Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
96. Intermezzo


__ADS_3

***


Di sinilah takdir hidup Maharaya di mulai kembali.


Dari seorang gadis yang di anggap biasa saja, kini


harus hidup dalam lingkungan kaku sebuah istana super megah sebagai menantu keluarga kerajaan.


Dan dari statusnya sebagai putri pengusaha biasa


saja menjadi seorang Putri Agung keturunan kesultanan besar.


Semua ini sesungguhnya sedikit sulit untuk di


terima oleh Maharaya. Dia tidak terbiasa dengan


semua peraturan dan protokol yang serba kaku,


namun darah bangsawan sudah kadung melekat


dalam tubuhnya, oleh karena itu dia tidak perlu


belajar tata krama dan attitude untuk bersikap


sebagaimana seorang Putri karena semua itu


sudah mendarah daging.Dia hanya butuh belajar


tentang peraturan yang berlaku di dalam istana.


Hari demi hari terus berlalu...


Semakin hari Raya merasakan cinta dan kasih


sayang Aaron semakin menggila saja. Dia tidak


pernah membiarkan dirinya jauh atau lepas dari


pengawasannya. Ini sedikit menakutkan, pria itu


seolah menjerat dirinya dengan segala kegilaan


dan sikap posesif nya yang berlebihan. Aaron


menyirami dirinya dengan limpahan perhatian


dan kejutan-kejutan manis yang membuat dia


semakin jatuh cinta pada suaminya itu setiap hari. Ya..dia semakin tenggelam ke dalam samudra


cinta pria pemerkosa nya itu yang semula sangat


di benci dan di kutuknya, tapi sekarang, kutukan


itu malah menjerat mereka berdua dalam satu


ikatan yang tidak akan bisa teruraikan..


Gaya hidupnya pun sekarang ini mau tidak mau


harus mengikuti semua kebiasaan dalam istana.


Setiap 2 hari sekali ada private time buat dia,


dimana akan ada team khusus yang datang ke


kamarnya untuk memberikan pelayanan pribadi.


Mulai dari perawatan tubuh, pijat refleksi, sampai


dengan belajar tentang ilmu sosial, pergaulan


dan mempelajari tentang adat istiadat serta kebudayaan negara ini. Dia benar-benar sedang


di tempa menjadi calon Ratu masa depan..


Dan kini perut Raya sudah mulai terlihat sedikit


membuncit manis yang membuat Aaron semakin posesif. Dia sangat menyukai perubahan ini. Dia


juga tidak melewatkan pemeriksaan kedua yang


di lakukan setiap satu minggu sekali. Beberapa


bagian tubuh Raya yang sangat di sukai Aaron


juga kini semakin terlihat seksi dan berisi hingga


membuat Aaron bertambah lengket saja.


Bukannya mendengarkan anjuran dokter, dia


malah semakin tidak bisa melepaskan istrinya


itu. Entah karena hormon kehamilan atau karena


memang daya tarik Raya yang terlalu kuat hingga


menyebabkan Aaron tidak pernah bisa melepas


dan membebaskan istrinya itu setiap malamnya.


Seperti malam ini...


"Terimakasih sayang.. kamu selalu memberiku


kepuasan dan kenikmatan yang tiada batas.!


Maaf kalau aku selalu menginginkan semua


ini. Kau terlalu menarik untuk aku bebaskan.!"


Bisik Aaron sambil mencium lembut bibir Raya


yang terlihat kelelahan setelah permainan panas mereka berakhir. Keduanya saling menatap kuat


dan lembut penuh dengan kepuasan.


"Selama aku mampu melayani keinginanmu, aku


tidak punya hak untuk menolakmu sayang. Semua yang ada padaku hakikatnya tercipta untukmu.


Kau bebas melakukan nya.. Tapi tidak setiap hari


juga Aaron..aku lelaahh..badanku remuukk..!!"


Raya merengek sambil memukuli dada Aaron yang


masih berada pada posisi menindihnya. Senjata


keperkasaan pria itu masih terbenam nyaman di


dalam lembah kenikmatan miliknya. Aaron tampak tergelak, dia memegang tangan Raya, di tarik ke


mulut nya, lalu menciumi nya lembut dan sensual membuat Raya semakin merengek kesal.


