Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
92. Tanpa Kabar


__ADS_3

***


Nikmat Allah manalagi yang akan kita dusta kan.


Semua hal yang terjadi sudah terkonsep dengan


sangat sempurna dalam susunan riwayat hidup


setiap makhluk ciptaanNya. Maka.. kita sebagai


manusia hanya tinggal menjalani semuanya


sesuai dengan ketentuan dan petunjukNya.


Suasana pagi di Grand Marco Palace seperti


biasanya selalu di warnai berbagai kesibukan


dari para penghuni nya, terutama para pelayan


dan prajurit istana. Di pagi hari biasanya mereka


akan memulai aktifitas dengan melakukan apel


pagi terlebih dahulu di lanjut dengan pengarahan


dari kepala divisi masing-masing setelah itu


barulah kembali pada tugas dan pekerjaan


yang di bebankan.


Sedangkan bagi sang Putri Agung, hari ini dia di


agendakan untuk datang ke rumah sakit atau


istana guna memeriksakan kandungannya pada


pukul 10 pagi. Dan dia di sarankan untuk sarapan


pagi di dalam kamar saja untuk mengurangi


aktifitas berat yang bisa menguras tenaganya.


Seusai sholat subuh, Raya dan Aaron seperti


biasa kembali merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur super besar dan super mewah itu.


Aaron meraih tubuh ringkih istrinya ke dalam


pelukan dan penguasaannya sambil menciumi


puncak kepalanya tiada henti dan membisikan kata-kata pujaan yang sangat bertolak belakang


dengan sikap dingin seorang Aaron yang selama


ini melekat pada dirinya.


Bibir Raya tersenyum lembut kemudian dia


menyusupkan wajahnya di belahan dada Aaron


yang polos. Dia suka sekali menghirup aroma


khas tubuh suaminya yang sangat segar dan


membuai serta mampu memberikan rasa aman


dan nyaman pada jiwanya. Perlahan tangannya melingkar erat di punggung kokoh Aaron yang semakin mempererat dekapannya.


"Tidurlah sayang.. Aku akan menjagamu..Kau


harus istirahat dan memulihkan kondisi mu."


Bisik Aaron sambil mencium kening Raya yang


kini sudah mulai terbang ke alam bawah sadar.


Dia sudah terlelap dalam tidur tenangnya karena


ada sosok yang akan selalu hadir untuk menjaga


dan melindunginya.


Raya benar-benar lelah saat ini, tubuhnya bahkan


seakan remuk redam. Bagaimana tidak, semalam Aaron kembali mengeksplor tubuhnya dengan


sesuka hatinya. Dia mengatakan bahwa ini adalah malam pertama mereka setelah resmi menghuni kamar paling besar dan paling mewah di istana


ini. Dia tidak ingin melewatkan malam istimewa


ini begitu saja. Dan benar saja..laki-laki itu seolah


tidak ada bosannya dan tidak ada lelahnya untuk menikmati dan menjelajahi segala apa yang di


miliki oleh Maharaya.


Aaron terpaksa melepaskan pelukannya di tubuh


Raya dengan pelan dan hati-hati ketika ponselnya bergetar di atas nakas yang cukup jauh dari


jangkauan nya. Dengan bertelanjang dada dia


turun dari atas tempat tidur dan meraih ponselnya.


"Aaron.. Aku sudah memenuhi janjiku untuk


datang ke tempat ini.!"


Wajah Aaron langsung saja bereaksi aneh saat


mendengar suara serak dan sedikit lemah dari


seseorang yang sudah di tunggu kabarnya itu.


"Kau sudah ada di kota xx..? Jam berapa kalian datang.?"


"Aku datang semalam..! Apa kau akan datang


kesini.?"


"Tentu.! Aku akan kesana sekarang. Sebelum


semua di mulai aku pastikan sudah ada di sana.!"


"Baiklah.. Aku tunggu.!"


Aaron menutup telepon nya, merenung sejenak.


Dia melirik kearah Raya yang sedang tertidur


dengan tenang. Aaron menarik napas panjang.


Ini sangat berat baginya, tapi mau bagaimana


lagi, semua ini sudah di jadwalkan jauh-jauh hari


dan dia tidak bisa mengabaikan nya begitu saja.


Dia segera masuk ke kamar mandi.


Setengah jam kemudian Aaron sudah keluar dari


dalam kamar ganti, sudah berpakaian rapi dan


terlihat sedikit santai.


"Alex.. kau sudah menyiapkan semuanya.? "


Aaron berbicara di telepon sambil merapihkan


lengan kemejanya dengan menggulung nya


sedikit ke atas.


