Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
29. Prince Marvell


__ADS_3

❤️❤️❤️


Saat ini acara utama sudah di mulai. Raja dan


Ratu naik ke atas panggung kecil di sudut utama ballroom megah itu. Raja dan Ratu memberikan sambutan hangat untuk semua tamu yang hadir


di lanjutkan dengan acara potong kue.


Semua tamu tampak bertepuk tangan meriah


menyambut acara utama ini. Berikut nya ada


sajian hiburan dari beberapa penyanyi kelas


dunia yang di undang dalam acara ini. Di sela-


sela acara hiburan ini para tamu di persilahkan


untuk mencicipi hidangan mewah yang telah


di sediakan sambil berbincang hangat dengan


sesama tamu. Ada pembicaraan bisnis, ada


juga masalah politik dan lain sebagainya.


Aaron tampak berbincang dengan para kolega


bisnis dari beberapa negara. Raya berada di


sebelahnya, mendampingi Bos arogannya itu


yang seperti robot, seolah tidak ada lelahnya.


Kaki Raya mulai terasa pegal karena berdiri


terus dari tadi. Tapi dia tidak boleh mengeluh,


ini adalah tugasnya. Lagipula baru sekitar 1


jam lebih, tapi kok rasanya sudah lelah. Dia


memang belum terbiasa dengan posisi ini.


"Kakak ipar.. apa kau lelah ?"


Ansel yang baru muncul ke tempat itu tampak


berbisik di dekat Raya yang meliriknya sekilas


karena dia sedang fokus pada pembicaraan


bos nya yang tidak peka dengan kelelahannya,


malah terkesan sengaja melakukan semua


pembicaraan itu tiada henti sampai untuk


minum saja tidak sempat.


"Kakiku sedikit pegal An.."


Wajah tampan Ansel langsung tertegun saat


mendengar Raya memanggil nya dengan intim


tadi, An.. Terdengar begitu merdu di telinganya.


Aaron yang sedang berbicara langsung berhenti,


wajahnya tampak bereaksi aneh, rahangnya


mengeras dengan sorot mata yang berbeda.


"Kita akan lanjutkan pembicaraan ini nanti.!"


Aaron berucap dengan suara yang sangat


dingin hingga membuat para relasi bisnisnya


tertegun sejenak, bingung campur tegang.


"Baik Yang Mulya.. kami permisi."


Mereka langsung membungkuk hormat lalu


pergi dari tempat itu. Raya tampak bingung


dengan reaksi Aaron, namun belum sempat


dia mengenali situasi Aaron sudah menarik


paksa tangannya kemudian berjalan cepat


menuju satu area istirahat yang ada di dekat


arena dansa. Ansel hanya bisa tersenyum


tipis, dia sedikit bingung dengan emosi Bos


nya yang selalu saja tidak bisa di tebak itu.


"Aaron.. apa yang kau lakukan.!"


Raya menepis pegangan tangan Aaron yang


cukup kuat hingga menyakitinya. Dengan kasar


Aaron menekan bahu Raya memaksanya untuk


duduk di kursi yang ada di sana. Ada beberapa


pasang mata yang melihat interaksi mereka


berdua namun tidak berani melanjutkan pengamatannya karena Alex dan para pengawal langsung membuat garis batas serta barikade


khusus untuk menjaga privasi sang Putra Mahkota.


"Kau tidak bisa bekerja dengan baik. Baru


sebentar saja sudah mengeluh.!"


Geram Aaron yang terlihat berdiri sembari


melempar pandangan ke sembarang arah


dengan posisi kedua tangan di masukan ke


saku celananya. Dia tampak kesal sedikit


emosi. Raya langsung berdiri, wajahnya kini


tampak memerah, dia mulai di selimuti oleh


kekesalan dan rasa tidak terima.


"Aku memang belum terbiasa berada diposisi


ini, kau tahu benar ini bukan bidang ku.!"


"Kau tidak di benarkan untuk membela diri


dengan alasan apapun.!"


"Aku hanyalah manusia biasa, masih harus


belajar menyesuaikan diri dengan posisi ini,


aku juga punya batasan.!"


"Kau tidak boleh mengeluh apalagi saat aku


sedang melakukan pembicaraan.!"


Mata Raya melebar, sebenarnya manusia


ini punya hati atau tidak sih.? kok bisa ada


orang tidak berperasaan seperti ini.


