Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
94. Pertaruhan


__ADS_3

***


Ternyata letak sirkuit balap internasional itu ada


di belakang wahana wisata Fantasi Island. Jadi


mereka kesana tinggal memutar saja sebentar.


Aaron kembali tertegun saat Raya menolak satu


mobil dengan dirinya. Dia lebih memilih masuk


ke dalam mobil yang membawa Arabella.


"Turun.. aku memberimu perintah.!"


Aaron berdiri di ambang pintu dengan wajah


yang terlihat mulai diliputi oleh kekesalan dan


sedikit emosi. Raya menatap Aaron sekilas.


"Maaf Yang Mulya.. tapi aku lebih nyaman ada


di mobil ini. Bukankah anda juga lebih nyaman


sendiri tanpa gangguan dariku.?"


Wajah Aaron terlihat semakin dingin. Tangan


nya terkepal kuat. Tatapannya kini semakin


menusuk dan berusaha mengirimkan sinyal


ancaman.


"Apa maksudmu.? Apa kau sedang berusaha


untuk membantahku.?"


"Bukankah selama ini aku selalu melakukan hal


itu. Tentunya anda sudah terbiasa Yang Mulya.!"


"Maharaya.. aku ini suamimu.! Cepat turun.!"


"Aku juga istrimu.! Aku berhak tahu kemana


saja kamu seharian ini, apa tidak bisa sekali


saja kau memberiku kabar Yang Mulya..?"


"Aku akan memberimu penjelasan untuk itu.!"


"Tapi aku tidak bisa menunggu. Jadi sekarang


sebaiknya anda fikirkan semuanya baik-baik.!"


Debat Raya dengan mata yang terlihat mulai


memanas. Aaron membeku di tempat. Dengan


gerakan cepat Raya mengibaskan tangannya


dan pintu mobil tiba-tiba tertutup lalu terkunci


hingga Aaron tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


"Kita berangkat sekarang Griz.!"


"Baik Princess.."


Mobil mulai melaju meninggalkan Aaron yang


masih mematung di tempat nya. Hatinya terasa


begitu sakit. Dia memang belum ada moment


yang tepat untuk mengatakan semuanya pada


Raya. Aaron hanya bisa mengacak rambutnya


frustasi. Kemudian cepat-cepat masuk kedalam


mobil sport miliknya dan membanting pintu


dengan keras hingga membuat semua anak


buahnya tegang. Dia segera melajukan mobilnya mengejar mobil yang membawa raya.


Raya menarik nafas dalam-dalam. Dia mencoba


untuk tenang. Sungguh apa yang di lakukannya


tadi sangat tidak pantas, berdebat di depan adik


iparnya secara langsung, memalukan sekali.!


"Maaf Arabella.. aku tadi tidak bisa menahan


rasa kecewaku padanya."


Arabella meraih tangan Raya, lalu mengelusnya


lembut penuh pengertian.


"Tidak apa-apa, aku sangat mengerti yang kakak


ipar rasakan. Aku hanya bisa berpesan kakak ipar harus lebih kuat lagi. Kak Aaron tidak akan bisa mengubah kebiasaan buruknya dengan cepat.


Dia butuh waktu untuk merubah semua itu.!"


Lirih Arabella lembut. Mereka tersentak ketika


mobil sport yang di kendarai Aaron melakukan


overtaking di tikungan dengan kecepatan penuh.


Sepertinya pria itu sedang melakukan protes.


Raya mengusap dadanya yang terguncang


karena terlalu terkejut. Dia menggeleng pelan,


kemudian merebahkan tubuhnya ke sandaran


jok sambil memejamkan matanya. Rasa kecewa dalam hatinya masih saja ada membuat rasa


kesal terhadap Aaron tidak jua sirna. Namun sesungguhnya dia juga sangat merindukan pria


itu. Uuhh..dia benar-benar benci keadaan ini,


hatinya kesal tapi juga merindu..


Akhirnya mereka semua tiba di dalam sirkuit


yang sangat megah dan luas serta memiliki


lintasan balapan super ekstrim itu. Sirkuit ini


termasuk ke dalam sepuluh sirkuit terbaik dunia.