"Semuanya sudah siap Yang Mulya. Kami sudah


ada di rooftop sekarang."


"Baiklah.. Aku akan naik sebentar lagi. Kau


sudah menghubungi Gregory untuk menjaga


dan mendampingi istriku hari ini.?"


"Sudah Yang Mulya. Semua team sudah siap.!"


"Bagus.! Aku akan naik sekarang.!"


Aaron menutup teleponnya. Dia mendekat kearah tempat tidur, menatap wajah Raya dengan sorot


mata terlihat berat. Dengan terpaksa dia harus


pergi meninggalkan istrinya itu. Aaron merangkak


naik keatas tempat tidur. Kemudian memeluk erat


tubuh Raya, enggan sekali untuk melepaskan nya.


"Maafkan aku sayang. Aku terpaksa harus pergi


tanpa memberitahu terlebih dahulu. Ini semua


sangat mendesak.!"


Bisik Aaron sambil mencium kening Raya lama.


Kemudian mendaratkan ciuman lembut di bibir


merah dan lembab itu yang selalu membuat dia


candu dan merindukan kelembutannya setiap


waktu. Setelah itu dengan berat hati akhirnya


Aaron pergi meninggalkan Raya yang masih


terlelap dalam tidurnya.


Sekitar pukul 8 , Raya membuka matanya saat


cahaya matahari sudah masuk menyinari seluruh


bagian ruangan di dalam kamar mewah nya itu.


Dan aroma coklat hangat kini menyebar menusuk


indera penciuman nya hingga membuat matanya


langsung melek dan membangkitkan semangat


nya untuk menjalani hari ini.


Namun saat menyadari sosok Aaron sudah tidak


ada di atas tempat tidur, Raya tampak terkejut.


Dengan tergesa-gesa dia turun dari atas tempat


tidur kemudian berjalan kearah kamar mandi,


mencari Aaron di sana. Dia menautkan alisnya


karena tidak menemukan sosok suaminya itu


di sana. Raya memutuskan mencari ke dalam


ruang kerja, namun tidak ada juga, akhirnya dia mencari ke balkon yang biasa di alih fungsikan menjadi ruang makan atau sarapan. Di sana


hanya ada Brenda dan dua asisten nya yang


sedang sibuk menata hidangan sarapan pagi


super komplit dengan nutrisi lengkap dan


mewah di atas meja marmer.


"Selamat pagi Princess.."


Mereka menyambut kemunculan Raya dengan


serempak sambil membungkukkan badan hormat


di hadapan nya. Sang Putri saat ini tampak masih mengenakan gaun tidur cantik yang membalut


manis tubuh indahnya. Walaupun baru bangun


tidur, namun pesona kecantikannya mampu


menyaingi sinar mentari pagi yang memancar


indah dan murni.


"Selamat pagi semua.. Brenda.. apa kau tahu


dimana Putra Mahkota berada sekarang.?"


Raya bertanya sambil bergerak duduk di kursi


yang sudah di siapkan oleh Brenda.


"Mohon maaf Princess..Yang Mulya Putra Mahkota pagi-pagi sekali sudah pergi. Tapi saya tidak tahu beliau pergi kemana karena beliau hanya berpesan agar saya memperhatikan kebutuhan anda."


Wajah Raya langsung berubah bingung dan sedikit murung. Pergi kemana Aaron, kenapa dia tidak membangunkan dirinya.?

__ADS_1


"Sebaiknya anda sarapan pagi sekarang. Setelah


itu jam 10 tepat anda harus berangkat ke rumah


sakit Princess.."


Brenda mengingatkan dan segera mendekatkan


hidangan ke hadapan Raya yang terlihat lesu dan


kehilangan mood nya. Namun saat dia mengingat


sekarang ini sedang berbadan dua, akhirnya dia


meraih gelas susu ibu hamil dan mulai meneguk


nya perlahan. Pikiran nya benar-benar tidak


tenang, kemana perginya Aaron.? Kenapa dia


pergi tanpa bilang dulu padanya.!


***


Raya keluar dari kamar nya dengan pakaian


lengkap yang terlihat sangat anggun dan elegan.


Dia tertegun sesaat, melihat barisan orang-orang


yang mulai saat ini akan menemani keseharian


dirinya. Ada Jessica sebagai asisten pribadinya,


ada Griz dan Gregory sebagai pelindung, Brenda


serta para asistennya sebagai pelayan pribadi


dan ada sekitar 6 orang pengawal pribadi wanita.


Belum lagi para prajurit pengawal kerajaan yang


akan selalu menemani kemana dia pergi karena


saat ini posisinya sebagai istri Putra Mahkota.