"Aaron... sudah.. bebaskan aku..!"


Aaron menarik badannya dari penyatuan tubuh mereka lalu menjatuhkan dirinya di samping Raya sambil tersenyum lebar kemudian menarik tubuh lemah istrinya itu ke dalam dekapan hangatnya.


Menghirup aroma feromon ajaib yang keluar


dari tubuh istrinya itu yang selalu memabukkan


dan membuat hasrat nya selalu naik dan naik.


"Aaron.. tolong kurangi sedikit saja hasratmu


itu. Aku ini bukan robot sayang.. Kau tidak lihat


sekarang perutku juga sudah membuncit.!"


"Kau malah semakin seksi dan menggemaskan


dengan itu. Daya tarik mu juga semakin kuat.!"


"Kau saja yang selalu berlebihan. Tolonglah..


berikan jeda untukku agar bisa istirahat !"


"Aku juga pengennya begitu, tapi tubuhmu ini


memilki candu yang sangat kuat. Aku bisa mati


penasaran kalau tidak mencicipinya sehari saja."


"Aaroonn... hentikan ! Dasar pria mesum..! "


Raya memukul pelan lengan Aaron di telan rasa


kesal karena tidak tahan dengan sikap mesum suaminya itu.


"Salahmu sendiri memiliki keistimewaan itu..


Harusnya kau bersyukur, kalau bukan aku..kau


tidak akan mendapatkan lawan yang sepadan


untuk melampiaskan keganasan mu itu emmh.."


"Aaron.. kamu benar-benar menyebalkan.!"


Raya tidak tahan lagi, dia membungkam mulut


Aaron dengan telapak tangannya dengan wajah


yang semakin kesal. Raut wajah Aaron terlihat


geli menahan tawa yang ingin meledak melihat


ekspresi kesal Raya yang meluap-luap.


"Maaf sayang...justru aku pria paling beruntung


di dunia karena bisa memiliki pendamping hidup


yang sangat istimewa seperti dirimu.."


Bisik Aaron lembut, keduanya saling pandang


kuat, semakin lama semakin mendalam.


"Tuhan telah menciptakan kita berdua untuk


saling melengkapi satu sama lain. Kau sudah


sangat berubah sekarang. Aku hampir tidak menemukan dirimu yang dulu.."


Lirih Raya sambil mengulum senyum manis.


Aaron menautkan alisnya sedikit bingung.


"Benarkah, memangnya apa yang berubah.?"


"Sekarang ini kau sudah jadi tukang gombal.!"


"Itu semua karena kamu.. istriku sayang.."


"Tuh kan.. gombal lagi.! Sudah ahh.. aku mau


berendam sekarang. !"


Raya mengerucutkan bibirnya. Dia bangkit dari


pembaringan dan melilitkan selimut ke tubuh


polosnya namun Aaron segera menarik dan melemparnya ke ujung tempat tidur.


"Apa yang mau kau tutupi sayang ? Di bagian


mana yang luput dari bibirku ini hahh..? "


Desis Aaron sambil kemudian mengangkat tubuh


lelah itu ke dalam pangkuannya di bawa berjalan


menuju ke kamar mandi.


"Aaron...awass ya kamu..."


Raya memekik kesal sambil mencubit gemas


pinggang Aaron yang tertawa puas karena telah


berhasil membuat istrinya itu kesal dan meradang.


Beberapa waktu kemudian..


"Sayang.. apakah Ayah dan Ibu sudah memberi


kabar kapan mereka akan datang ?"


Raya menyandarkan kepalanya di lengan Aaron


setelah mereka selesai membersihkan diri dan


bersiap untuk tidur. Mata Aaron tampak sudah


mulai terpejam.


"Sebelum acara arak-arakan di gelar..mereka


berjanji sudah ada di sini.!"


"Lalu Papah dan Arka, apa besok mereka jadi


terbang ke sini ?"


"Jadi.. malam ini Griz dan team nya sudah ada


di negara asal mu.."