Dan di tempat inilah Sean menjadi raja balapan


di negara ini. Dia adalah pembalap terbaik yang


di miliki oleh negara xxx... Dan karena itu pula


Sean menjadi pria paling di buru oleh para gadis


di seluruh negeri ini. Ya.. salah satunya Princess


Arabella sendiri sebagai gadis paling bersinar


di negara ini.


Aaron dan Sean serta seluruh team balap


dadakannya langsung masuk kedalam ruang


isolasi khusus di dalam gedung. Sedangkan


Raya dan Arabella memilih langsung naik keatas


tribun sirkuit dan memperhatikan keadaan di


sekitarnya. Sungguh konyol, ini adalah sesuatu


yang seharusnya tidak terjadi. Apa sebenarnya


yang mereka ributkan.? Toh hati Raya tidak akan


pernah kemana-mana. Walau apapun yang


terjadi hati nya akan tetap utuh untuk suaminya.


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 2


siang. Cuaca di kota xx.. cukup cerah dengan


cahaya matahari yang bersinar terang. Suasana


di sirkuit nasional milik negara xxx.. tampak


mulai di warnai ketegangan saat dua super car


mewah mulai masuk ke arena balapan dengan melakukan manuver terlebih dahulu mencoba mengintimidasi lawan dengan trik-trik balap


yang mereka kuasai.


Dua mobil balap super canggih itu kini sudah menempati posisi start dengan terus menyalakan mesin tiada henti. Wajah Raya mulai di liputi oleh


ketegangan. Ada perasaan tidak nyaman yang


kini mulai merayapi hatinya dan membuat dia


tidak tenang. Dari tempat duduknya dia bisa


dengan jelas melihat posisi kedua mobil itu.


"Apa sebenarnya yang mereka cari.?"


Lirih Raya dengan tatapan tiada lepas dari dua


mobil balap tersebut.


"Mereka berdua sering melakukan balapan ini


Kakak ipar."


Hahh.? Raya melirik cepat kearah Arabella yang


terlihat begitu antusias dan semangat melihat


kearah lintasan.


"Benarkah ? Jadi ini bukan kali pertama untuk


mereka berdua.?"


"Bukan Kakak ipar. Kak Aaron dan Sean adalah


fatner di lintasan ini. Sean adalah junior kakak.


Dia itu bisa di bilang murid nya kak Aaron. Sean


belajar banyak hal dari Kak Aaron. Karena dari


kecil kami tumbuh bersama. Perdana menteri


Albert Wilbur adalah sahabat dekat Yang Mulya


Raja. Dari kecil kami sekolah dan berinteraksi


di lingkungan yang sama.!"


Raya terhenyak, wajahnya terlihat tidak percaya


dengan apa yang barusan di dengarnya. Jadi


Sean dan Aaron sedekat itu.?


"Sean dan Ansel ingin mengikuti jejak kakak di


dunia bawah tanah, tapi kak Aaron tidak pernah


mengijinkan hal itu. Dia menginginkan mereka


berdua hidup normal layaknya orang lain."


Raya terdiam, rupanya seperti itu.! Arabella kini


berdiri dan bertepuk tangan kearah bawah saat


Alex mulai memberikan aba-aba dan peringatan


untuk bersiap-siap pada kedua pembalap. Jarak


tribun dan lintasan itu sangat jauh, dan penonton


bisa dengan jelas melihat seluruh lintasan yang


akan di lalui oleh kedua pembalap.


Raya ikut berdiri di samping Arabella, menatap


tajam kearah mobil yang di gunakan oleh Aaron.


Dia menajamkan pandangannya, menggunakan


mata bathin nya, berusaha menembus batas


dan ruang menelusuri semua mesin dan seluruh kesiapan kendaraan itu. Lalu beralih ke mobil


yang di gunakan oleh Sean. Kedua super car itu


dalam keadaan ready. Dia juga bisa melihat saat


ini mata Aaron sedang menatap kuat kearahnya.


