Terjerat Cinta Pewaris Tahta

Terjerat Cinta Pewaris Tahta
90. Welcome To The Palace


__ADS_3

***


Waktu sudah menunjukan tengah malam..


Saat ini Aaron sudah di pindahkan ke ruang rawat


inap kelas keluarga yang ada di lantai teratas.


Kondisi Aaron saat ini sudah semakin membaik,


hanya tinggal memulihkan memar dan luka dalam


di dada kirinya yang terlihat menyisakan lebam membiru dan untuk sementara waktu harus di


bebat agar terhindar dari tekanan dan gesekan.


Seluruh keluarga sudah melihatnya bergantian.


Dan sekarang mereka semua sudah kembali ke


istana, sedang Serkan dan Ratih Ayu kembali


terbang ke negara nya karena ada banyak hal


yang harus di persiapkan untuk acara syukuran


pernikahan Aaron dan Raya.


Aaron menyandarkan tubuhnya di ujung ranjang


dengan mengganjalnya memakai bantal. Dia kini


membuka ponsel dan mengecek informasi yang


sedang meledak di dunia maya. Insiden hari ini


menyisakan pemberitaan yang begitu besar di


dunia maya, baik itu di dalam maupun luar negeri. Bibirnya tampak menyeringai tipis. Semuanya


sudah selesai sekarang. Mulai saat ini dia bisa


fokus membahagiakan sang istri juga mengurus


masalah kenegaraan.


Matanya kini bergulir pada sosok Raya yang baru


saja selesai menjalankan sholat isya. Istrinya itu tampak mengenakkan gaun tidur berbahan sutra


yang membalut manis tubuh indahnya membuat Aaron harus menelan salivanya berat. Dalam


kondisi tubuhnya yang sedang cedera seperti ini hasrat dan gairahnya ternyata tidak bisa di ajak kompromi, tetap saja menggelora begitu melihat


Raya dalam keadaan santai berbalut gaun tidur


tipis seperti itu.


Usai sholat dan berdoa, Raya merapihkan semua peralatan ibadahnya. Tatapan Aaron semakin


lekat, kerinduannya kini menggunung di dadanya. Rasa cinta yang teramat dalam mampu membuat


hati dan jiwanya senantiasa merindu setiap saat


pada sosok istrinya ini. Raya mendekat, mata


mereka saling menatap dan saling mengunci


dengan sorot yang sama-sama dalam dan berat.


Tapi raut wajah Raya kini berubah ketika perut


nya berbunyi di sertai rasa lapar yang tiba-tiba


saja menyerang nya. Dari pagi dirinya memang


kurang memperhatikan asupan makanan.


"Ayo naiklah.. kau harus istirahat sekarang."


Aaron menepuk tempat tidur di sebelahnya.


Raya malah terdiam dan berdiri mematung.


"Apalagi yang kau tunggu.?"


Aaron menatap heran wajah Raya yang terlihat


sedikit aneh. Ada apa dengan istrinya ini.?


"Aaron.. aku lapar..Aku ingin memakan sesuatu


yang enak dan pedas."


Hahh.? Aaron menatap sedikit bengong. Lagi-lagi,


sebagai suami, dirinya benar-benar tidak peka.


Dia tidak pernah memperhatikan kondisi istrinya


itu, apalagi sekarang dia sedang hamil muda.


"Apa yang ingin kau makan ?"


Raya mendekat, kemudian naik ke atas ranjang,


lalu masuk ke dalam rengkuhan hangat Aaron


yang masih menatapnya merasa bersalah. Dia


mengecup lembut kening Raya.


"Aku ingin memakan sesuatu yang enak, tapi


makanan khas negara ku. Rasanya harus pedas


dan gurih."


Mata Aaron melebar, makanan khas negara asal istrinya.? Ini sudah malam, mana mungkin ada restaurant yang masih buka malam-malam begini.


"Ini sudah malam sayang.. semua restaurant


sudah tutup sekarang. Lagipula restaurant asal


negaramu terbatas di sini. Pasti akan sulit untuk menemukannya.!"


"Aku tidak mau tahu.! Pokoknya harus dapat.


Aku lapar sekali sayang. Aku ingin makan nasi Padang.!"