"Syukurlah.. aku sudah sangat merindukan


mereka semua."


"Apa kau tahu, saat ini ibumu sudah menjadi


istri satu-satunya ayahmu.?"

__ADS_1


Raya membuka matanya, dia mendongakkan


kepala. Aaron pun membuka matanya. Mereka


berdua saling menatap dalam hening.


"Aku tahu, sebenarnya itu sudah lama terjadi.Istri


pertama Ayahku memilih kembali pada keluarga


nya karena tidak tahan dengan sikap dingin ayah.


Sebenarnya ini tidak adil baginya, tapi ayah tidak


bisa membagi hatinya untuk wanita lain."


Aaron menautkan alisnya, sepertinya kisah cinta


Serkan cukup menarik juga.


"Jadi kau tahu kisah cinta mereka berdua.? Apa


ibu mu pernah menceritakannya padamu.?"


Mata mereka kembali saling menatap lembut.


Raya tersenyum lalu mengangguk pelan.


"Tidak secara detail, hanya garis besarnya saja.!"


"Kalau begitu ceritakan padaku apa yang kau


ketahui, sepertinya ini cukup menarik.!"


Raya menatap wajah Aaron penuh selidik. Dia


jadi curiga melihat gelagat Aaron yang tampak


semangat dan seolah menyembunyikan sesuatu. Adakah suaminya ini sudah mencari info tentang keluarga ibu nya.?


"Apa yang kau rencanakan sayang? Apa kau akan


menjadikan ini sebagai bahan untuk menjatuhkan


Ayahku, kau pikir bisa mengalahkan Ayahku.?"


"Hei.. kenapa pikiranmu jadi kemana-mana.? Aku


hanya ingin tahu saja. Ayahmu itu mertuaku.!"


Aaron memalingkan wajahnya dengan raut wajah


geli namun juga ada seringai aneh di bibirnya.


"Awas saja kalau kamu berani macam-macam.!"


"Mana mungkin aku melawan mertuaku sendiri.!"


"Aku tidak percaya padamu.!"


"Sudah.. ceritakan saja yang kau tahu.!"


Raya terdiam, menatap tajam wajah Aaron penuh


antisipasi. Aaron mendaratkan ciuman mesra di


bibir ranum Raya yang langsung melengos sebal.


"Aku tidak tahu banyak. Yang aku tahu, Ayah dan


Ibu pertama kali bertemu dan jatuh cinta di medan perang. Ibu sebagai dokter kemanusiaan dan Ayah sebagai Jenderal.. Itu saja kok.!"


Ketus Raya sambil kemudian menggulung tubuh


nya ke dalam rengkuhan kuat tubuh tegap Aaron.


"Ohh.. jadi itu saja yang kau tahu.?"


"Iya.. itu saja. Aku juga tidak ingin repot-repot


mencari tahu. Itu akan sangat memusingkan.!"


Aaron terdiam. Matanya tampak menerawang


mengingat kembali hasil penelusurannya tadi


siang. Dia harus memastikan keberadaan


seluruh keluarga istrinya itu.


**Sekilas tentang Serkan dan Ratih Ayu...


Ratih Ayu adalah putri bungsu dari bangsawan


kelas satu di negara A yakni klan Kertaradjasa.


Dia memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang


kakak perempuan. Namun kedua putri keluarga Wiratama Kertaradjasa tersebut semuanya di keluarkan dari gelar kebangsawanan dan di buang


dari keluarga besarnya. Karena mereka sudah


sama-sama mengecewakan. Ratih Ayu di buang karena memilih menikah dengan pria yang sudah memiliki istri walaupun pria itu memiliki derajat


yang lebih tinggi dari keluarga Kertaradjada sedangkan Kakaknya di buang karena lebih


memilih menikah dengan supir pribadinya


yang tidak memiliki derajat apapun.


Ratih Ayu berprofesi sebagai seorang dokter


spesialis penyakit dalam. Dan dia menjadi salah


satu dokter terbaik di negaranya hingga terpilih


menjadi dokter kepala di sebuah organisasi


kemanusiaan yang di kirim langsung ke medan


perang di wilayah Timur Tengah untuk menangani


korban perang. Di sanalah dia bertemu dengan


sosok Jenderal Serkan yang menjadi otak dari


semua penyelesaian konflik di Timur Tengah.