Jantung Raya berdetak kencang saat melihat


bagaimana tatapan penuh cinta itu tampak


sedikit terluka dan kesal. Bibir indah Raya


tersenyum tipis, dia cukup puas melihat Aaron

__ADS_1


kesal, emang enak..dia juga sudah kesal dari


pagi karena kehilangan kabar darinya. Semua


dalam keadaan prima, tapi kenapa rasa tidak


nyaman itu semakin mengganggu hatinya.?


"Kau bisa kalah sayang.. pikiranmu tidak dalam


keadaan fokus dan utuh saat ini.!"


Gumam Raya dengan senyum getir dan menarik


nafas perlahan. Arabella tampak heboh sendiri.


Dia memang sangat menyukai tontonan ini. Dia


juga selalu menjadi supporter setia setiap kali


kedua pria itu melakukan balapan. Semua


bawahan Raya dan Arabella yang berdiri di


sekitar mereka tidak kalah antusiasnya.


Akhirnya Alex mengangkat bendera aba-aba


dan sekejap kemudian dua mobil balap super


mewah itu sudah melesat cepat bak anak panah mencoba membelah lintasan dengan kecepatan maksimal yang dapat menggetarkan lutut para penonton. Mata semua orang kini terfokus


seluruhnya kearah lintasan yang terlihat mulai


mengepulkan asap di beberapa bagian saat


kedua mobil itu melakukan overtaking dan


rolling speed di tikungan tajam menimbulkan


decitan rem yang membuat ngilu. Keduanya


tampak saling mengejar dan menyalip berusaha


untuk saling mendahului lawannya.


Balapan ini akan di lakukan dalam 10 putaran.


Keduanya semakin terlihat semangat untuk


saling mendahului dan meninggalkan lawan.


Dalam lap ke 5 Aaron sudah memimpin jauh


di depan. Dia tampak tersenyum puas sambil


kembali melesatkan mobilnya. Namun tiba-tiba


saja Sean melesat dengan cepat tak terduga


menyalip mobilnya. Aaron menggeram kesal


dia berusaha mengejar Sean, namun dengan


percaya diri Sean malah melakukan manuver


baru melesatkan mobilnya menguasai seluruh


lintasan membuat Aaron semakin geram. Dia


tidak akan bisa mengejar Sean yang sudah jauh meninggalkan nya itu kalau mengandalkan


kecepatan normal saja.


"Shit.! Sean.. sudah punya trik baru rupanya.!"


Aaron memukul setir dengan kuat lalu melesatkan


mobilnya dengan kecepatan full speed. Dia tidak


bisa membiarkan Sean menguasai Raya walau


hanya dua jam saja. Raya adalah istrinya, miliknya satu-satunya. Tidak boleh ada laki-laki lain yang mendekatinya. Aaron tersentak ketika dia mulai merasakan gelagat tidak beres terjadi pada


mesin mobilnya akibat kecepatan di luar batas.


Raya memegangi dadanya yang tiba-tiba saja


terasa sakit. Matanya reflek kembali menembus


batas dan melihat sesuatu yang tidak beres akan terjadi pada mobil Aaron. Mobil itu akan keluar


dari lintasan lalu berguling dan terbakar hebat.


"Aahh.. tidakk.!! Aaron.. tidaakk mungkin.!!"


Raya memekik kuat sambil memegangi dadanya


dan menarik nafas kuat-kuat kemudian mulai


melambaikan tangan kearah mobil Aaron.


"Aaroonn... berhentiii.. Aaron... hentikan mobil


mu sekarang juga..."


Semua orang langsung panik. Mereka sudah


cukup memahami siapa itu Princess Maharaya


dengan segala kelebihan nya.


"Ada apa kakak ipar.? Apa ada sesuatu yang


tidak beres akan terjadi pada kakak.?"


Arabella tampak cemas, wajahnya berubah


pias di penuhi kekhawatiran.


"Arabella aku harus kesana.."


"Tapi..ada apa ini, hei.. kakak ipar.."


Arabella dan semua bawahannya tergesa-gesa


mengikuti Raya yang sudah turun terlebih dulu


ke bagian bawah menuju ke arah ujung lintasan.


Sementara Aaron tampak masih sibuk dengan


mobilnya setelah tadi dia melihat apa yang di


lakukan oleh Raya dengan melambai-lambaikan


tangan kearahnya.


