini memiliki nama besar
di pentas dunia, terutama di dunia hiburan. Pria
muda ini adalah pemilik sebuah perusahaan entertainment terkenal kelas dunia. Namun dia
sengaja menyembunyikan identitas dirinya dari
dunia, dan perusahaan raksasa miliknya di
pegang oleh orang-orang yang bergelut di bidang
entertain untuk menyamarkan keberadaan nya.
***
Acara demi acara terus bergulir. Sambutan dari
kedua belah pihak sudah di langsungkan. Lalu
acara penyematan cincin pernikahan pun sudah
di lewati di lanjut dengan sambutan dari kedua
mempelai serta pelemparan bunga. Sekarang
pesta yang sesungguhnya di mulai. Para tamu undangan tampak mulai menyebar, menikmati
sajian super mewah yang telah tersedia sambil berbincang dengan tamu yang lain di tengah
suguhan hiburan yang tersaji di panggung yang
ada di ruangan sebelah.
Dan kini saatnya bagi para tamu untuk naik ke
atas pelaminan untuk menyampaikan rasa suka
cita secara langsung. Namun tetap di batasi.
Hanya tamu yang memiliki kartu khusus saja
yang bisa naik dan mengucapkan selamat pada
kedua mempelai beserta keluarganya. Dan Raya
hanya bisa melempar senyum sambil melipat
kedua tangan di dada pada semua tamu yang
datang.
Akhirnya Sean naik bersama dengan keluarga
besarnya yakni keluarga Perdana Mentri Albert
Wilbur. Tatapan Sean tampak begitu berat, walau bagaimanapun hatinya masih belum bisa lepas sepenuhnya dari bayang-bayang wanita yang di
idamkan nya itu. Tapi dia mencoba untuk ikhlas.
Tidak lama setelahnya Ansel datang bersama
dengan Catharina. Untuk sesaat Catharina tampak
menatap berat kearah Aaron dengan sorot mata
yang sangat kompleks.
"Selamat Yang Mulya Putra dan Putri Mahkota.. Semoga kebahagiaan akan senantiasa menyertai kehidupan anda berdua."
Catharina berucap tulus dan yakin dengan wajah
sebisa mungkin untuk tetap tenang dan cerah.
Raya melipat kedua tangan sambil tersenyum.
"Terimakasih banyak Lady Catharina.. Maaf kalau
aku sudah menyakiti hatimu. Aku doakan semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk hubungan
kalian berdua."
"Sepertinya Tuhan memang punya rencana yang
lebih baik untukku di balik semua ini Princess.."
"Iya.. tentu saja. Tuhan akan memberikan akhir
yang indah untuk kisah cintamu.."
Sahut Raya sambil tersenyum lembut penuh
dengan ketulusan. Catharina balas tersenyum,
dia menatap sekilas kearah Aaron yang terlihat
tenang dan datar, tanpa ekspresi berlebihan.
"Sekali lagi selamat.. Aku permisi.."
Catharina menundukkan kepala penuh hormat kemudian melangkah terburu-buru karena Ansel menarik tangannya sedikit kasar dengan raut
wajah yang terlihat dingin. Aaron dan Raya hanya
bisa menatap dalam diam melihat perlakukan
Ansel pada Catharina. Tidak lama Alea muncul bersama dengan Rayen, Prince Desmon dan
juga Prince Elliot.
"Selamat atas penobatanmu Yang Mulya Putri
Mahkota.. Semoga anda bisa membawa Negri
ini pada kemakmuran."
Ucap Prince Desmon dan Prince Elliot hampir
bersamaan setelah mereka selesai berangkulan
dengan Aaron.
"Terimakasih Pangeran..atas kehadiran kalian."
Raya tersenyum lembut sambil menundukkan
kepala sedikit. Rayen berangkulan dengan Aaron.
"Ada pesan dari Tuan Moolay beserta istri. Dia
__ADS_1
sangat menyesal tidak bisa datang, karena
Tuan Moolay masih dalam masa pemulihan.
Putra mereka juga sedang kurang sehat.."