Wajah Aaron semakin terlihat bingung, masakan


Padang.? Wajah Raya tampak memelas dan


menghiba membuat Aaron benar-benar tidak


tahan melihatnya.


"Bagaimana kalau kita perintahkan koki istana


untuk membuatkannya untuk kita."


"Rasanya tidak akan sama Aaron..Aku ingin dari restaurant asli dan orang asli negaraku yang membuatnya.!"


Rengek Raya sambil mempererat pelukannya


membuat Aaron semakin tidak tega. Lagipula


dirinya pun tiba-tiba saja merasa lapar.


"Baiklah..apapun yang kau inginkan aku akan


berusaha mendapatkannya. Alex.. Benjamin.!!"


Aaron berteriak dan sesaat kemudian kedua


bawahannya itu sudah ada di dalam ruangan.


Mereka berdiri sedikit jauh dari ranjang pasien.


"Kami di sini Yang Mulya.."


"Carikan restaurant asal negara istriku. Kalian


harus mendapatkan makanan Padang.!"


Hahh.?? Alex dan Benjamin tampak saling


pandang, terkejut sekaligus bingung.


"Aku tidak ingin ada bantahan.! Pokoknya kalian


harus mendapatkannya. Suruh semua pengawal


untuk mencarikannya. Kalau perlu kalian carikan


dan sebarkan di media sosial sebagai lomba.!"


Aaron langsung memberi ultimatum dengan


tatapan tajam kearah dua bawahannya itu.


"Baik Yang Mulya.. laksanakan.!"


Alex dan Benjamin langsung membungkukkan


badan setelah itu berlalu pergi keluar kamar.


Raya tersenyum puas, dia kembali merebahkan


kepalanya di lengan kanan Aaron yang terbebas


dari bebatan perban. Keduanya saling pandang.


"Kau puas sekarang.?"


"Maaf kalau aku selalu merepotkan mu."


Lirih Raya sambil mengelus lembut rahang


kokoh Aaron yang semakin menatapnya dalam.


"Apa yang kau katakan.? Jangankan makanan,


bahkan nyawa ku pun akan aku pertaruhkan


untuk memenuhi segala keinginan mu."


"Kau ini selalu saja berlebihan.."


Desis Raya sambil kemudian mendekatkan


wajahnya dan tatapan mereka semakin terpaut.


"Itu semua karena aku sangat mencintaimu


Princess Maharaya.."


Bisik Aaron parau sambil kemudian memagut


lembut bibir merah alami milik istrinya itu.


Raya membalas dengan tidak kalah panasnya.


Keduanya kini terhanyut dalam buaian ciuman


yang sama-sama di penuhi gelora kerinduan.


Asmara yang membara selalu membuat hasrat


dan gairah di dalam tubuh mereka melambung


dan membawa keduanya pada kehangatan dan


keinginan untuk saling memiliki setiap kali


bersentuhan dan berdekatan.


Nafas mereka kian berat saat terjangan gairah


semakin menggedor dan membakar aliran darah


di dalam tubuh keduanya.


"Aku ingin memilikimu sekarang.. Aku sangat


merindukan cengkeraman dahsyat mu sayang."


Bisik Aaron sambil menarik gaun malam yang


di kenakkan oleh Raya membuat wajah Raya


memerah seluruhnya. Ucapan Aaron sungguh


membuat aliran darahnya kian memanas. Tapi


dia masih sadar akan kondisi Aaron saat ini.


"Jangan sayang.. Kondisimu belum stabil. Aku


tidak ingin proses pemulihan mu terganggu."


Raya menahan gerakan tangan Aaron yang kini


sudah membuka kancing atasan nya.


"Aku baik-baik saja sayang..Luka ini bukanlah


apa-apa bagiku.! Aku bahkan masih bisa


melawan sepuluh banteng sekarang.!"


"Aaron.. aku hampir kehilanganmu tadi. Dan itu


membuatku trauma. Aku ingin kondisimu pulih


secepatnya. Jadi untuk sementara kita harus


bisa menahan diri dulu untuk yang satu ini."


"Justru aku akan pulih dengan cepat kalau


mendapatkan suntikan energi dari dalam


tubuhmu yang istimewa ini Raya.."


Mata mereka kembali saling menatap kuat dan


dalam dengan keinginan yang sama-sama kuat.