"Raya.. dia tahu ada yang tidak beres dengan


mobil ini..!"


Aaron bergumam sambil kemudian berusaha


mengurangi kecepatan tapi ternyata... remnya


sudah tidak berfungsi sama sekali.


Geram Aaron sambil berusaha mengendalikan


laju mobil yang sudah meluncur deras tak bisa


di rem. Sean yang melihat gelagat tidak beres


terjadi pada mobil Aaron tampak terkejut. Dia


segera mengejar mobil itu.


"Kalian semua siaga di ujung lintasan. Siapkan


semua prosedur penyelamatan. Mobil Yang


Mulya telah kehilangan kontrol..!"


Sean memberi peringatan pada semua crew di


ujung lintasan lewat alat komunikasi khusus yang menempel di telinganya. Semua crew langsung


sibuk dan panik.. Mereka semua bergerak cepat


menyiapkan alat penyelamat. Kemudian mendekat


ke pinggir lintasan untuk menyiapkan matras dan memasang ranjau jebakan yang akan langsung menghentikan mobil begitu lewat.


Dengan wajah yang sudah tidak karuan Raya


sampai di ujung lintasan begitu mobil Aaron


meluncur ke tempat itu dengan tidak terkendali.


Para crew tampak panik ketika mobil tersebut


ternyata benar-benar tidak terkendali dan malah


meluncur deras kearah mereka yang belum


sempat menyiapkan segalanya.


"Aaroonn... Ohh tidaakk..."


Raya menjerit keras saat mobil Aaron benar-benar


keluar dari lintasan tak terkendali. Dengan cepat


dia mengangkat tangannya ke udara kemudian


mendorongnya ke depan. Dan tiba-tiba saja ada


hembusan angin besar yang datang dari arah


berlawanan menyapu mobil Aaron hingga tak


bisa terelakkan mobil itu melakukan manuver


berputar cepat di area tengah lintasan mengikuti


arah angin yang membawanya.


Semua orang kini mematung di tempat. Tampak


melongo dan bengong, tidak percaya dengan


apa yang tengah terjadi di depan matanya itu. Termasuk Sean yang baru saja tiba di tempat


itu dan keluar langsung dari mobilnya. Setelah


cukup lama berputar-putar akhirnya mobil Aaron berhenti dengan aman seiring lenyapnya tiupan


angin besar yang datang tiba-tiba tersebut.


Raya mengusap dadanya dan mencoba untuk


mengatur sistem pernafasannya. Tubuhnya kini


terasa sedikit lemas karena tenaganya terkuras.


Aaron keluar dari mobil. Matanya langsung saja


bersirobos tatap dengan mata indah istrinya.


Dia segera berjalan cepat kearah Raya. Alex dan


yang lainnya langsung menyerbu kearah Aaron


lalu mengamati keadaannya. Sang Pangeran


tampaknya baik-baik saja.


Raya menatap lekat sosok gagah Aaron yang


kini sedang melangkah kearahnya. Mata mereka


sama-sama menyiratkan gejolak kerinduan. Tapi


anehnya rasa kesal itu masih saja menguasai


hati dan perasan Raya.


"Benjamin.. bawakan mobil sport milik Yang


Mulya Putra Mahkota ke sini.!"


Benjamin yang berdiri di dekat Raya tampak


tertegun sesaat.


"Cepatlah Ben.. apa kau mau aku lemparkan


ke luar sirkuit.?"


Suara Raya terdengar mulai kesal yang mampu


membuat Benjamin bergidik ngeri, dengan cepat


pria tinggi besar itu berlari kearah dalam.


Aaron kini sudah tiba di hadapan Raya. Mata


mereka saling menatap kuat. Aaron bergerak


ingin meraih tubuh Raya ke dalam pelukannya,


tapi Raya mundur menjauh. Sontak saja Aaron


membeku, ekspresi wajah nya berubah keras.


"Kau tidak apa-apa.?"


Raya bertanya sambil menjaga jarak. Wajah


Aaron berubah aneh. Tatapannya tampak


semakin tajam.


"Selama kau ada di dekatku, tidak akan terjadi


apapun padaku. Kau adalah malaikat penjagaku."