"Ohhh.. jadi kau mau aku seperti robot yang


tidak pernah merasakan lelah begitu.? Aku


ini manusia Tuan..!"


"Belajarlah untuk lebih kuat lagi.!"


Raya benar-benar habis kesabaran, tanpa


sadar dia memukul keras lengan Aaron


meluapkan segala emosi jiwanya.


"Aku memang lelah, lalu kau mau apa.?


Kau mau melemparku keluar dari posisi ini,


lakukan, itu yang aku inginkan.!"


Geram Raya masih dalam posisi memukuli


lengan Aaron yang langsung bereaksi, dia


menangkap kedua tangan Raya kemudian


menarik dan mendekapnya kuat di dada.


Keduanya kini saling menatap kuat, Raya


menatap geram wajah tampan namun


sangat menyebalkan itu hingga yang


tampak di matanya kini hanyalah wajah


monster saja, tidak ada lagi sosok paripurna.


"Lepaskan tanganku ! Kau manusia yang


tidak berperasaan, aku benci sama kamu.!"


Raya menarik tangannya dengan hentakan


keras terbawa emosi yang meluap-luap. Aaron


tampak menyeringai sadis, tangan kanannya


kini beralih mencengkram dagu lonjong Raya


dengan dua jarinya, kemudian menariknya


dengan kuat hingga wajah mereka mendekat


membuat Raya semakin berang tapi juga di


serang ketegangan. Namun emosinya kali ini


memang lebih mendominasi.

__ADS_1


"Aku tidak suka dengan orang yang tidak


profesional dalam bekerja.!"


"Terserah.! kalau kau merasa tidak puas


dengan cara kerjaku, cari saja orang lain.!"


Gertak Raya sambil menepis cengkeraman


jari Aaron di dagunya. Kemudian mendorong


keras dada pria itu lalu mendudukkan dirinya,


memalingkan wajah sambil mengatur napas


mencoba meredam emosi nya. Aaron tampak


menatapnya sebentar dengan ekspresi yang


tidak bisa di jabarkan, rumit dan kompleks.


Tidak lama dia melangkah pergi dari tempat


itu meninggalkan Raya yang menarik napas


panjang menenangkan diri nya. Kenapa pria


itu selalu saja membuat jiwanya meledak dan


keluar dari karakter yang sesungguhnya. Dia


benar-benar membenci situasi ini.


Griz datang membawakan minuman untuk


Raya yang langsung meminumnya dalam


satu kali tegukan membuat wanita tomboy


itu tertegun sesaat.


"Mau saya ambilkan makanan atau minuman


yang lain Miss ?"


"Tidak perlu Griz, aku hanya ingin kembali ke


kamar saat ini juga..!"


"Ladies and gentleman..Kita akan segera


memasuki acara yang paling di tunggu.


Mari kita sambut Dance Together..!"


Sang pembawa acara tiba-tiba berseru penuh


dengan semangat di sambut tepuk tangan


meriah seluruh hadirin yang tampak sangat


antusias dengan acara dansa ini. Raya yang


baru saja beranjak dari duduknya kini terdiam.


Dansa bersama.? Jadi sekarang acara spesial


itu akan segera di mulai ? Kini semua tamu


mendekat ke arah arena dansa melingkari


tempat itu dengan wajah-wajah yang terlihat


berbinar senang penuh semangat.


Raya masih berdiri di tempatnya. Dansa..sudah


lama sekali dia tidak pernah melakukannya,


dulu sekali..dia sangat menyukainya sewaktu


kuliah di Amrik dan masih menjalin hubungan


dengan kekasih pertama nya.. Zoe Alexander.


Pembawa acara mulai melakukan pembukaan


dan berbicara singkat sebagai pertanda di


mulainya acara dansa bersama ini.


"Sebagai pembuka..mari kita sambut Yang


Mulya Raja beserta Ratu kita untuk memimpin


acara ini.. Silahkan Yang Mulya.."


Pembawa acara membungkuk dalam kearah kemunculan Raja dan Ratu yang tampak berjalan bergandengan tangan dengan senyum hangat


dan bersahaja. Mereka berdua memang terkenal dengan keharmonisan dan kemesraannya yang


selalu terlihat saat sedang berada di depan publik seperti ini. Keduanya juga sangat di sayangi dan


di puja oleh seluruh rakyatnya.


