Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
30. Lepas Kontrol


__ADS_3

❤️❤️❤️


Perhatian para tamu yang berada di sisi arena


dansa kini beralih sesaat pada kemunculan


Raya dan Ansel. Dengan tenang dan percaya


diri Ansel menggengam erat tangan Raya yang


terlihat begitu anggun dan mempesona dalam


balutan gaun pestanya yang menampilkan


segala keindahan dirinya dari ujung rambut


sampai ujung kaki.


Mata Aaron dan Lucas seketika terfokus pada


sosok Raya, mereka tidak menduga kalau gadis


itu akan turun ke arena dansa. Semua mata kini berfokus seluruhnya pada penampakan Raya


yang begitu berbeda dan istimewa baik dari


segi fisik maupun penampilan nya. Kulitnya


yang sebening porselen tampak berkilau indah


di bawah kilatan lampu lighting yang memukau.


Tiba di tengah arena untuk sesaat keduanya


tampak saling melihat sedikit canggung. Ansel


terlihat gugup karena terlalu excited dengan


semua kenyataan ini, dia benar-benar tidak


menyangka bisa turun ke arena dansa ini


bersama dengan bidadari nya Putra Mahkota.


"Maaf kakak ipar.. bolehkah.."


Ansel tersenyum seraya mengangkat tangan


kanannya meminta izin untuk menggengam


jemari Raya. Perlahan Raya mengangkat tangan


dan kini jemari tangan Ansel bertautan dengan


jemari halus lembut Raya yang terlihat sedikit


tegang dan ragu untuk bersentuhan dengan


Ansel yang jelas-jelas bukan muhrimnya itu.


Tuhan.. maafkan hamba yang terlalu lemah ini..


Hamba tidak bisa mengendalikan diri.. Hanya


karena tidak sanggup menerima kenyataan..


Lirih Raya dalam bathin nya sambil kemudian


mulai mengambil posisi badan sedikit merapat


ke dekat Ansel saat tangan kiri pria menawan


itu mulai melingkari pinggang rampingnya


dengan gugup dan tegang, terlihat sekali dari


wajah pria itu yang memerah. Ini sesuatu yang


baru di alami Ansel, merasakan nervous dan


tegang saat berada dan menyentuh seorang


wanita. Selama ini dia adalah penakluk wanita.


Mata mereka saling menatap mengirimkan


sinyal bahwa keduanya siap untuk memulai


gerakannya. Dan detik berikutnya mereka


mulai bergerak seirama. Untuk beberapa


saat gerakan Raya masih terkesan kaku.


"Rileks kakak ipar.. fokuskan dirimu pada apa


yang sedang kita lakukan sekarang. Aku tidak


akan macam-macam..Kau adalah milik kakak


sepupuku.."


Ohh.. jadi Ansel ini saudara sepupu Aaron.?


Bibir Raya mengulas sedikit senyum gusar.


Pasangan lain tampak melirik dan melihat ke


arah mereka, terutama dua pasang mata yang


kini mulai memanas melihat tubuh indah Raya


sudah berada dalam penguasaan Ansel.


"Kenapa kalian tidak mengatakan dari awal


tentang semua kenyataan ini. Kalian sengaja


merahasiakan semua ini dariku."


Raya mulai mencecar Ansel di tengah gerakan


dansanya yang mulai bisa mengimbangi Ansel.


Dan segala kemampuan nya sedikit demi sedikit


dia keluarkan untuk menyeimbangkan gerakan


mereka berdua.


"Tidak ada yang di rahasiakan. Aku pernah


bilang kau akan mengetahui semuanya secara


perlahan agar tidak terkesan di paksakan.!"


"Ini semua kenyataan yang terlalu besar, aku


tidak akan mampu bertahan untuk ini.!"


"Mau tidak mau kau harus menerima nya.!"


"Tapi aku tidak akan bisa menjalani semua


ini dengan mudah.!"


"Kau hanya harus menjalani semua ini sampai


perjanjian itu selesai.. setelah itu merapat lah


padaku..Maharaya.."


Raya terhenyak mendengar perkataan Ansel


yang begitu lugas dan tanpa basa-basi. Pria


ini menyatakan harapan dan perasaannya.


Mata mereka saling menatap kuat, tatapan


Ansel tampak penuh keyakinan berbeda


dengan Raya yang terlihat mengambang.


"Tolong perhatikan ucapanmu Tuan Ansel.


