
Acara pertunangan ini di selenggarakan di aula
agung yang sudah biasa di gunakan untuk acara
penting keluarga kerajaan. Tempat yang sangat
megah dengan desain arsitektur etnik klasik dan
memiliki icon kubah emas di tengah ruangan itu
kini telah di sulap menjadi tempat pesta yang
terlihat sangat mewah dan glamor. Maklum lah
ini adalah acara penting orang nomer satu di
negeri ini. Dekorasi ruangan pun terlihat serba gemerlap dalam nuansa silver gold yang sangat elegan dan memukau.
Tamu yang di undang seperti biasa terbatas,
hanya orang-orang tertentu saja. Yakni orang-
orang yang ada di parlemen, para pengusaha
besar, para bangsawan kelas atas serta para
sahabat Raja dan Ratu.
Saat ini para tamu undangan sudah hampir
semuanya hadir dengan terlebih dahulu harus
melewati pemeriksaan super ketat dan intens
serta pengawalan dari prajurit pilihan sampai
masuk ke ruang aula agung. Sudah tidak perlu
di ragukan lagi bagaimana mewah dan elegan
nya busana serta aksesoris yang di kenakkan
oleh para tamu saat ini. Mereka adalah orang-
orang yang paling penting di negara ini.
Namun tetap saja mereka semua terlihat takjub
saat melihat kemegahan tempat pesta ini. Putri
keluarga Winston benar-benar beruntung bisa
menjadi calon bagian dari salah satu keluarga
terkaya di dunia ini. Untuk mencapai area utama
tempat pesta berlangsung para tamu harus
berjalan menyusuri red carpet sembari di hujani
kilatan kamera wartawan, baik televisi, cetak
maupun elektronik yang sudah mendapat izin
dari pihak istana untuk mengabadikan momen
yang cukup penting ini.
Tidak lama rombongan keluarga kerajaan tiba
di dalam aula bersama dengan keluarga besar
Winston. Kedatangan Raja dan Ratu mendapat
penghormatan besar dari para tamu yang sudah
hadir seluruhnya. Dua keluarga inti pun langsung menempati area utama pesta di dekat panggung
yang nanti akan menjadi tempat berlangsungnya
momen tukar cincin. Perbincangan hangat pun
kembali berlanjut seraya menunggu kedatangan
dua tokoh utama dalam acara penting ini yakni
Putra Mahkota dan Lady Catharina.
Sementara itu Raya yang datang bersama Alea
dan Ansel baru saja tiba di pintu masuk aula .
Aaron sudah di jemput duluan oleh para staf
istana untuk melakukan pembicaraan terlebih
dahulu serta di pertemuan dengan Catharina.
Untuk beberapa saat para pengawal dan staf
istana yang ada di pintu masuk tampak
terkesima melihat penampilan Raya saat ini.
"Selamat malam Lord Ansel.. Selamat malam
Lady De Enzo, Lady Alea.."
Kepala pengawal tampak datang menyambut,
langsung membungkuk hormat di hadapan
ketiganya. Tatapan Raya terlihat lurus saja, tidak
ada ekspresi apapun di raut wajahnya. Dia harus
kuat menghadapi semua ini. Walaupun rasa
sakit itu semakin menyayat hati namun sebisa
mungkin dirinya harus tetap tegar saat ini.
"Selamat malam Enrique..!"
Ansel menyahut sambil kemudian melangkah
masuk ke dalam ruangan. Para prajurit penjaga
yang ada di dalam tampak membungkuk hormat kearah mereka seraya mempersilahkan untuk
berjalan di atas red carpet. Suasana di dalam
ruangan seketika berubah riuh rendah saat
jilatan dan jepretan kamera langsung mengarah
dan menghujani sosok Raya yang malam ini
tampil memukau dalam balutan gaun pesta
warna golden black. Kontras dengan warna
kulitnya yang putih sebening porselen.
Gaun yang di kenakkan Raya tampak sangat
elegan dan berkelas dengan model yang terlihat eksklusif dan limited edition, menampakkan
keindahan bentuk tubuh nya yang sempurna
dengan potongan sedikit terbuka di bagian
atas hingga bahu lebar serta leher jenjangnya
yang indah terekspose seluruhnya di hiasi kalung berlian cantik bermata biru yang membuatnya semakin mempesona. Sedangkan wajahnya
terpoles riasan tipis namun kuat di lengkapi
gulungan rambut yang tertata manis membuat
dia tampil bak Dewi kecantikan yang paripurna.