Ujar Rayen dengan wajah sedikit menyesal. Raya
terdiam sedikit kecewa, sebenarnya dia ingin
sekali bertemu dengan Mayra. Sementara Aaron tampak datar saja. Dia tahu Dirga tidak bisa
datang karena kondisinya masih belum pulih sepenuhnya. Dan dia sudah merencanakan
sesuatu yang lebih baik untuk mereka, akan
ada saatnya bagi mereka untuk bertemu, dan berkumpul bersama..
Para tamu akhirnya mulai surut. Aaron menatap
kearah area khusus dan memberi isyarat pada
Alex yang langsung mengangguk faham.
Raya baru saja bisa bernafas lega ketika tiba-tiba
ke atas pelaminan naik Pria tua sekeluarga. Ratih
Ayu dan Serkan tampak bengong, tubuh mereka
kini mematung di tempat begitu berhadapan
dengan pria tua itu.
"P-Papa..kalian datang..?"
Suara Ratih Ayu tercekat di tenggorokan..
Wajahnya seketika memutih. Tubuhnya goyah,
dan sedetik kemudian situasi berubah panik
saat tubuh Ratih Ayu jatuh terkulai lemas tak
berdaya dalam rangkulan Serkan, dia kehilangan kesadaran..
Beberapa saat kemudian di dalam ruangan
khusus yang ada di belakang pelaminan..
Ratih Ayu masih berada dalam pelukan erat sang
ayah setelah dia sadar dari pingsannya. Dia baru
saja melepas segala beban kerinduan pada sang
Papa dan semua keluarga besarnya itu.
Kini semua orang terdiam dalam hening. Serkan mendekat kearah Raya, dia memperkenalkan
seluruh anggota keluarga pria tua yang ternyata
adalah keluarga Kertaradjasa pada putrinya itu.
Raya terdiam, raut wajahnya tidak terbaca. Tapi
ada genangan cairan bening di sudut matanya
yang kini mendesak ingin keluar. Dia berdiri agak
sedikit goyah, masuk ke dalam rengkuhan kuat
Aaron yang berdiri tenang di samping nya. Mata
indah nya menatapi orang-orang yang di yakini
sebagai keluarga nya itu satu persatu.
Sang Kakek..Wiratama Kertaradjasa.. Lalu ada
sang paman Wibisana Ranadipa Kertaradjasa,
dan..ada kakak sepupunya yang gagah bernama
Devan Kanigara Elajar serta saudari sepupunya
yang cantik bernama Clarissa Anindira Putri..
Dan sebenarnya dia masih memiliki seorang bibi
bernama Dewi Arumi Indraprasti dan seorang
saudari sepupu lagi. Tapi sayang.. bibinya sudah
tidak ada lagi di dunia ini, dan saudari sepupunya
kebetulan dia tidak bisa datang ke sini..
"Apa kau masih tidak bisa menerima semua
kenyataan ini Yang Mulya Putri Mahkota..?"
Tuan Besar Kertaradjasa tampak berdiri tegak,
menatap teduh kearah Raya yang menggeleng
pelan dengan tubuh yang semakin kehilangan
tenaga. Dia menyembunyikan wajahnya dalam
rengkuhan dada bidang Aaron.
"Kakek tahu..ini cukup berat untuk di terima..
Semua ini pasti sangat mengejutkan untukmu."
Raya mulai terisak, Aaron mendekap erat tubuh
Raya mencoba memberikan ketenangan.
"Maafkan kami semua karena telah membuat
kau terlantar dan terbuang.. Kakek benar-benar
tidak berguna. Kau harus menderita selama ini.."
"Tidak Kek..Masya Allah.. Aku sangat bahagia
bisa bertemu dengan kalian semua.."
Potong Raya sambil kemudian menyerbu ke
dalam pelukan sang kakek. Dia menumpahkan
seluruh air matanya dalam pelukan erat sang
Kakek yang juga meneteskan air mata.
Semua orang terdiam dalam keharuan, terhanyut
dalam rasa bahagia tak terhingga atas pertemuan
yang di gagas oleh Aaron ini.Mereka membiarkan kedua kakek dan cucu itu saling meluapkan segala kerinduannya..
