Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
72. Terpuruk


__ADS_3

Acara pertunangan ini di selenggarakan di aula


agung yang sudah biasa di gunakan untuk acara


penting keluarga kerajaan. Tempat yang sangat


megah dengan desain arsitektur etnik klasik dan


memiliki icon kubah emas di tengah ruangan itu


kini telah di sulap menjadi tempat pesta yang


terlihat sangat mewah dan glamor. Maklum lah


ini adalah acara penting orang nomer satu di


negeri ini. Dekorasi ruangan pun terlihat serba gemerlap dalam nuansa silver gold yang sangat elegan dan memukau.


Tamu yang di undang seperti biasa terbatas,


hanya orang-orang tertentu saja. Yakni orang-


orang yang ada di parlemen, para pengusaha


besar, para bangsawan kelas atas serta para


sahabat Raja dan Ratu.


Saat ini para tamu undangan sudah hampir


semuanya hadir dengan terlebih dahulu harus


melewati pemeriksaan super ketat dan intens


serta pengawalan dari prajurit pilihan sampai


masuk ke ruang aula agung. Sudah tidak perlu


di ragukan lagi bagaimana mewah dan elegan


nya busana serta aksesoris yang di kenakkan


oleh para tamu saat ini. Mereka adalah orang-


orang yang paling penting di negara ini.


Namun tetap saja mereka semua terlihat takjub


saat melihat kemegahan tempat pesta ini. Putri


keluarga Winston benar-benar beruntung bisa


menjadi calon bagian dari salah satu keluarga


terkaya di dunia ini. Untuk mencapai area utama


tempat pesta berlangsung para tamu harus


berjalan menyusuri red carpet sembari di hujani


kilatan kamera wartawan, baik televisi, cetak


maupun elektronik yang sudah mendapat izin


dari pihak istana untuk mengabadikan momen


yang cukup penting ini.


Tidak lama rombongan keluarga kerajaan tiba


di dalam aula bersama dengan keluarga besar


Winston. Kedatangan Raja dan Ratu mendapat


penghormatan besar dari para tamu yang sudah


hadir seluruhnya. Dua keluarga inti pun langsung menempati area utama pesta di dekat panggung


yang nanti akan menjadi tempat berlangsungnya


momen tukar cincin. Perbincangan hangat pun


kembali berlanjut seraya menunggu kedatangan


dua tokoh utama dalam acara penting ini yakni


Putra Mahkota dan Lady Catharina.


Sementara itu Raya yang datang bersama Alea


dan Ansel baru saja tiba di pintu masuk aula .


Aaron sudah di jemput duluan oleh para staf


istana untuk melakukan pembicaraan terlebih


dahulu serta di pertemuan dengan Catharina.


Untuk beberapa saat para pengawal dan staf


istana yang ada di pintu masuk tampak


terkesima melihat penampilan Raya saat ini.


"Selamat malam Lord Ansel.. Selamat malam


Lady De Enzo, Lady Alea.."


Kepala pengawal tampak datang menyambut,


langsung membungkuk hormat di hadapan


ketiganya. Tatapan Raya terlihat lurus saja, tidak


ada ekspresi apapun di raut wajahnya. Dia harus


kuat menghadapi semua ini. Walaupun rasa


sakit itu semakin menyayat hati namun sebisa


mungkin dirinya harus tetap tegar saat ini.


"Selamat malam Enrique..!"


Ansel menyahut sambil kemudian melangkah


masuk ke dalam ruangan. Para prajurit penjaga


yang ada di dalam tampak membungkuk hormat kearah mereka seraya mempersilahkan untuk


berjalan di atas red carpet. Suasana di dalam


ruangan seketika berubah riuh rendah saat


jilatan dan jepretan kamera langsung mengarah


dan menghujani sosok Raya yang malam ini


tampil memukau dalam balutan gaun pesta


warna golden black. Kontras dengan warna


kulitnya yang putih sebening porselen.


Gaun yang di kenakkan Raya tampak sangat


elegan dan berkelas dengan model yang terlihat eksklusif dan limited edition, menampakkan


keindahan bentuk tubuh nya yang sempurna


dengan potongan sedikit terbuka di bagian


atas hingga bahu lebar serta leher jenjangnya


yang indah terekspose seluruhnya di hiasi kalung berlian cantik bermata biru yang membuatnya semakin mempesona. Sedangkan wajahnya


terpoles riasan tipis namun kuat di lengkapi


gulungan rambut yang tertata manis membuat


dia tampil bak Dewi kecantikan yang paripurna.