Sebagian besar para tamu yang saat ini sedang berbincang langsung memfokuskan perhatian
pada sosok Raya yang terlihat sangat berbeda
dan istimewa. Mereka semua begitu terkesima melihat penampilan Raya malam ini. Mata para
tamu seolah terbius dan terhipnotis, tidak bisa
berpaling dari pemandangan indah di depan
mata tersebut.
Tidak tahan dengan tatapan panas para tamu
pria, Ansel segera menggenggam tangan Raya
di bawa melangkah cepat menuju area khusus
keluarga kerajaan dimana di sana Ibu Suri telah
menunggu mereka.
"Selamat malam Yang Mulya.."
Raya menyapa Ibu Suri dengan suara yang
sangat halus dan pelan seraya membungkukkan badan, anggun dan santun. Mata bening Ibu
Suri menatap tajam wajah Raya yang terlihat
di selubungi oleh aura kelabu pecah-pecah
yang menyebar di sekelilingnya.
"Bagaimana kabarmu Lady De Enzo.?"
Raya mendongak, menatap sekilas kearah Ibu
Suri yang masih mengamati ekspresi wajahnya
yang terlihat lemah itu. Tidak ada energi positif
sedikitpun yang keluar dari dalam dirinya. Yang
tersisa hanyalah kehampaan dan mengambang.
"Seperti yang anda lihat Yang Mulya.."
"Kamu merelakan suami mu untuk menjalani
semua ini.? Kau mengalah untuk semua ini.?"
"Bukankah ini semua adalah rencana kalian.?
Saya hanyalah wanita yang berada di belakang
layar seorang Putra Mahkota.."
"Hemm..ternyata kau cukup bijaksana.! Walau
sebenarnya kesempatan mu terbuka untuk
menentang semua ini tapi kau lebih memilih
hati nurani mu daripada ambisimu.!"
"Saya tidak punya hak untuk menghalangi
Putra Mahkota menjalani semua rencana ini."
"Aku harap kau akan lebih kuat lagi ke depannya. Harus berbagai suami dengan wanita lain, kau
akan butuh lipatan kesabaran.!"
"Saya yakin, Tuhan akan berbicara lewat Takdir
dan Ketentuan Nya Yang Mulya."
Madam Rowena terdiam, masih mengamati
wanita yang notabenenya adalah cucu mantu
nya itu. Menantu yang malang..!
"Kau bisa memanggilku Grandma kalau mau.!"
Raya membeku, terdiam dalam keterkejutan.
Tapi tidak lama dia mencoba untuk tersenyum
tipis di dalam kepahitan.
"Terimakasih Yang Mulya.. Sepertinya saya
kurang layak untuk hal itu. Kalau begitu saya
permisi Yang Mulya."
Lirih Raya lembut sambil kemudian kembali
membungkuk dan berpamitan karena acara
kini sudah di mulai. Raya berjalan menuju area
lain yang sedikit sepi dari para tamu. Dia melihat
__ADS_1
saat ini Ansel dan Alea sedang menemui dan
berbincang dengan keluarga besar nya bersama
Sang Ratu. Raya menarik nafas dalam-dalam,
dia sendiri kini..Benar-benar dalam kesendirian..
Hanya berteman kesakitan dan kehancuran
jiwanya. Harus kemanakah kini dia berlari untuk meluapkan segala kepedihan dan kepiluan
yang mengendap dalam dirinya.?
"Selamat malam calon Ratu ku.."
Raya terlonjak kaget saat mendengar suara di
sampingannya, sangat dekat dan rapat. Dengan
cepat dia melirik, matanya langsung beradu
tatap dengan sepasang mata elang penuh api
asmara yang saat ini begitu membara.
"Selamat malam Tuan Winston.!"
Raya menjuhkan dirinya, mata mereka masih
saling menatap, saling mengunci satu sama lain.
Ada reaksi aneh yang tergambar dari raut wajah tampan rupawan Lucas. Namun ada aura berbeda yang tertangkap dari sosok Lucas saat ini. Dia
tampak lemah dan sedikit..pucat..! Raya tampak
menautkan alisnya, dia masih bisa datang.??
Mata Lucas tampak tak berkedip menatap sosok
Raya yang begitu cantik dan bercahaya malam
ini, walaupun raut wajahnya datar dan hampa.
Jiwanya benar-benar meronta, harus dengan cara apalagi agar dirinya mampu membawa wanita ini
ke dalam pelukannya dan mau memasrahkan
dirinya dengan suka rela.