Kita baru saja bertemu beberapa kali."


"Aku tidak butuh waktu lama untuk mengenali


seorang wanita yang istimewa seperti mu.


Kau memiliki hati yang tulus dan bersih.!"


"Cukup Tuan Ansel.. jangan membual lagi.!"


"Aku tidak suka membual. Aku orang nya to


the point..! Kau bisa melihat kesungguhan ku."


"Sudah hentikan..!!"


Raya memutar tubuhnya, gerakan tariannya


kini mulai keluar seluruhnya membuat Ansel


tersentak sesaat namun secepatnya dia segera mengimbangi gerakan wanita itu. Musik semakin menghentak, dan emosi Raya semakin berkobar


seolah tersiram oleh satu dorongan hebat yang


tidak di mengerti nya.


Fakta bahwa dirinya saat ini adalah istri


seorang pangeran yang hanya ada di belakang


layar saja dan memiliki tugas untuk memberinya keturunan semata, sangat mengoyak perasaan terdalamnya. Lalu apa bedanya dia dengan


gundik..?? Tidak ! ini terlalu menyedihkan


sekaligus rendah bagi dirinya, dia tidak akan


bisa menerima semua kenyataan ini.


Musik yang mengiringi kini sudah beralih pada


lagu baru yang berirama slow namun bernada


sedikit keras dan menghentak hingga emosi


Raya kembali terpercik. Lagu Drip Drop dari

__ADS_1


Safura ..mengalun syahdu di bawakan oleh


seorang penyanyi dengan penuh penjiwaan


dan semangat yang berkobar-kobar.


Gerak tarian Raya dan Ansel semakin dinamis,


satu hentakan, satu irama, serasi dan terlihat di


penuhi oleh emosi hingga terkesan menggelora.


Pasangan lain tampak mulai tersisih satu persatu.


Mereka minggir ke sisi arena saat pasangan itu


melakukan gerakan yang lebih lincah, indah dan


memukau.


Tubuh Raya berputar dan meliuk-liuk kemudian melakukan gerakan yang membuat semua


pasangan lain berhenti total dari gerakan


dansa nya, berdiri mematung di pinggir arena


dengan tatapan terfokus pada sosok Raya saat


dia melompat dan meliukkan kembali badannya menguasai arena. Gerakannya semakin lama


semakin cepat. Emosi Raya benar-benar keluar,


larut dalam setiap gerakannya yang indah dan memukau hingga dia tidak peduli apapun.


Pandangan Aaron dan Lucas mengunci sosok


mempesona itu. Mereka tidak menduga kalau


wanita itu ternyata mahir berdansa dan terlihat


sekali sangat menguasai arena dengan emosi


dan penjiwaan yang penuh serta gerakan lihai,


lincah, terlatih dan profesional. Asap putih kini


membumbung memenuhi arena dansa hingga


membuat suasana tampak lebih romantis di


tambah permainan lighting yang super canggih.


Semua mata saat ini menatap terkesima pada


sosok cantik jelita yang sedang melakukan


gerakan indah dan menakjubkan di tengah


arena dansa. Ansel sendiri di buat takjub dan


hampir kewalahan mengimbangi gerakan Raya


yang semakin lama semakin di luar jangkauan.


Sorot mata Aaron yang dari tadi sudah berkobar


oleh api panas membara kini sudah tidak bisa


di padamkan lagi. Tubuh nya sudah terbakar


oleh satu dorongan perasaan yang dia sendiri


tidak mengerti apa itu.


Saat dia melihat tangan Ansel terayun untuk


menarik kembali lengan Raya agar merapat


padanya, secepat kilat dia maju ke tengah


arena menyambar tangan Raya kemudian


dalam gerakan cepat berirama dia membelit


pinggang rampingnya dengan kuat.


Raya terkesiap saat menyadari kini dirinya ada


dalam pelukan kuat pria yang sudah membuat


jiwanya terbakar emosi yang meluap-luap. Mata


mereka terpaut kuat, saling mengunci satu sama


lain berusaha masuk ke kedalaman masing-


masing, seolah ingin menyampaikan rasa yang


kini sedang menggebu dan menggelora.


"Kenapa tidak mengatakan segalanya dari


awal, kau sengaja melakukan semua ini ?"


"Kau tahu atau tidak, itu tidak akan ada


pengaruhnya pada posisimu.!"


yang tidak sengaja menghalangi jalanmu.!"