Raja dan Ratu maju ke tengah arena sudah


dalam keadaan saling bergenggaman tangan


dengan posisi tangan kiri sang Raja berada


kanan saling bertautan. Saat ini musik mulai


mengalun dengan lagu pertama Beautiful In


White yang di bawakan oleh salah seorang


penyanyi top yang ada di panggung. Pasangan terhormat itu mulai bergerak seirama penuh


dengan harmonisasi di iringi tatapan kagum


dan tepuk tangan meriah para hadirin.


Setelah setengah lagu berlalu pembawa acara


kembali memanggil pasangan kedua yakni


Princess Arabella dan Prince Arthur yang


langsung maju karena sudah menunggu dari


tadi. Kedua pasangan keluarga kerajaan itu


tampak sangat menikmati dansa mereka


dengan alunan lagu romantis yang begitu


mempesona hingga berakhir nya lagu pertama.


"Mari kita sambut kehadiran pasangan yang


sangat fenomenal dan menjadi harapan kita


semua untuk kelangsungan kemakmuran dan


kejayaan negara kita..ini dia Prince Marvell


bersama pasangannya Lady Catharina.."


Pembawa acara merentangkan tangannya.


Raya yang masih terpana pada penampilan


Raja dan Ratu tampak terkesiap mendengar


kata Prince Marvell..


Semua orang melirik kearah kanan.. Hanya


ada sosok Catharina yang tampak berjalan


anggun dan yakin ke tengah arena dengan


segala pesonanya berbalut gaun pesta yang


terlihat seksi dan elegan. Hadirin menahan


napas menanti kehadiran Sang Pangeran


yang tidak jua muncul ke tengah arena hingga


lagu love me like you do mulai mengalun


indah mengiringi gerakan pembuka dari lady


Catharina yang terkenal sebagai ratu dansa.


Namun setelah beberapa saat.. ke tengah


arena muncul sosok Sang Pangeran yang


membuat mata semua orang menatap


terkesima akan segala ketampanan dan


kegagahannya. Terlebih lagi bagi seorang


Maharaya.. Matanya kini membulat sempurna, terkesima oleh satu keterkejutan luar biasa


seolah tidak bisa mempercayai apa yang ada


di hadapannya. Prince Marvell..adalah Aaron..?


Jadi pria jahat yang berstatus sebagai


suaminya itu Putra Mahkota kerajaan.??


Kaki Raya goyah, pandangan nya kini buram.


Jantungnya saat ini seolah tidak berfungsi.


Matanya menatap syok kearah sosok gagah


mempesona yang saat ini sedang melakukan


gerakan seirama dengan hentakan dinamis


dan beraturan dengan si cantik Catharina.


Tangan kiri Aaron melingkar erat di pinggang


ramping gadis elegan itu, tangan kanan saling


bertaut dengan tatapan saling mengunci satu


sama lain. Tatapan Lady Catharina begitu


dalam seolah sedang menyampaikan segala

__ADS_1


perasaannya yang terdalam pada laki-laki


paripurna itu. Keduanya begitu sempurna dan


serasi satu sama lain membuat semua mata


menatap tak berkedip, begitu terpesona nya.


Tuhan.. kenyataan apalagi ini.. apakah benar


suamiku seorang Putra Mahkota..? Tidak..!!


Ini terlalu mengejutkan bagiku..


Ada desakan cairan bening yang memaksa


ingin keluar namun berusaha untuk di tahan


sekuat tenaga. Tidak. ! dia harus kuat. Inilah


kenyataan yang harus di hadapinya. Lagipula


apa yang harus di tangisinya.? Siapa lah dia


di mata pria jahat itu. Dia hanyalah wanita


yang sedang ketiban sial.! Dan mungkin saja


bagi laki-laki itu dirinya adalah musibah.Tapi


sungguh, ini terlalu mengejutkan.! Dan dia


tidak sanggup untuk membenarkan semua


realita ini. Aaron.. seorang Pangeran ?


"Miss Raya.. anda baik-baik saja..?"


Griz menahan tubuh Raya yang semakin goyah


dan limbung karena kakinya tidak sanggup lagi


menopang tubuhnya. Raya melirik kearah Griz,


wanita tomboy itu tampak menatap cemas dan menundukkan kepalanya. Raya mendudukkan


dirinya dengan gontai di atas kursi. Pandangan


matanya kini kembali pada sosok Aaron yang


sedang menikmati dansa romantis nya dengan


sang putri bangsawan yang sangat cantik dan


elegan serta terhormat itu.