Sebagian besar para tamu yang saat ini sedang berbincang langsung memfokuskan perhatian


pada sosok Raya yang terlihat sangat berbeda


dan istimewa. Mereka semua begitu terkesima melihat penampilan Raya malam ini. Mata para


tamu seolah terbius dan terhipnotis, tidak bisa


berpaling dari pemandangan indah di depan


mata tersebut.


Tidak tahan dengan tatapan panas para tamu


pria, Ansel segera menggenggam tangan Raya


di bawa melangkah cepat menuju area khusus


keluarga kerajaan dimana di sana Ibu Suri telah


menunggu mereka.


"Selamat malam Yang Mulya.."


Raya menyapa Ibu Suri dengan suara yang


sangat halus dan pelan seraya membungkukkan badan, anggun dan santun. Mata bening Ibu


Suri menatap tajam wajah Raya yang terlihat


di selubungi oleh aura kelabu pecah-pecah


yang menyebar di sekelilingnya.


"Bagaimana kabarmu Lady De Enzo.?"


Raya mendongak, menatap sekilas kearah Ibu


Suri yang masih mengamati ekspresi wajahnya


yang terlihat lemah itu. Tidak ada energi positif


sedikitpun yang keluar dari dalam dirinya. Yang


tersisa hanyalah kehampaan dan mengambang.


"Seperti yang anda lihat Yang Mulya.."


"Kamu merelakan suami mu untuk menjalani


semua ini.? Kau mengalah untuk semua ini.?"


"Bukankah ini semua adalah rencana kalian.?


Saya hanyalah wanita yang berada di belakang


layar seorang Putra Mahkota.."


"Hemm..ternyata kau cukup bijaksana.! Walau


sebenarnya kesempatan mu terbuka untuk


menentang semua ini tapi kau lebih memilih


hati nurani mu daripada ambisimu.!"


"Saya tidak punya hak untuk menghalangi


Putra Mahkota menjalani semua rencana ini."


"Aku harap kau akan lebih kuat lagi ke depannya. Harus berbagai suami dengan wanita lain, kau


akan butuh lipatan kesabaran.!"


"Saya yakin, Tuhan akan berbicara lewat Takdir


dan Ketentuan Nya Yang Mulya."


Madam Rowena terdiam, masih mengamati


wanita yang notabenenya adalah cucu mantu


nya itu. Menantu yang malang..!


"Kau bisa memanggilku Grandma kalau mau.!"


Raya membeku, terdiam dalam keterkejutan.


Tapi tidak lama dia mencoba untuk tersenyum


tipis di dalam kepahitan.


"Terimakasih Yang Mulya.. Sepertinya saya


kurang layak untuk hal itu. Kalau begitu saya


permisi Yang Mulya."


Lirih Raya lembut sambil kemudian kembali


membungkuk dan berpamitan karena acara


kini sudah di mulai. Raya berjalan menuju area


lain yang sedikit sepi dari para tamu. Dia melihat

__ADS_1


saat ini Ansel dan Alea sedang menemui dan


berbincang dengan keluarga besar nya bersama


Sang Ratu. Raya menarik nafas dalam-dalam,


dia sendiri kini..Benar-benar dalam kesendirian..


Hanya berteman kesakitan dan kehancuran


jiwanya. Harus kemanakah kini dia berlari untuk meluapkan segala kepedihan dan kepiluan


yang mengendap dalam dirinya.?


"Selamat malam calon Ratu ku.."


Raya terlonjak kaget saat mendengar suara di


sampingannya, sangat dekat dan rapat. Dengan


cepat dia melirik, matanya langsung beradu


tatap dengan sepasang mata elang penuh api


asmara yang saat ini begitu membara.


"Selamat malam Tuan Winston.!"


Raya menjuhkan dirinya, mata mereka masih


saling menatap, saling mengunci satu sama lain.


Ada reaksi aneh yang tergambar dari raut wajah tampan rupawan Lucas. Namun ada aura berbeda yang tertangkap dari sosok Lucas saat ini. Dia


tampak lemah dan sedikit..pucat..! Raya tampak


menautkan alisnya, dia masih bisa datang.??


Mata Lucas tampak tak berkedip menatap sosok


Raya yang begitu cantik dan bercahaya malam


ini, walaupun raut wajahnya datar dan hampa.


Jiwanya benar-benar meronta, harus dengan cara apalagi agar dirinya mampu membawa wanita ini


ke dalam pelukannya dan mau memasrahkan


dirinya dengan suka rela.