"Terima saja yang sudah aku tetapkan, maka


semuanya akan berjalan baik-baik saja.!"


"Kau terlalu menganggap mudah segala hal.


Bahkan harga diriku sudah tertelan habis oleh


sikap angkuh dan arogansi mu.!"


"Aku hidup dengan aturanku sendiri. Tidak ada


seorang pun yang bisa mengaturku.!"


Raya memutar tubuh nya berusaha untuk keluar


dari arena ini tapi Aaron menangkap kembali


pinggang nya hingga tubuh mereka merapat


masih dalam rentak irama lagu yang semakin memuncak dengan gema musik yang mampu


membangkitkan emosi.


Pasangan lain kini sudah kembali ke arena.


Ansel berpasangan dengan Catharina yang


terlihat menatap tidak nyaman pada Aaron


dan Raya yang semakin lama semakin tampak


larut dalam posisi tubuh yang sangat intim.


"Jangan berharap lebih pada pernikahan ini.


Kau sudah tahu posisimu sedari awal. Ada


wanita lain yang sudah di siapkan untuk hal


yang lebih penting dalam perjalanan ini.!"


Kembali Aaron berbisik di daun telinga Raya.


Ada rasa sakit yang membelah hati dan jiwa


Raya, mata mereka kembali bertemu panas,


gelora emosi di dalam diri Raya kini kembali


menggebu membuat gerakannya kian ekstrim


dan menjelang akhir lagu mereka melakukan


gerakan yang terlihat semakin lincah dan indah


dengan hentakan yang terbawa emosi.


Tangan kiri Aaron menggenggam pergelangan


tangan Raya yang kembali melakukan gerakan


berputar cepat seraya melengkungkan badannya


ke belakang kemudian dia melompat lincah ke


atas pangkuan Aaron dan berputar bersama


di iringi tepuk tangan gemuruh seluruh hadirin


yang terpukau melihat semua gerakan Raya.


Dada Raya menempel ketat di dada Aaron,


sedang posisi kaki jatuh menjuntai ke bawah


dengan wajah yang saling bertemu, hidung


mereka menempel satu sama lain. Mata


mereka saling menatap kuat. Cairan bening


itu kini turun tidak tertahan lagi membasahi


wajah cantik Raya yang memerah membuat


tatapan Aaron semakin kuat dan dalam.


Semua orang saat ini sedang menganga, terpaku


di tempat melihat mereka berdua dan menyadari


satu kenyataan bahwa pasangan ini ternyata


yang paling serasi dan cocok dari pasangan


lainnya. Mereka berdua tampak begitu menyatu, seimbang, saling melengkapi satu sama lain.


Lagu berakhir dengan indah..Posisi tubuh Raya


dan Aaron masih seperti tadi, tubuh Raya berada

__ADS_1


dalam pangkuan Aaron, saling menatap kuat,


keduanya saat ini seakan melayang ke angkasa


saling menikmati pancaran pesona wajah masing-masing. Dan Saat ini lighting tampak


meredup dengan kilatan lampu penuh suasana romantis. Perlahan dan sedikit gemetar bibir


Aaron mendekat ke bibir Raya yang masih


menatapnya kuat, mencoba menstabilkan


napas dan emosinya.


"Aku hanyalah wanita rendahan Yang Mulya..


Jangan nodai keagungan mu dengan mencari


kenikmatan sesaat dari bibirku..!"


Raya berucap pedas begitu bibir Aaron hampir


saja menyentuh bibirnya. Aaron membeku, Raya


turun dari pangkuan nya, kemudian dia melirik


sekilas kearah Ansel dan Catharina yang sedang menatap dirinya. Dengan sikap hormat dan penuh kesantunan dia membungkuk di hadapan Aaron


yang masih membeku, menatap tajam wajah


Raya yang masih menyisakan lelehan air mata.


Dengan gerakan cepat Raya berbalik kemudian


berlalu pergi dari arena dansa di iringi tatapan


puluhan pasang mata yang masih terpesona


padanya. Tak ada keinginan lagi bagi Raya


untuk berada di dalam pesta ini. Dia keluar


dari ruangan pesta tersebut dengan derai air


mata yang kini tumpah seluruhnya.