"Bagaimana rasanya jadi istri bayangan seorang
Putra Mahkota.? Kenapa kamu harus bertahan
dengan semua penghinaan ini Raya.?"
Raya memalingkan wajahnya, mencoba untuk
tetap tenang dan tidak terpancing emosi.
"Aku rasa itu bukan urusanmu Tuan. Bukankah
semua ini adalah impian keluargamu.?!"
"Hemm.. tentu saja. Bukan hanya keluargaku,
tapi mungkin seluruh keluarga yang ada di
negara ini.!"
"Tapi kenapa kamu tiada henti mencoba untuk
melukai bahkan berupaya melenyapkan nyawa
calon suami adikmu sendiri.!"
"Bagiku, jadi atau tidak pernikahan mereka itu
tidak terlalu penting. Karena hal yang paling aku
inginkan adalah memiliki dirimu.. Maharaya.!"
"Lucas, hentikan ! Selama ini kau sudah terlalu
gila.! Mengejar sesuatu yang bukan bagian mu.!"
Geram Raya sambil menatap tajam wajah Lucas
dengan sinar mata yang mulai membiru. Lucas menyeringai tipis melihat aura asli diri Raya kini
mulai keluar, dia suka..sangat menyukainya. Dia
kembali mendekat kearah Raya, keduanya saling mengadu kekuatan lewat tatapan mata.
"Aku sudah mengingatkan..Kau akan lebih cocok berpasangan dengan ku daripada dengannya.!"
Desis Lucas dan tanpa di duga tangannya kini
menarik pinggang ramping Raya hingga tubuh
mereka merapat membuat darah Lucas sontak
mendidih begitu aroma tubuh Raya yang lembut
dan wangi menguar memenuhi indera penciuman
nya. Mata Lucas terpejam, menghirup aroma
membuai yang mampu membangkitkan adrenalin dalam tubuhnya. Raya mendorong dada Lucas.
"Lepaskan aku Lucas, kau benar-benar tidak
mengenal kata jera.!"
"Kau selalu membuatku kehilangan kontrol
Maharaya.! Sampai kapan kamu akan terus
menyiksa batinku seperti ini..!!"
Desis Lucas sambil mendekatkan wajahnya
membuat Raya mulai di serang emosi sekaligus
rasa terhina, dia semakin menekan dada Lucas.
"Lucas hentikan.! Lepaskan aku sekarang juga.!"
"Tidak, kita akan pergi mencari tempat yang
sunyi, hanya ada kita berdua.!"
"Kau sudah tidak waras..!!"
"Lepaskan dia Lucas..!!"
Ansel tiba-tiba saja datang dan mendorong keras
Raya terlepas. Mereka kini saling berhadapan.
"Aku ingatkan padamu jangan macam-macam
di sini.! Ingat dia adalah istri Putra Mahkota.!"
"Hahaa.. Lord Ansel yang menyedihkan. Tentu
saja, tapi dia hanya seorang istri bayangan.! Dan
itu sangat tidak cocok untuk nya yang berharga.!"
Decak Lucas sambil menepiskan sedikit jarinya
ke dada Ansel. Dan yang terjadi adalah tubuh
Ansel terdorong mundur sampai beberapa meter
membuat Raya melebarkan mata tidak terima.
Raya mendekat kearah Lucas dengan raut wajah
yang kini sudah berubah dingin. Mata mereka
kembali saling menatap kuat.
"Tuan Lucas.!! Aku peringatkan padamu jangan
coba-coba membuat keributan di sini..apalagi
mencoba melukai keluarga ku..!"
"Haa..keluarga mu.? Wahh wahh.. Lady De Enzo..
Ternyata hatimu benar-benar sudah jatuh pada
pesona laki-laki penjahat itu.!"
"Berhenti menghujat suamiku.! Karena aku tahu
kamu juga tidak lebih baik darinya.. Eden Wolf..!!"
Desis Raya dengan suara yang di tekan rendah
dengan tatapan tajam yang langsung menembus
jantung Lucas. Wajah pria itu tampak memucat,
mundur dua langkah dengan tatapan yang kini
berkilat hebat berusaha untuk menembus dan
mencoba menguasai hati dan pikiran Raya.
"Hooh.. kau sudah tahu rupanya. Baiklah kita
gencatan senjata malam ini. Tapi aku pastikan,
suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku.!"
"Dan aku sarankan padamu Tuan Lucas alias
Eden Wolf, hentikan semua kegilaan mu itu
sekarang juga. Karena sampai kapanpun aku
tidak akan pernah jadi milikmu.!"