6 bulan bersama di medan perang membuat


cinta mereka tumbuh dan menggila di tengah


peperangan.


Jenderal Serkan begitu tergila-gila pada sosok


cantik jelita Ratih Ayu. Namun ketika dia pulang


ke istananya, pihak keluarga sudah menyiapkan seorang Putri kerajaan tetangga dan terpaksa di nikahinya. Tetapi Serkan sangat kecewa ketika mendapati kenyataan bahwa sang Putri sudah


tidak suci lagi di malam pertama nya. Dan sejak


istrinya itu. Lalu akhirnya dia menikahi Ratih Ayu,


cinta sejatinya dan menjadikan dirinya sebagai


istri keduanya. Namun begitu akad nikah selesai


Ratih Ayu resmi terbuang dari catatan kartu


keluarga Kertaradjasa dan di usir dari rumah


keluarga besarnya, persis seperti kakaknya.


"Apa ibumu pernah memberitahu siapa kakek


dan saudara-saudara ibu mu.?"


Raya menggelengkan kepalanya dengan mata


yang terlihat sudah terpejam. Aaron menarik


nafas panjang sambil mempererat pelukannya.


"Kau akan tahu nanti. Sekarang.. tidurlah.."


Bisik Aaron sambil mencium kening Raya dan


diapun memejamkan matanya dengan seringai


tipis yang tersisa di sudut bibirnya. Dunia ini


memang sangat sempit...


***


Sore hari di bandara internasional xx..


Alex dan beberapa pengawal pribadi berdiri di


depan sebuah Limosin mewah yang terparkir


gagah di area bandara begitu pesawat pribadi


milik keluarga De Enzo mendarat mulus di atas


landasan khusus. Setelah menunggu cukup lama


akhirnya dari pintu pesawat muncul beberapa


orang yang terlihat masih berada di awang-awang, antara percaya dan tidak dengan semua yang


sedang mereka alami sekarang. Mereka adalah


keluarga Danu Atmaja yang baru saja tiba di


bandara internasional negara xxx..


Dini hari tadi mereka semua di kejutkan dengan kedatangan Griz dan beberapa orang berpakaian


serba hitam dengan tampang tegas dan seram.


"Selamat malam Tuan Danu..Kami di perintahkan


Tuan De Enzo untuk menjemput anda sekeluarga


untuk pergi ke negaranya karena akan diadakan


perayaan pernikahan di sana !"


Griz berucap tegas dan kaku. Tuan Danu dan


semua anggota keluarga nya tampak terkesima,


menatap bengong kearah Griz dan orang-orang


seram yang bersamanya.


"P-pergi ke negara Tuan Aaron..? Tapi kami.."


"Orang-orang kami akan mengurus semua usaha


anda selama di tinggalkan. Kami sudah mengatur


semuanya dengan baik, jadi saya memberi waktu


selama satu jam untuk bersiap-siap. Tidak perlu membawa pakaian, semuanya sudah di sediakan


di sana.!"


Griz kembali menjelaskan dan terlihat tidak ingin


di bantah. Tuan Danu dan keluarganya tampak


saling pandang kebingungan. Ada antusiasme


yang tinggi dari anak-anaknya, tapi juga ada


ketidakpercayaan yang tersirat dari sorot mata


Tuan Danu.


Ternyata sampai saat ini keluarga Danu Atmadja


belum mengetahui fakta tentang Raya dan Aaron. Berita tentang beberapa insiden yang terjadi di


negara xxx..memang sampai di media sosial


namun isinya tidak pernah menceritakan secara


detail nama tokoh dalam insiden itu, dan tidak


ada gambar ataupun video yang memuatnya


secara real. Bahkan pemberitaan tentang insiden


itu juga hanya bertahan selama beberapa jam


saja, setelah itu lenyap tak berbekas.


