
***
Di sinilah takdir hidup Maharaya di mulai kembali.
Dari seorang gadis yang di anggap biasa saja, kini
harus hidup dalam lingkungan kaku sebuah istana super megah sebagai menantu keluarga kerajaan.
Dan dari statusnya sebagai putri pengusaha biasa
saja menjadi seorang Putri Agung keturunan kesultanan besar.
Semua ini sesungguhnya sedikit sulit untuk di
terima oleh Maharaya. Dia tidak terbiasa dengan
semua peraturan dan protokol yang serba kaku,
namun darah bangsawan sudah kadung melekat
dalam tubuhnya, oleh karena itu dia tidak perlu
belajar tata krama dan attitude untuk bersikap
sebagaimana seorang Putri karena semua itu
sudah mendarah daging.Dia hanya butuh belajar
tentang peraturan yang berlaku di dalam istana.
Hari demi hari terus berlalu...
Semakin hari Raya merasakan cinta dan kasih
sayang Aaron semakin menggila saja. Dia tidak
pernah membiarkan dirinya jauh atau lepas dari
pengawasannya. Ini sedikit menakutkan, pria itu
seolah menjerat dirinya dengan segala kegilaan
dan sikap posesif nya yang berlebihan. Aaron
menyirami dirinya dengan limpahan perhatian
dan kejutan-kejutan manis yang membuat dia
semakin jatuh cinta pada suaminya itu setiap hari. Ya..dia semakin tenggelam ke dalam samudra
cinta pria pemerkosa nya itu yang semula sangat
di benci dan di kutuknya, tapi sekarang, kutukan
itu malah menjerat mereka berdua dalam satu
ikatan yang tidak akan bisa teruraikan..
Gaya hidupnya pun sekarang ini mau tidak mau
harus mengikuti semua kebiasaan dalam istana.
Setiap 2 hari sekali ada private time buat dia,
dimana akan ada team khusus yang datang ke
kamarnya untuk memberikan pelayanan pribadi.
Mulai dari perawatan tubuh, pijat refleksi, sampai
dengan belajar tentang ilmu sosial, pergaulan
dan mempelajari tentang adat istiadat serta kebudayaan negara ini. Dia benar-benar sedang
di tempa menjadi calon Ratu masa depan..
Dan kini perut Raya sudah mulai terlihat sedikit
membuncit manis yang membuat Aaron semakin posesif. Dia sangat menyukai perubahan ini. Dia
juga tidak melewatkan pemeriksaan kedua yang
di lakukan setiap satu minggu sekali. Beberapa
bagian tubuh Raya yang sangat di sukai Aaron
juga kini semakin terlihat seksi dan berisi hingga
membuat Aaron bertambah lengket saja.
Bukannya mendengarkan anjuran dokter, dia
malah semakin tidak bisa melepaskan istrinya
itu. Entah karena hormon kehamilan atau karena
memang daya tarik Raya yang terlalu kuat hingga
menyebabkan Aaron tidak pernah bisa melepas
dan membebaskan istrinya itu setiap malamnya.
Seperti malam ini...
"Terimakasih sayang.. kamu selalu memberiku
kepuasan dan kenikmatan yang tiada batas.!
Maaf kalau aku selalu menginginkan semua
ini. Kau terlalu menarik untuk aku bebaskan.!"
Bisik Aaron sambil mencium lembut bibir Raya
yang terlihat kelelahan setelah permainan panas mereka berakhir. Keduanya saling menatap kuat
dan lembut penuh dengan kepuasan.
"Selama aku mampu melayani keinginanmu, aku
tidak punya hak untuk menolakmu sayang. Semua yang ada padaku hakikatnya tercipta untukmu.
Kau bebas melakukan nya.. Tapi tidak setiap hari
juga Aaron..aku lelaahh..badanku remuukk..!!"
Raya merengek sambil memukuli dada Aaron yang
masih berada pada posisi menindihnya. Senjata
keperkasaan pria itu masih terbenam nyaman di
dalam lembah kenikmatan miliknya. Aaron tampak tergelak, dia memegang tangan Raya, di tarik ke
mulut nya, lalu menciumi nya lembut dan sensual membuat Raya semakin merengek kesal.