"Bagaimana rasanya jadi istri bayangan seorang


Putra Mahkota.? Kenapa kamu harus bertahan


dengan semua penghinaan ini Raya.?"


Raya memalingkan wajahnya, mencoba untuk


tetap tenang dan tidak terpancing emosi.


"Aku rasa itu bukan urusanmu Tuan. Bukankah


semua ini adalah impian keluargamu.?!"


"Hemm.. tentu saja. Bukan hanya keluargaku,


tapi mungkin seluruh keluarga yang ada di


negara ini.!"


"Tapi kenapa kamu tiada henti mencoba untuk


melukai bahkan berupaya melenyapkan nyawa


calon suami adikmu sendiri.!"


"Bagiku, jadi atau tidak pernikahan mereka itu


tidak terlalu penting. Karena hal yang paling aku


inginkan adalah memiliki dirimu.. Maharaya.!"


"Lucas, hentikan ! Selama ini kau sudah terlalu


gila.! Mengejar sesuatu yang bukan bagian mu.!"


Geram Raya sambil menatap tajam wajah Lucas


dengan sinar mata yang mulai membiru. Lucas menyeringai tipis melihat aura asli diri Raya kini


mulai keluar, dia suka..sangat menyukainya. Dia


kembali mendekat kearah Raya, keduanya saling mengadu kekuatan lewat tatapan mata.


"Aku sudah mengingatkan..Kau akan lebih cocok berpasangan dengan ku daripada dengannya.!"


Desis Lucas dan tanpa di duga tangannya kini


menarik pinggang ramping Raya hingga tubuh


mereka merapat membuat darah Lucas sontak


mendidih begitu aroma tubuh Raya yang lembut


dan wangi menguar memenuhi indera penciuman


nya. Mata Lucas terpejam, menghirup aroma


membuai yang mampu membangkitkan adrenalin dalam tubuhnya. Raya mendorong dada Lucas.


"Lepaskan aku Lucas, kau benar-benar tidak


mengenal kata jera.!"


"Kau selalu membuatku kehilangan kontrol


Maharaya.! Sampai kapan kamu akan terus


menyiksa batinku seperti ini..!!"


Desis Lucas sambil mendekatkan wajahnya


membuat Raya mulai di serang emosi sekaligus


rasa terhina, dia semakin menekan dada Lucas.


"Lucas hentikan.! Lepaskan aku sekarang juga.!"


"Tidak, kita akan pergi mencari tempat yang


sunyi, hanya ada kita berdua.!"


"Kau sudah tidak waras..!!"


"Lepaskan dia Lucas..!!"


Ansel tiba-tiba saja datang dan mendorong keras


Raya terlepas. Mereka kini saling berhadapan.


"Aku ingatkan padamu jangan macam-macam


di sini.! Ingat dia adalah istri Putra Mahkota.!"


"Hahaa.. Lord Ansel yang menyedihkan. Tentu


saja, tapi dia hanya seorang istri bayangan.! Dan


itu sangat tidak cocok untuk nya yang berharga.!"


Decak Lucas sambil menepiskan sedikit jarinya


ke dada Ansel. Dan yang terjadi adalah tubuh


Ansel terdorong mundur sampai beberapa meter


membuat Raya melebarkan mata tidak terima.


Raya mendekat kearah Lucas dengan raut wajah


yang kini sudah berubah dingin. Mata mereka


kembali saling menatap kuat.


"Tuan Lucas.!! Aku peringatkan padamu jangan


coba-coba membuat keributan di sini..apalagi


mencoba melukai keluarga ku..!"


"Haa..keluarga mu.? Wahh wahh.. Lady De Enzo..


Ternyata hatimu benar-benar sudah jatuh pada


pesona laki-laki penjahat itu.!"


"Berhenti menghujat suamiku.! Karena aku tahu


kamu juga tidak lebih baik darinya.. Eden Wolf..!!"


Desis Raya dengan suara yang di tekan rendah


dengan tatapan tajam yang langsung menembus


jantung Lucas. Wajah pria itu tampak memucat,


mundur dua langkah dengan tatapan yang kini


berkilat hebat berusaha untuk menembus dan


mencoba menguasai hati dan pikiran Raya.


"Hooh.. kau sudah tahu rupanya. Baiklah kita


gencatan senjata malam ini. Tapi aku pastikan,


suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku.!"


"Dan aku sarankan padamu Tuan Lucas alias


Eden Wolf, hentikan semua kegilaan mu itu


sekarang juga. Karena sampai kapanpun aku


tidak akan pernah jadi milikmu.!"