Desis Raya sambil kemudian memutar badan
berjalan kearah Ansel yang baru berdiri kembali
dengan tegak. Mata Ansel dan Lucas terlihat
saling menatap tajam.
"Yang Mulya Putra Mahkota telah tiba.."
Komandan istana terdengar mengumumkan
kedatangan sosok yang sedang di tunggu-tunggu
bersamaan di pintu utama muncul pasangan
yang sedang di tunggu tersebut. Semua orang
kini berdiri tegak, berbaris rapi di kedua sisi karpet merah untuk menyambut kedatangan mereka.
Tidak lama pasangan yang sangat serasi itu
mulai berjalan bergandengan memasuki aula
utama di iringi oleh puluhan staf istana dan para
pengawal pribadi. Semua tamu tampak terpaku
di tempat, terkesima melihat penampilan kedua
calon Raja dan Ratu itu, mereka berdua terlihat
begitu mempesona.
Aaron tampak gagah dalam balutan jas warna
black sedikit aksen gold di beberapa bagiannya.
Sedang Catharina tampil cantik dan memukau
dalam balutan gaun mewah warna gold yang
sangat indah dan glamor di lengkapi riasan
wajah powerful yang membuat dirinya semakin mempesona di hiasi dengan senyum manis
yang senantiasa terkembang dari bibir seksinya.
Semua tamu serempak membungkuk setengah
badan menyambut kedatangan Putra Mahkota
dan tidak ada yang berani menegakkan badan
kembali sebelum sosok yang sangat menyilaukan
itu lewat dari hadapan mereka. Raya menatap
hampa pada pergerakan pasangan itu, tangan
Catharina melingkar erat di lengan kokoh Aaron
__ADS_1
membuat dada Raya semakin terasa sesak.
Tidak..!! Akankah dirinya kuat dan bertahan
dalam kepedihan ini..!
Saat pasangan itu semakin mendekat ke area
utama, mata Aaron dan Raya berbenturan tatap,
membuat langkah Aaron terhenti. Mata mereka
saling menatap kuat, saling mengunci satu sama
lain dalam gejolak perasaan yang tak terkendali
dan mampu membakar jiwa keduanya. Rahang
Aaron mengeras, wajahnya tampak berubah
kelam saat menyadari Lucas ada di dekat Raya.
Catharina melirik ke arah Raya, senyumnya kini
surut, dia segera menarik Aaron agar kembali
fokus pada apa yang harus di lakukan.
Raya memutus pandangan nya, hatinya remuk
redam saat melihat tatapan lembut penuh cinta Catharina mengurung wajah tampan Aaron yang terlihat kembali fokus, menegakkan badannya
dan menatap lurus ke depan. Pasangan itu
kembali melangkah tenang menuju tempat
yang sudah di sediakan di sambut oleh keluarga
inti kedua belah pihak.
Alea merangkul bahu Raya yang sedikit goyah
dan mundur. Sekuat tenaga Raya mencoba untuk menahan laju air matanya agar tidak lagi turun.
Sudah cukup rasanya dia menangis dan meratapi segala nasib buruknya ini.
"Kau harus kuat melewati semua ini kakak ipar.
Ingat.. kau sudah merelakan kak Aaron untuk
menjalani semua ini..!"
Lirih Alea masih dalam posisi merangkul dan
menguatkan diri Raya untuk tetap berdiri di
tempat ini. Ansel menarik napas panjang, dia
menatap berat wajah Raya yang terlihat sangat
menderita itu. Hatinya pun turut hancur melihat
wanita yang di cintainya ini terpuruk. Perlahan
dia meraih tangan Raya, menggenggam nya
kuat. Mata mereka saling melihat, mencoba
untuk saling menguatkan.
"Jangan khawatir.. Aku akan selalu ada di
belakangmu.. Aku tidak akan meninggalkan
dirimu sendiri.."
Ucap Ansel yang membuat air mata Raya tidak
bisa lagi di tahan, jatuh meluncur begitu saja.
Raya memejamkan matanya kuat. Baiklah.. dia
akan mencoba bertahan. Kalaupun tidak bisa
dia masih bisa pergi dari tempat ini.
***
Acara sudah bergulir satu demi satu. Di mulai
dari sambutan kedua belah pihak yang di wakili
oleh juru bicara keluarga masing-masing. Lalu
sambutan dari pihak istana yang merupakan
pemrakarsa terselenggaranya acara ini. Setelah
itu ada sedikit prakata dari Aaron dan Catharina
yang naik bersama keatas podium membuat
semua tamu berdecak kagum menyaksikan
bagaimana tegas dan lugas serta kompaknya
pasangan itu.