Pemberitaan di luar negeri memang sengaja di


hapus jejaknya untuk menjaga privasi keluarga


kerajaan. Dan di negara asalnya Raya hanya ada


satu keluarga bangsawan terhormat yang kini


sedang di rundung kekecewaan tiada ujung


karena baru sekarang mereka mengetahui fakta


bahwa putri bungsu keluarga mereka ternyata


memilki keturunan dan kini sudah menyandang


gelar sebagai istri Putra Mahkota negara xxx..


padahal yang mereka tahu Putri bungsu nya

__ADS_1


itu sampai saat ini tidak memilki keturunan.


Rombongan keluarga itu di bimbing turun dari


pesawat dan berjalan cepat menuju parkiran


yang cukup jauh dari keberadaan pesawat.


"Ohh my God.. apa kita akan naik mobil itu.?"


Mila tampak bengong saat menyadari mereka


kini mendekat kearah Limosin mewah yang


sudah terparkir gagah di hadapan mereka.


"Gila, gila.. kenapa mimpi ini serasa nyata sih..!"


Riri ikut berbisik, sama bengong nya dengan


Mila. Sementara Arka dan Tuan Danu kini sudah


berada di hadapan Alex.


"Selamat datang Tuan dan keluarga.. silahkan.."


Alex membungkuk sedikit sambil merentangkan


tangannya mempersilahkan mereka untuk masuk


ke dalam mobil super mewah itu.


"Jadi.. beneran kita akan naik mobil ini.?"


Mila memekik takjub, namun..sedikit norak..


Riri, dan Nyonya Leni tidak kalah excited nya.


Hanya Tuan Danu dan Arka yang terlihat tenang,


wajah mereka tampak memerah karena merasa


sangat malu dengan sikap kampungan anggota


keluarga wanita nya itu.


"Benar Nona.. silahkan masuk dan duduklah


dengan tenang. !"


Alex berucap tegas dengan wajah datarnya yang


mampu membuat Mila dan Riri tampak kecut.


Namun tatapan mereka menyiratkan rasa tertarik


dan penasaran pada sosok datar dan dingin itu.


"Kita tidak sedang mimpi kan.? Hei Ri.. tolong


cubit aku dong..Aaww... pelan-pelan dong.!"


"Yee..kan tadi kamu sendiri yang nyuruh aku


buat nyubit kamu.!"


Riri melengos sambil nyengir kuda.


"Tapi gak sekeras itu juga kali.."


"Sudah-sudah..kalian benar-benar memalukan.!"


Tuan Danu menghentikan kekonyolan mereka.


Alex, Benjamin dan Griz tampak hanya bisa


terdiam dengan memasang wajah datar. Duhh..


nih dua saudari Princess Agung kok pada norak


begini ya..Sangat menggelikan.!


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam mobil


mewah itu sambil tiada henti berdecak kagum


melihat kemewahan dan kenyamanan yang kini


tersuguh dan di rasakan langsung oleh mereka.


Limosin mewah itu mulai meluncur tenang


keluar dari area bandara di kawal oleh 3 mobil


lainnya yang berada di depan dan belakang.


Sepanjang perjalanan kedua bersaudara super


heboh itu terus saja mengoceh, berdecak kagum


tiada henti menyaksikan kemegahan dan segala


kemajuan yang ada di ibukota negara xxx ini..


"Heran bener..sebenarnya seberapa kaya sih


suaminya si Raya ini sampai-sampai kita di


perlakukan bak seorang putri raja begini.."


Mila berdecak sambil menggelengkan kepala


di telan kekaguman.


"Entahlah.. Kenapa nasibnya bisa seberuntung


ini sih, udah orang nya super tampan, kayaknya


dia juga super tajir deh.!"


"Tapi..siapa tahu juga sebenarnya di tempat ini


si Raya di perlakukan sebagai pelayan, atau bisa


juga hanya di jadikan budak **** nya saja.!"


"Ya.. bisa juga sih.! Tapi tetap saja dia masih


beruntung, siapa yang akan menolak di nikahi


pria setampan dan sekaya Mr Aaron ini.!"


"Kau benar, aku rela kok kalau di jadikan yang


kedua, ketiga atau keempat sekalipun.."