Ini semua adalah prosedur yang sudah mutlak


di terapkan karena sudah ketentuan.


"Selamat pagi Princess Maharaya.."


Mereka semua membungkukkan badan kompak


sambil menyapa bersamaan penuh hormat. Raya


menarik napas panjang. Tuhan.. mampukan dia


bertahan dengan aturan hidup yang kaku seperti


ini, inikah Takdir hidupnya yang sesungguhnya.?


"Selamat pagi semua.."


Sahut Raya sambil kemudian melangkah pergi


di ikuti oleh seluruh bawahannya. Jessica kini


berjalan di sebelahnya sambil menerangkan


agenda apa saja yang harus di jalankan oleh


Raya hari ini. Raya hanya melirik dan mengulas


senyum tipis saat menyadari Jessica tampak


nya sudah begitu menjiwai perannya sebagai


seorang asisten pribadi.


Tiba di ruangan depan menuju pintu utama


istana, Ratu Virginia dan Arabella tenyata sudah menanti kedatangannya di sana karena mereka berdua berencana akan mendampingi Raya ke


rumah sakit.


"Selamat pagi Yang Mulya Ibu Ratu.."


Raya menundukan kepala penuh hormat di


hadapan sang Ratu yang langsung tersenyum


tenang dengan wajah cerah ceria.


"Selamat pagi Princess.. Ayo kita berangkat


sekarang."


Sambut Ratu Virginia sambil kemudian menarik


tangan Raya dan menggenggam nya erat sambil


melangkah membuat Raya terkejut sesaat. Tapi


kemudian dia tersenyum lembut dan berjalan


bersama dengan sang mertua. Semua pelayan


dan penjaga istana menundukan kepala begitu


rombongan itu lewat dan melangkah keluar dari


istana menuju Limosin super mewah yang sudah


menanti tepat di depan pintu utama.


Akhirnya rombongan itu mulai melaju keluar


dari istana di kawal oleh pasukan patwal dan


satuan prajurit pengawal yang berada di depan,


di samping dan di belakang mobil utama. Raya kembali merenung, melihat kenyataan hidup


yang kini sedang di jalani nya. Dia Masih saja mencoba mengingkari semua ini, tapi ternyata


itu tidak mengubah realita bahwa dirinya saat


ini berstatus sebagai istri Pangeran Marvell..


Sang Putra Mahkota negara xxx..


"Jangan tegang menantu.. rileks.."


Raya tersentak ketika tangan halus Ratu Virginia


untuk tersenyum walaupun itu sulit. Saat ini dia


merasa ada yang kurang, ketidakhadiran Aaron


di sisinya membuat jiwanya hampa dan seakan kehilangan sebagian dirinya.


"Apa kau merasa tidak nyaman karena Aaron


tidak bisa menemani mu ?"


Ratu Virginia menatap kuat wajah Raya yang


terlihat memejamkan mata sejenak, dia mencoba


untuk menepis semua ketidaknyamanan ini.


"Tidak Yang Mulya.. keberadaan kalian berdua


sudah lebih dari cukup buat saya."


Jawab Raya masih mencoba untuk tersenyum.


Ratu Virginia kembali tersenyum lembut sambil mengelus rambut Raya.


"Jangan di pikirkan. Aaron memang begitu, dia


selalu menghilang dan muncul kapan saja sesuai dengan keinginannya. Makanya selama ini kami


tidak bisa mengikatnya dengan peraturan."


Lirih Ratu Virginia sambil merebahkan tubuhnya


ke sandaran jok. Raya terdiam dalam lamunan.


Ini adalah moment yang cukup penting bagi


kehamilannya, tapi kenapa Aaron malahan


menghilang tanpa kabar begini.!


Tidak memakan waktu lama akhirnya mereka


tiba di rumah sakit dan mendapat sambutan


resmi dari kepala rumah sakit serta semua team


dokter yang bertugas hari ini. Mereka juga di


sambut khusus oleh team dokter obgyn yang


akan menangani kehamilan Raya.


Tanpa banyak basa-basi Raya langsung di bawa


ke ruangan paling atas yang sudah di siapkan


sebagai tempat pemeriksaan kehamilan, khusus


bagi anggota keluarga kerajaan.


Dokter Zuhra.. kepala staf dokter obgyn di rumah


sakit istana ini dan merupakan dokter spesialis kandungan terbaik di negara ini, dialah yang


mendapat mandat untuk menangani kehamilan


Raya. Dia seorang muslim dan mengenakkan hijab. Dokter berusia sekitar 50 tahun itu sangat antusias dan begitu detail dalam melakukan pemeriksaan


terhadap Raya. Sesekali dia tampak menautkan


alis dan berdecak kagum saat menyadari berbagai


hal menarik dari pasangan fenomenal ini.