Selama rangkain acara berlangsung tatapan
tajam Aaron tidak pernah lepas sedetik pun
memperhatikan gerak gerik dan keberadaan
Raya. Dan kini di sudut ruangan sudah ada
Alex dan Benjamin yang bertugas mengawasi
setiap pergerakan Lucas dan antek-antek nya.
Kini dua pembawa acara senior kembali ke
panggung dan berbicara bla bla bla.. seakan
tidak ada jeda dan bebas hambatan..
"Hadirin yang berbahagia..sebelum kita akan
menginjak pada acara pokok, yakni acara tukar
cincin..Terlebih dahulu kita akan menginjak pada
acara yang juga sangat di tunggu-tunggu..Ini dia
dance together..yang akan di buka langsung oleh pasangan kesayangan kita.. Prince Marvell
bersama Lady Catharina..!"
Pembawa acara mengumumkan di sambut
gemuruh tepuk tangan meriah dari para tamu
yang sudah menunggu moment ini dari tadi.
Musik pengiring mulai menggema membuat
suasana menjadi hangat dan bersemangat.
Asap putih tebal membumbung melingkari
area tengah aula yang sudah biasa di gunakan
sebagai arena dansa. Lighting cantik nan
romantis dari seluruh sudut fokus kini jatuh
di area utama tersebut membuat suasana
arena dansa semakin bertambah indah dan
memukau.
Para tamu mendekat melingkari arena tersebut
dan hanya menyisakan ruang sedikit yang
terhubung pada panggung utama tempat
keberadaan pasangan dan keluarganya.
Musik yang mengiringi untuk lagu pembuka
kini mulai terdengar You are the reason..Di
bawakan oleh dua orang penyanyi papan atas
secara duet. Di sambut kembali tepuk tangan
meriah dari para hadirin.
Raya yang masih mencoba bertahan tampak
terkesiap saat melihat Aaron dan Catharina
turun bergandengan tangan ke arena dansa
di sambut gemuruh tepuk tangan dan seruan
para tamu yang sangat antusias melihat mereka
turun dan terlihat begitu mesra. Keduanya kini
mengambil posisi di tengah arena. Catharina
tampak semakin memukau dengan senyum
kebahagiaan yang terkembang sempurna dari
bibirnya.
Tangan Aaron kini mulai melingkari pinggang
ramping Catharina, menariknya kuat hingga
tubuh mereka merapat, mata mereka saling
mengunci wajah masing-masing. Dada sintal
Catharina yang padat dan indah serta terbuka
kini menempel ketat di dada Aaron. Mereka
berdua mulai bergerak seirama dalam satu
hentakan manis dan dinamis membuat para
hadirin semakin terpesona.
Raya tidak bisa bertahan lagi. Tubuhnya kini
limbung. Melihat kemesraan dan kehangatan
yang di pertontonkan oleh Aaron dan Catharina
jiwanya benar-benar luluh lantak. Tidak..!! Aaron adalah miliknya..!! Dia tidak boleh jatuh ke
tangan wanita lain. Dia tidak boleh di sentuh
oleh wanita lain..!! Dia tidak sanggup berbagi.!
Tapi.. sudah terlambat kah sekarang..??
Raya terduduk lemas di kursi yang di bawakan
oleh Alex dan Benjamin yang tiba-tiba saja
sudah ada di sisi kanan kiri nya. Air matanya
jatuh tak tertahankan. Dia menundukkan kepala
yang kini seakan tenggelam ke dasar bumi.
Dia terpuruk, benar-benar terpuruk ke dasar
kegelapan dan kehampaan..
Suasana tiba-tiba berubah sedikit gaduh dan
berbeda. Raya masih menunjukkan kepalanya
ketika tiba-tiba ada telapak tangan kokoh yang
terulur mengangkat wajahnya memaksa Raya
untuk mendongakkan kepalanya. Dia terkesiap
saat matanya bertemu dengan mata berat pria
yang sedang menyiksa bathin nya itu..
"Kau sudah terlalu banyak menumpahkan air
matamu Maharaya De Enzo..!! Cukup..sudah.
Kau tidak boleh melakukan nya lagi..!!"
Raya menatap bengong pada sosok tinggi
__ADS_1
gagah super tampan yang kini berdiri tegak di hadapannya, sedang menatapnya penuh cinta..
***