***


Malam semakin larut, udara dingin terasa


semakin menusuk kulit saat Raya berdiri di


pinggir geladak, mencoba mencari angin


sekedar ingin menenangkan dirinya. Saat ini


dia sudah berganti pakaian dengan gaun malam panjang yang membungkus seluruh tubuhnya. Aneh..rasa sakit itu masih saja terasa. Namun sesungguhnya kalau di pikirkan apa yang harus


dia tangisi. Nasib buruk nya.? sudah jelas dari


awal nasib baik memang tidak berpihak pada


dirinya, sejak awal dia memang sudah sial.


Tidak..!! Tuhan tidak akan pernah menyesatkan


umatnya. Apa yang terjadi padanya sekarang


memang kehendakNya.. Dia hanya harus


menerima dan menjalani nya dengan ikhlas.


Raya menarik nafas dalam-dalam, mencoba


untuk membuang ganjalan dalam dadanya.


Dia harus kuat, apapun yang akan di alaminya


nanti semuanya semata-mata rencana Tuhan.


"Apakah anda butuh teman Nona sekretaris.?"


Raya tersentak, dengan cepat dia melirik ke


arah samping, di sana pria elegan yang sangat


menawan dengan segala daya pikatnya telah


berdiri sambil tersenyum manis kearahnya.


"Tu-Tuan Lucas.. Sedang apa anda di sini.?"


"Aku sedang mencari angin dan ketenangan.!"


Raya melirik sekilas, kembali menatap lurus


ke depan, menembus pekatnya kabut malam


yang sangat tebal menyelimuti hamparan laut


lepas yang terbentang di depan mata. Lucas


melirik Raya, menatap keseluruhan diri wanita


itu dari samping yang terlihat begitu sempurna.


Jiwanya semakin meronta, apapun caranya


dia harus mendapatkan wanita ini baik itu


dengan cara nyata ataupun dengan cara lain.


"Sudah lama bekerja pada Putra Mahkota.?"


Jantung Raya kembali seakan terhantam benda


keras, sesak seketika. Putra Mahkota.. Hahaa..


iya benar. Bosnya itu sejati nya adalah seorang Pangeran yang telah di nobatkan sebagai Putra Mahkota, sang penerus tahta kerajaan.


"Belum Tuan.. baru beberapa hari saja."


"Oohh.. pantas saja, sebelumya aku belum


pernah melihatmu di sekitar nya.!"


"Sebenarnya ini cukup berat.."


"Kalau begitu berhenti saja. Dan datanglah


padaku, ada posisi bagus yang aku siapkan


dan sangat cocok untuk mu !"


Raya melirik kearah Lucas yang juga sedang


menatapnya tajam. Pancaran gelap itu kini


mulai berkilat mengurung seluruh dirinya


membuat Raya merasakan tidak nyaman dan


ada hawa dingin yang kini menerpa tubuh nya.


"Posisi apapun tidak akan cocok untukku


Tuan kalau aku tidak menginginkan nya.!"


"Jadilah istriku Nona Sektretaris..!"


DEG !


Raya terhenyak, matanya membulat sempurna.


Apa laki-laki ini sudah kehilangan kewarasan ?


Mereka bahkan baru bertemu beberapa kali saja.


Tapi dia sudah berani mengatakan hal di luar


nalar dan tidak masuk akal.


"Tuan Lucas.. mohon koreksi lagi perkataan


anda barusan.!"


"Kenapa, kau pikir aku mengigau.?"


"Maaf Tuan Lucas.. untuk saat ini saya tidak


membutuhkan posisi apapun. !"


"Tidak perlu terburu-buru. Aku akan memberi


waktu selama yang kau butuhkan.!"


Mata mereka saling bertemu, kali ini aura


gelap itu sirna. Yang ada hanya tatapan mata


yang penuh kelembutan dan memikat. Raya


memalingkan wajahnya dengan cepat, semua


ini gila, semuanya tidak masuk akal.


"Tolong..anda jangan membuang waktu hanya


untuk sesuatu yang tidak penting, permisi Tuan


Lucas..selamat malam."


Raya menundukkan kepalanya sedikit setelah


itu dia berlalu pergi dari hadapan Lucas yang


menatapnya dengan seringaian penuh arti.


"Maharaya..kau adalah pasangan yang paling


sesuai untukku. Apa yang aku miliki sekarang


akan semakin sempurna dengan percikan api


gairah yang kau berikan pada tubuhku.!"


Desisnya dengan seringai aneh yang lagi-lagi


menguarkan aura gelap nan mencekam..


***

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2