Desis Raya sambil kemudian memutar badan


berjalan kearah Ansel yang baru berdiri kembali


dengan tegak. Mata Ansel dan Lucas terlihat


saling menatap tajam.


"Yang Mulya Putra Mahkota telah tiba.."


Komandan istana terdengar mengumumkan


kedatangan sosok yang sedang di tunggu-tunggu


bersamaan di pintu utama muncul pasangan


yang sedang di tunggu tersebut. Semua orang


kini berdiri tegak, berbaris rapi di kedua sisi karpet merah untuk menyambut kedatangan mereka.


Tidak lama pasangan yang sangat serasi itu


mulai berjalan bergandengan memasuki aula


utama di iringi oleh puluhan staf istana dan para


pengawal pribadi. Semua tamu tampak terpaku


di tempat, terkesima melihat penampilan kedua


calon Raja dan Ratu itu, mereka berdua terlihat


begitu mempesona.


Aaron tampak gagah dalam balutan jas warna


black sedikit aksen gold di beberapa bagiannya.


Sedang Catharina tampil cantik dan memukau


dalam balutan gaun mewah warna gold yang


sangat indah dan glamor di lengkapi riasan


wajah powerful yang membuat dirinya semakin mempesona di hiasi dengan senyum manis


yang senantiasa terkembang dari bibir seksinya.


Semua tamu serempak membungkuk setengah


badan menyambut kedatangan Putra Mahkota


dan tidak ada yang berani menegakkan badan


kembali sebelum sosok yang sangat menyilaukan


itu lewat dari hadapan mereka. Raya menatap


hampa pada pergerakan pasangan itu, tangan


Catharina melingkar erat di lengan kokoh Aaron

__ADS_1


membuat dada Raya semakin terasa sesak.


Tidak..!! Akankah dirinya kuat dan bertahan


dalam kepedihan ini..!


Saat pasangan itu semakin mendekat ke area


utama, mata Aaron dan Raya berbenturan tatap,


membuat langkah Aaron terhenti. Mata mereka


saling menatap kuat, saling mengunci satu sama


lain dalam gejolak perasaan yang tak terkendali


dan mampu membakar jiwa keduanya. Rahang


Aaron mengeras, wajahnya tampak berubah


kelam saat menyadari Lucas ada di dekat Raya.


Catharina melirik ke arah Raya, senyumnya kini


surut, dia segera menarik Aaron agar kembali


fokus pada apa yang harus di lakukan.


Raya memutus pandangan nya, hatinya remuk


redam saat melihat tatapan lembut penuh cinta Catharina mengurung wajah tampan Aaron yang terlihat kembali fokus, menegakkan badannya


dan menatap lurus ke depan. Pasangan itu


kembali melangkah tenang menuju tempat


yang sudah di sediakan di sambut oleh keluarga


inti kedua belah pihak.


Alea merangkul bahu Raya yang sedikit goyah


dan mundur. Sekuat tenaga Raya mencoba untuk menahan laju air matanya agar tidak lagi turun.


Sudah cukup rasanya dia menangis dan meratapi segala nasib buruknya ini.


"Kau harus kuat melewati semua ini kakak ipar.


Ingat.. kau sudah merelakan kak Aaron untuk


menjalani semua ini..!"


Lirih Alea masih dalam posisi merangkul dan


menguatkan diri Raya untuk tetap berdiri di


tempat ini. Ansel menarik napas panjang, dia


menatap berat wajah Raya yang terlihat sangat


menderita itu. Hatinya pun turut hancur melihat


wanita yang di cintainya ini terpuruk. Perlahan


dia meraih tangan Raya, menggenggam nya


kuat. Mata mereka saling melihat, mencoba


untuk saling menguatkan.


"Jangan khawatir.. Aku akan selalu ada di


belakangmu.. Aku tidak akan meninggalkan


dirimu sendiri.."


Ucap Ansel yang membuat air mata Raya tidak


bisa lagi di tahan, jatuh meluncur begitu saja.


Raya memejamkan matanya kuat. Baiklah.. dia


akan mencoba bertahan. Kalaupun tidak bisa


dia masih bisa pergi dari tempat ini.


***


Acara sudah bergulir satu demi satu. Di mulai


dari sambutan kedua belah pihak yang di wakili


oleh juru bicara keluarga masing-masing. Lalu


sambutan dari pihak istana yang merupakan


pemrakarsa terselenggaranya acara ini. Setelah


itu ada sedikit prakata dari Aaron dan Catharina


yang naik bersama keatas podium membuat


semua tamu berdecak kagum menyaksikan


bagaimana tegas dan lugas serta kompaknya


pasangan itu.