Namun tiba-tiba saja ponsel Aaron bergetar di


atas nakas membuat Aaron menggeram kesal. Dengan cepat Raya menyambar ponsel tersebut.


"Bagaimana.. apa kalian mendapatkan nya.?"


"Yang Mulya.. kami.. kami bingung sekarang."


"Apa tidak ada satupun restaurant yang bersedia


menyediakan makanan itu.? Jadi kalian tidak mendapatkan nya?"

__ADS_1


Suara Raya terdengar kecewa dengan air mata


yang mulai menggenang membuat Aaron kini


mengetatkan rahangnya.


"Bu-bukan begitu Princess.. tapi.. tapi..sekarang


di lobby rumah sakit ada beberapa orang yang


berasal dari negara anda datang membawakan


makanan yang anda inginkan.."


"Apa..? Masha Allah.. benarkah.? Aku akan


turun sekarang untuk menemui mereka.!"


Raya langsung melempar ponsel dan menarik


tangan Aaron untuk turun dari tempat tidur


tidak peduli bahwa kondisi Aaron saat ini masih berstatus sebagai pasien dalam pengawasan.


Aaron tampak bengong saja namun tak urung


mengikuti tarikan tangan Raya keluar dari kamar.


Tiba di lobby utama rumah sakit..


Wajah Raya tampak berbinar indah melihat ada


sekitar 10 orang pria dan wanita yang berasal


dari negara nya sedang duduk di kursi ruang


tunggu. Begitu melihat kemunculan Aaron dan


Raya mereka semua langsung berdiri serempak


lalu membungkukkan badannya penuh hormat.


"Selamat malam Yang Mulya Putra Mahkota..


Selamat malam Yang Mulya Princess Maharaya.."


Sambut mereka setelah terkesima sesaat ketika


melihat kedatangan dua tokoh yang sedang


menjadi trending topik itu. Dan yang membuat


mereka begitu antusias adalah.. karena wanita


yang menjadi tokoh utama nya berasal dari


negara yang sama dengan mereka. Dan ternyata


aslinya wanita ini benar-benar cantik luar biasa.


"Selamat malam semuanya..Tidak perlu sungkan.


Saya senang sekali kalian datang kesini. Sungguh


ini di luar dugaan..terimakasih banyak atas segala


perhatian kalian..ini benar-benar menyenangkan,


bisa bertemu saudara satu negara di tempat ini."


Sambut Raya dengan suara yang sangat lembut


dan ramah yang membuat orang-orang itu kian


terkesima dalam diam. Wajah mereka langsung


tersipu, bahagia tak terjabarkan dan benar-benar


tidak menduga akan mendapatkan sambutan


yang begitu hangat dari Sang Putri.


"Terimakasih atas sambutan anda Yang Mulya.


Kebetulan kami melihat sebaran informasi di


media sosial, jadi kami berinisiatif untuk datang


langsung ke tempat ini. Kebetulan para penjaga


tidak mempersulit kami untuk masuk.!"


Sahut salah seorang pria berkacamata dengan


tubuh tinggi sedikit berisi dan berwajah oriental.


"Syukurlah kalau begitu.. Saya akan menerima


semua makanan yang telah kalian bawakan


dengan senang hati. Sekali lagi terimakasih.."


Raya merapatkan kedua tangan di dada hingga


membuat orang-orang itu semakin bengong dan


tidak menyangka dengan keramahan dan juga


kesantunan yang di perlihatkan oleh istri Putra


Mahkota itu. Sementara Aaron hanya bisa diam


memperhatikan semua interaksi itu.


Beberapa saat kemudian...


Ruangan loby rumah sakit istana kini berubah


menjadi restauran darurat. Ini semua atas dasar


permintaan Putri Agung. Dia memerintahkan


para pengawal, security, resepsionis, dan semua


yang berdinas malam itu untuk menghabiskan


makanan yang telah di bawa oleh para pemilik


restauran dengan jumlah yang begitu banyak.


Karuan saja semuanya pesta makan malam ini.


Mereka yang belum pernah mencoba menu ini


tampak sangat menikmati dan langsung saja


ketagihan.


Raya dan Aaron yang makan sepiring berdua di ruangan khusus namun masih bisa memantau


keadaan di lobby tampak puas dan bahagia.