"Mila, Riri.. jaga mulut kalian !"


Tuan Danu benar-benar tidak tahan lagi dengan


ocehan kedua putri sambung nya itu. Keduanya


langsung terdiam sambil cemberut kesal.


Beberapa saat kemudian mata mereka tampak


membelalak sempurna ketika Limosin yang


membawa mereka mulai memasuki kawasan


Istana..


"What.. kenapa kita bisa masuk ke tempat ini.?


Bukankah ini Grand Marco Palace yang sangat


terkenal itu.? "


Riri berseru sambil menutup mulutnya penuh


takjub dan rasa tidak percaya dengan apa yang


kini sedang terjadi di depan matanya. Yang lain


malah sedang menganga, tidak mampu bergerak


dan mengeluarkan suara. Tuan Danu memutar


otaknya. Ada apa ini, apakah hasil penelusuran


orang suruhannya benar adanya, kalau laki-laki


yang telah menikahi putri angkat nya adalah


seorang Pangeran.? Selama ini dia mencoba


untuk tidak mempercayai semua itu, tapi ini.?


"Tuan, Nyonya dan semuanya.. kita memasuki


wilayah istana, jadi saya minta jaga sikap dan


prilaku kalian. Tolong ikuti saja instruksi dari


para staf istana yang nanti menemui kalian.!"


Griz memberi arahan lewat alat komunikasi


khusus yang ada di dalam mobil karena posisi


nya ada di kabin depan. Semua orang tampak


memucat. Ya Tuhan.. jadi mereka benar-benar


akan masuk ke dalam istana super megah ini.?


"Ri.. kayaknya aku gak bakalan kuat deh, aku


mau pingsan di sini aja lah daripada nanti di


dalam istana !"


Mila berbisik pelan sambil memegangi kepala


nya yang kini mulai terasa berputar.


"Jangan konyol deh Mil..Ini kesempatan langka


buat kita. Aku yakin deh suaminya si Raya jadi


salah satu staf di istana ini."


Sahut Riri sambil mencoba menenangkan


perasannya yang tiba-tiba saja deg-degan tak


karuan. Mila mencoba tenang dan menegakkan badannya lalu membenahi penampilannya.


Akhirnya mobil mewah tersebut tiba di pintu di gerbang utama dan melakukan pemeriksaan


ketat lewat mesin pemindai otomatis. Semua


anggota keluarga Danu Atmaja hanya bisa dibuat melongo saja dengan semua prosedur otomatis


ini. Setelah semua proses selesai mobil kembali meluncur nyaman ke dalam kawasan lingkungan dalam istana yang lagi-lagi membuat mereka


menganga takjub menyaksikan keindahan dan kemegahan istana yang sangat legendaris itu.


Mobil masuk ke dalam basement menuju area


parkir pribadi di dalam ruang bawah tanah di


area istana bagian sayap kiri tersebut yang


biasa di gunakan untuk para tamu dan tempat


tinggal para staf istana.


"Selamat datang Tuan Besar dan keluarga.."


Sambut 3 orang staf istana sambil menunduk


di hadapan Tuan Danu dan keluarganya yang


baru saja keluar dari mobil dan tampak bingung


sekaligus tegang menyaksikan gemerlap cahaya


keemasan yang sudah memancar dari arah dalam


istana hingga melemaskan lutut mereka.


"Terimakasih Tuan-tuan.."


Sahut Tuan Danu sedikit gugup dan tegang.


"Mari ikuti kami..Kalian silahkan istirahat dulu.


Saat ini Yang Mulya Putra Mahkota dan Princess


Agung masih menghadiri acara istana. Kalian


baru bisa bertemu mereka pada saat makan


malam..!"


Hahh..? Putra Mahkota, Princess Agung.? Ada


apa ini, apakah mereka akan bertemu dengan


kedua orang yang sangat terhormat itu.? Tapi


kenapa, bukankah mereka kesini atas perintah


Tuan Aaron.? Tapi kenapa jadi nyasar ke istana


seperti ini.? Atau jangan-jangan Raya dan suami


nya jadi salah satu pegawai di istana ini.??

__ADS_1


***


__ADS_2