"Aaron... sudah.. bebaskan aku..!"
Aaron menarik badannya dari penyatuan tubuh mereka lalu menjatuhkan dirinya di samping Raya sambil tersenyum lebar kemudian menarik tubuh lemah istrinya itu ke dalam dekapan hangatnya.
Menghirup aroma feromon ajaib yang keluar
dari tubuh istrinya itu yang selalu memabukkan
dan membuat hasrat nya selalu naik dan naik.
"Aaron.. tolong kurangi sedikit saja hasratmu
itu. Aku ini bukan robot sayang.. Kau tidak lihat
sekarang perutku juga sudah membuncit.!"
"Kau malah semakin seksi dan menggemaskan
dengan itu. Daya tarik mu juga semakin kuat.!"
"Kau saja yang selalu berlebihan. Tolonglah..
berikan jeda untukku agar bisa istirahat !"
"Aku juga pengennya begitu, tapi tubuhmu ini
memilki candu yang sangat kuat. Aku bisa mati
penasaran kalau tidak mencicipinya sehari saja."
"Aaroonn... hentikan ! Dasar pria mesum..! "
Raya memukul pelan lengan Aaron di telan rasa
kesal karena tidak tahan dengan sikap mesum suaminya itu.
"Salahmu sendiri memiliki keistimewaan itu..
Harusnya kau bersyukur, kalau bukan aku..kau
tidak akan mendapatkan lawan yang sepadan
untuk melampiaskan keganasan mu itu emmh.."
"Aaron.. kamu benar-benar menyebalkan.!"
Raya tidak tahan lagi, dia membungkam mulut
Aaron dengan telapak tangannya dengan wajah
yang semakin kesal. Raut wajah Aaron terlihat
geli menahan tawa yang ingin meledak melihat
ekspresi kesal Raya yang meluap-luap.
"Maaf sayang...justru aku pria paling beruntung
di dunia karena bisa memiliki pendamping hidup
yang sangat istimewa seperti dirimu.."
Bisik Aaron lembut, keduanya saling pandang
kuat, semakin lama semakin mendalam.
"Tuhan telah menciptakan kita berdua untuk
saling melengkapi satu sama lain. Kau sudah
sangat berubah sekarang. Aku hampir tidak menemukan dirimu yang dulu.."
Lirih Raya sambil mengulum senyum manis.
Aaron menautkan alisnya sedikit bingung.
"Benarkah, memangnya apa yang berubah.?"
"Sekarang ini kau sudah jadi tukang gombal.!"
"Itu semua karena kamu.. istriku sayang.."
"Tuh kan.. gombal lagi.! Sudah ahh.. aku mau
berendam sekarang. !"
Raya mengerucutkan bibirnya. Dia bangkit dari
pembaringan dan melilitkan selimut ke tubuh
polosnya namun Aaron segera menarik dan melemparnya ke ujung tempat tidur.
"Apa yang mau kau tutupi sayang ? Di bagian
mana yang luput dari bibirku ini hahh..? "
Desis Aaron sambil kemudian mengangkat tubuh
lelah itu ke dalam pangkuannya di bawa berjalan
menuju ke kamar mandi.
"Aaron...awass ya kamu..."
Raya memekik kesal sambil mencubit gemas
pinggang Aaron yang tertawa puas karena telah
berhasil membuat istrinya itu kesal dan meradang.
Beberapa waktu kemudian..
"Sayang.. apakah Ayah dan Ibu sudah memberi
kabar kapan mereka akan datang ?"
Raya menyandarkan kepalanya di lengan Aaron
setelah mereka selesai membersihkan diri dan
bersiap untuk tidur. Mata Aaron tampak sudah
mulai terpejam.
"Sebelum acara arak-arakan di gelar..mereka
berjanji sudah ada di sini.!"
"Lalu Papah dan Arka, apa besok mereka jadi
terbang ke sini ?"
"Jadi.. malam ini Griz dan team nya sudah ada
di negara asal mu.."