"Kau ini..benar-benar calon ratu masa depan ku.."


Bisik Aaron bangga sambil mengelus rambut


Raya yang tersenyum tenang kemudian kembali


menyuapi Aaron. Suaminya itu makannya malah


lebih banyak dari dirinya. Bagi Aaron makanan


ini benar-benar lezat, membuat dia ketagihan


"Aku ada..untuk mendampingi mu Pangeran."


Lirih Raya, keduanya saling pandang lekat.


Senyum manis sempurna terukir di bibir Aaron


yang mampu membuat Raya terbang melayang.


***


Dua hari kemudian...


Situasi keamanan dan ketertiban di dalam negara


xxx.. kini kembali kondusif. Semuanya kembali


pada kondisi semula. Dan Selama dua hari ini pemberitaan di semua media, baik itu elektronik, cetak maupun online tidak lepas dari insiden


menara utara istana.


Kini seluruh rakyat sudah tahu kebusukkan dari


perdana menteri Alfred Winston. Ternyata dia


sudah terlalu besar memanfaatkan jabatan dan


kekuasaannya untuk mengeruk uang negara dari


berbagai sektor. Dan team Aaron lah yang sudah


berhasil mengumpulkan bukti serta saksi atas


kejahatannya itu. Sedang kejahatan terbarunya


dan yang paling menghebohkan adalah upaya


pembunuhan terhadap Raja dan Putra Mahkota.


Dan ancaman hukumannya adalah hukuman


mati. Dan itu adalah mutlak.


Dan sekarang yang naik menggantikan posisi


Alfred Winston adalah wakilnya, merupakan


orang kepercayaan Raja Williams. Sementara


para senator yang ikut terlibat dalam gerakan


Alfred Winston serta para bangsawan yang ada


di bawah pengaruh nya semua masuk penjara


dan jadi tersangka dalam kejahatan ini.


Tanpa menunggu waktu lagi negara langsung


melakukan penyitaan aset terhadap seluruh


harta kekayaan milik keluarga Winston yang


membuat Catharina dan keluarganya harus


terusir. Dan mau tidak mau keluarga itu harus melakukan permohonan kebijaksanaan Raja.


Akhirnya Catharina dan seluruh keluarga besar


nya datang ke istana, memohon ampunan untuk


seluruh anggota keluarga yang tidak terlibat.


Namun hukuman pengasingan tetap tidak bisa


di hindari oleh seluruh keluarga besar nya itu.


Pihak istana juga langsung mengadakan proses


pemutusan kebijakan tentang posisi Catharina


sebagai calon tunangan Putra Mahkota.


Namun hal di luar dugaan terjadi, pihak istana


memberi pengangkatan pada Catharina sebagai


calon istri Ansel Danzstone..Dan dia akan segera


di boyong ke negara xx.. negara asal Ansel. Tidak


ada pilihan lain, Ansel dan Catharina terpaksa


harus menerima kebijakan itu karena selama ini


Ansel besar dan tumbuh di negara ini, di bawah


pengasuhan Ibu Suri atau Madam Rowena.


Hari ini.. akhirnya Aaron akan keluar dari rumah


sakit istana dan langsung di agendakan untuk


memasuki istana bersama Sang Putri Agung.


Seluruh rakyat sudah menerima keberadaan dan posisi Raya sebagai istri Putra Mahkota lewat


poling online yang di adakan oleh pihak istana.


Hampir 90 masyarakat menerima Raya dan


hanya 10 persen saja yang kurang srek karena


dia bukan keturunan asli negara ini..


Saat ini Aaron dan Raya sedang bersiap untuk


keluar dari rumah sakit. Dua hari ini mereka full


berada di rumah sakit. Tidak pernah sedetikpun


Raya keluar dari ruang rawat inap tanpa Aaron.


Dia senantiasa setia mendampingi suaminya itu karena Aaron tidak pernah membiarkan dirinya


jauh dari pandangannya.


"Yang Mulya.. semuanya sudah siap.."


Kepala staf istana dan kepala pengawal berdiri


di tengah ruangan begitu Aaron selesai bersiap.