Setelah puas dengan kakeknya Raya beralih
pada pamannya, cukup lama mereka berangkulan
dan melepas rindu. Setelah itu dia beralih pada
kakak sepupunya yang menatapnya tenang walau hatinya sebenarnya bergemuruh, tidak karu-karuan. Aneh, kenapa perasaannya harus begini.!
"Kak Dev..ini sungguh di luar dugaan. Tenyata
aku memiliki kakak laki-laki."
Raya memeluk Dev yang terdiam sesaat, sedikit
tegang, namun akhirnya dia membalas pelukan
sang adik dengan mata terpejam kuat.
"Kakak menyesal.. kenapa baru sekarang
keluarga kita di pertemukan."
Ujar Dev dengan suara yang terdengar berat.
Untuk sesaat keduanya saling berpelukan erat
sampai akhirnya Raya melepaskan diri dari
pelukan Dev. Tangan Dev perlahan bergerak
menghapus air mata Raya. Aaron memalingkan
muka, dalam sekali tangkap dia bisa melihat
kalau Sang pemilik Universal Ambles Studio itu
sudah terkena jerat sihir yang di miliki istrinya, menyebalkan..! Kenapa semua laki-laki harus
jatuh pada pesona istrinya.!
"Tapi kami sangat bangga padamu.! Kau wanita
yang sangat istimewa. Mulai sekarang keluarga
Kertaradjasa akan selalu ada di belakang mu."
Ucap Dev dengan senyum penuh keyakinan.
Raya tersenyum lembut seraya mengangguk.
Akhirnya dia berpaling pada Clarissa, saling
menatap dengan linangan air mata, tidak lama
mereka saling berpelukan erat. Keduanya kini
menangis meraung seperti anak kecil membuat
semua orang melongo dan terdiam bingung. Bagaimana cara menghentikan tangis mereka.?
Beberapa saat kemudian..
Aaron dan Raya sudah kembali ke tengah-tengah
pesta bersama seluruh keluarga besarnya. Raja
dan Ratu menyambut hangat kehadiran keluarga
Kertaradjasa sedikit tidak menduga kalau mereka
akan datang. Pesta terus berlanjut pada acara
yang lebih intim lagi dan sangat di tunggu-tunggu..
"Hadirin sekalian..kita sambut kedua mempelai
yang tiada duanya ini.. Yang Mulya Prince Marvell beserta Yang Mulya Princess Emeera.. silahkan
maju ke arena utama untuk membuka acara dansa
bersama ini.. Dan untuk pasangan lain, silahkan
kalian bersiap-siap di pinggir arena.."
Pembawa acara memanggil kedua mempelai di
sambut tepuk tangan hadirin yang sudah berdiri
melingkari arena dansa.
Tidak lama Aaron dan Raya melangkah tenang
ke tengah arena dansa sambil bergenggaman
tangan erat dengan mata yang tiada lepas saling
memandang dan senyum merekah terkembang
sempurna di bibir indah Raya. Musik romantis
bertajuk feelings..kini mengalun indah mengiringi langkah keduanya..
Semua mata kembali terkesima kearah dua orang
yang memancarkan aura terang berkilauan itu.
Keduanya kini sudah ada di tengah arena, tangan
kiri Aaron bergerak melingkari pinggang ramping
Raya, sementara jemari tangan kanan bertautan
dengan jemari tangan kiri Raya, mata mereka
bertemu, saling menatap kuat dan dalam di penuhi
rasa cinta dan kebahagiaan yang membuncah
di dada menenggelamkan keduanya..
"I love you so much baby.."
Bisik Aaron berat, bibir ranum Raya tersenyum
semanis madu. Perlahan mereka berdua mulai
bergerak halus dan tenang seiring alunan lagu
yang berirama slow romantis. Tubuh mereka kini
merapat, menempel, bergerak seirama dan satu
hentakan dinamis yang mampu membuat semua
mata tampak terpukau kearah mereka...
Beberapa pasang mata para pria patah hati tampak
hancur melihat kemesraan pasangan romantis itu
yang sedang melantai.. berdansa indah dalam satu
gerakan halus dan anggun yang terlihat begitu
intim penuh buaian perasaan..
__ADS_1
***