"Syukurlah.. aku sudah sangat merindukan
mereka semua."
"Apa kau tahu, saat ini ibumu sudah menjadi
istri satu-satunya ayahmu.?"
__ADS_1
Raya membuka matanya, dia mendongakkan
kepala. Aaron pun membuka matanya. Mereka
berdua saling menatap dalam hening.
"Aku tahu, sebenarnya itu sudah lama terjadi.Istri
pertama Ayahku memilih kembali pada keluarga
nya karena tidak tahan dengan sikap dingin ayah.
Sebenarnya ini tidak adil baginya, tapi ayah tidak
bisa membagi hatinya untuk wanita lain."
Aaron menautkan alisnya, sepertinya kisah cinta
Serkan cukup menarik juga.
"Jadi kau tahu kisah cinta mereka berdua.? Apa
ibu mu pernah menceritakannya padamu.?"
Mata mereka kembali saling menatap lembut.
Raya tersenyum lalu mengangguk pelan.
"Tidak secara detail, hanya garis besarnya saja.!"
"Kalau begitu ceritakan padaku apa yang kau
ketahui, sepertinya ini cukup menarik.!"
Raya menatap wajah Aaron penuh selidik. Dia
jadi curiga melihat gelagat Aaron yang tampak
semangat dan seolah menyembunyikan sesuatu. Adakah suaminya ini sudah mencari info tentang keluarga ibu nya.?
"Apa yang kau rencanakan sayang? Apa kau akan
menjadikan ini sebagai bahan untuk menjatuhkan
Ayahku, kau pikir bisa mengalahkan Ayahku.?"
"Hei.. kenapa pikiranmu jadi kemana-mana.? Aku
hanya ingin tahu saja. Ayahmu itu mertuaku.!"
Aaron memalingkan wajahnya dengan raut wajah
geli namun juga ada seringai aneh di bibirnya.
"Awas saja kalau kamu berani macam-macam.!"
"Mana mungkin aku melawan mertuaku sendiri.!"
"Aku tidak percaya padamu.!"
"Sudah.. ceritakan saja yang kau tahu.!"
Raya terdiam, menatap tajam wajah Aaron penuh
antisipasi. Aaron mendaratkan ciuman mesra di
bibir ranum Raya yang langsung melengos sebal.
"Aku tidak tahu banyak. Yang aku tahu, Ayah dan
Ibu pertama kali bertemu dan jatuh cinta di medan perang. Ibu sebagai dokter kemanusiaan dan Ayah sebagai Jenderal.. Itu saja kok.!"
Ketus Raya sambil kemudian menggulung tubuh
nya ke dalam rengkuhan kuat tubuh tegap Aaron.
"Ohh.. jadi itu saja yang kau tahu.?"
"Iya.. itu saja. Aku juga tidak ingin repot-repot
mencari tahu. Itu akan sangat memusingkan.!"
Aaron terdiam. Matanya tampak menerawang
mengingat kembali hasil penelusurannya tadi
siang. Dia harus memastikan keberadaan
seluruh keluarga istrinya itu.
**Sekilas tentang Serkan dan Ratih Ayu...
Ratih Ayu adalah putri bungsu dari bangsawan
kelas satu di negara A yakni klan Kertaradjasa.
Dia memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang
kakak perempuan. Namun kedua putri keluarga Wiratama Kertaradjasa tersebut semuanya di keluarkan dari gelar kebangsawanan dan di buang
dari keluarga besarnya. Karena mereka sudah
sama-sama mengecewakan. Ratih Ayu di buang karena memilih menikah dengan pria yang sudah memiliki istri walaupun pria itu memiliki derajat
yang lebih tinggi dari keluarga Kertaradjada sedangkan Kakaknya di buang karena lebih
memilih menikah dengan supir pribadinya
yang tidak memiliki derajat apapun.
Ratih Ayu berprofesi sebagai seorang dokter
spesialis penyakit dalam. Dan dia menjadi salah
satu dokter terbaik di negaranya hingga terpilih
menjadi dokter kepala di sebuah organisasi
kemanusiaan yang di kirim langsung ke medan
perang di wilayah Timur Tengah untuk menangani
korban perang. Di sanalah dia bertemu dengan
sosok Jenderal Serkan yang menjadi otak dari
semua penyelesaian konflik di Timur Tengah.