__ADS_1


Desis Aaron dengan mata yang mulai memanas.


Dia benar-benar gemas pada istrinya ini. Kenapa


dia terus saja menghindari nya, apa dia tidak tahu


kalau hatinya saat ini begitu gila merindukannya.?


Ingin rasanya dia menerkam istrinya itu saat ini


juga kalau tidak melihat tempat dan situasi.


Sean mendekat, dia menatap Raya dengan sorot


mata penuh kekaguman. Sekarang dia percaya


kalau wanita ini memang sangat istimewa.


"Yang Mulya.. anda baik-baik saja.?"


Sean mengamati kondisi Aaron dengan seksama.


"Seperti yang kau lihat.! Selama ada dia di dekatku.


Aku akan baik-baik saja. Kau menang Mr Wilbur."


Sahut Aaron dengan suara yang terdengar dingin.


Raya memalingkan wajahnya kearah Sean yang


malah terlihat bingung.


"Sean.. bisakah kita menghabiskan sore ini di


pantai Marcopolo.??"


Raya berucap dengan mimik yang sangat serius.


Aaron dan Sean tercengang seketika, wajah dua


pria itu berekspresi berbeda. Aaron dengan raut


wajah di hantam api cemburu yang meluap-luap


sementara Sean dengan raut tidak percaya nya.


Dalam keadaan itu Benjamin datang membawa


mobil sport milik Aaron ke hadapan mereka.


"Arabella.. ayo kita pergi sekarang juga.!"


Raya menarik tangan Arabella yang terkejut


seketika namun tak urung mengikuti tarikan


tangan Raya menuju kearah mobil Aaron.


Semua orang bengong, terpaku di tempat dan


tidak mampu bergerak saat melihat Raya dan


Arabella masuk ke dalam mobil super mewah


tersebut. Raya duduk di balik kemudi dengan


gaya yang sangat apik dan mempesona. Aaron


dan Sean bagai orang yang terhipnotis, tidak


mampu melakukan apapun. Mata mereka


menatap tidak percaya pada sosok cantik jelita


yang sudah mulai menyalakan mesin mobil itu.


"Sampai ketemu di pantai Yang Mulya..!"


Teriak Raya sambil mengedipkan mata indahnya


kearah Aaron dan sedetik kemudian dia sudah


melesatkan mobil sport tersebut meluncur cepat


meninggalkan semua orang yang masih bengong.


Mulut mereka tampak menganga. Aaron seolah


sedang berada dalam halusinasi. Benarkah dia


seorang Maharaya..? Yang penakut, cengeng dan


selalu merasa ketakutan terhadap apapun..


Maharaya.. kamu penuh dengan kejutan.!!


***


Hari semakin merayap sore..


Marcopolo Beach..adalah pantai yang ada di


tengah kota xxx.. terbentang luas dan indah di


antara deretan gedung-gedung tinggi menjulang


di sepanjang jalurnya. Pantai ini memiliki view


yang sangat menakjubkan. Warna air lautnya


yang tosca serta pasir nya yang putih kebiruan


menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi


para wisatawan yang datang dari seluruh dunia


dan membuat pantai ini selalu di padati oleh pengunjung baik itu domestik maupun dari


mancanegara.


Raya terlihat sangat bahagia begitu mereka tiba


di tempat yang sangat memukau itu. Wajahnya


tampak berbinar cerah hingga pesona kecantikan


alami nya semakin terpancar. Separuh dari tempat


itu sudah di sterilkan dari pengunjung lain oleh


para prajurit penyapu agar tidak mengganggu


privasi keluarga kerajaan yang sedang menikmati


sore di pantai ini. Namun tetap saja sebagian dari


para pengunjung tidak bisa di tahan, diam-diam mengambil gambar mereka untuk di abadikan.


Kesenangan Arabella semakin komplit ketika


Arthur dan Alluna datang menyusul ke tempat


itu. Maka terjadilah keseruan antara Maharaya,


Arabella dan Alluna. Ketiganya terlihat kompak


bermain air dan pasir hingga waktu tak terasa


semakin berjalan menuju petang.


Patah sudah pertaruhan Aaron dan Sean...