Ratu Virginia dan Arabella tampak selalu setia menemani dan melihat langsung segala proses pemeriksaan. Perut Raya memang masih terlihat


rata saat ini tapi di bagian bawah perutnya sudah mengeras serta menegang dan ada bulatan kecil sempurna di sekitar nya.


"Yang Mulya Ratu dan Princess..Semua hasil pemeriksaan menunjukkan tren yang sangat


positif. Perkembangan janin bahkan bisa di


bilang sangat sempurna. Semuanya sudah


sesuai dengan yang seharusnya."


Dokter Zuhra mulai menerangkan setelah proses


pemeriksaan yang menghabiskan waktu hampir


2 jam lamanya itu akhirnya selesai. Entah apa


saja yang dilakukan oleh dokter dan team nya


itu karena yang jelas Raya harus melakukan


berbagai prosedur pemeriksaan. Mereka semua


kini duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Dan


sang dokter tampak menghadap ketiganya


sambil mengamati tampilan gambar di laptop.


"Syukurlah kalau begitu Dokter.. Jadi menantu


ku ini benar-benar mampu mengandung benih


keturunan putraku.? Selama ini kami bahkan


tidak berani berharap akan mendapat penerus


dari Putera Mahkota !"


Ratu Virginia dan Arabella tampak bernafas lega.


Sementara Raya terlihat berbinar sambil menatap


haru kearah perutnya dan mengelusnya lembut.


"Dokter.. bisa anda jelaskan..ada apa sebenarnya


dengan benih Putra Mahkota yang tidak bisa


tumbuh di sembarang rahim.? Saya benar-benar


tidak mengerti dengan hal itu."


Raya akhirnya mengeluarkan segala unek-unek

__ADS_1


nya yang mengganjal dari semalam. Selama ini


dia memang tidak mengetahui hal itu, jadi semua


ini membuatnya penasaran. Dan apakah itu akan


berdampak pada kehamilan serta perkembangan


janin yang sekarang sedang di kandungnya.?


Dokter Zuhra tersenyum lembut. Dia segera


memperlihatkan sebuah analisis observasi


yang ada di layar laptopnya.


"Yang Mulya Princess Maharaya.. Pangeran


Marvell memiliki golongan darah Rhnull Blood


positif. Dan ini sangatlah langka. Golongan


darahnya ini terbentuk dengan keistimewaannya sendiri bukan dari faktor keturunan. Selain itu Pangeran juga memilki gen yang sangat berbeda


dari kebanyakan manusia akibat terjadinya mutasi


gen sewaktu di lahirkan dan hal ini mempengaruhi


sel darah, kromosom serta sel sp*rm*nya. Semua


itu membentuk satu perubahan di sel sp*rm* yang sangat kuat dan istimewa namun juga mematikan.!"


Wajah Raya langsung berubah pias, dia menatap


lekat layar laptop yang sedang menunjukkan


proses percampuran dan pertumbuhan berbagai


sel dan kromosom dan entah apalagi karena dia


tidak memahami semua itu.


"Apa maksud mematikan di sini Dokter.? Apakah


itu akan berdampak pada kehamilan ku.?"


Suara Raya terdengar bergetar dan ada nada


kecemasan yang tersirat dari suaranya. Ratu


Virginia meraih tubuh Raya dan merangkul bahu


nya erat berusaha menenangkan. Doktor Zuhra


kembali tersenyum lembut, dia menggeleng


tipis dengan pancaran sinar kekaguman terlihat


jelas terhadap sosok Raya.


"Maksud mematikan di sini adalah.. Kalau benih


yang di miliki oleh Pangeran bercampur dengan


sel telur wanita yang tidak memiliki kecocokan


sel darah dan golongan darah dengan pangeran,


maka benih itu tidak akan bisa tumbuh, justru


akan menjadi sel pembunuh kesuburan bagi


wanita yang di buahi tersebut. Wanita itu akan mengalami pendarahan dan keguguran bahkan


bisa mengakibatkan pengeringan sel telur."


"Apa.?? seganas itu kah.?"


Raya dan Arabella berseru bersamaan dengan


wajah yang terlihat memucat. Raya menggeleng


kuat dengan tatapan tidak percaya dan tangan


nya semakin kuat memegang perut bagian


bawahnya.


"Jangan khawatir Princess, hal itu tidak akan


terjadi pada anda. Karena anda memiliki


golongan darah dan sel telur yang sangat cocok


serta bisa mengimbangi keistimewaan yang di


miliki Pangeran. Selain itu sel darah yang anda


miliki juga sangat berbeda dan istimewa."