Hari ini dia mengenakan setelan jas resmi yang


terlihat sangat mewah di padukan dengan dasi


yang sesuai dengan warna jas nya. Tampilannya


sangat maskulin dan tegas hingga membuat


dirinya tampak begitu gagah dan mempesona


dengan aura terang yang melingkupinya. Tidak


lama Raya keluar dari ruangan lain dengan dress


mewah elegan selutut di lengkapi topi cantik

__ADS_1


yang menghiasi kepalanya karena saat ini dia


mengenakkan pakaian adat kebesaran kerajaan.


Aaron menatap Raya tak berkedip, kemudian dia melonggarkan lengan kirinya. Raya tersenyum


lembut lalu melingkarkan tangan kanannya di


antara lipatan lengan Aaron.


"Bismillah.. Ayo.. kita berangkat sekarang..!"


Tegas Aaron sambil kemudian melangkah keluar


dari ruangan bergandengan dengan Raya di ikuti


oleh kepala staf istana, kepala pengawal, Ansel,


Alex, Benjamin, Jessica , Griz dan para prajurit


pengawal serta beberapa staf istana.


Aaron merengkuh tubuh Raya ke dalam dekapan


hangatnya saat mereka sudah ada di dalam mobil.


Tangan Raya saat ini terasa dingin. Dia lumayan


gugup dan tegang, mengingat ini adalah moment


yang sangat besar dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa perjalanan hidupnya akan


sampai di titik ini.


"Aaron.. apakah ini sudah benar.?"


Aaron melirik, mengelus lembut wajah bening


mulus Raya yang bersandar di dada kanannya.


"Apalagi yang kau ragukan.? Bukankah ini jalan


yang sudah di siapkan Tuhan untuk kita.?"


"Setelah ini.. kebebasan kita akan terbatasi."


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Kita


akan melakukan apapun yang kita suka."


"Aaron.. jangan konyol..!"


"Selain istri Putra Mahkota negara xxx.. Kau


juga istri Underground Devil.."


Raya langsung mengangkat wajahnya. Mata


mereka kini saling menatap kuat.


"Kau tidak akan meninggalkan dunia itu.?"


"Kau tidak lihat bagaimana Ayahmu..?"


"Aaron.. aku tidak ingin anak-anakku bernasib


sama denganku.!"


"Itu tidak akan terjadi. Karena mereka memliki


Underground Devil sebagai Ayah nya sekaligus


Ksatria Guzraty sebagai kakeknya..!"


Desis Aaron dengan seringai kecil di bibirnya.


Raya meletakkan tangan kanannya di dada


Aaron dan mengelusnya lembut.


"Kalian berdua memang sama-sama aneh.!"


Gumam Raya sambil menggeleng resah. Aaron


semakin mempererat pelukannya.


Sepanjang perjalanan mereka di sambut oleh


para warga yang sudah menanti di pinggir jalan


sambil melambaikan tangan dan melemparkan


bunga mawar kearah mobil. Mereka semua


tampak begitu antusias dan semangat. Raya


hanya bisa menatap diam pemandangan tidak


terduga itu dengan mata berkaca-kaca.


"Mereka semua sudah tidak sabar ingin segera


menyambut calon ratu masa depan nya.."


Ledek Aaron dengan senyum smirk nya.


"Aaron.. jangan meledekku.! Aku tidak pernah


bermimpi akan berada pada posisi ini.!"


"Aku tahu sayang.. akulah yang menginginkan


semua ini. Kaulah yang meyakinkan ku.!"


Bisik Aaron sambil kemudian mendaratkan


ciuman lembut dan manis di bibir ranum Raya.


Akhirnya iring-iringan mobil mewah berlambang


negara itu tiba di halaman depan istana utama


di sambut oleh barisan resmi para prajurit negara


dan tabuhan drumband yang menggemakan lagu kebangsaan negara xxx.. Lesakkan tembakan


selamat datang yang di lancarkan oleh 10 orang


prajurit pilihan secara berurutan menambah haru sekaligus meriah suasana penyambutan ini.


Raja, Ratu, Madam Rowena, Arthur, Arabella, para


anggota parlemen full team, para senator dan


seluruh staf istana tampak sudah berbaris rapi


di depan pintu masuk Istana utama dengan


wajah-wajah yang terlihat bahagia dan ceria.