6 bulan bersama di medan perang membuat
cinta mereka tumbuh dan menggila di tengah
peperangan.
Jenderal Serkan begitu tergila-gila pada sosok
cantik jelita Ratih Ayu. Namun ketika dia pulang
ke istananya, pihak keluarga sudah menyiapkan seorang Putri kerajaan tetangga dan terpaksa di nikahinya. Tetapi Serkan sangat kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa sang Putri sudah
tidak suci lagi di malam pertama nya. Dan sejak
istrinya itu. Lalu akhirnya dia menikahi Ratih Ayu,
cinta sejatinya dan menjadikan dirinya sebagai
istri keduanya. Namun begitu akad nikah selesai
Ratih Ayu resmi terbuang dari catatan kartu
keluarga Kertaradjasa dan di usir dari rumah
keluarga besarnya, persis seperti kakaknya.
"Apa ibumu pernah memberitahu siapa kakek
dan saudara-saudara ibu mu.?"
Raya menggelengkan kepalanya dengan mata
yang terlihat sudah terpejam. Aaron menarik
nafas panjang sambil mempererat pelukannya.
"Kau akan tahu nanti. Sekarang.. tidurlah.."
Bisik Aaron sambil mencium kening Raya dan
diapun memejamkan matanya dengan seringai
tipis yang tersisa di sudut bibirnya. Dunia ini
memang sangat sempit...
***
Sore hari di bandara internasional xx..
Alex dan beberapa pengawal pribadi berdiri di
depan sebuah Limosin mewah yang terparkir
gagah di area bandara begitu pesawat pribadi
milik keluarga De Enzo mendarat mulus di atas
landasan khusus. Setelah menunggu cukup lama
akhirnya dari pintu pesawat muncul beberapa
orang yang terlihat masih berada di awang-awang, antara percaya dan tidak dengan semua yang
sedang mereka alami sekarang. Mereka adalah
keluarga Danu Atmaja yang baru saja tiba di
bandara internasional negara xxx..
Dini hari tadi mereka semua di kejutkan dengan kedatangan Griz dan beberapa orang berpakaian
serba hitam dengan tampang tegas dan seram.
"Selamat malam Tuan Danu..Kami di perintahkan
Tuan De Enzo untuk menjemput anda sekeluarga
untuk pergi ke negaranya karena akan diadakan
perayaan pernikahan di sana !"
Griz berucap tegas dan kaku. Tuan Danu dan
semua anggota keluarga nya tampak terkesima,
menatap bengong kearah Griz dan orang-orang
seram yang bersamanya.
"P-pergi ke negara Tuan Aaron..? Tapi kami.."
"Orang-orang kami akan mengurus semua usaha
anda selama di tinggalkan. Kami sudah mengatur
semuanya dengan baik, jadi saya memberi waktu
selama satu jam untuk bersiap-siap. Tidak perlu membawa pakaian, semuanya sudah di sediakan
di sana.!"
Griz kembali menjelaskan dan terlihat tidak ingin
di bantah. Tuan Danu dan keluarganya tampak
saling pandang kebingungan. Ada antusiasme
yang tinggi dari anak-anaknya, tapi juga ada
ketidakpercayaan yang tersirat dari sorot mata
Tuan Danu.
Ternyata sampai saat ini keluarga Danu Atmadja
belum mengetahui fakta tentang Raya dan Aaron. Berita tentang beberapa insiden yang terjadi di
negara xxx..memang sampai di media sosial
namun isinya tidak pernah menceritakan secara
detail nama tokoh dalam insiden itu, dan tidak
ada gambar ataupun video yang memuatnya
secara real. Bahkan pemberitaan tentang insiden
itu juga hanya bertahan selama beberapa jam
saja, setelah itu lenyap tak berbekas.