"Kenapa kamu tidak pernah mengatakan


semua kebenaran ini Griz.? "


"Maaf Miss..Kami tidak punya hak berbicara


apapun tanpa seizin Pangeran.."


"Hoohh..iya Pangeran.. benar sekali.! Dia


adalah seorang Yang Mulya Putra Mahkota.!"


Raya mencibir dengan ekspresi geli dan kesal


pada diri sendiri yang selama ini sudah begitu


naif dan bodoh tidak mengenali sosok sejati


dari pria pemerkosa nya itu.! bos jahat juga


suami kejamnya.! Segala umpatan mengalir


dalam bathin Raya. Dia menarik napas berat


berusaha untuk menenangkan dirinya.


Lagi-lagi matanya kini berpaling pada sosok


itu, dan sialnya mata pria itu juga kebetulan


sedang mengarah padanya. Untuk sesaat


mata mereka saling menatap kuat berusaha


untuk berbicara lewat udara dan getaran di


jiwa yang saat ini entah seperti apa kondisinya.


Cairan bening itu kini tidak bisa di tahan lagi


jatuh menuruni wajah cantiknya. Ada rasa


yang tidak di mengerti Raya yang kini seolah


menggores lubuk hatinya membuat dadanya


serasa sesak. Dia ingin menjerit sekeras


mungkin untuk meluapkan nya.


Lagu berikutnya kini mulai mengalun.. Aaron


dan Catharina masih berada di tengah arena.


Dan kini beberapa pasangan muda lainnya


maju termasuk juga Lucas dengan seorang


model internasional yang merupakan teman


kencannya. 4 pasangan serasi itu kini sudah


bergerak dinamis di tengah arena dengan


iringan lagu yang cukup slow dan romantis.


Raya mengusap kasar air matanya, melihat


Aaron berdansa romantis dengan Catharina


air matanya malah semakin mendesak keluar.


Tubuhnya tiba-tiba panas dingin saat melihat


tubuh mereka rapat dan intim.! Apa yang ada


di pikirannya.? Walaupun pria itu berstatus


sebagai suaminya tapi bukankah dia tahu


sendiri bahwa itu hanyalah di atas kertas.!


"Kakak ipar.. tidak ada yang perlu kau


tangisi. Apa yang harus terjadi maka akan


tetap terjadi atas kehendakNya..!"


Raya terkejut, sosok Ansel kini sudah berdiri


di sampingnya, menatapnya dengan sorot


mata yang terlihat rumit. Mata mereka kini


saling menatap kuat. Sorot mata penuh


interogasi kini di semburkan oleh mata


sendu yang di hiasi lelehan cairan bening.


"Apapun yang ingin kau tanyakan bisa kau


keluarkan nanti di sana.."


Ansel menunjuk ke arena dansa membuat


Raya meliriknya sekilas.


"Sekarang.. bersediakah kakak ipar untuk


turun kesana bersamaku.! Kau bisa bertanya


semuanya di sana, padanya langsung..!"


Ansel merentangkan tangan kanannya sambil


melihat kearah Aaron yang sedang menatap


tajam kearah mereka di tengah acara dansanya.


Ada dorongan hebat dalam diri Raya untuk


menerima permintaan Ansel. Dia tahu ini


memang sedikit tidak patut, bagaimanapun


dia sudah menjadi istri Aaron. Tapi dia perlu


meluapkan segala emosi di dalam jiwanya,


mungkin dengan cara seperti ini segala


kegundahan nya akan sedikit hilang.


Perlahan..dia berdiri, menerima uluran


tangan Ansel yang menatap tidak percaya


wanita itu menerima permohonan nya.


"Tapi aku tidak pandai berdansa An.."


Jantung Ansel bergelombang hebat. Bibirnya


tersenyum manis, Tatapannya kini mengunci


wajah cantik Raya yang sudah bergerak turun


dari tempat duduknya.


"Aku akan mengajarimu.. Tenang lah ada


mentor terbaik di sana.."


Ujar Ansel sambil berjalan membimbing dan


menggenggam kuat tangan Raya. Keduanya


kini berjalan beriringan menuju arena dansa..


***


Happy Reading.....

__ADS_1


__ADS_2