"Memangnya golongan darah menantu ku ini


apa dokter.?"


Ratu Virginia menatap penasaran ke arah dokter


Zuhra yang kembali menampilkan layar laptop


nya dengan hasil observasi yang berbeda.


"Golongan darah Princess Maharaya satu tipe


dengan Putra Mahkota, sangat langka dan ini


jarang di temukan. Golongan darahnya di sebut


McLeod.. Jadi kalian berdua saling melengkapi.


Masing-masing memiliki kelebihan dan juga


kekurangan. Kalian harus selalu saling menjaga


karena apa yang kalian miliki sangat langka."


Raya tampak menggelengkan kepalanya kuat.


Ini tidak benar, yang dia tahu dirinya memiliki


golongan darah AB positif..Tapi kenapa dokter


Zuhra malah menyatakan hal lain.?


"Anda pasti salah dokter. Ini pasti tidak benar."


"Golongan darah yang anda miliki tidak bisa


di deteksi dengan alat-alat biasa. Butuh alat


khusus untuk mendeteksi dan menentukannya Princess."


Ratu Virginia melirik dan menatap lekat wajah


Raya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau


akhirnya Putra nya akan menemukan pasangan


hidup yang sangat tepat untuk mendampingi


dirinya. Memang benar, Tuhan akan memberikan pasangan hidup sesuai dengan kebutuhannya.


"Untuk sekarang ini saya sarankan, kurangi


sedikit saja frekuensi hubungan intim kalian.


Untuk menjaga kestabilan perkembangan


janin nya agar tidak menimbulkan syok."


Dokter Zahra berucap sembari tersenyum


penuh arti yang membuat wajah cantik Raya


berubah semerah tomat, malu bukan kepalang.


Beberapa waktu kemudian..


Dari pagi Raya mencoba menghubungi nomor


Aaron tapi tidak pernah tersambung. Entah apa


yang sedang di lakukan pria itu sampai dia tidak


punya waktu untuk menghubungi dirinya.


Bukankah dia tahu kalau hari ini dirinya punya


jadwal pemeriksaan kehamilan ? Dan seperti


lazim nya pasangan lain, dia pun berharap Aaron


akan mendampingi dirinya sebagai suami. Tapi


kenyataannya sekarang apa, Aaron malah


menghilang tanpa jejak. Hatinya sakit bukan


main, pemeriksaan pertamanya di lewatkan


Aaron begitu saja.


Melihat raut wajah Raya yang terlihat sedih dan


murung serta tidak bersemangat akhirnya Ratu Virginia menyuruh Arabella untuk mengajak Raya


jalan-jalan ke tempat wisata yang paling bagus


dan paling aman di tengah kota. Sementara sang


Ratu sendiri memutuskan kembali ke istana.


Arabella akhirnya mengajak Raya mengunjungi


sebuah tempat wisata bertajuk Fantasi Island..


yang merupakan wahana wisata terpopuler di


negara xxx..dan berlokasi di pusat kota milik


keluarga perdana menteri yang sekarang ini


sedang menjabat.


Kedatangan rombongan Raya dan Arabella di


sambut langsung oleh pihak pengelola taman


wisata tersebut. Dan area pun sudah disterilkan terlebih dahulu. Namum tetap saja banyak dari


pengunjung dan wartawan yang mencoba untuk


merangsek maju ingin lebih dekat melihat sosok


super cantik Princess Maharaya.


Kepala pengembang wahana wisata tersebut


langsung membimbing Raya memasuki area


dalam untuk menjelajahi seluruh lokasi. Namun


ketika mereka tiba di area aquarium raksasa,


rombongan Raya di sambutan oleh jajaran


direksi dan Owner dari tempat wisata ini.


"Selamat datang Princess Agung Maharaya


Emeera As Syaf Sulaiman.."


Sambut Sang Owner dengan wajah datar dan


dingin namun sorot matanya tidak bisa di


sembunyikan kalau dia sangat mencintai dan


begitu merindukan sosok cantik jelita yang


ada di hadapannya ini yang kini telah berubah


100 persen segalanya, kecuali kecantikannya.


Tubuh Raya membeku seketika, dia mematung


dengan mata yang membulat sempurna tidak


percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Mata mereka saling menatap kuat. Ada berbagai


rasa yang kini berkecamuk di dada mereka...


Bibir Raya bergetar ingin menyapa pria itu, tapi


keterkejutan nya membuat suaranya tidak keluar..

__ADS_1


***


__ADS_2