Pemberitaan di luar negeri memang sengaja di
hapus jejaknya untuk menjaga privasi keluarga
kerajaan. Dan di negara asalnya Raya hanya ada
satu keluarga bangsawan terhormat yang kini
sedang di rundung kekecewaan tiada ujung
karena baru sekarang mereka mengetahui fakta
bahwa putri bungsu keluarga mereka ternyata
memilki keturunan dan kini sudah menyandang
gelar sebagai istri Putra Mahkota negara xxx..
padahal yang mereka tahu Putri bungsu nya
__ADS_1
itu sampai saat ini tidak memilki keturunan.
Rombongan keluarga itu di bimbing turun dari
pesawat dan berjalan cepat menuju parkiran
yang cukup jauh dari keberadaan pesawat.
"Ohh my God.. apa kita akan naik mobil itu.?"
Mila tampak bengong saat menyadari mereka
kini mendekat kearah Limosin mewah yang
sudah terparkir gagah di hadapan mereka.
"Gila, gila.. kenapa mimpi ini serasa nyata sih..!"
Riri ikut berbisik, sama bengong nya dengan
Mila. Sementara Arka dan Tuan Danu kini sudah
berada di hadapan Alex.
"Selamat datang Tuan dan keluarga.. silahkan.."
Alex membungkuk sedikit sambil merentangkan
tangannya mempersilahkan mereka untuk masuk
ke dalam mobil super mewah itu.
"Jadi.. beneran kita akan naik mobil ini.?"
Mila memekik takjub, namun..sedikit norak..
Riri, dan Nyonya Leni tidak kalah excited nya.
Hanya Tuan Danu dan Arka yang terlihat tenang,
wajah mereka tampak memerah karena merasa
sangat malu dengan sikap kampungan anggota
keluarga wanita nya itu.
"Benar Nona.. silahkan masuk dan duduklah
dengan tenang. !"
Alex berucap tegas dengan wajah datarnya yang
mampu membuat Mila dan Riri tampak kecut.
Namun tatapan mereka menyiratkan rasa tertarik
dan penasaran pada sosok datar dan dingin itu.
"Kita tidak sedang mimpi kan.? Hei Ri.. tolong
cubit aku dong..Aaww... pelan-pelan dong.!"
"Yee..kan tadi kamu sendiri yang nyuruh aku
buat nyubit kamu.!"
Riri melengos sambil nyengir kuda.
"Tapi gak sekeras itu juga kali.."
"Sudah-sudah..kalian benar-benar memalukan.!"
Tuan Danu menghentikan kekonyolan mereka.
Alex, Benjamin dan Griz tampak hanya bisa
terdiam dengan memasang wajah datar. Duhh..
nih dua saudari Princess Agung kok pada norak
begini ya..Sangat menggelikan.!
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam mobil
mewah itu sambil tiada henti berdecak kagum
melihat kemewahan dan kenyamanan yang kini
tersuguh dan di rasakan langsung oleh mereka.
Limosin mewah itu mulai meluncur tenang
keluar dari area bandara di kawal oleh 3 mobil
lainnya yang berada di depan dan belakang.
Sepanjang perjalanan kedua bersaudara super
heboh itu terus saja mengoceh, berdecak kagum
tiada henti menyaksikan kemegahan dan segala
kemajuan yang ada di ibukota negara xxx ini..
"Heran bener..sebenarnya seberapa kaya sih
suaminya si Raya ini sampai-sampai kita di
perlakukan bak seorang putri raja begini.."
Mila berdecak sambil menggelengkan kepala
di telan kekaguman.
"Entahlah.. Kenapa nasibnya bisa seberuntung
ini sih, udah orang nya super tampan, kayaknya
dia juga super tajir deh.!"
"Tapi..siapa tahu juga sebenarnya di tempat ini
si Raya di perlakukan sebagai pelayan, atau bisa
juga hanya di jadikan budak **** nya saja.!"
"Ya.. bisa juga sih.! Tapi tetap saja dia masih
beruntung, siapa yang akan menolak di nikahi
pria setampan dan sekaya Mr Aaron ini.!"
"Kau benar, aku rela kok kalau di jadikan yang
kedua, ketiga atau keempat sekalipun.."