Aaron keluar duluan dari dalam mobil lalu dia


mengulurkan tangan kanannya menyambut


Raya yang menyusul keluar. Keduanya saling


menatap untuk beberapa saat seolah ingin


saling meyakinkan diri.


"Kau siap untuk masuk sayangku..?"


Aaron berbisik sambil mencium jemari tangan


Raya yang mengerjapkan mata terharu. Mata


mereka semakin terpaut. Dan akhirnya Raya


menganggukkan kepala penuh keyakinan.


Jessica tampak mengusap air matanya yang


jatuh tak tertahankan karena tidak menyangka


kalau perjalanan hidup sahabatnya itu akan


sampai pada titik ini.


Tidak lama Aaron dan Raya mulai melangkah


tenang menuju pintu Istana megah yang jadi


impian setiap orang untuk bisa memasukinya.


"Selamat datang Princess Maharaya Emeera


As Syaf Sulaiman di Grand Marco Palace. Istana


ini akan menjadi tempat tinggal mu mulai hari


ini sampai selamanya.."


Sambut Raja Williams dengan suara tegas


penuh kharisma begitu Aaron dan Raya tiba


di hadapan seluruh keluarga kerajaan.


"Terimakasih Yang Mulya.. Semoga saya bisa


menjaga kehormatan dan nama baik keluarga


kerajaan.."


Sahut Raya sambil membungkukkan badan


dengan gestur tubuh yang sangat halus dan


anggun. Raja Williams mengelus rambut Raya


penuh perhatian.


"Selamat datang Menantu ku.. Semoga dengan


kehadiranmu kejayaan akan selalu mengiringi


perjalanan hidup kerajaan kita.."


Ratu Virginia merentangkan tangan. Dengan


sedikit ragu, Raya masuk kedalam pelukan ibu


mertuanya itu. Setelah itu dia beralih pada Ibu


Suri yang mencium lembut keningnya.


"Selamat datang cucu dan calon cicitku. Aku


yakin sekarang..Kaulah yang akan membawa


negara ini pada kemakmuran dan kedamaian."


Keduanya saling memeluk erat. Air mata Raya


kini tidak bisa di tahan. Ada rasa haru yang


begitu menggelegak dalam jiwanya mengingat


bagaimana kesan pertama pertemuannya


dengan wanita tua terhormat ini.


"Terimakasih Yang Mulya Ibu Suri.."


"Panggil aku Grandma.."


Raya terdiam sesaat, keduanya saling melepas


pelukan. Raya tersenyum lembut kemudian


menundukan kepalanya.


"Baiklah.. Grandma.."


Semua orang tersenyum bahagia. Kini giliran


Arabella yang saling berpelukan dengan Raya.


"Aunty cantiikk... welcome to the palace.."


Tiba-tiba dari arah dalam ada suara lengkingan


khas yang mampu membuat semua orang kini


meringis dan menolehkan kepala ke asal suara.


Raya melebarkan matanya saat melihat sosok


mungil cantik jelita lagi-lagi pada posisi berlari


kencang tak terkendali dengan membawa


sebuket bunga cantik di tangannya.


Dan kejadian itu kini terulang. Raya dan Aaron


spontan menyongsong kedatangan Alluna yang


hampir saja terjatuh kalau kedua paman dan


bibi nya itu tidak sigap dan cepat menangkap


sosok mungilnya. Kini si kecil cantik jelita itu


sudah ada dalam pelukan erat Raya yang duduk bersimpuh sambil berpandangan lekat dengan


Alluna yang malah tertawa bahagia.


"Kamu ini ya.. kenapa selalu saja ceroboh.."


Desis Raya sambil menghadiahkan ciuman


bertubi-tubi di wajah mungil Alluna yang semakin


cekikikan karena kegelian. Aaron menegakkan


badannya dengan tatapan tenang kearah kedua


orang yang sedang tertawa bahagia itu.


Dan tawa ceria mereka kini menular pada semua


orang yang terlihat tersenyum bahagia. Akhirnya


rombongan itu mulai memasuki istana. Dan di


mulai lah proses pengenalan semua tempat


penting yang ada di istana itu kepada Raya


yang saat ini sudah resmi menjadi anggota

__ADS_1


baru keluarga kerajaan..


***


__ADS_2