Selama rangkain acara berlangsung tatapan


tajam Aaron tidak pernah lepas sedetik pun


memperhatikan gerak gerik dan keberadaan


Raya. Dan kini di sudut ruangan sudah ada


Alex dan Benjamin yang bertugas mengawasi


setiap pergerakan Lucas dan antek-antek nya.


Kini dua pembawa acara senior kembali ke


panggung dan berbicara bla bla bla.. seakan


tidak ada jeda dan bebas hambatan..


"Hadirin yang berbahagia..sebelum kita akan


menginjak pada acara pokok, yakni acara tukar


cincin..Terlebih dahulu kita akan menginjak pada


acara yang juga sangat di tunggu-tunggu..Ini dia


dance together..yang akan di buka langsung oleh pasangan kesayangan kita.. Prince Marvell


bersama Lady Catharina..!"


Pembawa acara mengumumkan di sambut


gemuruh tepuk tangan meriah dari para tamu


yang sudah menunggu moment ini dari tadi.


Musik pengiring mulai menggema membuat


suasana menjadi hangat dan bersemangat.


Asap putih tebal membumbung melingkari


area tengah aula yang sudah biasa di gunakan


sebagai arena dansa. Lighting cantik nan


romantis dari seluruh sudut fokus kini jatuh


di area utama tersebut membuat suasana


arena dansa semakin bertambah indah dan


memukau.


Para tamu mendekat melingkari arena tersebut


dan hanya menyisakan ruang sedikit yang


terhubung pada panggung utama tempat


keberadaan pasangan dan keluarganya.


Musik yang mengiringi untuk lagu pembuka


kini mulai terdengar You are the reason..Di


bawakan oleh dua orang penyanyi papan atas


secara duet. Di sambut kembali tepuk tangan


meriah dari para hadirin.


Raya yang masih mencoba bertahan tampak


terkesiap saat melihat Aaron dan Catharina


turun bergandengan tangan ke arena dansa


di sambut gemuruh tepuk tangan dan seruan


para tamu yang sangat antusias melihat mereka


turun dan terlihat begitu mesra. Keduanya kini


mengambil posisi di tengah arena. Catharina


tampak semakin memukau dengan senyum


kebahagiaan yang terkembang sempurna dari


bibirnya.


Tangan Aaron kini mulai melingkari pinggang


ramping Catharina, menariknya kuat hingga


tubuh mereka merapat, mata mereka saling


mengunci wajah masing-masing. Dada sintal


Catharina yang padat dan indah serta terbuka


kini menempel ketat di dada Aaron. Mereka


berdua mulai bergerak seirama dalam satu


hentakan manis dan dinamis membuat para


hadirin semakin terpesona.


Raya tidak bisa bertahan lagi. Tubuhnya kini


limbung. Melihat kemesraan dan kehangatan


yang di pertontonkan oleh Aaron dan Catharina


jiwanya benar-benar luluh lantak. Tidak..!! Aaron adalah miliknya..!! Dia tidak boleh jatuh ke


tangan wanita lain. Dia tidak boleh di sentuh


oleh wanita lain..!! Dia tidak sanggup berbagi.!


Tapi.. sudah terlambat kah sekarang..??


Raya terduduk lemas di kursi yang di bawakan


oleh Alex dan Benjamin yang tiba-tiba saja


sudah ada di sisi kanan kiri nya. Air matanya


jatuh tak tertahankan. Dia menundukkan kepala


yang kini seakan tenggelam ke dasar bumi.


Dia terpuruk, benar-benar terpuruk ke dasar


kegelapan dan kehampaan..


Suasana tiba-tiba berubah sedikit gaduh dan


berbeda. Raya masih menunjukkan kepalanya


ketika tiba-tiba ada telapak tangan kokoh yang


terulur mengangkat wajahnya memaksa Raya


untuk mendongakkan kepalanya. Dia terkesiap


saat matanya bertemu dengan mata berat pria


yang sedang menyiksa bathin nya itu..


"Kau sudah terlalu banyak menumpahkan air


matamu Maharaya De Enzo..!! Cukup..sudah.


Kau tidak boleh melakukan nya lagi..!!"


Raya menatap bengong pada sosok tinggi

__ADS_1


gagah super tampan yang kini berdiri tegak di hadapannya, sedang menatapnya penuh cinta..


***


__ADS_2