Karena yang ada kedua pria itu, di tambah Arthur hanya bisa jadi pengawas saja bagi ketiga Putri.


Raya tidak mengijinkan siapapun diantara ketiga


pria itu untuk mendekati mereka. Dia benar-benar tidak ingin di ganggu oleh para pria manapun.


Hanya dirinya, Arabella dan Alluna saja..


Dua jam kemudian...


Aaron yang dari tadi berusaha untuk menahan


diri dan membiarkan Raya meluapkan segala


kesenangannya kini sudah tidak bisa bertahan


lagi. Dia segera menghampiri Raya yang sedang mengambil gambar view pantai tersebut dengan


latar deretan gedung-gedung pencakar langit


setelah merasa puas bermain dengan Alluna dan Arabella. Kedua anak dan ibu itu sudah pergi


duluan ke pelabuhan mini.


"Jangan menghindari ku lagi sayang.. Aku tidak


sanggup kamu diamkan seperti ini terus."


Desis Aaron sambil memeluk erat tubuh Raya


dari belakang. Wajahnya di benamkan di ceruk


leher Raya yang menguarkan aroma wangi lembut


nan membuai hingga nafasnya kini mulai berat.


Raya terdiam, matanya terpejam kuat. Jiwanya


kini meronta dan bergejolak menahan segala


rasa yang berkecamuk di dalam dada.


"Aaron.. kau sudah membuatku kecewa."


"Aku tahu sayang.. Maafkan aku. Semuanya


akan aku jelaskan. Sekali lagi maafkan aku."


Bisik Aaron dengan nada suara yang sangat


berat di dera rasa bersalah. Raya membalikan


badannya. Kini keduanya saling berhadapan,


saling menatap kuat penuh binar kerinduan


dan cinta yang begitu menggelora.


"Aaron..tolong jangan menyembunyikan apapun


dariku. Aku tidak bisa menerima kebohongan.


Cinta kita tumbuh di dasari ketulusan, jadi jangan


mencemarinya dengan dusta dan pengkhianatan.."


Raya berucap halus dan lembut dengan tatapan


yang semakin dalam. Tangannya kini melingkar


erat di leher kokoh Aaron yang tidak berdaya. Dia


benar-benar jatuh di dalam kekuasaan Raya.


"Aku tidak mungkin mengkhianati mu sayang.


Aku mendapatkan hatimu dengan susah payah.


Apa kau pikir aku akan mampu membagi hati


dan jiwaku untuk orang lain.?"


Bibir Raya tersenyum manis dan lembut. Dia


mendekatkan wajahnya, dan jari tangannya


kini bermain halus di bibir Aaron yang terlihat


sudah tidak mampu mengendalikan dirinya lagi.


"Aku bisa meninggalkan mu kalau ketahuan


di hatimu masih ada nama wanita lain.. Kita


harus selalu satu, untuk selamanya.."


"Of course baby.. I Miss you so much.."


Tidak tahan lagi Aaron segera menyambar bibir


Raya, m*l*m*tny* kuat dan lembut penuh dengan


gelora kerinduan yang sudah mencapai puncak


kepalanya. Raya membalasnya dengan tidak


kalah panasnya. Mereka tidak memperdulikan


lagi keadaan sekitar. Untung saja tempat itu


sudah steril sepenuhnya dari pengunjung lain.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas


dan liar, seiring matahari yang mulai tenggelam


berganti sunset di ufuk barat yang sangat indah.


Tidak lama Aaron mengangkat tubuh Raya ke


dalam gendongannya di bawa berjalan tenang


menuju ke sebuah kapal pesiar berukuran sedang yang sudah bersandar gagah di ujung pelabuhan


mini. Ternyata semua orang sudah ada di sana.


Sean yang berdiri tenang di ujung buritan hanya


bisa menatap hampa kedatangan Aaron Dan Raya dengan sorot mata hancur dan pasrah. Tapi dia


tidak menyesal karena pria yang mendapatkan


seorang Maharaya adalah pria yang jauh lebih


baik segala-galanya dari dirinya. Dia adalah

__ADS_1


gurunya sendiri.. seniornya..dan panutan nya..


***


__ADS_2