"Mila, Riri.. jaga mulut kalian !"
Tuan Danu benar-benar tidak tahan lagi dengan
ocehan kedua putri sambung nya itu. Keduanya
langsung terdiam sambil cemberut kesal.
Beberapa saat kemudian mata mereka tampak
membelalak sempurna ketika Limosin yang
membawa mereka mulai memasuki kawasan
Istana..
"What.. kenapa kita bisa masuk ke tempat ini.?
Bukankah ini Grand Marco Palace yang sangat
terkenal itu.? "
Riri berseru sambil menutup mulutnya penuh
takjub dan rasa tidak percaya dengan apa yang
kini sedang terjadi di depan matanya. Yang lain
malah sedang menganga, tidak mampu bergerak
dan mengeluarkan suara. Tuan Danu memutar
otaknya. Ada apa ini, apakah hasil penelusuran
orang suruhannya benar adanya, kalau laki-laki
yang telah menikahi putri angkat nya adalah
seorang Pangeran.? Selama ini dia mencoba
untuk tidak mempercayai semua itu, tapi ini.?
"Tuan, Nyonya dan semuanya.. kita memasuki
wilayah istana, jadi saya minta jaga sikap dan
prilaku kalian. Tolong ikuti saja instruksi dari
para staf istana yang nanti menemui kalian.!"
Griz memberi arahan lewat alat komunikasi
khusus yang ada di dalam mobil karena posisi
nya ada di kabin depan. Semua orang tampak
memucat. Ya Tuhan.. jadi mereka benar-benar
akan masuk ke dalam istana super megah ini.?
"Ri.. kayaknya aku gak bakalan kuat deh, aku
mau pingsan di sini aja lah daripada nanti di
dalam istana !"
Mila berbisik pelan sambil memegangi kepala
nya yang kini mulai terasa berputar.
"Jangan konyol deh Mil..Ini kesempatan langka
buat kita. Aku yakin deh suaminya si Raya jadi
salah satu staf di istana ini."
Sahut Riri sambil mencoba menenangkan
perasannya yang tiba-tiba saja deg-degan tak
karuan. Mila mencoba tenang dan menegakkan badannya lalu membenahi penampilannya.
Akhirnya mobil mewah tersebut tiba di pintu di gerbang utama dan melakukan pemeriksaan
ketat lewat mesin pemindai otomatis. Semua
anggota keluarga Danu Atmaja hanya bisa dibuat melongo saja dengan semua prosedur otomatis
ini. Setelah semua proses selesai mobil kembali meluncur nyaman ke dalam kawasan lingkungan dalam istana yang lagi-lagi membuat mereka
menganga takjub menyaksikan keindahan dan kemegahan istana yang sangat legendaris itu.
Mobil masuk ke dalam basement menuju area
parkir pribadi di dalam ruang bawah tanah di
area istana bagian sayap kiri tersebut yang
biasa di gunakan untuk para tamu dan tempat
tinggal para staf istana.
"Selamat datang Tuan Besar dan keluarga.."
Sambut 3 orang staf istana sambil menunduk
di hadapan Tuan Danu dan keluarganya yang
baru saja keluar dari mobil dan tampak bingung
sekaligus tegang menyaksikan gemerlap cahaya
keemasan yang sudah memancar dari arah dalam
istana hingga melemaskan lutut mereka.
"Terimakasih Tuan-tuan.."
Sahut Tuan Danu sedikit gugup dan tegang.
"Mari ikuti kami..Kalian silahkan istirahat dulu.
Saat ini Yang Mulya Putra Mahkota dan Princess
Agung masih menghadiri acara istana. Kalian
baru bisa bertemu mereka pada saat makan
malam..!"
Hahh..? Putra Mahkota, Princess Agung.? Ada
apa ini, apakah mereka akan bertemu dengan
kedua orang yang sangat terhormat itu.? Tapi
kenapa, bukankah mereka kesini atas perintah
Tuan Aaron.? Tapi kenapa jadi nyasar ke istana
seperti ini.? Atau jangan-jangan Raya dan suami
nya jadi salah satu pegawai di istana ini.??
__ADS_1
***